Beranda » Kegiatan

Category: Kegiatan

partisipasi iap2 dalam forum ksst

IAP2 Indonesia dalam Forum Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST)

Dalam mewujudkan kemitraan multipihak, IAP2 Indonesia belum lama ini berkesempatan untuk berpartisipasi pada Forum Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Forum ini berlangsung pada hari Rabu, 11 Maret 2020, bertempat di Ruang Rapat DH 3-5 Kementerian PPN/Bappenas.

Seperti kita ketahui bahwa KSST hadir sebagai salah satu bentuk modalitas kerjasama pembangunan internasional antar negara-negara berkembang. Maka dari itu pemerintah Indonesia menempatkan KSST sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sehingga diharapkan melalui KSST, pemerintah dapat meningkatkan kerja sama pembangunan untuk meningkatkan akses ke pasar non-tradisional Indonesia. Untuk dapat mengimplementasikan KSST dengan baik, koordinasi kebijakan antar pemangku kepentingan perlu lebih ditingkatkan lagi.

Untuk itu pemerintah dalam hal ini Kementerian PPN/Bappenas merasa perlu menyelenggarakan Forum KSST dengan fokus tema “Inovasi & Kemitraan KSST dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas”. Forum ini dihadiri oleh 30 institusi mewakili Kementerian/Lembaga, CSOs, sektor swasta & fialntropi, akademisi, media dan mitra pembangunan.

IAP2 Indonesia sebagai salah satu perwakilan dari CSOs hadir sebagai anggota utama dari Forum Kemitraan Multipihak untuk Pencapaian SDGs. Kehadiran IAP2 Indonesia diwakilakan oleh Yusdi Usman, Sheila Teta Carina, dan Andry Sose.

Adapun kegiatan forum ini adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman dari pelaksanaan KSST yang inovatif & dapat direpelikasi di tingkat daerah. Diharapkan pendapat/tinjauan strategis yang di peroleh dalam forum ini dapat menguatkan perencanaan KSST di Indonesia. Tentunya dengan di dukung keterlibatan pemangku kepentingan yang sinergis dan harmonis di dalamnya sehingga berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kedepannya.

Ikuti terus informasi terkini dari kami seputar partisipasi publik dan keterlibatan stakeholder, jangan sampai ketinggalan jadwal pelatihan, seminar, panel diskusi, dll dari IAP2 Indonesia di website dan sosial media kami.

partisipasi iap2 dalam mgg alumni meeting

Partispasi IAP2 Indonesia dalam MGG Alumni Meeting

Jakarta – IAP2 Indonesia baru-baru ini mendapatkan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam acara Managing Global Governance (MGG) alumni meeting. Acara ini berlangsung pada hari Selasa, 4 Februari 2020, bertempat di kantor pusat Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Acara ini dihadiri oleh beragam partisipan mulai dari kementerian, akademisi, private sector, dan lainnya. Aldi Muhammad Alizar sebagai Sekretaris IAP2 Internasional dan Ketua IAP2 Indonesia berkesempatan mengisi salah satu sesi dalam acara tersebut. Sesi Workshop: Multi-stakeholder Collaboration for 2030 Agenda, yang di fasilitasi oleh Sheila Teta Carina (MGG Academy 2017 dan Dewan Direksi IAP2 Indonesia).

Kegiatan dibuka oleh sambutan dari Pimpinan CSIS, Philips J. Vermonte. Dilanjutkan sambutan dari Kepala MGG Programme, Wulf Reiners. Kegiatan ini juga di isi oleh sesi Impulse & Discussion: The Power of Cooperation and Global Governance in Times of Polarisation dan sesi International Dialogue on Sustainable Development yang di isi oleh alumni MGG Programme.

Ini adalah kali pertama di tahun 2020 IAP2 Indonesia dalam mengisi sesi kegiatan workshop dan diskusi lanjutan. Hal ini menjadi sebuah energi positif untuk dapat menjadi peluang kolaborasi yang berkelanjutan.

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaPeningkatan Kualitas Forum Konsultasi Publik (FKP)

Sambutan dan tanggapan positif diberikan oleh peserta setela sesi kita (IAP2 Indonesia). Dalam sesi pentupan berbagai potensi kolaborasi di masa yang akan datang  didiskusikan.

pertemuan IAP2 Indonesia dengan Sumbar SDGs

Pertemuan IAP2 Indonesia dengan Sumbar SDGs

Padang – Dalam kesempatan kali ini IAP2 Indonesia di undang oleh sekumpulan anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Sumbar SDGs. Pertemuan berlangsung pada hari Sabtu, 1 Februari 2020, mulai pukul 08.00-11.00, di Cisangkuy Cafe GOR H. Agus Salim, Padang.

Aldi Muhammad Alizar menyambut dengan terbuka jika ada yang mau berkolaborasi dan memperkuat jejaring dengan IAP2 Indonesia. Termasuk dalam memenuhi undangan pertemuan diskusi dengan kalangan milenial. Beberapa pembahasan dari diskusi yang berlangsung adalah terkait dengan SDGs, NGO, penyampaian workplan dan peluang-peluang kolaborasi yang mungkin dapat dijajaki.

Komunitas Sumbar SDGs ini diawali oleh sekolompok anak muda yag tertarik dan peduli dengan TPB/SDGs. Komunitas ini sudah dibentuk semenjak satu tahun yang lalu, dan sudah mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah setempat dan lebaga GiZ. Hingga saat ini sudah terdapat sekitar 20 anggota anak muda dari berbagai universitas dan setara, yang akan terus bertambah kedepannya. Memenuhi legalitas menjadi hal penting yang saat ini terus diupayakan.

Namun, hal tersebut bukanlah menjadi sebuah hambatan dalam menjalankan agenda/workplan. Karena kedepan mereka akan menyelenggarakan SDGs festival di akhir September 2020 dan akan dilakukan serangkaian kegiatan sebelumnya. Dan IAP2 Indonesia diharapkan dapat mengambil peran untuk memberikan supervisinya.

Tentu, hal tersebut merupakan hal yang positif untuk dilakukan bersama. Mengingat SGDs ini memang perlu kemitraan yang multi-pihak untuk mencapai tujuan didalamnya.

Sertifikasi Profesional untuk Partisipasi Publik

Sertifikasi Profesional untuk Partisipasi Publik

Program Sertifikasi adalah program profesional baru yang tersedia untuk para anggota IAP2. Sertifikasi membuktikan, melalui penilaian independen, bahwa Anda telah memiliki pengetahuan dan keahlian dasar untuk melakukan peran profesional dalam bidang partisipasi publik. Sertifikasi profesional mensyaratkan adanya penilaian formal dan independent. IAP2 Kanada dan IAP2 USA sudah sepenuhnya mengimplementasikan program Sertifikasi yang disahkan oleh IAP2 International pada tahun 2014. Program ini menawarkan dua level sertifikasi: Certified Public Participation Professional (CP3) dan Master Certified Public Participation Professional (MCP3). Untuk saat ini, MCP3 saat ini tidak tersedia di Kanada.

Istilah Certified Public Participation Professional (CP3) atau Profesional Partisipasi Publik Bersertifikat menunjukkan bahwa Anda telah memenuhi atau melalui serangkaian kriteria yang diakui secara internasional sebagai praktisi P2. Dengan kata lain, Anda telah memiliki semua Kompetensi Inti (5) dan mempunyai “rekam jejak” yang mapan di lapangan. Hal tersebut tidak sama dengan yang menerima “Certificate of Completion” dalam Pelatihan Dasar-Dasar Partisipasi Publik IAP2.

Sertifikat CP3 diberikan setelah menyelesaikan dan evaluasi dari 3 langkah penilaian kandidat. Penilaian didasarkan pada 5 kompetensi inti dan 29 kriteria yang sesuai (corresponding criteria) untuk Amerika Serikat dan 31 untuk Kanada. Sertifikat MCP3 berfokus pada kompetensi lanjutan di luar pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan, perilaku, dan kemampuan yang dinilai di level CP3

Semua anggota IAP2 yang memiliki reputasi baik dan telah menyelesaikan Pelatihan Dasar-Dasar Partisipasi Publik IAP2 selama 5 hari (sebelumnya kursus Sertifikat) berhak untuk mendaftar.

Pelajari Lebih Lanjut IAP2 Kanada | IAP2 USA

Klik di sini untuk tenggat waktu aplikasi yang akan datang.

Informasi lebih lengkap klik di sini.

Sumber: https://www.iap2.org/page/professionalcertification

Kolaborasi SGPP dan IAP2

Kolaborasi SGPP dan IAP2 : Perjalanan untuk Kemajuan Bersama

Jakarta – Pertemuan tahunan IAP2 Indonesia yang diselenggarakan Kamis, 5 Desember 2019 di Mula by Galeria, Cilandak, Jakarta Selatan, salah satunya menghadirkan Ony A. Jamhari, CEO dari School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia. SGPP merupakan mitra IAP2 Indonesia sejak tahun 2018, termasuk dalam menyelenggarakan International Forum on Public Participation and Stakeholder Engagement for Sustainable Development Goals (IFP2SE) pada 29 April – 1 Mei 2019 di Bangkok, Thailand.

Dalam sesi sharing bersama Ony A. Jamhari, ia memperkenalkan profil SGPP yang saat ini sudah berjalan lima tahun. Memiliki kampus yang berlokasi di Sentul, Bogor, SGPP memiliki 30-40 siswa di setiap angkatannya. Salah satu hal yang khas di SGPP adalah, setiap Senin pagi, mereka selalu mengadakan kuliah umum dengan berbagai topik dan pembicara yang ahli di bidangnya. Di angkatan ke-6 sekarang ini, SGPP memiliki satu kegiatan baru yaitu sesi Passion Talk, yang mana setiap mahasiswa akan mempresentasikan satu topik tertentu, mengenai expertise mereka atau hal-hal yang menjadi passion  mereka. Dalam setahun ini, rencananya ada 40 passion talk dan semua itu akan didokumentasikan oleh SGPP.

Terkait kerja sama SGPP dengan IAP2 Indonesia, Ony mengungkapkan kemitraan ini telah membawa energi positif bagi kedua belah pihak. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci keberhasilan bagi instansi dan perorangan untuk dapat terus eksis dan tumbuh berkembang di zaman yang serba cepat ini. Bukan lagi berbicara siapa yang paling unggul tetapi apa yang dapat dilakukan bersama-sama untuk mencapai misi yang identik.

Untuk itu sejak ditandatanganinya MoU antara SGPP Indonesia dengan IAP2 Indonesia pada tahun 2018, komitmen untuk menjalin kerjasama terus dipupuk hingga saat ini. Kolaborasi dilakukan dalam lingkup kegiatan, antara lain, pertukaran bahan ilmiah, publikasi, dan informasi; konferensi bersama, program akademik, dan kegiatan budaya; kegiatan dan publikasi penelitian bersama; dan program kolaboratif akademik bersama. Di tahun 2020, kegiatan kolaboratif antara SGPP dan IAP2 Indonesia diharapkan bisa berkembang lebih jauh dan berdampak luas di masyarakat.

Pertemuan IAP2 Indonesia dan Mitra di Penghujung 2019

Pertemuan IAP2 Indonesia dan Mitra di Penghujung 2019

Jakarta – IAP2 Internasional telah hadir sebagai pelopor partisipasi publik di berbagai negara sejak tahun 1990. Dan, pada tahun 2012, IAP2 afiliasi Indonesia berdiri sampai saat ini.


Menyambut 2020, IAP2 Indonesia mengadakan pertemuan tahunan untuk dewan direksi, anggota, mitra dan para penggiat partisipasi publik pada hari Kamis, 5 Desember 2019 di Mula by Galeria, Cilandak, Jakarta Selatan. Salah satu acara dalam pertemuan tersebut adalah sesi sharing dari Ony A. Jamhari, CEO dari School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia, dan Yusdi Usman, anggota Dewan Direksi IAP2 Indonesia, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi.


Selama 8 tahun, IAP2 Indonesia mengalami pasang surut, namun lembaga ini terus membangun sinergi dengan berbagai pihak agar semakin berkembang dan berdampak luas. Dimulai dari diseminasi tentang pentingnya partisipasi publik sampai membangun kolaborasi dan kemitraan dengan lembaga lokal, nasional dan internasional untuk meningkatkan kualitas partisipasi publik dan melaksanakan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, khususnya tujuan 16 dan 17.


Pertemuan tahunan juga menjadi ruang refleksi bagi IAP2 Indonesia selama setahun terakhir ini. Berbagai kegiatan telah diselenggarakan. Secara internal, NGOPAS (Ngobrolin Partisipasi) telah empat kali diselenggarakan dengan menghadirkan pembicara yang pakar di bidangnya. Salah satunya adalah Stuart Waters dari Twyfords.


Selain itu, IAP2 Indonesia menyelenggarakan forum berskala internasional di Bangkok, yaitu Internasional Forum on Public Participation and Stakeholder Engagement (IFP2SE) pada 29 April – 01 Mei 2019. Dihadiri oleh 90 peserta dari beberapa negara, seperti Indonesia, Thailand, Afrika Selatan, Bhutan, Australia, Canada, Amerika Serikat dan Filipina, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara International Association for Public Participation (IAP2), School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia, dan United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP).


IFP2SE menjadi ajang berkumpulnya para pemangku kepentingan dalam bidang partisipasi publik dan pelibatan multi-pihak untuk bertukar pendapat dan pengalaman di negaranya, khususnya terkait agenda global, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi IAP2 Indonesia karena untuk pertama kalinya menjadi host kegiatan berskala internasional.


Selama 2019, IAP2 Indonesia juga telah berkontribusi sebagai pemateri dan co-host dalam serangkaian kegiatan besar seperti Pelatihan Nasional Localise SDGs yang diselenggarakan oleh UCLG ASPAC dan APEKSI, Asia Pacific Urban Forum ke 7 di Penang, Malaysia dan Forum Kemitraan Multi-Pihak (MSP Day) bertema “Berbagi Praktik Inovasi Kemitraan Multi-Pihak dalam Pembangunan untuk Pencapaian Agenda 2030” bersama Bappenas, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, dan UCLG ASPAC.


Tidak hanya kegiatan secara fisik, IAP2 Indonesia juga berbagi informasi seputar partisipasi publik dan kegiatan IAP2 Internasional maupun Indonesia di dunia maya. Melalui akun media sosialnya, IAP2 Indonesia berupaya mempromosikan pentingnya partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan dan penyelenggaran pembangunan, terutama bagi kaum muda yang aktif menggunakan media sosial (dengan sasaran 18-24 dan 25-35 tahun).


Dalam pertemuan tahunan, rencana kerja IAP2 Indonesia 2020 dipaparkan dalam sesi terakhir. Beberapa rencana kolaborasi strategis yang melibatkan Bappenas, UNESCAP, SGPP dan GWP SEA menjadi fokus kerja setahun ke depan. Beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan adalah Pelatihan, Riset, Advokasi dan Pengembangan Platform Multipihak untuk sektor air. Sebagian besar dari kegiatan tersebut ditujukan untuk mendorong International Year of Participation 2021.


Kemajuan pesat IAP2 Indonesia dalam kurun waktu setahun terakhir ini memicu semangat bagi pengurus, mitra dan anggota IAP2 Indonesia untuk semakin berkiprah dalam memajukan partisipasi publik di Indonesia dan global. Harapannya, melalui partisipasi publik, kebijakan dan pembangunan menjadi semakin berkualitas, adil dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

IAP2 Indonesia Berkiprah di APUF-7 Penang

IAP2 Indonesia Berkiprah di APUF-7 Penang

Asia-Pacific Urban Forum (APUF-7) telah berlangsung pada 15-17 Oktober 2019 di Penang, Malaysia. Forum ini merupakan kegiatan terbesar di Asia Pasifik yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk isu perkotaan dan dihadiri oleh para pembuat kebijakan, pemateri yang ahli dibidangnya, pemimpin dari pemerintah nasional & daerah, sektor swasta, komunitas penelitian, dan masyarakat sipil. Diselenggarakan oleh United Nations Economic and Social Commisions for Asia and the Pacific (UNESCAP) dan United Nations Human Settlement Programme (UN-HABITAT), APUF-7 tahun ini mengangkat tema “Future of Asia and Pacific Cities: Transformative Pathways to Achieve the 2030 Agenda for Sustainable Development”.

Untuk pertama kalinya, IAP2 Indonesia yang diwakili oleh Aldi Muhammad Alizar, selaku Ketua IAP2 Indonesia, ikut serta dalam APUF dan berkontribusi dalam tiga sesi. Sesi pertama “Reclaiming Urban Common Through Social Production“, membahas lebih rinci tentang partisipasi masyarakat kurang mampu di perkotaan dalam mereklamasi kampung mereka sebagai bagian dari wilayah perkotaan dan penguatan hubungan antara mereka dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Sesi kedua mengangkat tema “Meeting the Asian urban Challenges: Where are we in the realization of localizing SDGs” dan “SDG VLR-Lab (Voluntary Local Review for SDGs)” diselenggarakan secara kolaboratif oleh Institute for Global Environmental Strategies (IGES) Japan , IAP2 Indonesia, dan United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC). Sesi-sesi ini membahas kemajuan dari implementasi Agenda 2030 dan mekanisme pemantauan SDGs di tingkat lokal.

Dalam kesempatan ini IAP2 Indonesia berbagi pembelajaran dan praktik terbaik dari kemitraan IAP2-UNESCAP untuk memajukan praktik partisipasi publik dan pelibatan pemangku kepentingan dalam Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan. Banyak upaya dan inisiatif yang telah dilakukan dalam mendukung kemitraan, beberapa di antaranya adalah pengembangan modul pelatihan, bantuan teknis untuk VNR di negara-negara tertentu, dan pengembangan alat penilaian dan perencanaan untuk keterlibatan pemangku kepentingan yang berkualitas.

APUF-7 di Penang, Malaysia, memberikan peluang bagus untuk berbagi inisiatif dan melibatkan lebih banyak organisasi untuk menerapkannya dalam implementasi Agenda 2030 mereka di tingkat nasional dan lokal. Dengan ini, diharapkan kemitraan UNESCAP dan IAP2 akan menjadi lebih kuat dan memiliki dampak yang lebih besar ke depan.

Sumber: https://www.iap2.org/news/477652/IAP2-Indonesia-represented-at-the-Seventh-Asia-Pacific-Urban-Forum-in-Penang.htm

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Pelibatan dan Partisipasi Masyarakat Untuk Kota Pintar/Smart City

audit partisipasi publik

IAP2 Merilis Request for Proposal (RFP) untuk Audit Keanekaragaman, Kesetaraan, dan Inklusi

IAP2 saat ini sedang menjalani proses evaluasi dan perubahan organisasi. Dalam konteks ini IAP2 berupaya memastikan bahwa organisasi yang dibangun ini adalah perwakilan kelas dunia, inklusif, dan organisasi yang relevan secara luas. IAP2 percaya bahwa untuk mencapai misinya sebagai organisasi profesional yang mendedikasikan diri untuk memajukan dan memperluas praktik partisipasi publik, serta untuk tetap berpengaruh di masa depan, maka diperlukan representasi yang aktif dan merangkum informasi beragam perspektif, ide, dan pengaruh.

Merujuk dari latar belakang tersebut, Dewan Internasional IAP2 telah memutuskan untuk melakukan audit keragaman organisasi sebagai bagian dari proses perubahan dan mencari mitra untuk melakukan audit yang diusulkan. Tujuan besar audit ini adalah untuk menginformasikan langkah-langkah perubahan organisasi yang akan meningkatkan dan mempertahankan keragaman dalam IAP2 di seluruh dimensi yang diuraikan di atas.

Informasi selengkapnya

Sumber: https://www.iap2.org/news/476314/IAP2-Releases-RFP-for-a-Diversity-Equity-and-Inclusion-Audit.htm

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Hasil Pertemuan Dewan Federasi IAP2 di Charlotte

smart city

Pelibatan dan Partisipasi Masyarakat Untuk Kota Pintar/Smart City

Jakarta – Untuk memperluas pengetahuan mengenai partisipasi publik, IAP2 Indonesia mengadakan diskusi rutin, NGOPAS, pada hari Rabu, 2 Oktober 2019. Bertempat di Estubizi co-working space, NGOPAS kali ini mengundang Hari Kusdaryanto sebagai narasumber terkait pengembangan derah pintar (Smart City). Saat ini ia aktif sebagai Chief Strategic Officer di Cityasia.

Smart City atau daerah pintar, menurut Hari, adalah kawasan atau daerah yang mampu mengelola sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), dan anggaran secara efektif dan efisien untuk untuk menjawab masalah prioritas, meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan daya saing.

Smart city tidak hanya bicara tentang penggunaan teknologi yang canggih. Tetapi “pintar” di sini adalah bagaimana daerah bisa melahirkan inovasi-inovasi untuk menyelesaikan persoalan seperti kemacetan, limbah, kriminalitas, keterbatasan ruang terbuka hijau, dan kualitas SDM. Lebih jauh lagi, daerah pun dituntut untuk mengembangkan “cara pintar” dalam meningkatkan daya saing. Terutama untuk menarik investasi dan devisa. Berbagai sektor baru pun kini mulai dilirik untuk mendatangkan pendapatan daerah dan meningkatkan ekonomi lokal, misalnya pariwisata, MICE (Meetings, incentives, conferences and exhibitions), dan penyelenggaran event nasional maupun internasional (olaharaga, fashion, dll).

Di Indonesia, Gerakan 100 Smart Cities menjadi sebuah gebrakan yang menunjukkan keseriusan Pemerintah untuk bersaing dengan kota-kota di negara lain. Gerakan ini diprakarsai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Presiden (KSP).

Diluncurkan saat Indonesia Smart City Summit 2017, 100 Smart Cities telah memasuki tahun ketiga dalam membimbing kabupaten/kota untuk menyusun Smart City Masterplan. Tahun ini telah terpilih 25 kabupaten/kota untuk menggenapkan 100 daerah yang ditargetkan. Dua puluh lima kabupaten/kota ini akan mengikuti program pendampingan selama tahun 2019.

Dalam konsep smart city, ada 6 aspek yang dibangun, yaitu: smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment. Aspek smart society menunjukkan bahwa peran masyarakat adalah esensial. Dalam menjamin keberlanjutan suatu kota pintar, maka pelibatan dan partisipasi masyarakat yang pintar menjadi suatu keniscayaan.

Beberapa daerah menyadari hal tersebut. Banyuwangi adalah salah satunya. Kabupaten di Jawa Timur ini mewujudkan smart society melalui program smart kampung. Program ini memfasilitasi warganya untuk mempelajari ketrampilan seperti menari, membuat kostum karnaval, Bahasa Inggris, dan videografi untuk menunjang festival-festival yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten. Dengan ketrampilan yang memadai, warga mendapatkan keuntungan ekonomi dari wisatawan yang datang menghadiri festival-festival tersebut. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi mengalami peningkatan. Banyuwangi pun berhasil merubah citra dari “Kota Santet” menjadi “Kota Festival.”

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaPerkembangan IAP2 Indonesia

Tentu saja, banyak cara untuk melibatkan masyarakat dalam membangun smart cities di Indonesia. Pemerintah daerah bisa melakukan seperti yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi: membangun ekosistem pembejalaran untuk komunitas. Atau, Pemda juga bisa memberdayakan start-ups lokal untuk mengembangkan inovasi lokal yang menjawab kebutuhan daerah. Banyak inisiatif lokal yang bisa ditemukan dalam membangun smart society.  Intinya adalah, jika partisipasi warga dapat dikelola dengan baik oleh Pemda, maka kota pintar menjadi pilihan tepat untuk pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. 

dewan federasi

Hasil Pertemuan Dewan Federasi IAP2 di Charlotte

Carolina Utara – Salam hangat dari para Dewan Federasi IAP2 untuk kita semua. Setelah melakukan pertemuan di Charlotte, Carolina Utara, dewan federasi mengumumkan perkTembangan dan perubahan-perubahan dalam badan IAP2.

Gambar ini sangat membantu dalam menyusun rencana kerja strategis Dewan Pengurus IAP2 Intl. 2019-2020

Pertemuan yang berlangsung pada tanggal 8-9 September 2019 dihadiri oleh Kylie Cochrane (ANZ dan Int. Chair), Jay Vincent (Amerika Serikat), Aldi Muhammad Alizar (Indonesia), Tim Hart (Afrika Selatan), Mandi Davidson (ANZ), John Poynton (Amerika Serikat), Bruce Gilbert (Kanada), dan Catherine Rockandel (Kanada). Perwakilan IAP2 di Italia tidak berpartisipasi dalam pertemuan. Ada tiga hal yang menjadi hasil pertemuan ini, yaitu pengakuan akan keberagaman dalam praktik partisipasi publik, proses perubahan internasional, dan pengaturan untuk wilayah baru.

Para Dewan Federasi Saat Makan Siang Bersama

Pengakuan keberagaman dalam praktik partisipasi publik

Hidup dalam keberagaman dan kompleksitas yang begitu luas menjadi tantangan untuk menghadirkan pelatihan dan praktik partisipasi publik yang relevan dan benar-benar mencerminkan keberagaman komunitas. Karena itu, Dewan Federasi membentuk audit keanekaragaman (audit diversity). Audit ini mencakup aspek-aspek kerja IAP2 yaitu: struktur organisasi, peran, dinamika kekuasaaan, inklusivitas, dan aksesibilitas. Beberapa hal yang akan diaudit adalah produk pelatihan dan mitra penyelenggara, kesempatan dalam hal kepempimpinan di dalam organisasi dan sebagainya. Kami juga akan meminta aksi nyata untuk memastikan bahwa kita sudah selaras dan mendukung prinsip akses dan respek yang dimuat dalam Kode Etika kita.

Sementara waktu, kami pun telah merevisi kriteria untuk calon partisipan untuk program Train the Trainer agar hambatan-hambatan berpartisipasi dalam dieliminasi.

Proses perubahan internasional

Dua perubahan utama yang dihasilkan dalam pertemuan ini, yaitu model pendanaan dan pemilihan anggota dewan internasional.

Dewan Federasi mentapkan model pendanaan baru untuk mendukung organisasi internasional dan refional yang kuat dan berkelanjutan. Mulai tahun 2020, lima puluh persen dari biaya keanggotaan akan dialokasikan untuk mendukung IAP2 Internasional, dan lima puluh persen sisanya untuk regional.

Dengan skema ini, IAP2 di tingkat regional juga akan lebih kuat secara finansial karena mereka akan menerima biaya lisensi pelatihan untuk pertama kalinya. Ini adalah tonggak penting dalam proses perubahan. Hal tersebut memungkinkan IAP2 internasional dan regional bergerak menuju model baru pada tahun 2020.

Kami juga telah mengembangkan rencana yang menjadi panduan bagi dewan internasional mulai tahun 2020. Ada beberapa prioritas utama untuk dipertimbangkan, yakni: pengembangan seperangkat jalur (pathways) dan modul pembelajaran global yang koheren, terkini dan terkemuka, pengembangan metode untuk memastikan bahwa IAP 2 memiliki mitra penyampai (delivery partners) yang terampil, beragam, aktif terlibat. Selain itu, IAP2 terus berupaya mengadvokasi agar PBB mengakui 2021 sebagai Tahun Partisipasi Internasional dan mendukung pertumbuhan afiliasi di wilayah Indonesia, Afrika Selatan, dan Amerika Latin. Hal lain yang tak kalah penting adalah mengembangkan agenda penelitian global.

Selanjutnya, pertemuan juga menghasilkan beberapa rencana proyek yang yang dilakukan mulai 2020, yaitu: Peninjauan kembali janji organisasi (brand promise) dan materi promosi (collateral materials), Peninjauan kembali Standar Jaminan Kualitas IAP2, Proyek penelitian State of the Practice, Peninjauan kembali program sertifikasi dan penjajakan untuk akreditasi profesional, Pengembangan perlengkapan pemeriksaan audit untuk proyek dan organisasi, Peninjaun kembali Penghargaan untuk Core Values, Pengembangan cara untuk belajar dan mengembangkan praktik terbaik dan yang akan datang, Pengembangan strategi advokasi internasional, dan Penjajakan untuk ekspansi IAP2 ke Kawasan/wilayan baru di seluruh dunia.

Keputusan terbaru lainnya adalah pada tahun 2020, untuk pertama kalinya, anggota dewan internasional dapat dipilih secara langsung oleh anggota di setiap wilayah. Dengan ini diharapkan mereka dapat meninjau prioritas tersebut pada awal 2020 serta mengembangkan rencana strategis yang komprehensif untuk organisasi internasional yang baru.

Ucapan selamat diberikan kepada Ketua Kylie Cochrane yang menerima penghargaan ‘Inspirational Leadership Award’ perdana di Core Value Awards. Kylie diakui dan dihargai karena kepemimpinannya yang berani serta kontribusinya yang luar biasa terhadap praktik partisipasi publik.

Saat menerima penghargaan, Kylie berterima kasih kepada semua sukarelawan yang telah bekerja keras dan membantu IAP2 sampai di posisi sekarang ini.

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: 2019 Profesional Bersertifikat dari Amerika Utara Diumumkan

Dewan Federasi memahami bahwa organisasi IAP2 semakin mendekati tanggal transisi, 1 Januari 2020. Karena belum ada kesepakatan terkait proses pelatih berlisensi, maka Pengurus memutuskan untuk memperpanjang lisensi saat ini hingga akhir tahun 2020 agar ada kepastian bagi mereka sampai 15 bulan ke depan. Pendapatan dari pelatihan akan dialokasikan ke IAP2 regional mulai 1 Januari 2020 dan Gugus Tugas Operasional (Operations Task Force) akan mempertimbangkan bagaimana biaya lisensi akan dibayarkan di tahun 2020 supaya prosesnya sederhana bagi semua orang.

Pengaturan kawasan baru

Dewan Federasi juga telah merevisi kerangka kerja untuk wilayah baru dari seluruh dunia yang ingin masuk menjadi keluarga IAP2.

Mulai 2020, IAP2 akan memiliki tiga jenis status badan regional: emerging status (wilayah yang baru memulai), provisional status (daerah yang telah menyelesaikan formal agreement dan telah berpartisipasi dalam IAP2 internasional tetapi tidak memilih), dan yang ketiga adalah full status (wilayah dengan hak suara di IAP2 Internasional).

Wilayah dengan status emerging dan provisional akan disediakan pendampingan dan dukungan dari IAP2 Internasional dan IAP2 regional agar mereka mendapatkan status Penuh.