Beranda » Event

Category: Event

partisipasi iap2 dalam forum ksst

IAP2 Indonesia dalam Forum Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST)

Dalam mewujudkan kemitraan multipihak, IAP2 Indonesia belum lama ini berkesempatan untuk berpartisipasi pada Forum Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Forum ini berlangsung pada hari Rabu, 11 Maret 2020, bertempat di Ruang Rapat DH 3-5 Kementerian PPN/Bappenas.

Seperti kita ketahui bahwa KSST hadir sebagai salah satu bentuk modalitas kerjasama pembangunan internasional antar negara-negara berkembang. Maka dari itu pemerintah Indonesia menempatkan KSST sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sehingga diharapkan melalui KSST, pemerintah dapat meningkatkan kerja sama pembangunan untuk meningkatkan akses ke pasar non-tradisional Indonesia. Untuk dapat mengimplementasikan KSST dengan baik, koordinasi kebijakan antar pemangku kepentingan perlu lebih ditingkatkan lagi.

Untuk itu pemerintah dalam hal ini Kementerian PPN/Bappenas merasa perlu menyelenggarakan Forum KSST dengan fokus tema “Inovasi & Kemitraan KSST dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas”. Forum ini dihadiri oleh 30 institusi mewakili Kementerian/Lembaga, CSOs, sektor swasta & fialntropi, akademisi, media dan mitra pembangunan.

IAP2 Indonesia sebagai salah satu perwakilan dari CSOs hadir sebagai anggota utama dari Forum Kemitraan Multipihak untuk Pencapaian SDGs. Kehadiran IAP2 Indonesia diwakilakan oleh Yusdi Usman, Sheila Teta Carina, dan Andry Sose.

Adapun kegiatan forum ini adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman dari pelaksanaan KSST yang inovatif & dapat direpelikasi di tingkat daerah. Diharapkan pendapat/tinjauan strategis yang di peroleh dalam forum ini dapat menguatkan perencanaan KSST di Indonesia. Tentunya dengan di dukung keterlibatan pemangku kepentingan yang sinergis dan harmonis di dalamnya sehingga berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kedepannya.

Ikuti terus informasi terkini dari kami seputar partisipasi publik dan keterlibatan stakeholder, jangan sampai ketinggalan jadwal pelatihan, seminar, panel diskusi, dll dari IAP2 Indonesia di website dan sosial media kami.

partisipasi iap2 dalam lokalatih sustainability report

Partisipasi IAP2 Indonesia dalam Lokalatih Sustainability Report

Isu keberlanjutan akhir-akhir ini sudah menjadi trend bagi para pelaku bisnis dan lembaga/instansi serta praktisi profesional. Semangat untuk mulai memberi manfaat dan dampak postif pada aspek ekonomi, lingkungan dan sosial mulai meningkat. Hal tersebut membuat para pelaku dan praktisi mencoba untuk memberikan perhatian khusus pada setiap kegiatan operasional dan produksi agar berkelanjutan.

Setiap upaya dan strategi yang dilakukan oleh pelaku usaha bisnis dan lembaga/instansi perlu untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas. Untuk itu  dibutuhkan kapasitas bagi para pelaku usaha bisnis dan lembaga/instansi untuk dapat mengolah data menjadi informasi yang valid dan relevan yang kemudian terkomunikasikan dengan baik pada laporan keberlanjutan.

Pelaporan keberlanjutan haruslah memenuhi standar yang berlaku secara internasional untuk dapat meningkatkan daya saingnya di pasar global. Untuk itu para pelaku bisnis dan lembaga/instansi perlu mengetahui lembaga/organisasi mana yang menyediakan standarisasi dalam pelaporan keberlanjutan/sustainability reporting

Dalam hal ini Anwar Muhammad Foundation (AMF) bekerjasama dengan Global Reporting Initiative (GRI) memberikan lokalatih para pelaku usaha UMKM dan organisasi nirlaba untuk dapat meningkatkan kapasitasnya dalam menyusun laporan keberlanjutan/sustainability report yang sesuai dengan standar GRI. GRI adalah organisasi internasional independen yang telah memelopori pelaporan keberlanjutan sejak 1997.

Untuk itu IAP2 Indonesia ikut berpartisipasi dalam lokalatih yang diadakan pada Kamis dan Jumat, 20-21 Februari 2020. Bertempat di Mula by Galeria, Cilandak Town Square, kegiatan lokalatih berjalan dengan baik dan lancar. Dipandu oleh pemateri dari Aldi Muhammad Alizar (Founder AMF) dan Sheila Teta Carina. Peserta yang hadir datang dari berbagai UMKM yang memiliki fokus ke produk pertanian dan organik serta lembaga nirlaba seperti IAP2 Indonesia. 

Dengan mengusung tema “Laporan Berkelanjutan untuk Mendukung Pengembangan Bisnis Bagi Pelaku UMKM”, materi yang diberikan seputar pengenalan GRI dan AMF, POJK 51, Standar GRI 101, 102, 103, 200, 300, dan 400. GRI juga memberikan akses terhadap platform digital dan template secara gratis untuk dapat dimanfaatkan oleh UMKM dalam menulis laporannya yang akan dibantu secara berkala oleh GRI.

Baca juga seri kabar dalam negeri lainnya: Partispasi IAP2 Indonesia dalam MGG Alumni Meeting

Bagi IAP2 Indonesia kegiatan lokalatih ini sangat bermanfaat dan penting sekali untuk dapat diikuti oleh seluruh UMKM dan lembaga/instansi di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan di era global saat ini dan dengan adanya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) menuntut para stakeholder dapat saling bermitra dengan pihak lainnya untuk dapat bersama-sama meningkatkan dampak positif dalam aspek ekonomi, lingkungan dan sosial masyarakat.

Ikuti terus informasi terkini dari kami seputar partisipasi publik dan keterlibatan stakeholder, jangan sampai ketinggalan jadwal pelatihan, seminar, panel diskusi, dll dari IAP2 Indonesia. Pantau terus perkembangannya di website dan sosial media IAP2 Indonesia.

partisipasi iap2 dalam mgg alumni meeting

Partispasi IAP2 Indonesia dalam MGG Alumni Meeting

Jakarta – IAP2 Indonesia baru-baru ini mendapatkan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam acara Managing Global Governance (MGG) alumni meeting. Acara ini berlangsung pada hari Selasa, 4 Februari 2020, bertempat di kantor pusat Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Acara ini dihadiri oleh beragam partisipan mulai dari kementerian, akademisi, private sector, dan lainnya. Aldi Muhammad Alizar sebagai Sekretaris IAP2 Internasional dan Ketua IAP2 Indonesia berkesempatan mengisi salah satu sesi dalam acara tersebut. Sesi Workshop: Multi-stakeholder Collaboration for 2030 Agenda, yang di fasilitasi oleh Sheila Teta Carina (MGG Academy 2017 dan Dewan Direksi IAP2 Indonesia).

Kegiatan dibuka oleh sambutan dari Pimpinan CSIS, Philips J. Vermonte. Dilanjutkan sambutan dari Kepala MGG Programme, Wulf Reiners. Kegiatan ini juga di isi oleh sesi Impulse & Discussion: The Power of Cooperation and Global Governance in Times of Polarisation dan sesi International Dialogue on Sustainable Development yang di isi oleh alumni MGG Programme.

Ini adalah kali pertama di tahun 2020 IAP2 Indonesia dalam mengisi sesi kegiatan workshop dan diskusi lanjutan. Hal ini menjadi sebuah energi positif untuk dapat menjadi peluang kolaborasi yang berkelanjutan.

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaPeningkatan Kualitas Forum Konsultasi Publik (FKP)

Sambutan dan tanggapan positif diberikan oleh peserta setela sesi kita (IAP2 Indonesia). Dalam sesi pentupan berbagai potensi kolaborasi di masa yang akan datang  didiskusikan.

Sertifikasi Profesional untuk Partisipasi Publik

Sertifikasi Profesional untuk Partisipasi Publik

Program Sertifikasi adalah program profesional baru yang tersedia untuk para anggota IAP2. Sertifikasi membuktikan, melalui penilaian independen, bahwa Anda telah memiliki pengetahuan dan keahlian dasar untuk melakukan peran profesional dalam bidang partisipasi publik. Sertifikasi profesional mensyaratkan adanya penilaian formal dan independent. IAP2 Kanada dan IAP2 USA sudah sepenuhnya mengimplementasikan program Sertifikasi yang disahkan oleh IAP2 International pada tahun 2014. Program ini menawarkan dua level sertifikasi: Certified Public Participation Professional (CP3) dan Master Certified Public Participation Professional (MCP3). Untuk saat ini, MCP3 saat ini tidak tersedia di Kanada.

Istilah Certified Public Participation Professional (CP3) atau Profesional Partisipasi Publik Bersertifikat menunjukkan bahwa Anda telah memenuhi atau melalui serangkaian kriteria yang diakui secara internasional sebagai praktisi P2. Dengan kata lain, Anda telah memiliki semua Kompetensi Inti (5) dan mempunyai “rekam jejak” yang mapan di lapangan. Hal tersebut tidak sama dengan yang menerima “Certificate of Completion” dalam Pelatihan Dasar-Dasar Partisipasi Publik IAP2.

Sertifikat CP3 diberikan setelah menyelesaikan dan evaluasi dari 3 langkah penilaian kandidat. Penilaian didasarkan pada 5 kompetensi inti dan 29 kriteria yang sesuai (corresponding criteria) untuk Amerika Serikat dan 31 untuk Kanada. Sertifikat MCP3 berfokus pada kompetensi lanjutan di luar pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan, perilaku, dan kemampuan yang dinilai di level CP3

Semua anggota IAP2 yang memiliki reputasi baik dan telah menyelesaikan Pelatihan Dasar-Dasar Partisipasi Publik IAP2 selama 5 hari (sebelumnya kursus Sertifikat) berhak untuk mendaftar.

Pelajari Lebih Lanjut IAP2 Kanada | IAP2 USA

Klik di sini untuk tenggat waktu aplikasi yang akan datang.

Informasi lebih lengkap klik di sini.

Sumber: https://www.iap2.org/page/professionalcertification

Kolaborasi SGPP dan IAP2

Kolaborasi SGPP dan IAP2 : Perjalanan untuk Kemajuan Bersama

Jakarta – Pertemuan tahunan IAP2 Indonesia yang diselenggarakan Kamis, 5 Desember 2019 di Mula by Galeria, Cilandak, Jakarta Selatan, salah satunya menghadirkan Ony A. Jamhari, CEO dari School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia. SGPP merupakan mitra IAP2 Indonesia sejak tahun 2018, termasuk dalam menyelenggarakan International Forum on Public Participation and Stakeholder Engagement for Sustainable Development Goals (IFP2SE) pada 29 April – 1 Mei 2019 di Bangkok, Thailand.

Dalam sesi sharing bersama Ony A. Jamhari, ia memperkenalkan profil SGPP yang saat ini sudah berjalan lima tahun. Memiliki kampus yang berlokasi di Sentul, Bogor, SGPP memiliki 30-40 siswa di setiap angkatannya. Salah satu hal yang khas di SGPP adalah, setiap Senin pagi, mereka selalu mengadakan kuliah umum dengan berbagai topik dan pembicara yang ahli di bidangnya. Di angkatan ke-6 sekarang ini, SGPP memiliki satu kegiatan baru yaitu sesi Passion Talk, yang mana setiap mahasiswa akan mempresentasikan satu topik tertentu, mengenai expertise mereka atau hal-hal yang menjadi passion  mereka. Dalam setahun ini, rencananya ada 40 passion talk dan semua itu akan didokumentasikan oleh SGPP.

Terkait kerja sama SGPP dengan IAP2 Indonesia, Ony mengungkapkan kemitraan ini telah membawa energi positif bagi kedua belah pihak. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci keberhasilan bagi instansi dan perorangan untuk dapat terus eksis dan tumbuh berkembang di zaman yang serba cepat ini. Bukan lagi berbicara siapa yang paling unggul tetapi apa yang dapat dilakukan bersama-sama untuk mencapai misi yang identik.

Untuk itu sejak ditandatanganinya MoU antara SGPP Indonesia dengan IAP2 Indonesia pada tahun 2018, komitmen untuk menjalin kerjasama terus dipupuk hingga saat ini. Kolaborasi dilakukan dalam lingkup kegiatan, antara lain, pertukaran bahan ilmiah, publikasi, dan informasi; konferensi bersama, program akademik, dan kegiatan budaya; kegiatan dan publikasi penelitian bersama; dan program kolaboratif akademik bersama. Di tahun 2020, kegiatan kolaboratif antara SGPP dan IAP2 Indonesia diharapkan bisa berkembang lebih jauh dan berdampak luas di masyarakat.

tantangan dan peluang partisipasi publik di indonesia

Refleksi Partisipasi Publik di Indonesia: Tantangan dan Peluang IAP2 Indonesia di 2020

Jakarta – IAP2 Indonesia hadir di Indonesia sebagai salah satu lembaga yang berfokus pada kemajuan partisipasi publik  sejak tahun 2012 sampai sekarang. Menjelang akhir 2020, tepatnya Kamis, 5 Desember 2019 di Mula by Galeria Cilandak, IAP2 Indonesia mengadakan silaturahmi antar dewan pengurus, mitra dan para penggiat partisipasi publik. Sebagai salah satu pembicara adalah Yusdi Usman, anggota Dewan Pengurus IAP2 Indonesia dan kandidat doktor Universitas Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Yusdi Usman berbagi perspektif tentang tantangan perkembangan partisipasi publik serta peluang untuk mendorong partisipasi publik lebih kuat.

Tantangan Partisipasi Publik di Indonesia

Ada tiga perspektif partisipasi publik yang dikenal, yaitu partisipasi publik sebagai bagian dari citizenship (kewarganegaraan), partisipasi publik sebagai hak dasar, dan partisipasi sebagai demokrasi deliberatif. Di negara maju, yang mana warganya cukup kuat memahami hak dan kewajibannya, “partisipasi” dalam kehidupan bernegara sudah menjadi hal yang biasa dan terlihat begitu aktif. Terlebih lagi dalam mengkritisi kebijakan publik yang dirasa kurang relevan.

Namun, dalam konteks Indonesia, kedua perspektif pertama masih lemah. Hak-hak warga negara belum begitu melekat dalam kesadaran publik, demikian ungkap Yusdi. Sehingga masyarakat kurang aktif dalam mengambil inisiatif. Selain itu, wadah untuk berpartipasi belum maksimal. Seperti contoh saat ada lubang-lubang di trotoar di suatu daerah di Indonesia. Bagaimana cara masyarakat sekitar untuk dapat berpartisipasi dalam memperbaiki lubang tersebut? Belum ada platform yang efektif untuk mewadahinya.

Perspektif ketiga adalah partisipasi publik yang dikembangkan oleh IAP2, yang mana partisipasi merupakan bagian dari demokrasi yang deliberatif. Sementara itu, demokrasi liberal dalam perkembangannya di Indonesia menciptakan relasi kekuasaaan antara yang powerless dan powerful. Akibatnya adalah masyarakat (powerless) terbatas berpartisipasi dalam memutuskan kebijakan. Suara mereka diwakili oleh parlemen, yang sering kali tidak menyuarakan kepentingan rakyat bawah. Oleh karenanya, Yusdi menekankan perlunya mekanisme lain dimana demokrasi deliberatif bisa masuk/hadir.

Proses deliberasi dilakukan melalui konsultasi dan musyawarah, khususnya terkait kebijakan dan proses pembangunan. IAP2 Indonesia, melalui konsep spektrum partisipasi publik, dapat memperkuat proses tersebut. Dimulai dari tingkat Inform sampai kepada Empower. Empower ini merupakan spektrum paling akhir (ke-lima) setelah Inform, Consult, Involve dan Collaborate, dimana sebuah keputusan-keputasan kebijakan ada di tangan publik.

Penerapan tingkatan partipasi berdasarkan spektrum IAP2 memang tidak mudah dan cukup menantang. Namun, kondisi pendukung telah tersedia di Indonesia, misalnya praktik demokrasi sudah berjalan dari sisi prosedural (belum sisi substansi). Selain itu juga ada perencanaan pembangunan nasional yang berbasis fakta/evidence based, yang mana ini dapat membuka ruang publik untuk ikut terlibat dalam menghadirkan data hasil riset. Faktor SDGs juga sebagai pendukung karena  mensyaratkan kemitraan multi-pihak untuk mencapai tujuan SDGs 2030, khususnya pada tujuan ke-17.

Masalahnya adalah, dalam tingkat publik yang lebih luas, partisipasi di Indonesia masih terbatas. Salah satu kekuatan demokrasi atau partisipasi publik terletak pada kelas menengah yang membesar, dengan ciri salah satunya adalah berpendidikan yang tinggi. Namun data BPS 2019 menunjukkan bahwa hanya 7% masyarakat Indonesia yang memiliki Pendidikan tinggi (3% diploma dan 4% sarjana), 76% adalah tamatan SD-SMA/SMK, selebihnya 17% bahkan tidak tamat SD dan tidak bersekolah.

Dengan mayoritas penduduk berada dalam golongan Pendidikan rendah, demokrasi dan partisipasi publik menjadi tantangan tersendiri. Ada kecenderungan bahwa politisi memanipulasi kemiskinan dan kebodohan untuk mempertahankan kekuasaan. Dengan demikian, mempengaruhi partisipasi publik di Indonesia sangat tergantung relasi kuasa. Mereka yang powerful memiliki akses terhadap kebijakan publik, tetapi pertanyaannya apakah orang-orang yang powerful ini yang mencoba mempengaruhi kebijakan publik juga mewakili golongan mayoritas (yang notabene tamatan SD-SMA/SMK, tidak tamat SD dan tidak bersekolah)?

Kondisi tersebut menyimpulkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia kurang partisipatif. Dan SDGs dengan semangat No One Left Behind-nya mencoba masuk ke golongan powerless ini. Maka pilihan pragmatis yang bisa kita lakukan adalah memperkuat kemitraan dengan pemerintahan, memperkuat pengetahuan melalui riset, yang sudah dilakukan adalah melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan seperti SGPP Indonesia atau UI, atau dengan menjalin kolaborasi dengan ormas besar seperti NU atau Muhammadiyah, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, langkah prioritas yang perlu diambil IAP2 Indonesia adalah memperkuat partisipasi publik di kalangan powerful dan powerless.  

Referensi

Usman, Yusdi (2019). Tantangan Partisipasi Publik di Indonesia. Jakarta: Unpublished. Dipresentasikan pada Pertemuan Akhir Tahun IAP2 2019.

Tulisan ini disadur oleh Admin Sekretariat IAP2 Indonesia dari presentasi Yusdi Usman dalam Pertemuan Akhir Tahun yang diadakan IAP2 Indonesia pada hari Kamis, 5 Desember 2019. Yusdi Usman adalah salah satu Dewan Pengurus IAP2 Indonesia dan ahli Sosiologi.

Pertemuan IAP2 Indonesia dan Mitra di Penghujung 2019

Pertemuan IAP2 Indonesia dan Mitra di Penghujung 2019

Jakarta – IAP2 Internasional telah hadir sebagai pelopor partisipasi publik di berbagai negara sejak tahun 1990. Dan, pada tahun 2012, IAP2 afiliasi Indonesia berdiri sampai saat ini.


Menyambut 2020, IAP2 Indonesia mengadakan pertemuan tahunan untuk dewan direksi, anggota, mitra dan para penggiat partisipasi publik pada hari Kamis, 5 Desember 2019 di Mula by Galeria, Cilandak, Jakarta Selatan. Salah satu acara dalam pertemuan tersebut adalah sesi sharing dari Ony A. Jamhari, CEO dari School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia, dan Yusdi Usman, anggota Dewan Direksi IAP2 Indonesia, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi.


Selama 8 tahun, IAP2 Indonesia mengalami pasang surut, namun lembaga ini terus membangun sinergi dengan berbagai pihak agar semakin berkembang dan berdampak luas. Dimulai dari diseminasi tentang pentingnya partisipasi publik sampai membangun kolaborasi dan kemitraan dengan lembaga lokal, nasional dan internasional untuk meningkatkan kualitas partisipasi publik dan melaksanakan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, khususnya tujuan 16 dan 17.


Pertemuan tahunan juga menjadi ruang refleksi bagi IAP2 Indonesia selama setahun terakhir ini. Berbagai kegiatan telah diselenggarakan. Secara internal, NGOPAS (Ngobrolin Partisipasi) telah empat kali diselenggarakan dengan menghadirkan pembicara yang pakar di bidangnya. Salah satunya adalah Stuart Waters dari Twyfords.


Selain itu, IAP2 Indonesia menyelenggarakan forum berskala internasional di Bangkok, yaitu Internasional Forum on Public Participation and Stakeholder Engagement (IFP2SE) pada 29 April – 01 Mei 2019. Dihadiri oleh 90 peserta dari beberapa negara, seperti Indonesia, Thailand, Afrika Selatan, Bhutan, Australia, Canada, Amerika Serikat dan Filipina, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara International Association for Public Participation (IAP2), School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia, dan United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP).


IFP2SE menjadi ajang berkumpulnya para pemangku kepentingan dalam bidang partisipasi publik dan pelibatan multi-pihak untuk bertukar pendapat dan pengalaman di negaranya, khususnya terkait agenda global, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi IAP2 Indonesia karena untuk pertama kalinya menjadi host kegiatan berskala internasional.


Selama 2019, IAP2 Indonesia juga telah berkontribusi sebagai pemateri dan co-host dalam serangkaian kegiatan besar seperti Pelatihan Nasional Localise SDGs yang diselenggarakan oleh UCLG ASPAC dan APEKSI, Asia Pacific Urban Forum ke 7 di Penang, Malaysia dan Forum Kemitraan Multi-Pihak (MSP Day) bertema “Berbagi Praktik Inovasi Kemitraan Multi-Pihak dalam Pembangunan untuk Pencapaian Agenda 2030” bersama Bappenas, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, dan UCLG ASPAC.


Tidak hanya kegiatan secara fisik, IAP2 Indonesia juga berbagi informasi seputar partisipasi publik dan kegiatan IAP2 Internasional maupun Indonesia di dunia maya. Melalui akun media sosialnya, IAP2 Indonesia berupaya mempromosikan pentingnya partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan dan penyelenggaran pembangunan, terutama bagi kaum muda yang aktif menggunakan media sosial (dengan sasaran 18-24 dan 25-35 tahun).


Dalam pertemuan tahunan, rencana kerja IAP2 Indonesia 2020 dipaparkan dalam sesi terakhir. Beberapa rencana kolaborasi strategis yang melibatkan Bappenas, UNESCAP, SGPP dan GWP SEA menjadi fokus kerja setahun ke depan. Beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan adalah Pelatihan, Riset, Advokasi dan Pengembangan Platform Multipihak untuk sektor air. Sebagian besar dari kegiatan tersebut ditujukan untuk mendorong International Year of Participation 2021.


Kemajuan pesat IAP2 Indonesia dalam kurun waktu setahun terakhir ini memicu semangat bagi pengurus, mitra dan anggota IAP2 Indonesia untuk semakin berkiprah dalam memajukan partisipasi publik di Indonesia dan global. Harapannya, melalui partisipasi publik, kebijakan dan pembangunan menjadi semakin berkualitas, adil dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

IAP2 Indonesia Berkiprah di APUF-7 Penang

IAP2 Indonesia Berkiprah di APUF-7 Penang

Asia-Pacific Urban Forum (APUF-7) telah berlangsung pada 15-17 Oktober 2019 di Penang, Malaysia. Forum ini merupakan kegiatan terbesar di Asia Pasifik yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk isu perkotaan dan dihadiri oleh para pembuat kebijakan, pemateri yang ahli dibidangnya, pemimpin dari pemerintah nasional & daerah, sektor swasta, komunitas penelitian, dan masyarakat sipil. Diselenggarakan oleh United Nations Economic and Social Commisions for Asia and the Pacific (UNESCAP) dan United Nations Human Settlement Programme (UN-HABITAT), APUF-7 tahun ini mengangkat tema “Future of Asia and Pacific Cities: Transformative Pathways to Achieve the 2030 Agenda for Sustainable Development”.

Untuk pertama kalinya, IAP2 Indonesia yang diwakili oleh Aldi Muhammad Alizar, selaku Ketua IAP2 Indonesia, ikut serta dalam APUF dan berkontribusi dalam tiga sesi. Sesi pertama “Reclaiming Urban Common Through Social Production“, membahas lebih rinci tentang partisipasi masyarakat kurang mampu di perkotaan dalam mereklamasi kampung mereka sebagai bagian dari wilayah perkotaan dan penguatan hubungan antara mereka dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Sesi kedua mengangkat tema “Meeting the Asian urban Challenges: Where are we in the realization of localizing SDGs” dan “SDG VLR-Lab (Voluntary Local Review for SDGs)” diselenggarakan secara kolaboratif oleh Institute for Global Environmental Strategies (IGES) Japan , IAP2 Indonesia, dan United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC). Sesi-sesi ini membahas kemajuan dari implementasi Agenda 2030 dan mekanisme pemantauan SDGs di tingkat lokal.

Dalam kesempatan ini IAP2 Indonesia berbagi pembelajaran dan praktik terbaik dari kemitraan IAP2-UNESCAP untuk memajukan praktik partisipasi publik dan pelibatan pemangku kepentingan dalam Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan. Banyak upaya dan inisiatif yang telah dilakukan dalam mendukung kemitraan, beberapa di antaranya adalah pengembangan modul pelatihan, bantuan teknis untuk VNR di negara-negara tertentu, dan pengembangan alat penilaian dan perencanaan untuk keterlibatan pemangku kepentingan yang berkualitas.

APUF-7 di Penang, Malaysia, memberikan peluang bagus untuk berbagi inisiatif dan melibatkan lebih banyak organisasi untuk menerapkannya dalam implementasi Agenda 2030 mereka di tingkat nasional dan lokal. Dengan ini, diharapkan kemitraan UNESCAP dan IAP2 akan menjadi lebih kuat dan memiliki dampak yang lebih besar ke depan.

Sumber: https://www.iap2.org/news/477652/IAP2-Indonesia-represented-at-the-Seventh-Asia-Pacific-Urban-Forum-in-Penang.htm

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Pelibatan dan Partisipasi Masyarakat Untuk Kota Pintar/Smart City

International Core Values Awards merayakan Praktik Terbaik dalam Partisipasi Publik

International Core Values ​​Awards merayakan Praktik Terbaik dalam Partisipasi Publik

30 Oktober 2019 (Sydney, Australia) International Association for Public Participation (IAP2) mengumumkan 2019 International Core Values ​​Awards untuk menghormati pemenang penghargaan dari seluruh dunia saat acara IAP2 Core Values ​​Awards Gala di Sydney, NSW, Australia.

Ketua Internasional IAP2, Kylie Cochrane, atas nama Dewan Pengurus dan Afiliasi Regional, mengucapkan selamat kepada para pemenang. “Tujuh Nilai Inti IAP2 menjadi ‘jantung’ asosiasi kami dan menuntun kami untuk berpikir dan mempraktikkan keterlibatan yang otentik. Saya bangga bisa memberikan pengakuan untuk praktik-praktik terbaik ini”

Para pemenang penghargaan ini mewakili praktik terbaik di bidangnya dan bertindak sebagai teladan yang bisa ditiru oleh pihak lain. Pemenang dan finalis diakui atas kontribusinya di bidang keterlibatan masyarakat asli, pengembangan masyarakat, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, layanan bencana dan darurat atas kreativitas, inovasi, dan inklusi yang mereka lakukan. Ini adalah bukti atas ekspansi, profesionalisme, dan dampak yang luar biasa dari keahlian kita.  

Finalis untuk penghargaan internasional ‘terbaik dari yang terbaik’ dikumpulkan dari entri yang dikirimkan oleh Wilayah IAP2 di Australasia, Kanada, Amerika Serikat, dan Afiliasi Negara lainnya.

Pemenang tahun ini adalah:

Proyek Internasional IAP2 Tahun 2019

IAP2 dengan bangga memberikan penghargaan kepada dua organisasi yang luar biasa sebagai pemenang Proyek Terbaik Tahun Ini.

Dewan Kota Brisbane, Australia. Untuk inisiatif “Rancang Brisbane-mu”

“Plan Your Brisbane” atau “Rancang Brisbane Anda” merupakan program dari Dewan Kota Brisbane tentang keterlibatan masyarakat yang inovatif mengenai masa depan Brisbane dan bagaimana kota ini akan mengakomodasi 386.000 tambahan penduduk di tahun 2041.

Menjadi kegiatan pelibatan untuk perencanaan terbesar yang dilakukan oleh sebuah pemerintah daerah di Australia, “Plan your Brisbane” adalah bagian dari komitmen Dewan untuk mengembangkan Prinsip-Prinsip (Charter of Principles) yang berasal dari Masyarakat. Prinsip-prinsip ini akan menjadi panduan untuk masa depan kota.

Melibatkan lebih dari 277.000 interaksi dan menghasilkan lebih dari 100.000 kontribusi, “Plan your Brisbane” menjangkau penduduk di setiap pinggiran kota Brisbane sejak September 2017 sampai April 2018.  Satu dari lima rumah tangga berpartisipasi dalam percakapan tentang masa depan Brisbane.

Informasi Selengkapnya

PBOT: Biro Transportasi Kota Portland, AS

Untuk proyek “PedPDX: Rencana Pembangunan Trotoar Kota Portland”

Dengan sumber daya terbatas dan kebutuhan tanpa batas, pendekatan proaktif dan programatik apakah yang sebaiknya digunakan Kota Portland untuk mengatasi kebutuhan utama infrastruktur pejalan kaki?

Populasi Portland semakin tumbuh dan perlu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Meskipun Kota Portland konsisten membangun jaringan trotoar selama dua puluh tahun, masih kesenjangan dan kekurangan yang signifikan. Rancangan PedPDX dipersiapkan melalui konsultasi dengan Komite Penasihat Pejalan Kaki Kota Portland dan Komisi Disabilitas Portland. Segala sesuatu dalam rancangan ini sangat ditentukan oleh publik, dari dasar kerangka kerja, ke Jalan Setapak di Jalur Pejalan Kaki Prioritas, sampai ke strategi implementasi yang dikembangkan oleh masyarakat. Dampak keberkelanjutannya diperkirakan semakin baik, termasuk meningkatknya anggaran transportasi yang dialokasikan untuk melaksanakan prioritas masyarakat.

Informasi Selengkapnya

Organisasi Internasional IAP2 Tahun Ini

Kota Boulder, Colorado AS

Untuk Proyek “Kota Boulder: Menciptakan Budaya Partisipasi Publik yang Inklusif dan Bermakna”

Seringkali, penghargaan kategori organisasi terbaik diberikan kepada penerima yang belum lama berhasil dalam menerima tantangan untuk menjadi responsif terhadap komunitas mereka dan yang secara eksplisit menggunakan Nilai Inti IAP2 untuk mencapai tujuan itu. Tetapi bagaimana dengan program-program yang sudah lebih matang dimana bahasa dan konsep-konsep IAP2 telah dipahami dengan baik oleh organisasi dan para pemangku kepentingannya? Apa yang terjadi ketika suatu organisasi yang sudah lebih matang diberi tahu bahwa organisasi itu terlalu cepat berpuas diri padahal gagal?

Kota Boulder menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana mereka menerima dan merespon feedback masyarakat secara tulus, kuat dan tidak defensif untuk menghormati dan memperdalam komitmennya terhadap Nilai-Nilai Inti IAP2.

Kami memberikan pengakuan terhadap kota Boulder atas pencapaian luar biasa berikut ini:

Respon kolaboratif, intensif dan tidak terkekang dari tiga elemen – pegawai kantor kota, tim dan penduduk – yang diberdayakan sehingga membentuk kepemimpinan kota.

Pengetahuan local dan energi warga terarah dan dirangkul dalam sebuah kolaborasi proses dan konteks yang inklusif dan konstruktif untuk menghadapi tantangan kota.

Informasi Selengkapnya

Penghargaan Penelitian Internasional IAP2

Penelitian sangat penting bagi IAP2 dan anggotanya jika kita ingin memahami dan mengatasi tantangan partisipasi publik dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan teoro serta praktik P2. Penghargaan Penelitian atau Research Award diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi penting terhadap pengembangan pengetahuan partisipasi publik.

PRR, Inc., USA.
Untuk inisitiaf “Mengukur Efektivitas Pelibatan Publik yang Efektif dengan Penggunaan Toolkit yang Mudah”

Meskipun begitu bayak sumber-sumber untuk mengetahui cara terbaik melakukan pelibatan publik, hanya sedikit metode yang praktis dan valid unuk mengukur keefektifannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi gap tersebut melalui pengembangan survei uji dan alat perhitungan skor yang bisa digunakan oleh lembaga-lembaga terkait untuk mengukur keefektifan pelibatan publik mereka, baik dari perspektif publik maupun Lembaga itu sendiri.

Sekelompok peneliti dan pakar pelibatan publik mengembangkan toolkit untuk mengevaluasi keefektifan pelibatan publik dan mengujinya pada tiga proyek besar di bidang transportasi. Toolkit Pengukuran Efektivitas Pelibatan Publik memungkinkan para profesional untuk melacak kinerja selama proses proyek, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari kegiatan pelibatan publik, dan menginformasikan keputusan tentang cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya.

Informasi Selengkapnya

Pemenang untuk Kategori Anggota IAP2 – Proyek Terbaik 2019

Program ini terbuka untuk anggota IAP2 yang berada di luar wilayah afiliasi atau berasal dari wilayah afiliasi yang tidak memiliki program penghargaan. IAP2 menerima entri dari Afrika Selatan dan Kenya untuk kategori Proyek Terbaik.

Aurecon South Africa (Pty) Ltd. Untuk program “Kepercayaan Ivanplats-Bonega, Mata Pencaharian Berkelanjutan Melalui Pemetaan Aset”

Ivanplats adalah tambang platinum berskala internasional. Memiliki program pendampingan untuk masyarakat, Ivanplats telah membangun satu lembaga pengelola dana amanah (umbrella trust) untuk mendanai proyek-proyek berbasis masyarakat. Amanah Bonega atau Bonega trust bergerak melalui mekanisme kemitraan bersama 20 kelompok masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi Ivanplats di Mokopane Limpopo.

Pembangunan masyarakat (community development) di Afrika Selatan menghadapi beragam tantangan. Sejarahnya, perusahaan ini terlah menjalankan proyek tanpa berkonsultasi dengan masyarakat sehingga gagal memajukan pembangunan berkelanjutan.

Tim Komunikasi dan Pelibatan Pemangku Kepentingan dari Aurecon dipilih oleh Ivanplats dan Amanah Bonega untuk memfasilitasi proses identifikasi proyek terhadap 20 kelompok masyarakat yang terkena dampak, untuk mendapatkan pendanaan. Tim ini harus menciptakan cara baru agar perubahan yang dibutuhkan betul-betul tercapai. Satu-satunya cara agar proyek yang terpilih bisa memberikan dampak yang bermakna dan mengarah ke pembangunan yang berkelanjutan adalah jika masyarakat itu sendiri memiliki peran utama dalam mengidentifikasi dan menjalankan proyeknya. Proyek-proyek tersebut harus memiliki kapasitas untuk meningkatkan kekuatan dan keahlian yang sudah ada di dalam masyarakat supaya mampu merespon kebutuhan yang ada di mereka.

Informasi Selengkapnya

Sekilas tentang Penghargaan Nilai Inti

Silakan bergabung dengan kami untuk memberi selamat kepada semua finalis dan pemenang. Rincian dan informasi lebih lanjut dari semua finalis dan pemenang dapat ditemukan di 2019 Core Values ​​Awards Showcase di IAP2.org. Saat Anda membaca ringkasan dari pemenang penghargaan dan finalis yang disajikan di sini, kami berharap anda akan mendapatkan beberapa wawasan berharga tentang bagaimana Nilai Inti IAP2 diterapkan pada praktik di seluruh dunia.

Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada anggota juri internasional, Jason “Jay” Vincent, wakil ketua IAP2 Internasional, Sarah Azam, pemenang IAP2 Core Values Award untuk kategori proyek terbaik pada tahun 2018 dengan Badan Transportasi Selandia Baru, Bapak Lewis Michaelson, Pelatih IAP2 dan presiden sebelumnya dan Bapak Ken Smith, mantan bendahara internasional IAP2, serta semua anggota panel juri untuk program Penghargaan Regional IAP2. Atas nama IAP2 kami mengucapkan terima kasih yang tulus atas komitmen dan dedikasi Anda untuk memajukan dan mempromosikan praktik terbaik skala internasional di bidang partisipasi publik.

#

Sumber: https://www.iap2.org/news/475995/International-Core-Values-Awards-celebrate-Excellence-in-Public-Participation.htm

penghargaan penelitian prr

Penghargaan Penelitian Internasional IAP2: PRR, Inc., USA

 “Mengukur Efektivitas Keterlibatan Publik Dengan Toolkit yang Mudah”

Dr Bruce Brown

Proses pelibatan dapat menjadi sesuatu yang rumit atau sederhana, entah itu dengan menggunakan tools dan teknik terbaru atau mengaplikasikan metode yang telah terbukti benar; apapun itu yang terpenting adalah seberapa baik hal tersebut bekerja?

PRR berupaya menemukan cara mengukur “keefektivitasan” pelibatan publik dari sudut pandang masyarakat dan badan/instansi pelibatan publik. Setelah meninjau lebih dari seribu dokumen, PRR mengidentifikasi indikator keberhasilan, kemudian mengembangkan alat untuk mengukur indikator-indikator itu, dan menguji  penemuan tersebut pada tiga proyek besar bidang transporasi. Semasa proyek, identifikasi area perbaikan dalam strategi pelibatan publik dilakukan di masing-masing proyek. Hasilnya adalah sebuah survei yang bisa disajikan melalui daring atau dalam bentuk cetak untuk publik, serta sebuah survei daring untuk badan/instansi pelibatan publik. Toolkit ini juga dilengkapi dengan alat penilaian dalam format Excel dan panduan untuk mengelola dan menilai survei.

Read the full submission

Sumber: https://www.iap2.org/news/476021/IAP2-International-Research-Award-PRR-Inc.-USA-.htm

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Hasil Pertemuan Dewan Federasi IAP2 di Charlotte