Category: Kegiatan

MENYINAR DI BALIK TABIR WEBINAR IAP2 INDONESIA: MEMBANGKITKAN KEMAMPUAN PEREMPUAN INDONESIA

IAP2 Indonesia – Pada tanggal 8 Maret 2024, Asosiasi Internasional untuk Partisipasi Publik (IAP2) Indonesia menyelenggarakan webinar bertema “Daya Karsa Perempuan Indonesia.” Sebuah platform konstruktif yang berhasil membawa fokus pada isu-isu hak dan pemberdayaan perempuan di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

Webinar dimulai dengan perkenalan dari Dietra dan Adriene, pemimpin diskusi pertama yang membahas “Webinar Hak dan Pemberdayaan Perempuan.”
Adriene, seorang pemimpin dan CEO Abilita, memperkenalkan pendekatan berpusat pada ekuitas, bimbingan, kolaborasi, dan kemitraan dalam advokasi hak-hak perempuan. Pembicaraan ini memberikan sorotan pada pentingnya Hari Perempuan Internasional dan kemajuan yang telah dicapai dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Pembicaraan tersebut menggarisbawahi bahwa pendidikan memainkan peran kunci dalam memberdayakan perempuan, dan perlunya pemberdayaan ekonomi dan perwakilan politik yang lebih besar, terutama dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Adriene melanjutkan dengan sesi “Keseimbangan Kehidupan Kerja dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan,” di mana dia berbagi pengalaman pribadinya sebagai orang tua tunggal yang berdaya. Strategi efektif seperti organisasi, kolaborasi, dan pemberdayaan melalui pendidikan menjadi fokus utama. Pertemuan ini tidak hanya membahas tantangan ekonomi yang dihadapi oleh orang tua tunggal tetapi juga menyoroti pentingnya peluang pendidikan sebagai kunci pemberdayaan ekonomi.

Baca juga: Rapat Strategis: Bersatu untuk Masa Depan Lingkungan yang Lebih Baik

Eliza menyuguhkan segmen berjudul “Disparitas Gender dalam Tenaga Kerja Indonesia,” menyoroti peningkatan partisipasi perempuan di angkatan kerja dan, pada saat yang sama, menekankan ketidaksetaraan upah antar gender. Diskusi mengenai tanggung jawab rumah tangga yang seringkali ditempuh oleh perempuan yang sudah menikah juga menciptakan kesadaran akan ketidaksetaraan gender di sektor pekerjaan.

Segment berjudul “Sistem Dukungan Orang Tua Tunggal dan Lansia” menjadi diskusi pertanyaan yang di elaborasi oleh Eliza tentang perlunya sistem dukungan khusus dan kebijakan pemerintah yang lebih inklusif.

Pembahasan menyoroti kebutuhan akan dukungan sosial bagi orang tua tunggal dan mengkritisi kurangnya fokus pada bantuan untuk kelas menengah.

Sumber: Rakyat Merdeka

Siti Meiyana membuka perspektifnya dalam sesi “Memberdayakan Kemerdekaan dan Pertumbuhan Karier,” dengan menekankan pentingnya refleksi diri, identifikasi potensi, dan pengembangan melalui pendidikan dan pelatihan. Dia membagikan pengalaman sebagai ibu tunggal dan pengusaha, menggambarkan tantangan dan strategi untuk mencapai keseimbangan antara keluarga dan karier.

Baca juga: Partisipasi Perempuan dalam Pemberdayaan Gender

“Pemberdayaan Perempuan dalam Bisnis” menyoroti upaya Siti Meiyana untuk membantu ibu tunggal melalui pembinaan dan pelatihan keterampilan seperti berbicara di depan umum dan menulis. Pada paparan ini Adriene mengeksplorasi dukungan pemerintah untuk bisnis perempuan dan cara kontribusi ini dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi.

Diskusi “Kepemimpinan dan Pemberdayaan Perempuan” oleh Siti Meiyana, menyoroti peran perempuan dalam pemerintahan, motivasi diri, dan program pelatihan.
Kesehatan mental perempuan dan kesetaraan hubungan menjadi sorotan dalam sesi “Kesehatan Mental Wanita dan Kesetaraan Hubungan,” di mana Dietra menyoroti tantangan unik yang dihadapi oleh perempuan dan mendukung pentingnya pengakuan nilai diri dalam hubungan.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Pertemuan tersebut diakhiri dengan segmen “Pemberdayaan Perempuan dan Nilai Bersama,” mengajak peserta untuk merenungkan kekuatan, persatuan, dan peran pemerintah dalam memberikan kesempatan bagi perempuan. Aldi menekankan peran nilai kebaikan bersama dan universal dalam memelihara relasi dan memperkuat posisi perempuan di berbagai sektor. Sebagai penutup, Dietra mengucapkan terima kasih kepada semua peserta dan mendorong mereka untuk terus mengikuti perkembangan melalui akun Instagram IAP2.

Webinar IAP2 Indonesia memberikan wawasan mendalam tentang isu-isu krusial yang dihadapi oleh perempuan di Indonesia. Peserta diberdayakan dengan pengetahuan dan strategi yang dapat mereka terapkan dalam masyarakat sehari-hari mereka. Dengan harapan, webinar ini akan memicu gerakan positif untuk membawa perubahan yang lebih besar dalam mendukung hak dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Penyusun: [Dietra Anandani] (Moderator/Webinar Organizer)

IAP2 Indonesia dalam kegiatan Safe & Sound Cities Global Convening 2023

IAP2 Indonesia – International Association for Public Participation (IAP2) Indonesia turut serta dalam acara Global Convening 2023 yang diselenggarakan oleh Safe & Sound Cities (S2Cities) pada Jumat, 27 Oktober 2023 di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari serangkaian acara yang dihadiri oleh beragam pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, lembaga, sektor swasta, para pelaku masyarakat, dan generasi muda. Pada acara tersebut, pemangku kepentingan berkumpul untuk saling berbagi pengetahuan, membangun jaringan kerja sama, dan membuka jalan menuju tindakan yang transformatif dalam menciptakan kota yang aman dan nyaman untuk generasi muda di lingkungan perkotaan. 

Bandung dan S2Cities

Kota Bandung, Jawa Barat, berkesempatan menjadi tuan rumah acara S2Cities yang diselenggarakan di Indonesia. Dalam pelaksanaannya S2Cities bekerjasama dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia, International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI) Indonesia, Ruang Ketiga, dan tentunya pemerintah Kota Bandung. Selain itu, peserta acara ini cukup beragam karena dihadiri oleh perwakilan pemangku kepentingan seperti Dinas Perhubungan Kota Bandung (Pemerintah), Duta Bahasa (Pemerintah), Karang Taruna Taman Sari (NGO), Call to Action (NGO), The Local Enablers/TLE (Bisnis), Bank Sampah Bersinar (Bisnis), Lakuna Kota (Komunitas Anak Muda), Green Generation (Komunitas Anak Muda), Teens Go Green (Komunitas Anak Muda), dan Perwakilan Mahasiswa SAPPK ITB (Akademisi).

Baca Juga : Placemaking: Ketika Manusia dan Kota Saling Menghidupkan

Rangkaian Kegiatan S2Cities

Foto Peserta S2Cities

Rangkaian acara S2Cities dimulai dengan mengunjungi taman-taman yang ada di Bandung. Taman pertama yang dikunjungi adalah Taman Lansia yang diresmikan pada tahun 2014. Taman Lansia diberi nama demikian karena dahulu sering dikunjungi oleh kalangan lanjut usia (lansia); walaupun saat ini mayoritas pengunjungnya merupakan keluarga muda bersama anak-anaknya yang ingin melakukan rekreasi di ruang terbuka hijau. Taman lansia ini memiliki ikon yang unik yaitu sebuah patung Tyrannosaurus Rex (T-rex) setinggi 2 meter yang kehadirannya menarik minat anak-anak untuk mengunjungi taman ini. Taman Superhero juga merupakan salah satu taman yang dikunjungi di tur yang menggunakan Bandung Tour On Bus (BANDROS). Taman Superhero – seperti namanya – memiliki beberapa patung superhero yang menarik perhatian anak anak, sehingga kondisi taman ini sangatlah “hidup” dan dipenuhi oleh pengunjung dan pedagang kaki lima.

Destinasi selanjutnya adalah Taman Kiara Artha Park yang mengusung konsep urban modern karena dilengkapi dengan pertunjukan air mancur, cafe outdoor, tempat foto, dan fasilitas rekreasi seperti sewa kendaraan listrik. Pengunjung yang datang ke taman ini dikenakan biaya masuk sebesar RP 15.000,- untuk memasuki area utama. Taman ini dikelola oleh pihak swasta dan memiliki kondisi yang sangat terawat dan nyaman, meskipun pepohonannya tidak serindang taman-taman sebelumnya. Destinasi terakhir yang dikunjungi di tur ini adalah Alun-alun Bandung yang telah direvitalisasi sehingga memiliki fasilitas yang beragam. Di dalam area taman ini, terdapat perpustakaan kota yang dapat dikunjungi oleh pengunjung secara gratis mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore. Di kawasan Alun-alun Kota Bandung juga terdapat Masjid Agung Kota Bandung yang menarik untuk dikunjungi sebagai tempat peribadatan masyarakat yang beragama muslim. Kunjungan ke beberapa taman tersebut dimaksudkan agar peserta mendapatkan bukti empiris mengenai kondisi Kota Bandung untuk nantinya didiskusikan saat sesi Diskusi Kelompok Terfokus (FGD).

Foto Kegiatan FGD

Acara S2Cities dilanjutkan dengan sesi FGD di Hotel Amaroosa dengan dua topik utama “Why Safe and Sound Cities are Urgent?” dan “Problems with Existing Public Spaces and How Can We Fix Them?”. Pada sesi FGD ini, peserta dibagi menjadi 8 kelompok FGD berisikan sekitar 4 – 6 orang untuk mendiskusikan topik tersebut. Pada sesi pertama, peserta digali pengetahuannya tentang kriteria kota yang “aman dan nyaman”, seberapa penting safe and sound cities, dan alasan mengapa kita perlu mewujudkan safe and sound cities. Pendapat setiap anggota grup dituliskan menggunakan post-it dan hasil diskusinya dikumpulkan untuk di dokumentasi. Pada sesi kedua, peserta diajak untuk berdiskusi mengenai permasalahan yang dapat ditemukan di perkotaan, mengapa permasalahan tersebut bisa terjadi, dan bagaimana solusi permasalahan tersebut. Pada akhir sesi diskusi kedua ini, solusi yang ditawarkan setiap kelompok sangatlah menarik karena berasal dari pemangku kepentingan yang memenuhi aspek ABCGM. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh IAP2 Indonesia untuk mewujudkan safe and sound cities adalah partisipasi multipihak pemangku kepentingan.

Baca Juga : Society 5.0: Revolusi Industri Berbasis Inovasi

Hal yang menarik dari kegiatan S2Cities ini adalah penggunaan virtual reality (VR) dimana peserta dapat bergiliran menggunakan perangkat VR untuk masuk kedalam dunia virtual. Di dalam dunia virtual tersebut, peserta dapat merasakan mendengarkan diskusi internasional yang dihadiri oleh pembicara dan peserta dari belahan dunia lainnya. Selain itu, peserta dapat berinteraksi dengan peserta dari negara lain di dunia virtual tersebut seperti berdiskusi, bertukar kontak, dan memberikan reaksi antar peserta. Secara keseluruhan, acara S2 Cities ini berhasil membangkitkan kesadaran dari berbagai pihak untuk mewujudkan kota yang aman dan nyaman, tapi juga cukup menarik untuk dihadiri oleh anak muda.

Foto Kegiatan

IAP2 Indonesia dalam Kegiatan LAPOR! Goes to Campus

IAP2 Indonesia – Pada 23 Agustus 2023 turut serta dalam menyukseskan kegiatan LAPOR! Goes to Campus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor.

Program ini merupakan kerjasama tiga pihak antara United National Development Programme (UNDP) Indonesia, Korea International Cooperation Agency (KOICA) Indonesia dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Indonesia untuk meningkatkan kemampuan e-governance Indonesia dengan memperbaiki sistem penanganan keluhan nasional melalui sebuah platform yang bernama “SP4N-LAPOR!”.

Sumber foto: UNDP Indonesia

Apa itu SP4N-LAPOR?

Layanan penyampaian pengaduan dan aspirasi masyarakat Indonesia dengan beberapa kanal pengaduan yaitu melalui website www.lapor.go.id, aplikasi mobile (Android dan iOS), SMS 1708, dan Twitter @lapor1708. SP4N LAPOR dapat membantu proses penanganan keluhan dan menampung saran dari masyarakat secara inklusif dan mendorong terciptanya active citizen

Baca Juga: Jurus Jitu Tangani Tingkat Polusi Udara di Jakarta

Pada tahun 2011, Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menetapkan SP4N-LAPOR! sebagai sistem penanganan keluhan daring untuk meningkatkan partisipasi umum dalam mengawasi kinerja, program, dan keputusan pemerintah dalam layanan publik. Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerintah Indonesia diminta untuk berhubungan dengan seluruh 548 pemerintahan subnasional (34 provinsi, 98 kota, dan 416 kabupaten) dan menetapkan SP4N-LAPOR! sebagai sistem utama penanganan keluhan daring di Indonesia, diatur dalam Peraturan Presiden No. 98 tahun 2018 tentang E-Government.

Tantangan yang dihadapi

Sumber foto: UNDP Indonesia

Pemerintah Indonesia menyadari bahwa SP4N-LAPOR! menghadapi beberapa tantangan sebelum sistemnya dapat dioptimalkan sebagai pusat penanganan keluhan di Indonesia. Salah satu tantangan adalah mempromosikan SP4N-LAPOR ke masyarakat dengan meningkatkan kesadaran umum tentang penggunaan SP4N-LAPOR!, mendorong partisipasi masyarakat dalam meningkatkan sistem, dengan perhatian utama pada perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, kegiatan khusus terkait harus diarahkan pada kelompok ini.

Potensi SP4N LAPOR!

Sumber foto: UNDP Indonesia

Sebagai bagian dari inisiatif mencapai masyarakat luas dalam program ini, acara LAPOR! Goes to Campus (LGTC) diadakan dengan kolaborasi bersama lima kementerian yang memimpin implementasi SP4N-LAPOR! yaitu KemenPAN-RB, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi (Kemkominfo), Kantor Staf Presiden (KSP), dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Inisiatif LGTC pertama kali diperkenalkan oleh KemenPAN-RB pada tahun 2019 dengan fokus pada pemuda.

Program ini direncanakan untuk dilanjutkan pada tahun 2020, namun terhalang oleh pandemi COVID-19. Dengan situasi saat ini yang lebih memungkinkan mengatasi pandemi COVID-19, kegiatan LGTC diselenggarakan pada 23 Agustus 2023, bekerjasama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Baca Juga: Kompasfest Goes To Campus: Mahasiswa Bisa Bersinar dengan Minatnya

Saat ini, total pengguna media sosial di Indonesia mencapai 191 juta orang yang berarti penggunaan media digital dalam pelayanan publik akan sangat efektif. Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA, Deputi Bidang Pelayanan Publik KemenPAN RB menyampaikan dalam seminarnya bahwa Indonesia sedang menuju kepada digitalisasi pelayanan publik.

Digitalisasi pelayanan publik membutuhkan transformasi dalam cara kerja dan budaya kerja pemerintah. Perlu adanya adopsi kebijakan baru dan pelatihan Sumber Daya Manusia untuk meningkatkan kompetensi ASN dalam digitalisasi pelayanan publik. Adanya digitalisasi pelayanan publik mendorong pelayanan masyarakat yang lebih transparan dan partisipatif. 

Pertemuan Rutin Koalisi Generasi Hijau

IAP2 Indonesia – Pada hari Senin 31 Juli 2023, IAP2 Indonesia menghadiri pertemuan rutin 45 hari Koalisi Generasi Hijau yang dihadiri oleh beberapa anggota koalisi lainnya. bertempatan di Wisma Taman Iskandar Muda, Jakarta Selatan.

Tentang Koalisi Generasi Hijau

Koalisi Generasi Hijau, sebuah non-badan hukum yang sah, memiliki visi bersama untuk mewujudkan ekonomi hijau yang adil dan berkelanjutan. Dibentuk oleh beberapa pihak berkompeten dalam bidang keberlanjutan, koalisi ini bertekad mendorong green economy di Indonesia. Melalui kegiatan yang aktif, koalisi ini menyampaikan informasi tentang prestasi saat ini, rencana masa depan, dan upaya lanjutan untuk memperkuat ekonomi hijau.

Sebelumnya, Koalisi Generasi Hijau telah mengupas nilai ekonomi karbon dan komitmen besar pemerintah Indonesia untuk masa depan mereka. Berangkat dari pembahasan tersebut, IAP2 mengambil inisiatif dengan menyusun policy brief berjudul “Partisipasi Publik untuk Memperkuat KLHK dalam Optimalisasi NEK”. Dalam policy brief ini, IAP2 mengangkat isu penting tentang partisipasi publik yang berperan krusial dalam meningkatkan pelaksanaan NEK di Indonesia dengan dukungan dari KLHK. Tak hanya itu, Anwar Muhammad Foundation (AMF) juga turut berkontribusi dengan menyusun policy brief lanjutan berjudul “ESG dalam Parlemen sebagai Akselerasi Mewujudkan Ketahanan Iklim”. Dalam policy brief ini, AMF mendiskusikan bagaimana peran parlemen dapat mendukung implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mendorong upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim demi mencapai ketahanan iklim yang lebih baik.

Baca Juga : Diskusi Hangat Koalisi Generasi Hijau

 

Agenda Pertemuan

Sumber Foto : Dokumentasi IAP2

Pertemuan kemarin dihadiri oleh beberapa anggota koalisi, termasuk Chairman IAP2 Indonesia – Aldi Muhammad Alizar; dua Board IAP2 – Dietra Anandani dan Anton Febian; anggota IAP2 – M Rizki Ramadhan; dua perwakilan AMF– Bening K. dan Hasan I.; Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) – Priss Polly Lengkong; Chair Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia – Surya Darma; Perwakilan SEKNAS FITRA – Bernard; serta Prakarsa Advokasi – Ambar.

Baca Juga : Era Baru Pariwisata: Mengadopsi ESG untuk Keberlanjutan

Pertemuan kali ini membahas sejumlah hal, termasuk pencapaian dan rencana ke depan dari masing-masing organisasi. Beberapa topik yang dibahas meliputi perencanaan pembangunan Green Infrastructure, target APBN hijau, termasuk penyampaian policy brief dari IAP2 dan AMF, serta peran penting pemulung dalam pengolahan sampah di Indonesia. Semua perbincangan itu memiliki tujuan bersama, yaitu menjaga lingkungan di Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau sesuai dengan visi dari koalisi generasi hijau.

 

DISKUSI KOLABORATIF IAP2 INDONESIA BERSAMA LPT UI

IAP2 Indonesia – melakukan kunjungan ke Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT UI) pada hari Selasa, 16 Mei 2023 di kantor pusat LPT UI, Salemba. Dihadiri oleh Pak Aldi Muhammad Alizar dan Pak M Berli sebagai perwakilan dari IAP2 dan Pak Ari Kartika Dewa sebagai perwakilan sekaligus direktur dari LPT UI. Tujuan dari pertemuan ini adalah membahas rencana kerjasama (partnership) antara International Association for Public Participation (IAP2) dengan LPT UI dalam konteks perencanaan dan strategi partisipasi publik dengan mengandalkan pendekatan psikologi sosial sebagai instrumennya. Nota kesepakatan yang ingin dihasilkan adalah dalam pengembangan modul pelatihan, jasa penelitian dan konsultasi, hingga sertifikasi standar teknis para pelakunya.

Baca Juga: Partisipasi Publik dalam Penanganan Perubahan Iklim di Indonesia

Para pihak mempunyai kesamaan visi dalam menciptakan sebuah wadah terkemuka guna membantu pemerintah maupun pihak swasta dalam membuat perencanaan, strategi dan program yang berakar pada komitmen multi pihak. Baik LPT UI maupun IAP2, sepakat perlunya  konsep yang kompatibel, fleksibel, dan berorientasi jangka panjang serta mampu diterima dengan baik oleh para pihak yang membutuhkan peran dari keduanya.

Tentang LPT UI

(sumber foto: dokumentasi IAP2 Indonesia)

LPT UI merupakan salah satu unit kerja khusus (UKS) di bawah Direktorat Pelayanan dan Pengembangan Usaha Universitas (DPPU, di bawah rektor empat) yang ditujukan untuk keperluan pengabdian dan pelayanan masyarakat guna memenuhi kebutuhan individu, kelompok, dan organisasi.

Baca Juga: Environmental Flow sebagai Kunci Ketahanan Ekologi

LPT UI diprakarsai oleh Prof. Dr. Slamet Iman Santoso. Sejak berdirinya di tahun 1970, LPT UI berafiliasi dengan Fakultas Psikologi UI. Misi utama LPT UI adalah memberdayakan individu dan mendorong pengembangan organisasi melalui layanan psikologi dan menjaga kepercayaan serta integritas dalam pemberian layanan kepada masyarakat luas. LPT UI mengadopsi tiga divisi utama, yakni riset dan konsultasi organisasi, penilaian (assessment), dan intervensi.

IAP2 Indonesia Berpartisipasi Dalam virtual Training of Trainers (ToT) for the Learning Module 4: Localizing the SDGs through Decentralized Cooperation.

Sebagai salah satu organisasi yang memiliki visi besar untuk mempromosikan dan meningkatkan praktik partisipasi publik, IAP2 melanjutkan komitmen-nya dengan mengikuti sesi diskusi dalam event skala internasional. Event ini merupakan bagian dari virtual Training of Trainers (ToT) for the Learning Module 4: Localizing the SDGs through Decentralized Cooperation yang diselenggarakan oleh UCLG-ASPAC. Event ini berlangsung pada Hari Kamis, 25 November 2021, dimana IAP2 Indonesia terlibat pada sesi diskusi ke-4 dengan topik spesifik Mobilizing Multi-Stakeholder Territorial Partnerships For Decentralized Cooperation dan diwakilkan oleh Bapak Aldi Muhammad Alizar, selaku chairman dari IAP2 Indonesia. 

Pada diskusi ini, IAP2 Indonesia memberikan pemaparan bahwa salah satu prasyarat mendasar untuk pencapaian pembangunan berkelanjutan adalah partisipasi publik yang luas dalam pengambilan keputusan. Hal ini didasari oleh keadaan bahwa ragam inisiatif partisipasi akan terus berkembang mengikuti perkembangan tantangan pemenuhan kebutuhan  individu, kelompok, dan organisasi untuk berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Partisipasi seluruh pihak ini diwadahi dalam SDG 17 melalui upaya untuk memobilisasi pengetahuan, keahlian, teknologi, dan sumber daya keuangan. Melibatkan pemangku kepentingan secara efektif dapat mengarah pada hasil yang lebih berkelanjutan secara sosial, lingkungan, dan ekonomi melalui pemahaman yang realistis tentang masalah; memunculkan potensi solusi kreatif dan berkeadilan; serta potensi penghematan waktu dan sumber daya finansial dalam jangka panjang.

Baca Juga : “TKPSDA (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air ) dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Air”

Dalam perspektif partisipasi publik, kemitraan multi pihak sangat diperlukan untuk mengatasi masalah yang tidak dapat diselesaikan secara optimal oleh satu lembaga. Oleh karena itu, pembentukan MSP membutuhkan kepercayaan di antara para pemangku kepentingan. Namun, ini tergantung pada masalah dan konteks yang dihadapi dan hubungan antara para pemangku kepentingan. Beberapa manfaat dari hadirnya mobilisasi berbagai pemangku kepentingan adalah memperkuat efektivitas tindakan melalui keunggulan komparatif stakeholders; menciptakan solusi yang sesuai dengan ruang lingkup dan sifat masalah yang dihadapi atau masalah yang harus diselesaikan; membawa nilai tambah bagi institusi atau organisasi yang terlibat di dalamnya;  memungkinkan proses pengambilan keputusan yang lebih terbuka dalam upaya menyediakan barang-barang publik; memaksimalkan representasi, proses demokrasi, dan tanggung jawab di antara para pemangku kepentingan;   mendorong keberlanjutan solusi atau tindakan yang telah diambil. Sesi diskusi ini ditutup dengan penjelasan dari IAP2 Indonesia terkait bagaimana non-state actors dapat berperan penting dalam memobilisasi sumber daya dalam melaksanakan kemitraan multi pihak. Peran Aktor Non-Negara dibagi menjadi peran Akademisi, CSO, Komunitas, Swasta, dan Mitra Pembangunan. 

Artikel ini ditulis oleh Fikri Amarrilo Adiprana

Webinar Ko-Kreasi : Kepemimpinan Muda yang Partisipatif dan Kolaboratif di Berbagai Macam Sektor Kontribusi

IAP2 Indonesia berkolaborasi dengan Rumah Kepemimpinan dan Ikatan Alumni Rumah Kepemimpinan untuk mengadakan Webinar Ko – Kreasi (20/11/2021), dengan tema “Menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka dengan Kepemimpinan Muda yang Partisipatif dan Kolaboratif di Berbagai Macam Sektor Kontribusi.” Webinar ini bertujuan untuk menghadirkan diskusi konstruktif dan memicu kesadaran bersama tentang urgensi meningkatkan kepemimpinan pemuda yang partisipatif dan kolaboratif di berbagai sektor kontribusi. Acara webinar ini disambut dengan opening remarks dari Ketua Ikatan Alumni RK, M. Kamiluddin dan Head of Partnership and Fundraising RK, Aqil Wilda Arief.

Webinar ini dihadiri oleh Chair IAP2 Indonesia, Pak Aldi Muhammad Alizar sebagai keynote speaker, beliau memaparkan materi partisipasi dengan spektrum IAP2 dalam mendukung pembangunan Indonesia Emas 2045, pengalaman dan pembelajaran dalam kolaborasi dengan berbagai sektor dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan. Pembicara yang hadir di webinar ini adalah alumni Rumah Kepemimpinan dan berasal dari berbagai sektor. Pembicara pertama dari sektor akademisi yaitu M. Reza S. Zaki, beliau merupakan Dosen Hukum Binus University dan alumni RK 3.5. Pemaparan yang disampaikan beliau adalah perjalanan karir, isu regulasi dan kurikulum untuk tenaga pendidikan, pengalaman beliau di bidang akademisi, bisnis, dan politik. Pembicara kedua dari sektor swasta yaitu Dea Tantyo, beliau merupakan AVP Strategy & Research Indosat Ooredoo dan alumni RK 2.4. Pemaparan yang disampaikan beliau lebih kepada sejarah, pengalaman dan bentuk partisipatif, kolaboratif, dan kontribusi dari berbagai tokoh yang sangat berpengaruh dalam perubahan dunia. Selanjutnya pembicara ketiga dari sektor pemerintahan yaitu Risza Damayanti, beliau merupakan ASN Kementerian pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dan alumni RK 1.6. Risza Damayanti menyampaikan materi terkait peran pemuda dalam pembangunan Indonesia Emas 2045, pengalaman beliau di bidang pemerintahan, core values ASN yaitu berAKHLAK(Berorientasi Pelayanan Akuntabel Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif), dan pentingnya kolaborasi antar sektor untuk menciptakan SDM unggul. Pembicara keempat dari sektor NGO yaitu Kays Abdul Fattah, beliau merupakan alumni RK 5.8 dan Founder dari Komunitas Banana Pirates. Pemaparan materi yang disampaikan adalah Philanthropy Leadership, yang dijelaskan secara sistematis berawal dari visi dan misi, nilai, tujuan, urgensi, dan tantangan. Secara singkat perkembangan philanthropy yang dipaparkan Kays adalah: “upaya untuk berbagi menyalurkan sumber daya dan berderma secara terorganisir untuk kepentingan strategis jangka panjang dan berkelanjutan.” Selanjutnya pemaparan materi dari presenter terakhir dari sektor entrepreneur, dikarenakan dari sektor media tidak bisa hadir. Presenter terakhir tersebut adalah Abidah Syauqina, beliau merupakan founder Teman Bisnis App dan alumni RK 1.7. Pemaparan dimulai dari pengalaman karir, perjalanan berdirinya Teman Bisnis App yang sudah didownload 150.000 oleh UMKM dalam membantu mengatur keuangan, pembangunan Indonesia Emas 2045 dalam bidang ekonomi, dan pengetahuan tentang peran penting entrepreneur dalam membangun kolaborasi dari pentahelix stakeholder dan faktor produksi.

Baca Juga : Peran dan Praktik Kementerian PPN/Bappenas dalam Perencanaan Pembangunan Nasional untuk Pengoptimalan Tata Kelola Air

Sesi setelah pemaparan dari para presenter adalah sesi diskusi yang dipimpin oleh moderator yaitu Fikri Amarrilo Adiprana, merupakan MSP Initiatives Junior Program Officer IAP2 Indonesia. Diskusi ini memberikan insight terhadap sejauh mana terukurnya partisipasi dari pengalaman – pengalaman para pembicara yang memiliki latar belakang profesi yang berbeda dan bagaimana menjalankan kolaborasi jika terdapat tantangan terkait gap umur, pendidikan, dan pengalaman hingga menghadapi senior dalam menerima masukan. Diskusi berjalan dengan lancar dan setiap jawaban yang diberikan oleh para pembicara sangat meaningful dan memberikan motivasi kepada peserta untuk menjadi agent of change yang partisipatif dan kolaboratif.

Selesainya sesi diskusi dengan pembicara dilanjutkan dengan memberi pesan singkat atau key message dari para pembicara. Setiap key message dari pembicara menekankan pentingnya partisipasi dan kolaboratif dari berbagai stakeholder, teruslah belajar dan memberikan kontribusi yang berdampak untuk orang lain, ilmu dan amal harus seimbang, dan  menghilangkan egoisme untuk bersama menjalankan visi membangun Indonesia Emas 2045. Para pembicara juga mengucapkan terima kasih atas wadah diskusi hari ini karena ikut mendapatkan banyak ilmu dan masukan.

foto buat cover website

Working Paper : Inovasi Pencatatan Keuangan pada UMKM dan Keluarga dalam Bentuk Cloud Accounting

Pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif pada UMKM dan keluarga, salah satunya adalah masalah financial. Hal tersebut disebabkan rendahnya kesadaran UMKM dan keluarga terhadap pencatatan dan perencanaan keuangan mereka. Sehingga diperlukannya sistem keuangan yang tepat di masa pandemi dan era digital saat ini yaitu cloud accounting untuk mengambil keputusan keuangan yang efektif dan jangka panjang. Cloud accounting memberikan banyak benefit untuk UMKM dan keluarga agar dapat bertahan di masa pandemi, tetapi terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam penerapan cloud accounting. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang cloud accounting dapat dibaca pada Working Paper IAP2 Indonesia: “Inovasi Pencatatan Keuangan pada UMKM dan Keluarga dalam Bentuk Cloud Accounting”. Klik tautan berikut untuk mengunduh dokumen Working Paper IAP2 Indonesia.

Hasil Webinar Serial Hidup Berdampingan Dengan COVID-19 – Belajar dari krisis untuk pengelolaan air terpadu yang lebih baik

 

Terimakasih atas partisipasi kawan-kawan pada Webinar ‘Serial Hidup Berdampingan dengan COVID-19: Belajar Dari Krisis Untuk Pengelolaan Air Terpadu Yang Lebih Baik.

Webinar yang berlangsung selama hampir tiga jam ini memang blm membahas tuntas masalah pengelolaan air dr hulu ke hilir namun telah membuka cakrawala awal mengenai pengelolaan air, terutama di masa krisis seperti ini.

Rekaman Vidio

Bagi rekan-rekan yang berminat mendapatkan akses materi webinar ‘ Belajar dari Krisis untuk Pengelolaan Air Terpadu yang Lebih Baik, silahkan KLIK DISINI

Serial Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Serial Hidup Berdampingan dengan COVID-19 Webinar “Belajar Dari Krisis Untuk Pengelolaan Air Terpadu Yang Lebih Baik”

Press Release

Awal tahun 2020, pandemi global COVID-19 melanda dunia dan serta merta energi pembangunan seluruh negara fokus pada penanganan pandemi tersebut. Berbagai pihak memprediksikan bahwa pandemi ini akan berakhir pada bulan Maret 2020. Kemudian muncul laporan termutakhir oleh John Hopkins University dan Bill & Melinda Gate Foundation, diperkirakan pengembangan vaksin COVID-19 akan memakan waktu yang cukup lama, antara 1 tahun sampai dengan 5 tahun. Selama vaksin belum berhasil dikembangkan, dunia harus mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

Di sisi lain, keberadaan pandemi COVID-19 bukan berarti semua urusan lainnya akan berhenti. Banjir dan kekeringan tidak menunggu pandemi untuk berakhir untuk ter jadi. Kebutuhan air minum dan sanitasi tetap harus disediakan. Pengelolaan air yang terpadu tetap harus dilaksanakan dengan lebih baik. Pada satu titik, semua kalangan harus menggerakkan kembali roda kehidupan. Berdasarkan hal ini, mau tidak mau seluruh lapisan masyarakat harus mulai merubah budaya hidup, ekonomi, sosial, keagamaan dan lain sebagainya sebagai bagian hidup berdampingan dengan COVID-19.

Setelah sukses dengan melakukan Obrolan Santai menggunakan platform media sosial Instagram pada tanggal 21 Mei 2020, bertajuk “Belajar dari Krisis untuk Pengelolaan Air Terpadu yang Lebih Baik” yang merupakan bagian dari ‘Serial Hidup Berdampingan dengan COVID-19’, Global Water Partnership South East Asia (GWP-SEA) dan International Association for Public Participation (IAP2) Indonesia kembali menyelenggarakan diskusi bertajuk sama dengan skala yang lebih besar dan lebih interaktif menggunakan platform webinar melalui aplikasi Zoom.

Regional Coordinator – Global Water Partnership Southeast Asia Fany Wedahuditama dan Chair – International Association for Public Participation Indonesia Aldi Muhammad Alizar menjadi pembicara utama dari webinar yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2020, pukul 15.30-17.30 WIB. Jalannya webinar yang interaktif ini akan dimoderasi oleh Virgie Baker, yang sebelumnya dikenal sebagai news-anchor dari Metro TV. Untuk memperkuat perspektif yang dibawakan, webinar ini akan dilengkapi dengan enam orang panelis, yaitu Abdul Malik Sadat Indris , Direktur Pengairan dan Irigasi KementrianPPN/BAPPENAS,  Dr. Mochammad Amron , Chairman Kemitraan Air Indonesia (Pendahulu Dirjen SDA Kementrian PUPR), Reza Hendrawan, WASH Specialist – UNICEF Indonesia, Mohamad Mova Al’Afghani, Direktur – Center for Regulation, Policy and Governance (CRPG) / Dosen Hukum Internasional – Universitas Ibn Khaldun Bogor, Sinta Dewi, Gender Specialist dan Gracia Plenita Agnindhira, Project Officer – Alliance for Water Stewardship Indonesia.

Baik Global Water Partnership South East Asia (GWP-SEA) maupun International Association for Public Participation (IAP2) Indonesia berharap webinar ini menjadi wadah berbagai elemen masyarakat untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam  mendukung pemerintah agar mengelola air secara terpadu dengan lebih baik selama masa pandemi COVID-19. Berbagai masukan yang didapatkan melalui webinar ini akan dijadikan  masukan untuk menyusun multi-stakeholder position paper terkait respon terhadap COVID-19  dalam pengelolaan air yang akan disampaikan kepada para pengambil keputusan.