Category: Kegiatan

IAP2 Indonesia Berpartisipasi Dalam virtual Training of Trainers (ToT) for the Learning Module 4: Localizing the SDGs through Decentralized Cooperation.

Sebagai salah satu organisasi yang memiliki visi besar untuk mempromosikan dan meningkatkan praktik partisipasi publik, IAP2 melanjutkan komitmen-nya dengan mengikuti sesi diskusi dalam event skala internasional. Event ini merupakan bagian dari virtual Training of Trainers (ToT) for the Learning Module 4: Localizing the SDGs through Decentralized Cooperation yang diselenggarakan oleh UCLG-ASPAC. Event ini berlangsung pada Hari Kamis, 25 November 2021, dimana IAP2 Indonesia terlibat pada sesi diskusi ke-4 dengan topik spesifik Mobilizing Multi-Stakeholder Territorial Partnerships For Decentralized Cooperation dan diwakilkan oleh Bapak Aldi Muhammad Alizar, selaku chairman dari IAP2 Indonesia. 

Pada diskusi ini, IAP2 Indonesia memberikan pemaparan bahwa salah satu prasyarat mendasar untuk pencapaian pembangunan berkelanjutan adalah partisipasi publik yang luas dalam pengambilan keputusan. Hal ini didasari oleh keadaan bahwa ragam inisiatif partisipasi akan terus berkembang mengikuti perkembangan tantangan pemenuhan kebutuhan  individu, kelompok, dan organisasi untuk berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Partisipasi seluruh pihak ini diwadahi dalam SDG 17 melalui upaya untuk memobilisasi pengetahuan, keahlian, teknologi, dan sumber daya keuangan. Melibatkan pemangku kepentingan secara efektif dapat mengarah pada hasil yang lebih berkelanjutan secara sosial, lingkungan, dan ekonomi melalui pemahaman yang realistis tentang masalah; memunculkan potensi solusi kreatif dan berkeadilan; serta potensi penghematan waktu dan sumber daya finansial dalam jangka panjang.

Baca Juga : “TKPSDA (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air ) dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Air”

Dalam perspektif partisipasi publik, kemitraan multi pihak sangat diperlukan untuk mengatasi masalah yang tidak dapat diselesaikan secara optimal oleh satu lembaga. Oleh karena itu, pembentukan MSP membutuhkan kepercayaan di antara para pemangku kepentingan. Namun, ini tergantung pada masalah dan konteks yang dihadapi dan hubungan antara para pemangku kepentingan. Beberapa manfaat dari hadirnya mobilisasi berbagai pemangku kepentingan adalah memperkuat efektivitas tindakan melalui keunggulan komparatif stakeholders; menciptakan solusi yang sesuai dengan ruang lingkup dan sifat masalah yang dihadapi atau masalah yang harus diselesaikan; membawa nilai tambah bagi institusi atau organisasi yang terlibat di dalamnya;  memungkinkan proses pengambilan keputusan yang lebih terbuka dalam upaya menyediakan barang-barang publik; memaksimalkan representasi, proses demokrasi, dan tanggung jawab di antara para pemangku kepentingan;   mendorong keberlanjutan solusi atau tindakan yang telah diambil. Sesi diskusi ini ditutup dengan penjelasan dari IAP2 Indonesia terkait bagaimana non-state actors dapat berperan penting dalam memobilisasi sumber daya dalam melaksanakan kemitraan multi pihak. Peran Aktor Non-Negara dibagi menjadi peran Akademisi, CSO, Komunitas, Swasta, dan Mitra Pembangunan. 

Artikel ini ditulis oleh Fikri Amarrilo Adiprana

Webinar Ko-Kreasi : Kepemimpinan Muda yang Partisipatif dan Kolaboratif di Berbagai Macam Sektor Kontribusi

IAP2 Indonesia berkolaborasi dengan Rumah Kepemimpinan dan Ikatan Alumni Rumah Kepemimpinan untuk mengadakan Webinar Ko – Kreasi (20/11/2021), dengan tema “Menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka dengan Kepemimpinan Muda yang Partisipatif dan Kolaboratif di Berbagai Macam Sektor Kontribusi.” Webinar ini bertujuan untuk menghadirkan diskusi konstruktif dan memicu kesadaran bersama tentang urgensi meningkatkan kepemimpinan pemuda yang partisipatif dan kolaboratif di berbagai sektor kontribusi. Acara webinar ini disambut dengan opening remarks dari Ketua Ikatan Alumni RK, M. Kamiluddin dan Head of Partnership and Fundraising RK, Aqil Wilda Arief.

Webinar ini dihadiri oleh Chair IAP2 Indonesia, Pak Aldi Muhammad Alizar sebagai keynote speaker, beliau memaparkan materi partisipasi dengan spektrum IAP2 dalam mendukung pembangunan Indonesia Emas 2045, pengalaman dan pembelajaran dalam kolaborasi dengan berbagai sektor dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan. Pembicara yang hadir di webinar ini adalah alumni Rumah Kepemimpinan dan berasal dari berbagai sektor. Pembicara pertama dari sektor akademisi yaitu M. Reza S. Zaki, beliau merupakan Dosen Hukum Binus University dan alumni RK 3.5. Pemaparan yang disampaikan beliau adalah perjalanan karir, isu regulasi dan kurikulum untuk tenaga pendidikan, pengalaman beliau di bidang akademisi, bisnis, dan politik. Pembicara kedua dari sektor swasta yaitu Dea Tantyo, beliau merupakan AVP Strategy & Research Indosat Ooredoo dan alumni RK 2.4. Pemaparan yang disampaikan beliau lebih kepada sejarah, pengalaman dan bentuk partisipatif, kolaboratif, dan kontribusi dari berbagai tokoh yang sangat berpengaruh dalam perubahan dunia. Selanjutnya pembicara ketiga dari sektor pemerintahan yaitu Risza Damayanti, beliau merupakan ASN Kementerian pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dan alumni RK 1.6. Risza Damayanti menyampaikan materi terkait peran pemuda dalam pembangunan Indonesia Emas 2045, pengalaman beliau di bidang pemerintahan, core values ASN yaitu berAKHLAK(Berorientasi Pelayanan Akuntabel Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif), dan pentingnya kolaborasi antar sektor untuk menciptakan SDM unggul. Pembicara keempat dari sektor NGO yaitu Kays Abdul Fattah, beliau merupakan alumni RK 5.8 dan Founder dari Komunitas Banana Pirates. Pemaparan materi yang disampaikan adalah Philanthropy Leadership, yang dijelaskan secara sistematis berawal dari visi dan misi, nilai, tujuan, urgensi, dan tantangan. Secara singkat perkembangan philanthropy yang dipaparkan Kays adalah: “upaya untuk berbagi menyalurkan sumber daya dan berderma secara terorganisir untuk kepentingan strategis jangka panjang dan berkelanjutan.” Selanjutnya pemaparan materi dari presenter terakhir dari sektor entrepreneur, dikarenakan dari sektor media tidak bisa hadir. Presenter terakhir tersebut adalah Abidah Syauqina, beliau merupakan founder Teman Bisnis App dan alumni RK 1.7. Pemaparan dimulai dari pengalaman karir, perjalanan berdirinya Teman Bisnis App yang sudah didownload 150.000 oleh UMKM dalam membantu mengatur keuangan, pembangunan Indonesia Emas 2045 dalam bidang ekonomi, dan pengetahuan tentang peran penting entrepreneur dalam membangun kolaborasi dari pentahelix stakeholder dan faktor produksi.

Baca Juga : Peran dan Praktik Kementerian PPN/Bappenas dalam Perencanaan Pembangunan Nasional untuk Pengoptimalan Tata Kelola Air

Sesi setelah pemaparan dari para presenter adalah sesi diskusi yang dipimpin oleh moderator yaitu Fikri Amarrilo Adiprana, merupakan MSP Initiatives Junior Program Officer IAP2 Indonesia. Diskusi ini memberikan insight terhadap sejauh mana terukurnya partisipasi dari pengalaman – pengalaman para pembicara yang memiliki latar belakang profesi yang berbeda dan bagaimana menjalankan kolaborasi jika terdapat tantangan terkait gap umur, pendidikan, dan pengalaman hingga menghadapi senior dalam menerima masukan. Diskusi berjalan dengan lancar dan setiap jawaban yang diberikan oleh para pembicara sangat meaningful dan memberikan motivasi kepada peserta untuk menjadi agent of change yang partisipatif dan kolaboratif.

Selesainya sesi diskusi dengan pembicara dilanjutkan dengan memberi pesan singkat atau key message dari para pembicara. Setiap key message dari pembicara menekankan pentingnya partisipasi dan kolaboratif dari berbagai stakeholder, teruslah belajar dan memberikan kontribusi yang berdampak untuk orang lain, ilmu dan amal harus seimbang, dan  menghilangkan egoisme untuk bersama menjalankan visi membangun Indonesia Emas 2045. Para pembicara juga mengucapkan terima kasih atas wadah diskusi hari ini karena ikut mendapatkan banyak ilmu dan masukan.

foto buat cover website

Working Paper : Inovasi Pencatatan Keuangan pada UMKM dan Keluarga dalam Bentuk Cloud Accounting

Pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif pada UMKM dan keluarga, salah satunya adalah masalah financial. Hal tersebut disebabkan rendahnya kesadaran UMKM dan keluarga terhadap pencatatan dan perencanaan keuangan mereka. Sehingga diperlukannya sistem keuangan yang tepat di masa pandemi dan era digital saat ini yaitu cloud accounting untuk mengambil keputusan keuangan yang efektif dan jangka panjang. Cloud accounting memberikan banyak benefit untuk UMKM dan keluarga agar dapat bertahan di masa pandemi, tetapi terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam penerapan cloud accounting. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang cloud accounting dapat dibaca pada Working Paper IAP2 Indonesia: “Inovasi Pencatatan Keuangan pada UMKM dan Keluarga dalam Bentuk Cloud Accounting”. Klik tautan berikut untuk mengunduh dokumen Working Paper IAP2 Indonesia.

Hasil Webinar Serial Hidup Berdampingan Dengan COVID-19 – Belajar dari krisis untuk pengelolaan air terpadu yang lebih baik

 

Terimakasih atas partisipasi kawan-kawan pada Webinar ‘Serial Hidup Berdampingan dengan COVID-19: Belajar Dari Krisis Untuk Pengelolaan Air Terpadu Yang Lebih Baik.

Webinar yang berlangsung selama hampir tiga jam ini memang blm membahas tuntas masalah pengelolaan air dr hulu ke hilir namun telah membuka cakrawala awal mengenai pengelolaan air, terutama di masa krisis seperti ini.

Rekaman Vidio

Bagi rekan-rekan yang berminat mendapatkan akses materi webinar ‘ Belajar dari Krisis untuk Pengelolaan Air Terpadu yang Lebih Baik, silahkan KLIK DISINI

Serial Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Serial Hidup Berdampingan dengan COVID-19 Webinar “Belajar Dari Krisis Untuk Pengelolaan Air Terpadu Yang Lebih Baik”

Press Release

Awal tahun 2020, pandemi global COVID-19 melanda dunia dan serta merta energi pembangunan seluruh negara fokus pada penanganan pandemi tersebut. Berbagai pihak memprediksikan bahwa pandemi ini akan berakhir pada bulan Maret 2020. Kemudian muncul laporan termutakhir oleh John Hopkins University dan Bill & Melinda Gate Foundation, diperkirakan pengembangan vaksin COVID-19 akan memakan waktu yang cukup lama, antara 1 tahun sampai dengan 5 tahun. Selama vaksin belum berhasil dikembangkan, dunia harus mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

Di sisi lain, keberadaan pandemi COVID-19 bukan berarti semua urusan lainnya akan berhenti. Banjir dan kekeringan tidak menunggu pandemi untuk berakhir untuk ter jadi. Kebutuhan air minum dan sanitasi tetap harus disediakan. Pengelolaan air yang terpadu tetap harus dilaksanakan dengan lebih baik. Pada satu titik, semua kalangan harus menggerakkan kembali roda kehidupan. Berdasarkan hal ini, mau tidak mau seluruh lapisan masyarakat harus mulai merubah budaya hidup, ekonomi, sosial, keagamaan dan lain sebagainya sebagai bagian hidup berdampingan dengan COVID-19.

Setelah sukses dengan melakukan Obrolan Santai menggunakan platform media sosial Instagram pada tanggal 21 Mei 2020, bertajuk “Belajar dari Krisis untuk Pengelolaan Air Terpadu yang Lebih Baik” yang merupakan bagian dari ‘Serial Hidup Berdampingan dengan COVID-19’, Global Water Partnership South East Asia (GWP-SEA) dan International Association for Public Participation (IAP2) Indonesia kembali menyelenggarakan diskusi bertajuk sama dengan skala yang lebih besar dan lebih interaktif menggunakan platform webinar melalui aplikasi Zoom.

Regional Coordinator – Global Water Partnership Southeast Asia Fany Wedahuditama dan Chair – International Association for Public Participation Indonesia Aldi Muhammad Alizar menjadi pembicara utama dari webinar yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2020, pukul 15.30-17.30 WIB. Jalannya webinar yang interaktif ini akan dimoderasi oleh Virgie Baker, yang sebelumnya dikenal sebagai news-anchor dari Metro TV. Untuk memperkuat perspektif yang dibawakan, webinar ini akan dilengkapi dengan enam orang panelis, yaitu Abdul Malik Sadat Indris , Direktur Pengairan dan Irigasi KementrianPPN/BAPPENAS,  Dr. Mochammad Amron , Chairman Kemitraan Air Indonesia (Pendahulu Dirjen SDA Kementrian PUPR), Reza Hendrawan, WASH Specialist – UNICEF Indonesia, Mohamad Mova Al’Afghani, Direktur – Center for Regulation, Policy and Governance (CRPG) / Dosen Hukum Internasional – Universitas Ibn Khaldun Bogor, Sinta Dewi, Gender Specialist dan Gracia Plenita Agnindhira, Project Officer – Alliance for Water Stewardship Indonesia.

Baik Global Water Partnership South East Asia (GWP-SEA) maupun International Association for Public Participation (IAP2) Indonesia berharap webinar ini menjadi wadah berbagai elemen masyarakat untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam  mendukung pemerintah agar mengelola air secara terpadu dengan lebih baik selama masa pandemi COVID-19. Berbagai masukan yang didapatkan melalui webinar ini akan dijadikan  masukan untuk menyusun multi-stakeholder position paper terkait respon terhadap COVID-19  dalam pengelolaan air yang akan disampaikan kepada para pengambil keputusan.

#webinar Serial Hidup Berdampingan Dengan COVID-19 – Belajar dari krisis untuk pengelolaan air terpadu yang lebih baik.

Bersama:
Fany Wedahuditama, Regional Coordinator – Global Water Partnership Southeast Asia
Aldi Muhammad Alizar, Chair – International Association for Public Participation Indonesia

Moderator:
Virgie Baker

Panelis:
Abdul Malik Sadat Indris (tbc), Direktur Pengairan dan Irigasi Kementrian PPN/BAPPENAS
Dr. Mochammad Amron (tbc), Chairman Kemitraan Air Indonesia (Pendahulu Dirjen SDA Kementrian PUPR)
Reza Hendrawan, WASH Specialist – UNICEF Indonesia
Mohamad Mova Al’Afghani, Direktur – Center for Regulation, Policy and Governance (CRPG) / Dosen Hukum Internasional – Universitas Ibn Khaldun Bogor
Sinta Dewi, Gender Specialist
Gracia Plenita Agnindhira, Project Officer – Alliance for Water Stewardship Indonesia

Waktu: Selasa, 30 Juni 2020 – 15.30 s/d 18.00
Lokasi: ZOOM Webinar

Pendaftaran: https://bit.ly/3dxR1zI

partisipasi iap2 dalam forum ksst

IAP2 Indonesia dalam Forum Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST)

Dalam mewujudkan kemitraan multipihak, IAP2 Indonesia belum lama ini berkesempatan untuk berpartisipasi pada Forum Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Forum ini berlangsung pada hari Rabu, 11 Maret 2020, bertempat di Ruang Rapat DH 3-5 Kementerian PPN/Bappenas.

Seperti kita ketahui bahwa KSST hadir sebagai salah satu bentuk modalitas kerjasama pembangunan internasional antar negara-negara berkembang. Maka dari itu pemerintah Indonesia menempatkan KSST sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sehingga diharapkan melalui KSST, pemerintah dapat meningkatkan kerja sama pembangunan untuk meningkatkan akses ke pasar non-tradisional Indonesia. Untuk dapat mengimplementasikan KSST dengan baik, koordinasi kebijakan antar pemangku kepentingan perlu lebih ditingkatkan lagi.

Untuk itu pemerintah dalam hal ini Kementerian PPN/Bappenas merasa perlu menyelenggarakan Forum KSST dengan fokus tema “Inovasi & Kemitraan KSST dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas”. Forum ini dihadiri oleh 30 institusi mewakili Kementerian/Lembaga, CSOs, sektor swasta & fialntropi, akademisi, media dan mitra pembangunan.

IAP2 Indonesia sebagai salah satu perwakilan dari CSOs hadir sebagai anggota utama dari Forum Kemitraan Multipihak untuk Pencapaian SDGs. Kehadiran IAP2 Indonesia diwakilakan oleh Yusdi Usman, Sheila Teta Carina, dan Andry Sose.

Adapun kegiatan forum ini adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman dari pelaksanaan KSST yang inovatif & dapat direpelikasi di tingkat daerah. Diharapkan pendapat/tinjauan strategis yang di peroleh dalam forum ini dapat menguatkan perencanaan KSST di Indonesia. Tentunya dengan di dukung keterlibatan pemangku kepentingan yang sinergis dan harmonis di dalamnya sehingga berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kedepannya.

Ikuti terus informasi terkini dari kami seputar partisipasi publik dan keterlibatan stakeholder, jangan sampai ketinggalan jadwal pelatihan, seminar, panel diskusi, dll dari IAP2 Indonesia di website dan sosial media kami.

partisipasi iap2 dalam mgg alumni meeting

Partispasi IAP2 Indonesia dalam MGG Alumni Meeting

Jakarta – IAP2 Indonesia baru-baru ini mendapatkan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam acara Managing Global Governance (MGG) alumni meeting. Acara ini berlangsung pada hari Selasa, 4 Februari 2020, bertempat di kantor pusat Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Acara ini dihadiri oleh beragam partisipan mulai dari kementerian, akademisi, private sector, dan lainnya. Aldi Muhammad Alizar sebagai Sekretaris IAP2 Internasional dan Ketua IAP2 Indonesia berkesempatan mengisi salah satu sesi dalam acara tersebut. Sesi Workshop: Multi-stakeholder Collaboration for 2030 Agenda, yang di fasilitasi oleh Sheila Teta Carina (MGG Academy 2017 dan Dewan Direksi IAP2 Indonesia).

Kegiatan dibuka oleh sambutan dari Pimpinan CSIS, Philips J. Vermonte. Dilanjutkan sambutan dari Kepala MGG Programme, Wulf Reiners. Kegiatan ini juga di isi oleh sesi Impulse & Discussion: The Power of Cooperation and Global Governance in Times of Polarisation dan sesi International Dialogue on Sustainable Development yang di isi oleh alumni MGG Programme.

Ini adalah kali pertama di tahun 2020 IAP2 Indonesia dalam mengisi sesi kegiatan workshop dan diskusi lanjutan. Hal ini menjadi sebuah energi positif untuk dapat menjadi peluang kolaborasi yang berkelanjutan.

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaPeningkatan Kualitas Forum Konsultasi Publik (FKP)

Sambutan dan tanggapan positif diberikan oleh peserta setela sesi kita (IAP2 Indonesia). Dalam sesi pentupan berbagai potensi kolaborasi di masa yang akan datang  didiskusikan.

pertemuan IAP2 Indonesia dengan Sumbar SDGs

Pertemuan IAP2 Indonesia dengan Sumbar SDGs

Padang – Dalam kesempatan kali ini IAP2 Indonesia di undang oleh sekumpulan anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Sumbar SDGs. Pertemuan berlangsung pada hari Sabtu, 1 Februari 2020, mulai pukul 08.00-11.00, di Cisangkuy Cafe GOR H. Agus Salim, Padang.

Aldi Muhammad Alizar menyambut dengan terbuka jika ada yang mau berkolaborasi dan memperkuat jejaring dengan IAP2 Indonesia. Termasuk dalam memenuhi undangan pertemuan diskusi dengan kalangan milenial. Beberapa pembahasan dari diskusi yang berlangsung adalah terkait dengan SDGs, NGO, penyampaian workplan dan peluang-peluang kolaborasi yang mungkin dapat dijajaki.

Komunitas Sumbar SDGs ini diawali oleh sekolompok anak muda yag tertarik dan peduli dengan TPB/SDGs. Komunitas ini sudah dibentuk semenjak satu tahun yang lalu, dan sudah mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah setempat dan lebaga GiZ. Hingga saat ini sudah terdapat sekitar 20 anggota anak muda dari berbagai universitas dan setara, yang akan terus bertambah kedepannya. Memenuhi legalitas menjadi hal penting yang saat ini terus diupayakan.

Namun, hal tersebut bukanlah menjadi sebuah hambatan dalam menjalankan agenda/workplan. Karena kedepan mereka akan menyelenggarakan SDGs festival di akhir September 2020 dan akan dilakukan serangkaian kegiatan sebelumnya. Dan IAP2 Indonesia diharapkan dapat mengambil peran untuk memberikan supervisinya.

Tentu, hal tersebut merupakan hal yang positif untuk dilakukan bersama. Mengingat SGDs ini memang perlu kemitraan yang multi-pihak untuk mencapai tujuan didalamnya.

Sertifikasi Profesional untuk Partisipasi Publik

Sertifikasi Profesional untuk Partisipasi Publik

Program Sertifikasi adalah program profesional baru yang tersedia untuk para anggota IAP2. Sertifikasi membuktikan, melalui penilaian independen, bahwa Anda telah memiliki pengetahuan dan keahlian dasar untuk melakukan peran profesional dalam bidang partisipasi publik. Sertifikasi profesional mensyaratkan adanya penilaian formal dan independent. IAP2 Kanada dan IAP2 USA sudah sepenuhnya mengimplementasikan program Sertifikasi yang disahkan oleh IAP2 International pada tahun 2014. Program ini menawarkan dua level sertifikasi: Certified Public Participation Professional (CP3) dan Master Certified Public Participation Professional (MCP3). Untuk saat ini, MCP3 saat ini tidak tersedia di Kanada.

Istilah Certified Public Participation Professional (CP3) atau Profesional Partisipasi Publik Bersertifikat menunjukkan bahwa Anda telah memenuhi atau melalui serangkaian kriteria yang diakui secara internasional sebagai praktisi P2. Dengan kata lain, Anda telah memiliki semua Kompetensi Inti (5) dan mempunyai “rekam jejak” yang mapan di lapangan. Hal tersebut tidak sama dengan yang menerima “Certificate of Completion” dalam Pelatihan Dasar-Dasar Partisipasi Publik IAP2.

Sertifikat CP3 diberikan setelah menyelesaikan dan evaluasi dari 3 langkah penilaian kandidat. Penilaian didasarkan pada 5 kompetensi inti dan 29 kriteria yang sesuai (corresponding criteria) untuk Amerika Serikat dan 31 untuk Kanada. Sertifikat MCP3 berfokus pada kompetensi lanjutan di luar pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan, perilaku, dan kemampuan yang dinilai di level CP3

Semua anggota IAP2 yang memiliki reputasi baik dan telah menyelesaikan Pelatihan Dasar-Dasar Partisipasi Publik IAP2 selama 5 hari (sebelumnya kursus Sertifikat) berhak untuk mendaftar.

Pelajari Lebih Lanjut IAP2 Kanada | IAP2 USA

Klik di sini untuk tenggat waktu aplikasi yang akan datang.

Informasi lebih lengkap klik di sini.

Sumber: https://www.iap2.org/page/professionalcertification