Category: Berita Acara

Press Release Kemitraan Multi Pihak dalam Pengembangan Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan: Terobosan Baru Pasca-COVID

Pandemi COVID-19 telah membuat hampir semua aspek kehidupan berubah dan menyesuaikan diri. Sementara itu sektor ekonomi dan bisnis berusaha sejauh mungkin merebut kesempatan yang ada ketika peran telekomunikasi jarak jauh lewat internet semakin besar di saat mobilitas fisik manusia ditekan saat pandemi.

Collaboration on Fostering Recovery through Economic Empowerment (CoFREE) adalah inisiatif multipihak yang diharapkan menjadi kekuatan pendorong dalam kebangkitan ekonomi lokal yang terdampak pandemi. Inisiatif ini berasal dari perusahaan yang dimiliki oleh diaspora Indonesia di Australia, Next Frontier dan mitranya di Indonesia, Anwar Muhammad Foundation and International Association for Public Participation (IAP2 Indonesia).

Inisiatif ini lahir dari keyakinan dari potensi alami Indonesia untuk menambah nilai signifikan bagi rantai nilai global untuk produk hijau dan ramah lingkungan. Ini dicapai melalui kolaborasi multi pihak skala mikro dan makro dalam melaksanakan prinsip-prinsip Ekonomi Hijau, Rendah Karbon, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dalam cara yang berkelanjutan dan produktif.

Peluncuran seri webinar yang berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Indonesia untuk Victoria dan Tasmania pada 1-4 Desember akan menandai inagurasi inisitatif ini. Pada webinar ini sejumlah pihak yang akan menyampaikan pemaparannya dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Global Reporting Initiative (GRI), Fair Trade Asia-Pacific, dan United Nations Development Programme (UNDP).

CoFREE mungkin bukan inisiatif pertama dalam pemberdayaan komunitas di tingkat akar rumput, tapi ini menandai upaya terorganisir pertama antara banyak pihak baik lokal maupun manca negara dalam pembangunan ekonomi Indonesia melalui prinsip-prinsip hijau dan berkelanjutan yang menekan jejak karbon serendah mungkin.
Konsul Jenderal untuk Victoria dan Tasmania, Spica A.Tutuhatunewa mengatakan bahwa dengan diberlakukannya kesepakatan kemitraan komperehensif antara Indonesia dan Australia (IA-CEPA) serta adanya inisiatif ini maka akan memberikan kesempatan kepada petani dan nelayan Indonesia serta UMKM lainnya di Indonesia untuk memproduksi produk-produk hijau yang berkelanjutan dan ethical yang banyak diminati oleh masyarakat Australia.

“Kerjasama dengan CoFREE akan membantu BAKTI dalam membangun ekosistem digital serta memberdayakan petani melalui penyediaan pengetahuan, informasi, sertifikasi dan akses pasar. Karena kesamaan visi tersebut, CoFREE dan BAKTI dapat bersinergi dalam pengembangan ekonomi hijau dan berkelanjutan,” kata Danny Januar Ismawan, direktur Layanan Teknologi dan Informasi untuk Pemerintah dan Masyarakat (LTIPM) BAKTI Kominfo.

BAKTI yang sebelumnya bernama Balai Penyediaan Pengelolaan Pembiayaan Teknologi dan Informatika (BP3TI) adalah lembaga yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk menyediakan infrastruktur telekomunikasi dan aksesibilitas bagi masyarakat di wilayah terluar, terpencil dan tertinggal di Indonesia.

“Pembentukan CoFREE sebagai inisiatif multi pihak yang melibatkan banyak pemangku kepentingan baik publik maupun swasta akan membantu berkontribusi pada upaya Indonesia untuk mencapai SDGs pada 2030,” kata Amalia Adininggar Widyasanti, deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas yang juga staf ahli Menteri PPN bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan.

Melalui pemberdayaan petani lokal dengan informasi tentang pasar, pelatihan, literasi digital dan finansial, dan konektivitas internet, CoFREE akan memungkinan produsen lokal untuk mengakses pasar yang lebih besar dan mengekspor barang mereka ke dunia yang lebih luas, dalam saat yang bersamaan mendatangkan manfaat bagi rantai nilai global. Saat ini, fokus utama dari inisiatif ini adalah mengembangkan komunitas penghasil kopi di Indonesia agar mereka dapat mengekspor biji kopi fair-trade berkualitas tinggi ke Australia, yang berdekatan dengan Indonesia dan merupakan pengimpor bersih kopi. Upaya ini sejalan dengan perjanjian kemitraan ekonomi yang baru ditandatangani yaitu Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang akan mendatangkan manfaat siginifikan dalam meningkatkan ekspor Indonesia ke Australia.

Seri webinar CoFREE Initiative akan digelar pada 1-4 December 2020. Media Enquiries: media@cofree.ventures

UNDUH PRESS RELEASE

Webinar IAP2 Indonesia dan APEKSI: “Kolaborasi Semua Pihak Dalam Proses Perencanaan Pembangunan yang Berketahanan Pandemi” Kamis, 5 November 2020

Kamis, 5 November 2020 IAP2 Indonesia bekerja sama dengan APEKSI telah menyelenggarakan webinar berjudul “Kolaborasi Semua Pihak Dalam Proses Perencanaan Pembangunan yang Berketahanan Pandemi”. Webinar ini merupakan langkah awal untuk memulai kerja sama antara IAP2 Indonesia dan APEKSI yang ke depan akan terus dikembangkan. Webinar ini juga sekaligus menjadi wadah audiensi antartokoh pembangunan untuk bertukar ilmu pengalaman setiap lembaga dalam merencanakan pembangunan yang berketahanan pandemi.

Webinar dibuka oleh Airin Rachmi Diany, S.H, M.H. selaku Ketua Dewan Pengurus APEKSI. Dalam pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa dalam melakukan penanganan pandemi COVID-19, pemerintah tidak mungkin bekerja secara sendiri. Dalam pelaksanaan pembangunan, sudah menjadi keniscayaan bahwa pemerintah harus melaukan kolaborasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, apalagi dalam kondisi pandemi ini. Oleh karena itu, penanganan pandemi COVID-19 ini tentunya membutuhkan kolaborasi kerja sama yang tepat.

Setelah pembukaan selesai, acara diskusi dimulai dan dimoderasi oleh Aldi Muhammad Alizar selaku Chair IAP2 Indonesia. Diskusi pertama dibuka oleh pembicara pertama yaitu Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP DPR-RI), Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Fadli Zon menyampaikan bahwa pada prinsipnya, penanggulangan pandemi COVID-19 memerlukan partisipasi publik yang lebih besar terutama dalam menentukan arah kebijakan dan penetapan prioritas anggaran. Prinsip-prinsip tata kelola yang transparan mensyaratkan adanya partisipasi yang inklusif dalam menetapkan. Peran parlemen dalam penanggulangan COVID-19 adalah keniscayaan karena masalah yang dihadapi bukan hanya kondisi darurat kesehatan dan ekonomi, tetapi juga sisi yang lain yaitu krisis demokrasi, hak asasi manusia, dan tata kelolak.

Pembicara kedua, Dr. Ir. Wisnu Utomo selaku Direktur KPI dan Polugri Kementerian PPN/BAPPENAS menyampaikan bahwa selama ini BAPPENAS selalu berupaya untuk mengadakan kolaborasi perencanaan pembangunan dengan melibatkan aktor pemerintah dan aktor nonpemerintah. Di tengah pandemi ini, partisipasi aktor nonpemerintah di daerah sangat diperlukan untuk mendorong pemulihan ekonomi lokal. Praktik-praktik pembangunan dengan instrumen KMP yang ada di daerah perlu disorot dan disebarkan sehingga dapat direplikasi daerah lain.

Pembicara ketiga, Drs. Heroe Poerwadi, M.A. selaku Wakil Walikota Yogyakarta memaparkan kiat-kiat yang dilakukan Kota Yogyakarta untuk dapat beradaptasi dengan pandemi dan menjadi kota yang terus tumbuh semasa pandemi. Program-program seperti menyusun new protocol, Jogja untuk Jogja, Gandeng Gendong telah dilaksanakan guna membangun Jogja sebagai kota yang berketahanan pandemi. Kolaborasi semua pihak menjadi aspek penting dalam pelaksanaan rencana-rencana tersebut.

Pembicara keeempat, Juliaty Ansye Sopacua, PhD selaku UNDP SDGs Advisor / Direktur SDG Academy Indonesia menyampaikan bahwa membangun kota yang berkelanjutan dan tahan pandemic selaras dengan Goal 11: Suistanable Cities and Communities. Strategi UNDP dalam mewujudkan hal tersebut adalah menguatkan kapasitas pemerintah kota/kabupaten untuk mengembangkan cakupan layanan publik, meningkatkan kualitas dari layanan publik, dan kerja sama kolaborasi yang kuat.

Pembicara kelima, Ah Maftuchan selaku Direktur Eksekutif The PRAKARSA menjelaskan kiat lembaga sipil/nonpemerintah dalam mendampingi dan mendorong masyarakat untuk memiliki kekuatan berpartisipasi dalam perencanaan pembanguanan yang berketahanan pandemic. Ah MAftuchan juga mengungkapkan bahwa dengan memperkuat kolaborasi antar-CSO ruang-ruang partisipasi warga pada seluruh tahapan pembangunan dapat digiatkan.

Pembicara keenam, Ony Jamhari selaku CEO School of Government and Public Policy mengungkapkan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama dalam program pemerintahan saat ini. Dengan kolaborasi SDM yang bertalenta dan dapat diandalkan, proses kolaborasi akan lebih berkualitas. Sebagai bagian dari kanal akademik, SGPP telah menerapkan pengajaran daring sebagai upaya peningkatan kualitas Pendidikan selama pandemi. Webinar gratis juga diadakan secara rutin.

Webinar ditutup oleh Sri Indah Wibi Nastiti selaku Direktur Eksekutif APEKSI. Indah Wibi Nastiti menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah hal yang harus senantiasa digalakkan dan diterapkan guna terciptanya kebijakan atau perencanaan yang matang dan wahana tukar ilmu antarlembaga.

Webinar ini dihadiri oleh kurang lebih seratus partisipan. Ke depan, APEKSI dan IAP2 Indonesia akan kembali berkolaborasi untuk menghadirkan webinar seperti ini atau acara dengan asas kemitraan multipihak lainnya. Rekaman webinar dapat disimak di akun YouTube APEKSI. Materi webinar dapat diunduh pada tautan berikut.

Ngobrol Santai – Live Instagram APEKSI dan IAP2 Indonesia: “Kemitraan Multipihak dalam Proses Perencanaan Pembangunan yang Berketahanan Pandemi”

Selasa, 27 Oktober 2020 yang lalu, IAP2 Indonesia dan APEKSI mengadakan acara ngobrol santai melalui media live Instagram. Aldi Muhammad Alizar (Chair IAP2 Indonesia) dan Sri Indah Wibi Nastiti (Direktur Eksekutif APEKSI) berdialog santai tentang “Kemitraan Multipihak dalam Proses Perencanaan Pembangunan yang Berketahanan Pandemi”.

Dalam dialog, Sri Indah Wibi Nastiti menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 merupakan hal yang sangat tidak terduga dan merupakan tantangan yang besar juga bagi pemerintah kota atau aparatur negara. Pandemi ini berimplikasi pada proses pembangunan yang sudah direncanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Beban pemerintah ini bisa terbantu bila kolaborasi dan partisipasi dari semua pihak dapat dilakukan.

Aldi Muhammad Alizar menambahkan partisipasi adalah kunci penting terlebih dalam urusan-urusan yang sifatnya substansial. Perlahan tapi pasti pelibatan semua pihak dalam menghadapi pandemi ini harus dapat diwujudkan. IAP2 Indonesia hadir untuk mewadahi dan mendorong semua pihak untuk pelaksanaan kemitraan multipihak. Belajar dari negara tetangga, partisipasi harus dialakukan dengan lebih meaningful dan berkualitas apalagi jika ada proses kelembagaannya.

Obrolan Aldi Muhammad Alizar dan Sri Indah Wibi Nastiti selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut.

Live Instagram ini merupakan rangkaian acara untuk menyambut Webinar 5 November 2020 dengan tema “Kolaborasi Semua Pihak Dalam Proses Perencanaan Pembangunan yang Berketahanan Pandemi”. Dengan topik yang menarik dan pembicara yang berasal dari berbagai pihak, webinar ini adalah media diseminasi keilmuan dan diskusi yang wajib diikuti. Klik tautan berikut untuk mendaftarkan diri Anda dalam webinar tersebut!

Kolaborasi Semua Pihak Dalam Proses Perencanaan Pembangunan yang Berketahanan Pandemi

APEKSI dan IAP2 Indonesia mempersembahkan

WEBINAR
Kolaborasi Semua Pihak Dalam Proses Perencanaan Pembangunan yang Berketahanan Pandemi

🗓️Hari : Kamis, 5 November 2020
🕐Waktu : 13.00–15.30 WIB

Pembuka :
Airin Rachmi Diany, S.H., M.H. (Ketua Dewan Pengurus APEKSI)

Moderator:
Sri Indah Wibi Nastiti (Direktur Eksekutif APEKSI)

Pembicara:
🔴Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc. (Ketua BKSAP DPR-RI)
🔴Drs. Haryadi Suyuti (Walikota Yogyakarta)
🔴Dr. Ir. Wisnu Utomo* (Direktur KPI dan Polugri, Kementerian PPN/BAPPENAS
🔴Ony Jamhari (CEO of School of Government and Public Policy Indonesia)
🔴Juliaty Ansye Sopacua, PhD. (UNDP SDGs Advisor / Direktur SDG Academy Indonesia)
🔴Ah Maftuchan (Direktur Ekskutif The PRAKARSA)

Penutup:
Aldi Muhammad Alizar (Chair IAP2 Indonesia)

Tautan Registrasi:
https://zoom.apeksi.id/iap2webinar

Partisipan webinar akan mendapatkan e-sertifikat.

Workshop Kemitraan Multipihak bagi Pemulihan Ekonomi Lokal

“Masa pandemi COVID membuat kita semakin sadar bahwa kita tidak bisa menyelesaikan permasalahan sendiri. Kerja sama dan kolaborasi adalah hal yang tidak bisa ditolak lagi” — Dr. Ir. Wisnu Utomo, M.Sc. (Direktur Politik Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Internasional, Kementrian PPN/Bappenas)

Simak obrolan antara Aldi Muhammad Alizar (Chair, IAP2 Indonesia) dan Wisnu Utomo (Direktur KPI dan Polugri PPN Bappenas) tentang pentingnya kemitraan multipihak (KMP).

Plan Indonesia dan IAP2 Indonesia dorong partisipasi bermakna anak dan kaum muda dalam pembuatan kebijakan di Indonesia

Press Release

Jakarta, 23 Juli 2020 – Dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan Association of Public Participation (IAP2) Indonesia menyerukan pentingnya partisipasi anak dan kaum muda, calon pemimpin masa depan, dalam mencapai tujuan pembangunan Indonesia pada kamis (23/7). Webinar diikuti oleh lebih dari 60 kaum muda dari seluruh Indonesia.

Sebagai generasi penerus bangsa, suara kaum muda penting untuk didengar dan dipertimbangkan. Termasuk dalam mengembangkan kebijakan dan program pembangunan yang akan berdampak pada kehidupan mereka saat ini dan di masa depan. Sudah ada inisaitif pelibatan kaum muda dalam pembangunan walau ruang partisipasi belum sepenuhnya bermakna.

Partisipasi kaum muda bermakna adalah kondisi yang memberikan kesempatan bagi kaum muda untuk berpartisipasi secara setara dengan orang dewasa atau bekerja secara mandiri tanpa pengaruh orang dewasa dalam pengambilan keputusan. Partisipasi bermakna dapat terjadi di berbagai tingkatan, dari tingkat keluarga, komunitas, organisasi, pemerintahan, dan sebagainya. Komponen dasar dari partisipasi kaum muda yang bermakna diantaranya kebebasan dalam memilih informasi, kuasa dalam pengambilan keputusan, suara yang didengarkan dan tanggung jawab.

“Plan Indonesia terus berupaya mendorong partisipasi anak dan kaum muda yang bermakna dalam proses pembuatan strategi maupun berdialog dengan para pemangku kepentingan.” tegas Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif, Yayasan Plan International Indonesia.

Melalui webinar ini, Plan Indonesia dan IAP2 mendorong komitmen pemerintah untuk melibatkan anak dan kaum muda dalam pembuatan kebijakan. Pada acara ini, suara kaum muda diwakilkan oleh Isabella Veronica, Youth Advisory Panel UNFPA dan Anita, aktivis muda asal Rembang Jawa Tengah sebagai panelis. Sedangkan panelis pembuat kebijakan diwakilkan oleh Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia.

Muhamad Farhan, anggota Komisi 1 DPR-RI turut berbicara tentang pentingnya kaum muda terlibat dalam proses pembuatan kebijakan publik. “Saat kita tahu bahwa pembangunan infrastruktur atau sanitasi lingkungan efektif adalah dampak dari kebijakan publik, maka kita sadar bahwa pilihan kebijakan publik sangat vital bagi kehidupan. Sehingga saatnya anak muda tidak cuma “kenal” dunia, tapi juga “melek” pada kebijakan yang menjadikan dunia a better place.” tambah Farhan.

“Saat berbicara partisipasi anak dan anak muda, akan lebih bermakna saat anak dan kaum muda tersebut memahami bahwa mereka memiliki ruang untuk memberikan dampak positif pada proses penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan” ujar Aldi Muhammad Alizar, chairperson IAP2 Indonesia.

Anak dan kaum muda memiliki solusi dan inovasi untuk berkontribusi terhadap upaya intervensi  berbagai macam isu sosial dan pembangunan. Pelibatan anak dan kaum muda bermakna dalam proses pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan terhadap isu yang langsung berdampak terhadap mereka akan mempertajam arah kebijakan danstrategi dalam merespons situasi, kebutuhan, kepentingan anak dan kaum muda, sehingga implementasinya tepat sasaran.

(***)

Sekilas Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia)

Plan International bekerja di Indonesia sejak 2 September 1969, berdasarkan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Republik Indonesia. Pada 15 Juni 2017, Yayasan Plan International Indonesia telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Plan Indonesia didirikan untuk menjangkau lebih banyak anak dan anak perempuan di Indonesia, dan memberikan dampak pembangunan berkelanjutan melalui kemitraan jangka panjang dan penggalangan sumber daya yang lebih luas. Informasi lebih lanjut: https://plan-international.or.id

 

Sekilas Plan International

Plan International adalah organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan internasional yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan anak perempuan. Kami memperjuangkan sebuah dunia yang adil untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, bekerja bersama anak, kaum muda, masyarakat dan mitra. Plan International bekerja bersama anak-anak, kaum muda dan masyarakat untuk mengatasi akar masalah diskriminasi terhadap perempuan, ekslusi dan kerentanan. Dengan capaian, pengalaman dan pengetahuan, Plan International mendorong perubahan dalam praktek dan kebijakan tingkat lokal, nasional dan global.

Plan International tidak berafiliasi dengan agama, organisasi politik atau pemerintahan tertentu. Lebih dari 80 tahun, Plan International membangun kemitraan yang kuat untuk hak anak. Saat ini kami bekerja di lebih dari 70 negara. Informasi lebih lanjut: https://plan-international.org

 

Sekilas IAP2 Indonesia

IAP2 (International Association for Public Participation) – Asosiasi Internasional untuk Partisipasi Publik, didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1990, adalah organisasi internasional terkemuka memajukan praktek partisipasi publik. Partisipasi publik berarti melibatkan mereka yang terkena dampak akibat sebuah atau beberapa keputusan dalam proses pengambilan keputusan. Kondisi ini kemudian mendorong keputusan yang berkelanjutan dengan menyediakan peserta informasi yang mereka butuhkan dan wadah untuk terlibat dalam cara yang berarti, dan berkomunikasi dengan mereka untuk dapat masukan mereka mempengaruhi keputusan. Di Indonesia, IAP2 Indonesia sudah diinisiasi sejak awal tahun 2011.

Narahubung media

Intan Cinditiara

Manajer Komunikasi dan Media

Yayasan Plan International Indonesia

Intan.Cinditiara@plan-international.org

Andry Sose

Delivery and Engagement Manager

Association of Public Participation Indonesia

andry.sose@iap2.or.id

DOWNLOAD

partisipasi iap2 dalam forum ksst

IAP2 Indonesia dalam Forum Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST)

Dalam mewujudkan kemitraan multipihak, IAP2 Indonesia belum lama ini berkesempatan untuk berpartisipasi pada Forum Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Forum ini berlangsung pada hari Rabu, 11 Maret 2020, bertempat di Ruang Rapat DH 3-5 Kementerian PPN/Bappenas.

Seperti kita ketahui bahwa KSST hadir sebagai salah satu bentuk modalitas kerjasama pembangunan internasional antar negara-negara berkembang. Maka dari itu pemerintah Indonesia menempatkan KSST sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sehingga diharapkan melalui KSST, pemerintah dapat meningkatkan kerja sama pembangunan untuk meningkatkan akses ke pasar non-tradisional Indonesia. Untuk dapat mengimplementasikan KSST dengan baik, koordinasi kebijakan antar pemangku kepentingan perlu lebih ditingkatkan lagi.

Untuk itu pemerintah dalam hal ini Kementerian PPN/Bappenas merasa perlu menyelenggarakan Forum KSST dengan fokus tema “Inovasi & Kemitraan KSST dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas”. Forum ini dihadiri oleh 30 institusi mewakili Kementerian/Lembaga, CSOs, sektor swasta & fialntropi, akademisi, media dan mitra pembangunan.

IAP2 Indonesia sebagai salah satu perwakilan dari CSOs hadir sebagai anggota utama dari Forum Kemitraan Multipihak untuk Pencapaian SDGs. Kehadiran IAP2 Indonesia diwakilakan oleh Yusdi Usman, Sheila Teta Carina, dan Andry Sose.

Adapun kegiatan forum ini adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman dari pelaksanaan KSST yang inovatif & dapat direpelikasi di tingkat daerah. Diharapkan pendapat/tinjauan strategis yang di peroleh dalam forum ini dapat menguatkan perencanaan KSST di Indonesia. Tentunya dengan di dukung keterlibatan pemangku kepentingan yang sinergis dan harmonis di dalamnya sehingga berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kedepannya.

Ikuti terus informasi terkini dari kami seputar partisipasi publik dan keterlibatan stakeholder, jangan sampai ketinggalan jadwal pelatihan, seminar, panel diskusi, dll dari IAP2 Indonesia di website dan sosial media kami.

partisipasi iap2 dalam lokalatih sustainability report

Partisipasi IAP2 Indonesia dalam Lokalatih Sustainability Report

Isu keberlanjutan akhir-akhir ini sudah menjadi trend bagi para pelaku bisnis dan lembaga/instansi serta praktisi profesional. Semangat untuk mulai memberi manfaat dan dampak postif pada aspek ekonomi, lingkungan dan sosial mulai meningkat. Hal tersebut membuat para pelaku dan praktisi mencoba untuk memberikan perhatian khusus pada setiap kegiatan operasional dan produksi agar berkelanjutan.

Setiap upaya dan strategi yang dilakukan oleh pelaku usaha bisnis dan lembaga/instansi perlu untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas. Untuk itu  dibutuhkan kapasitas bagi para pelaku usaha bisnis dan lembaga/instansi untuk dapat mengolah data menjadi informasi yang valid dan relevan yang kemudian terkomunikasikan dengan baik pada laporan keberlanjutan.

Pelaporan keberlanjutan haruslah memenuhi standar yang berlaku secara internasional untuk dapat meningkatkan daya saingnya di pasar global. Untuk itu para pelaku bisnis dan lembaga/instansi perlu mengetahui lembaga/organisasi mana yang menyediakan standarisasi dalam pelaporan keberlanjutan/sustainability reporting

Dalam hal ini Anwar Muhammad Foundation (AMF) bekerjasama dengan Global Reporting Initiative (GRI) memberikan lokalatih para pelaku usaha UMKM dan organisasi nirlaba untuk dapat meningkatkan kapasitasnya dalam menyusun laporan keberlanjutan/sustainability report yang sesuai dengan standar GRI. GRI adalah organisasi internasional independen yang telah memelopori pelaporan keberlanjutan sejak 1997.

Untuk itu IAP2 Indonesia ikut berpartisipasi dalam lokalatih yang diadakan pada Kamis dan Jumat, 20-21 Februari 2020. Bertempat di Mula by Galeria, Cilandak Town Square, kegiatan lokalatih berjalan dengan baik dan lancar. Dipandu oleh pemateri dari Aldi Muhammad Alizar (Founder AMF) dan Sheila Teta Carina. Peserta yang hadir datang dari berbagai UMKM yang memiliki fokus ke produk pertanian dan organik serta lembaga nirlaba seperti IAP2 Indonesia. 

Dengan mengusung tema “Laporan Berkelanjutan untuk Mendukung Pengembangan Bisnis Bagi Pelaku UMKM”, materi yang diberikan seputar pengenalan GRI dan AMF, POJK 51, Standar GRI 101, 102, 103, 200, 300, dan 400. GRI juga memberikan akses terhadap platform digital dan template secara gratis untuk dapat dimanfaatkan oleh UMKM dalam menulis laporannya yang akan dibantu secara berkala oleh GRI.

Baca juga seri kabar dalam negeri lainnya: Partispasi IAP2 Indonesia dalam MGG Alumni Meeting

Bagi IAP2 Indonesia kegiatan lokalatih ini sangat bermanfaat dan penting sekali untuk dapat diikuti oleh seluruh UMKM dan lembaga/instansi di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan di era global saat ini dan dengan adanya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) menuntut para stakeholder dapat saling bermitra dengan pihak lainnya untuk dapat bersama-sama meningkatkan dampak positif dalam aspek ekonomi, lingkungan dan sosial masyarakat.

Ikuti terus informasi terkini dari kami seputar partisipasi publik dan keterlibatan stakeholder, jangan sampai ketinggalan jadwal pelatihan, seminar, panel diskusi, dll dari IAP2 Indonesia. Pantau terus perkembangannya di website dan sosial media IAP2 Indonesia.

partisipasi iap2 dalam mgg alumni meeting

Partispasi IAP2 Indonesia dalam MGG Alumni Meeting

Jakarta – IAP2 Indonesia baru-baru ini mendapatkan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam acara Managing Global Governance (MGG) alumni meeting. Acara ini berlangsung pada hari Selasa, 4 Februari 2020, bertempat di kantor pusat Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Acara ini dihadiri oleh beragam partisipan mulai dari kementerian, akademisi, private sector, dan lainnya. Aldi Muhammad Alizar sebagai Sekretaris IAP2 Internasional dan Ketua IAP2 Indonesia berkesempatan mengisi salah satu sesi dalam acara tersebut. Sesi Workshop: Multi-stakeholder Collaboration for 2030 Agenda, yang di fasilitasi oleh Sheila Teta Carina (MGG Academy 2017 dan Dewan Direksi IAP2 Indonesia).

Kegiatan dibuka oleh sambutan dari Pimpinan CSIS, Philips J. Vermonte. Dilanjutkan sambutan dari Kepala MGG Programme, Wulf Reiners. Kegiatan ini juga di isi oleh sesi Impulse & Discussion: The Power of Cooperation and Global Governance in Times of Polarisation dan sesi International Dialogue on Sustainable Development yang di isi oleh alumni MGG Programme.

Ini adalah kali pertama di tahun 2020 IAP2 Indonesia dalam mengisi sesi kegiatan workshop dan diskusi lanjutan. Hal ini menjadi sebuah energi positif untuk dapat menjadi peluang kolaborasi yang berkelanjutan.

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaPeningkatan Kualitas Forum Konsultasi Publik (FKP)

Sambutan dan tanggapan positif diberikan oleh peserta setela sesi kita (IAP2 Indonesia). Dalam sesi pentupan berbagai potensi kolaborasi di masa yang akan datang  didiskusikan.