Beranda » Uncategorized

Category: Uncategorized

partisipasi iap2 dalam lokalatih sustainability report

Partisipasi IAP2 Indonesia dalam Lokalatih Sustainability Report

Isu keberlanjutan akhir-akhir ini sudah menjadi trend bagi para pelaku bisnis dan lembaga/instansi serta praktisi profesional. Semangat untuk mulai memberi manfaat dan dampak postif pada aspek ekonomi, lingkungan dan sosial mulai meningkat. Hal tersebut membuat para pelaku dan praktisi mencoba untuk memberikan perhatian khusus pada setiap kegiatan operasional dan produksi agar berkelanjutan.

Setiap upaya dan strategi yang dilakukan oleh pelaku usaha bisnis dan lembaga/instansi perlu untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas. Untuk itu  dibutuhkan kapasitas bagi para pelaku usaha bisnis dan lembaga/instansi untuk dapat mengolah data menjadi informasi yang valid dan relevan yang kemudian terkomunikasikan dengan baik pada laporan keberlanjutan.

Pelaporan keberlanjutan haruslah memenuhi standar yang berlaku secara internasional untuk dapat meningkatkan daya saingnya di pasar global. Untuk itu para pelaku bisnis dan lembaga/instansi perlu mengetahui lembaga/organisasi mana yang menyediakan standarisasi dalam pelaporan keberlanjutan/sustainability reporting

Dalam hal ini Anwar Muhammad Foundation (AMF) bekerjasama dengan Global Reporting Initiative (GRI) memberikan lokalatih para pelaku usaha UMKM dan organisasi nirlaba untuk dapat meningkatkan kapasitasnya dalam menyusun laporan keberlanjutan/sustainability report yang sesuai dengan standar GRI. GRI adalah organisasi internasional independen yang telah memelopori pelaporan keberlanjutan sejak 1997.

Untuk itu IAP2 Indonesia ikut berpartisipasi dalam lokalatih yang diadakan pada Kamis dan Jumat, 20-21 Februari 2020. Bertempat di Mula by Galeria, Cilandak Town Square, kegiatan lokalatih berjalan dengan baik dan lancar. Dipandu oleh pemateri dari Aldi Muhammad Alizar (Founder AMF) dan Sheila Teta Carina. Peserta yang hadir datang dari berbagai UMKM yang memiliki fokus ke produk pertanian dan organik serta lembaga nirlaba seperti IAP2 Indonesia. 

Dengan mengusung tema “Laporan Berkelanjutan untuk Mendukung Pengembangan Bisnis Bagi Pelaku UMKM”, materi yang diberikan seputar pengenalan GRI dan AMF, POJK 51, Standar GRI 101, 102, 103, 200, 300, dan 400. GRI juga memberikan akses terhadap platform digital dan template secara gratis untuk dapat dimanfaatkan oleh UMKM dalam menulis laporannya yang akan dibantu secara berkala oleh GRI.

Baca juga seri kabar dalam negeri lainnya: Partispasi IAP2 Indonesia dalam MGG Alumni Meeting

Bagi IAP2 Indonesia kegiatan lokalatih ini sangat bermanfaat dan penting sekali untuk dapat diikuti oleh seluruh UMKM dan lembaga/instansi di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan di era global saat ini dan dengan adanya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) menuntut para stakeholder dapat saling bermitra dengan pihak lainnya untuk dapat bersama-sama meningkatkan dampak positif dalam aspek ekonomi, lingkungan dan sosial masyarakat.

Ikuti terus informasi terkini dari kami seputar partisipasi publik dan keterlibatan stakeholder, jangan sampai ketinggalan jadwal pelatihan, seminar, panel diskusi, dll dari IAP2 Indonesia. Pantau terus perkembangannya di website dan sosial media IAP2 Indonesia.

tantangan dan peluang partisipasi publik di indonesia

Refleksi Partisipasi Publik di Indonesia: Tantangan dan Peluang IAP2 Indonesia di 2020

Jakarta – IAP2 Indonesia hadir di Indonesia sebagai salah satu lembaga yang berfokus pada kemajuan partisipasi publik  sejak tahun 2012 sampai sekarang. Menjelang akhir 2020, tepatnya Kamis, 5 Desember 2019 di Mula by Galeria Cilandak, IAP2 Indonesia mengadakan silaturahmi antar dewan pengurus, mitra dan para penggiat partisipasi publik. Sebagai salah satu pembicara adalah Yusdi Usman, anggota Dewan Pengurus IAP2 Indonesia dan kandidat doktor Universitas Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Yusdi Usman berbagi perspektif tentang tantangan perkembangan partisipasi publik serta peluang untuk mendorong partisipasi publik lebih kuat.

Tantangan Partisipasi Publik di Indonesia

Ada tiga perspektif partisipasi publik yang dikenal, yaitu partisipasi publik sebagai bagian dari citizenship (kewarganegaraan), partisipasi publik sebagai hak dasar, dan partisipasi sebagai demokrasi deliberatif. Di negara maju, yang mana warganya cukup kuat memahami hak dan kewajibannya, “partisipasi” dalam kehidupan bernegara sudah menjadi hal yang biasa dan terlihat begitu aktif. Terlebih lagi dalam mengkritisi kebijakan publik yang dirasa kurang relevan.

Namun, dalam konteks Indonesia, kedua perspektif pertama masih lemah. Hak-hak warga negara belum begitu melekat dalam kesadaran publik, demikian ungkap Yusdi. Sehingga masyarakat kurang aktif dalam mengambil inisiatif. Selain itu, wadah untuk berpartipasi belum maksimal. Seperti contoh saat ada lubang-lubang di trotoar di suatu daerah di Indonesia. Bagaimana cara masyarakat sekitar untuk dapat berpartisipasi dalam memperbaiki lubang tersebut? Belum ada platform yang efektif untuk mewadahinya.

Perspektif ketiga adalah partisipasi publik yang dikembangkan oleh IAP2, yang mana partisipasi merupakan bagian dari demokrasi yang deliberatif. Sementara itu, demokrasi liberal dalam perkembangannya di Indonesia menciptakan relasi kekuasaaan antara yang powerless dan powerful. Akibatnya adalah masyarakat (powerless) terbatas berpartisipasi dalam memutuskan kebijakan. Suara mereka diwakili oleh parlemen, yang sering kali tidak menyuarakan kepentingan rakyat bawah. Oleh karenanya, Yusdi menekankan perlunya mekanisme lain dimana demokrasi deliberatif bisa masuk/hadir.

Proses deliberasi dilakukan melalui konsultasi dan musyawarah, khususnya terkait kebijakan dan proses pembangunan. IAP2 Indonesia, melalui konsep spektrum partisipasi publik, dapat memperkuat proses tersebut. Dimulai dari tingkat Inform sampai kepada Empower. Empower ini merupakan spektrum paling akhir (ke-lima) setelah Inform, Consult, Involve dan Collaborate, dimana sebuah keputusan-keputasan kebijakan ada di tangan publik.

Penerapan tingkatan partipasi berdasarkan spektrum IAP2 memang tidak mudah dan cukup menantang. Namun, kondisi pendukung telah tersedia di Indonesia, misalnya praktik demokrasi sudah berjalan dari sisi prosedural (belum sisi substansi). Selain itu juga ada perencanaan pembangunan nasional yang berbasis fakta/evidence based, yang mana ini dapat membuka ruang publik untuk ikut terlibat dalam menghadirkan data hasil riset. Faktor SDGs juga sebagai pendukung karena  mensyaratkan kemitraan multi-pihak untuk mencapai tujuan SDGs 2030, khususnya pada tujuan ke-17.

Masalahnya adalah, dalam tingkat publik yang lebih luas, partisipasi di Indonesia masih terbatas. Salah satu kekuatan demokrasi atau partisipasi publik terletak pada kelas menengah yang membesar, dengan ciri salah satunya adalah berpendidikan yang tinggi. Namun data BPS 2019 menunjukkan bahwa hanya 7% masyarakat Indonesia yang memiliki Pendidikan tinggi (3% diploma dan 4% sarjana), 76% adalah tamatan SD-SMA/SMK, selebihnya 17% bahkan tidak tamat SD dan tidak bersekolah.

Dengan mayoritas penduduk berada dalam golongan Pendidikan rendah, demokrasi dan partisipasi publik menjadi tantangan tersendiri. Ada kecenderungan bahwa politisi memanipulasi kemiskinan dan kebodohan untuk mempertahankan kekuasaan. Dengan demikian, mempengaruhi partisipasi publik di Indonesia sangat tergantung relasi kuasa. Mereka yang powerful memiliki akses terhadap kebijakan publik, tetapi pertanyaannya apakah orang-orang yang powerful ini yang mencoba mempengaruhi kebijakan publik juga mewakili golongan mayoritas (yang notabene tamatan SD-SMA/SMK, tidak tamat SD dan tidak bersekolah)?

Kondisi tersebut menyimpulkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia kurang partisipatif. Dan SDGs dengan semangat No One Left Behind-nya mencoba masuk ke golongan powerless ini. Maka pilihan pragmatis yang bisa kita lakukan adalah memperkuat kemitraan dengan pemerintahan, memperkuat pengetahuan melalui riset, yang sudah dilakukan adalah melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan seperti SGPP Indonesia atau UI, atau dengan menjalin kolaborasi dengan ormas besar seperti NU atau Muhammadiyah, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, langkah prioritas yang perlu diambil IAP2 Indonesia adalah memperkuat partisipasi publik di kalangan powerful dan powerless.  

Referensi

Usman, Yusdi (2019). Tantangan Partisipasi Publik di Indonesia. Jakarta: Unpublished. Dipresentasikan pada Pertemuan Akhir Tahun IAP2 2019.

Tulisan ini disadur oleh Admin Sekretariat IAP2 Indonesia dari presentasi Yusdi Usman dalam Pertemuan Akhir Tahun yang diadakan IAP2 Indonesia pada hari Kamis, 5 Desember 2019. Yusdi Usman adalah salah satu Dewan Pengurus IAP2 Indonesia dan ahli Sosiologi.

IAP2 Indonesia Berkiprah di APUF-7 Penang

IAP2 Indonesia Berkiprah di APUF-7 Penang

Asia-Pacific Urban Forum (APUF-7) telah berlangsung pada 15-17 Oktober 2019 di Penang, Malaysia. Forum ini merupakan kegiatan terbesar di Asia Pasifik yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk isu perkotaan dan dihadiri oleh para pembuat kebijakan, pemateri yang ahli dibidangnya, pemimpin dari pemerintah nasional & daerah, sektor swasta, komunitas penelitian, dan masyarakat sipil. Diselenggarakan oleh United Nations Economic and Social Commisions for Asia and the Pacific (UNESCAP) dan United Nations Human Settlement Programme (UN-HABITAT), APUF-7 tahun ini mengangkat tema “Future of Asia and Pacific Cities: Transformative Pathways to Achieve the 2030 Agenda for Sustainable Development”.

Untuk pertama kalinya, IAP2 Indonesia yang diwakili oleh Aldi Muhammad Alizar, selaku Ketua IAP2 Indonesia, ikut serta dalam APUF dan berkontribusi dalam tiga sesi. Sesi pertama “Reclaiming Urban Common Through Social Production“, membahas lebih rinci tentang partisipasi masyarakat kurang mampu di perkotaan dalam mereklamasi kampung mereka sebagai bagian dari wilayah perkotaan dan penguatan hubungan antara mereka dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Sesi kedua mengangkat tema “Meeting the Asian urban Challenges: Where are we in the realization of localizing SDGs” dan “SDG VLR-Lab (Voluntary Local Review for SDGs)” diselenggarakan secara kolaboratif oleh Institute for Global Environmental Strategies (IGES) Japan , IAP2 Indonesia, dan United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC). Sesi-sesi ini membahas kemajuan dari implementasi Agenda 2030 dan mekanisme pemantauan SDGs di tingkat lokal.

Dalam kesempatan ini IAP2 Indonesia berbagi pembelajaran dan praktik terbaik dari kemitraan IAP2-UNESCAP untuk memajukan praktik partisipasi publik dan pelibatan pemangku kepentingan dalam Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan. Banyak upaya dan inisiatif yang telah dilakukan dalam mendukung kemitraan, beberapa di antaranya adalah pengembangan modul pelatihan, bantuan teknis untuk VNR di negara-negara tertentu, dan pengembangan alat penilaian dan perencanaan untuk keterlibatan pemangku kepentingan yang berkualitas.

APUF-7 di Penang, Malaysia, memberikan peluang bagus untuk berbagi inisiatif dan melibatkan lebih banyak organisasi untuk menerapkannya dalam implementasi Agenda 2030 mereka di tingkat nasional dan lokal. Dengan ini, diharapkan kemitraan UNESCAP dan IAP2 akan menjadi lebih kuat dan memiliki dampak yang lebih besar ke depan.

Sumber: https://www.iap2.org/news/477652/IAP2-Indonesia-represented-at-the-Seventh-Asia-Pacific-Urban-Forum-in-Penang.htm

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Pelibatan dan Partisipasi Masyarakat Untuk Kota Pintar/Smart City

International Core Values Awards merayakan Praktik Terbaik dalam Partisipasi Publik

International Core Values ​​Awards merayakan Praktik Terbaik dalam Partisipasi Publik

30 Oktober 2019 (Sydney, Australia) International Association for Public Participation (IAP2) mengumumkan 2019 International Core Values ​​Awards untuk menghormati pemenang penghargaan dari seluruh dunia saat acara IAP2 Core Values ​​Awards Gala di Sydney, NSW, Australia.

Ketua Internasional IAP2, Kylie Cochrane, atas nama Dewan Pengurus dan Afiliasi Regional, mengucapkan selamat kepada para pemenang. “Tujuh Nilai Inti IAP2 menjadi ‘jantung’ asosiasi kami dan menuntun kami untuk berpikir dan mempraktikkan keterlibatan yang otentik. Saya bangga bisa memberikan pengakuan untuk praktik-praktik terbaik ini”

Para pemenang penghargaan ini mewakili praktik terbaik di bidangnya dan bertindak sebagai teladan yang bisa ditiru oleh pihak lain. Pemenang dan finalis diakui atas kontribusinya di bidang keterlibatan masyarakat asli, pengembangan masyarakat, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, layanan bencana dan darurat atas kreativitas, inovasi, dan inklusi yang mereka lakukan. Ini adalah bukti atas ekspansi, profesionalisme, dan dampak yang luar biasa dari keahlian kita.  

Finalis untuk penghargaan internasional ‘terbaik dari yang terbaik’ dikumpulkan dari entri yang dikirimkan oleh Wilayah IAP2 di Australasia, Kanada, Amerika Serikat, dan Afiliasi Negara lainnya.

Pemenang tahun ini adalah:

Proyek Internasional IAP2 Tahun 2019

IAP2 dengan bangga memberikan penghargaan kepada dua organisasi yang luar biasa sebagai pemenang Proyek Terbaik Tahun Ini.

Dewan Kota Brisbane, Australia. Untuk inisiatif “Rancang Brisbane-mu”

“Plan Your Brisbane” atau “Rancang Brisbane Anda” merupakan program dari Dewan Kota Brisbane tentang keterlibatan masyarakat yang inovatif mengenai masa depan Brisbane dan bagaimana kota ini akan mengakomodasi 386.000 tambahan penduduk di tahun 2041.

Menjadi kegiatan pelibatan untuk perencanaan terbesar yang dilakukan oleh sebuah pemerintah daerah di Australia, “Plan your Brisbane” adalah bagian dari komitmen Dewan untuk mengembangkan Prinsip-Prinsip (Charter of Principles) yang berasal dari Masyarakat. Prinsip-prinsip ini akan menjadi panduan untuk masa depan kota.

Melibatkan lebih dari 277.000 interaksi dan menghasilkan lebih dari 100.000 kontribusi, “Plan your Brisbane” menjangkau penduduk di setiap pinggiran kota Brisbane sejak September 2017 sampai April 2018.  Satu dari lima rumah tangga berpartisipasi dalam percakapan tentang masa depan Brisbane.

Informasi Selengkapnya

PBOT: Biro Transportasi Kota Portland, AS

Untuk proyek “PedPDX: Rencana Pembangunan Trotoar Kota Portland”

Dengan sumber daya terbatas dan kebutuhan tanpa batas, pendekatan proaktif dan programatik apakah yang sebaiknya digunakan Kota Portland untuk mengatasi kebutuhan utama infrastruktur pejalan kaki?

Populasi Portland semakin tumbuh dan perlu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Meskipun Kota Portland konsisten membangun jaringan trotoar selama dua puluh tahun, masih kesenjangan dan kekurangan yang signifikan. Rancangan PedPDX dipersiapkan melalui konsultasi dengan Komite Penasihat Pejalan Kaki Kota Portland dan Komisi Disabilitas Portland. Segala sesuatu dalam rancangan ini sangat ditentukan oleh publik, dari dasar kerangka kerja, ke Jalan Setapak di Jalur Pejalan Kaki Prioritas, sampai ke strategi implementasi yang dikembangkan oleh masyarakat. Dampak keberkelanjutannya diperkirakan semakin baik, termasuk meningkatknya anggaran transportasi yang dialokasikan untuk melaksanakan prioritas masyarakat.

Informasi Selengkapnya

Organisasi Internasional IAP2 Tahun Ini

Kota Boulder, Colorado AS

Untuk Proyek “Kota Boulder: Menciptakan Budaya Partisipasi Publik yang Inklusif dan Bermakna”

Seringkali, penghargaan kategori organisasi terbaik diberikan kepada penerima yang belum lama berhasil dalam menerima tantangan untuk menjadi responsif terhadap komunitas mereka dan yang secara eksplisit menggunakan Nilai Inti IAP2 untuk mencapai tujuan itu. Tetapi bagaimana dengan program-program yang sudah lebih matang dimana bahasa dan konsep-konsep IAP2 telah dipahami dengan baik oleh organisasi dan para pemangku kepentingannya? Apa yang terjadi ketika suatu organisasi yang sudah lebih matang diberi tahu bahwa organisasi itu terlalu cepat berpuas diri padahal gagal?

Kota Boulder menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana mereka menerima dan merespon feedback masyarakat secara tulus, kuat dan tidak defensif untuk menghormati dan memperdalam komitmennya terhadap Nilai-Nilai Inti IAP2.

Kami memberikan pengakuan terhadap kota Boulder atas pencapaian luar biasa berikut ini:

Respon kolaboratif, intensif dan tidak terkekang dari tiga elemen – pegawai kantor kota, tim dan penduduk – yang diberdayakan sehingga membentuk kepemimpinan kota.

Pengetahuan local dan energi warga terarah dan dirangkul dalam sebuah kolaborasi proses dan konteks yang inklusif dan konstruktif untuk menghadapi tantangan kota.

Informasi Selengkapnya

Penghargaan Penelitian Internasional IAP2

Penelitian sangat penting bagi IAP2 dan anggotanya jika kita ingin memahami dan mengatasi tantangan partisipasi publik dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan teoro serta praktik P2. Penghargaan Penelitian atau Research Award diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi penting terhadap pengembangan pengetahuan partisipasi publik.

PRR, Inc., USA.
Untuk inisitiaf “Mengukur Efektivitas Pelibatan Publik yang Efektif dengan Penggunaan Toolkit yang Mudah”

Meskipun begitu bayak sumber-sumber untuk mengetahui cara terbaik melakukan pelibatan publik, hanya sedikit metode yang praktis dan valid unuk mengukur keefektifannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi gap tersebut melalui pengembangan survei uji dan alat perhitungan skor yang bisa digunakan oleh lembaga-lembaga terkait untuk mengukur keefektifan pelibatan publik mereka, baik dari perspektif publik maupun Lembaga itu sendiri.

Sekelompok peneliti dan pakar pelibatan publik mengembangkan toolkit untuk mengevaluasi keefektifan pelibatan publik dan mengujinya pada tiga proyek besar di bidang transportasi. Toolkit Pengukuran Efektivitas Pelibatan Publik memungkinkan para profesional untuk melacak kinerja selama proses proyek, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari kegiatan pelibatan publik, dan menginformasikan keputusan tentang cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya.

Informasi Selengkapnya

Pemenang untuk Kategori Anggota IAP2 – Proyek Terbaik 2019

Program ini terbuka untuk anggota IAP2 yang berada di luar wilayah afiliasi atau berasal dari wilayah afiliasi yang tidak memiliki program penghargaan. IAP2 menerima entri dari Afrika Selatan dan Kenya untuk kategori Proyek Terbaik.

Aurecon South Africa (Pty) Ltd. Untuk program “Kepercayaan Ivanplats-Bonega, Mata Pencaharian Berkelanjutan Melalui Pemetaan Aset”

Ivanplats adalah tambang platinum berskala internasional. Memiliki program pendampingan untuk masyarakat, Ivanplats telah membangun satu lembaga pengelola dana amanah (umbrella trust) untuk mendanai proyek-proyek berbasis masyarakat. Amanah Bonega atau Bonega trust bergerak melalui mekanisme kemitraan bersama 20 kelompok masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi Ivanplats di Mokopane Limpopo.

Pembangunan masyarakat (community development) di Afrika Selatan menghadapi beragam tantangan. Sejarahnya, perusahaan ini terlah menjalankan proyek tanpa berkonsultasi dengan masyarakat sehingga gagal memajukan pembangunan berkelanjutan.

Tim Komunikasi dan Pelibatan Pemangku Kepentingan dari Aurecon dipilih oleh Ivanplats dan Amanah Bonega untuk memfasilitasi proses identifikasi proyek terhadap 20 kelompok masyarakat yang terkena dampak, untuk mendapatkan pendanaan. Tim ini harus menciptakan cara baru agar perubahan yang dibutuhkan betul-betul tercapai. Satu-satunya cara agar proyek yang terpilih bisa memberikan dampak yang bermakna dan mengarah ke pembangunan yang berkelanjutan adalah jika masyarakat itu sendiri memiliki peran utama dalam mengidentifikasi dan menjalankan proyeknya. Proyek-proyek tersebut harus memiliki kapasitas untuk meningkatkan kekuatan dan keahlian yang sudah ada di dalam masyarakat supaya mampu merespon kebutuhan yang ada di mereka.

Informasi Selengkapnya

Sekilas tentang Penghargaan Nilai Inti

Silakan bergabung dengan kami untuk memberi selamat kepada semua finalis dan pemenang. Rincian dan informasi lebih lanjut dari semua finalis dan pemenang dapat ditemukan di 2019 Core Values ​​Awards Showcase di IAP2.org. Saat Anda membaca ringkasan dari pemenang penghargaan dan finalis yang disajikan di sini, kami berharap anda akan mendapatkan beberapa wawasan berharga tentang bagaimana Nilai Inti IAP2 diterapkan pada praktik di seluruh dunia.

Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada anggota juri internasional, Jason “Jay” Vincent, wakil ketua IAP2 Internasional, Sarah Azam, pemenang IAP2 Core Values Award untuk kategori proyek terbaik pada tahun 2018 dengan Badan Transportasi Selandia Baru, Bapak Lewis Michaelson, Pelatih IAP2 dan presiden sebelumnya dan Bapak Ken Smith, mantan bendahara internasional IAP2, serta semua anggota panel juri untuk program Penghargaan Regional IAP2. Atas nama IAP2 kami mengucapkan terima kasih yang tulus atas komitmen dan dedikasi Anda untuk memajukan dan mempromosikan praktik terbaik skala internasional di bidang partisipasi publik.

#

Sumber: https://www.iap2.org/news/475995/International-Core-Values-Awards-celebrate-Excellence-in-Public-Participation.htm

penghargaan penelitian prr

Penghargaan Penelitian Internasional IAP2: PRR, Inc., USA

 “Mengukur Efektivitas Keterlibatan Publik Dengan Toolkit yang Mudah”

Dr Bruce Brown

Proses pelibatan dapat menjadi sesuatu yang rumit atau sederhana, entah itu dengan menggunakan tools dan teknik terbaru atau mengaplikasikan metode yang telah terbukti benar; apapun itu yang terpenting adalah seberapa baik hal tersebut bekerja?

PRR berupaya menemukan cara mengukur “keefektivitasan” pelibatan publik dari sudut pandang masyarakat dan badan/instansi pelibatan publik. Setelah meninjau lebih dari seribu dokumen, PRR mengidentifikasi indikator keberhasilan, kemudian mengembangkan alat untuk mengukur indikator-indikator itu, dan menguji  penemuan tersebut pada tiga proyek besar bidang transporasi. Semasa proyek, identifikasi area perbaikan dalam strategi pelibatan publik dilakukan di masing-masing proyek. Hasilnya adalah sebuah survei yang bisa disajikan melalui daring atau dalam bentuk cetak untuk publik, serta sebuah survei daring untuk badan/instansi pelibatan publik. Toolkit ini juga dilengkapi dengan alat penilaian dalam format Excel dan panduan untuk mengelola dan menilai survei.

Read the full submission

Sumber: https://www.iap2.org/news/476021/IAP2-International-Research-Award-PRR-Inc.-USA-.htm

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Hasil Pertemuan Dewan Federasi IAP2 di Charlotte

2020 IAP2 USA Skills Symposium

2020 IAP2 USA Skills Symposium

Pada tahun 2020, IAP2 USA akan mengadakan Skills Symposium. Acara ini akan berlangsung pada tanggal 9-13 Maret 2020, di Hilton Sacramento Arden West, California.

2020 IAP2 USA Skills Symposium merupakan tempat yang tepat bagi Anda untuk bertemu dengan para profesional lain. Anda pun dapat memperoleh tools dan teknik yang bisa dipakai untuk membantu Anda mendapatkan pengetahuan dari masa lampau yang akan merampingkan proses Anda di masa depan.

Simposium ini menghadirkan berbagai pelatihan mengenai proses dan metode partisipasi publik. Mari bergabunglah bersama kami di Sacramento, CA untuk course 1, 2 dan 3 hari yang menawarkan para pakar dalam praktik pelibatan masyarakat. Para peserta akan terlibat dalam eksplorasi langsung dan pulang dengan membawa banyak pelajaran tentang merancang dan mengelola partisipasi publik yang efektif.

Ada beberapa course yang ditawarkan dalam simposium/skills symposium ini, di antaranya adalah;

IAP2 Foundations: Planning (3 hari), IAP2 Foundations: Techniques (Prerequisite: Planning – 2 hari), IAP2’s Strategies for Dealing with Opposition & Outrage in Public Participation (Formerly EOP2 – 2 hari),

Brave, Honest Conversations: Bravely Leading Challenging Conversations (2 hari), Engaging Immigrants and Other Underserved Communities in Public Engagement (1 hari), Design, Facilitate, Connect: curating powerful meetings and events (2 hari), The Nimble Facilitator: Off the Rails but still on Track (1 hari),

When Things Go Sideways (1 hari), Meaningful Tools, Powerful Outcomes (1 hari), Designing for Diversity: Engaging Underrepresented Stakeholders (2 hari), Evaluating and Measuring Public Participation (2 hari), Large Scale Engagement Techniques (1 hari), Making a Difference: Advancing Equity in Practice (1 hari).

Untuk informasi lebih lengkap silakan kunjungi tautan berikut ini https://iap2usa.org/2020sksymp

Join us! Learn. Stay. Connect.

Ikuti terus berita terbaru dari kami di www.iap2.or.id.

pelatih berlisensi

Masukan dari Anggota Memperbaiki Proses Menjadi Pelatih Dasar-Dasar IAP2 Berlisensi

Aplikasi untuk mengikuti Program Persiapan Pelatih Dasar-Dasar IAP2 sudah diterima

DENVER, CO, USA, Oktober 2019 – International Association for Public Participation (IAP2) telah memutakhirkan proses pendaftaran Program Persiapan Pelatih Dasar-Dasar Partisipasi Publik untuk individu dari seluruh dunia. Program ini mempersiapkan seseorang untuk mendapatkan lisensi dalam menyampaikan Dasar-Dasar Partisipasi Publik IAP2 Internasional selama 5 hari.

“Kami mendengarkan masukan dari para anggota mengenai hal apa saja yang sukses dilakukan dan apa yang perlu ditingkatkan kembali,” kata Cassie Hemphill, Manajer Pengembangan Profesional di IAP2 Internasional. Cassie menambahkan, “Pemutakhiran proses ini dirancang untuk memperjelas dan meningkatkan akses program.”

Pemohon aplikasi dinilai berdasarkan tujuh kriteria, termasuk kedalaman dan luasnya pengalaman mereka sebagai praktisi partisipasi/pelibatan publik, kemampuan untuk menerapkan Nilai Inti IAP2, dan kemampuan memfasilitasi pembelajaran untuk kalangan dewasa. Penilaian aplikasi dilakukan oleh Panel Seleksi berdasarkan seperangkat standar kualitas melalui proses blind review.

“Panel Seleksi ini sangat penting bagi kesukesan proses aplikasi,” ujar Ellen Ernst, Manajer Eksekutif IAP2. “Blind review oleh panel dengan perspektif beragam dan perwakilan global memastikan pemohon aplikasi dinilai secara adil.”

Kandidat yang diterima dalam program ini memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam tentang isi kursus Dasar-Dasar Partisipasi Publik, dan mereka belajar bagaimana menyampaikan konten kursus. Peserta juga belajar tentang praktik terbaik dalam pengajaran dan pembelajaran bagi kalangan dewasa. Selama program, setiap kandidat dipandu oleh mentor yang ditunjuk. Para mentor adalah Pelatih Dasar-Dasar Berlisensi yang sangat berpengalaman dalam memberikan pengetahuan dan memiliki perspektif multi-kultural, sehingga memperkaya pengalaman belajar para kandidat.

Program ini dilaksanakan berdasarkan permintaan melalui sistem manajemen pembelajaran daring milik IAP2. Hal ini memungkinkan kandidat dari seluruh dunia bisa belajar di mana pun mereka berada dan berkembang melalui program dengan “kecepatan” sesuai kebutuhan mereka.

Klik tautan di bawah untuk mempelajari lebih lanjut tentang Program Persiapan Pelatih Dasar-Dasar IAP2:

Untuk informasi lebih lanjut tentang Program Persiapan Pelatih IAP2 Berlisensi, hubungi Manajer Pengembangan Profesional IAP2 internasional di pdm@iap2.org.

Tentang IAP2

IAP2 adalah asosiasi internasional berbasis anggota yang berupaya mempromosikan dan meningkatkan praktik partisipasi publik, bisa diikuti oleh perorangan, pemerintah, lembaga, dan entitas lain yang bekerja mempengaruhi kepentingan publik di negara-negara seluruh dunia. IAP2 menjalankan misinya melalui penyelenggaraan atau kegiatan untuk:

  • Melayani kebutuhan belajar bagi anggota melalui acara, publikasi, dan teknologi komunikasi;
  • Advokasi untuk partisipasi publik di seluruh dunia;
  • Mempromosikan agenda penelitian yang berorientasi pada hasil dan menggunakan penelitian untuk mendukung tujuan pendidikan dan advokasi;
  • Memberikan bantuan teknis untuk meningkatkan partisipasi publik.

Untuk informasi umum tentang IAP2, hubungi Ellen Ernst, Manajer Eksekutif Federasi IAP2 di iap2hq@iap2.org.

Sumber: Member Input Improves Process to Become a Licensed Foundations Trainer (https://www.iap2.org/news/473579/Member-Input-Improves-Process-to-Become-a-Licensed-Foundations-Trainer.htm)

Pemenang IAP2 USA Core Values Awards 2019

Selamat Kepada Para Pemenang IAP2 USA Core Values Awards 2019

Rayakan Kemenangan Praktik Terbaik dalam Partisipasi Publik!, Boulder untuk P2 yang “Paling Berani”, Portland memiliki projek jalur pejalan kaki yang paling top.

Ada yang bilang bahwa partisasi publik yang baik ibarat mereparasi pakaian: memperbaikinya dengan benar, tapi tidak ada yang memperhatikan; kalau memperbaikinya salah, maka semua orang mengetahuinya. IAP2 Core Values Awards menjadi kegiatan tahunan yang menempatkan Partisipasi Publik (P2) dalam sorotan dunia. Ajang ini memberikan pengakuan kepada mereka yang telah mempraktikkan P2 ke level yang lebih tinggi dan menginspirasi praktisi P2 lainnya untuk terus belajar serta meningkatkan level mereka.

Tahun ini acara gala, yang diadakan di NASCAR Hall of Fame, Charlotte, NC, dengan bangga memperkenalkan:

Kota Boulder di Colorado yang telah dinominasikan sebagai Organization of The Year karena telah “Menciptakan Budaya Partisipasi Publik yang Bermakna”. Pejabat kota sudah lama menyadari bahwa partisipasi publik yang baik akan menghadirkan kebijakan dan keputusan yang lebih baik. Namun, beberapa tahun lalu, mereka mendapakan feedback dari warganya bahwa praktik P2 harus diperbaiki. Pemerintah setempat setidaknya memerlukan delapan belas bulan untuk mendapatkan semua masukan tentang bagaimana meningkatkan partipasi publik. Untuk lebih jelasnya, simak video lebih lanjut. Link to submission.

Kota Portland, khususnya Dinas Transportasi memenangkan Project of the Year dan menduduki puncak kategori untuk Proyek Umum dengan “PepdPDX” nya. Proyek ini adalah proses untuk menciptakan pemerataan yang lebih luas untuk pejalan kaki di seluruh kota. Mereka melibatkan warga melalui kegiatan open-house, wawancara per individu, pelibatan secara online, dan serangkaian video bertema “Pedestrian Strories” untuk membantu Dinas Transportasi Portland (PBOT) memprioritaskan alokasi anggarannya. Simak video berikut untuk tahu lebih lanjut tentang proyek mereka: Link to submission.

Kategori Proyek Penelitian Tahun ini diberikan kepada PRR Inc atas pengembangan “Measuring Public Involvement Effectiveness: an Easy-to-Use Toolkit”. Proses pelibatan bisa menjadi rumit atau sederhana, bisa juga menggunakan alat dan teknik terbaru atau dengan metode yang sudah teruji; tetapi, seberapa baik kerja alat tersebut? PRR berupaya mencari cara untuk menentukan “efektivitas” pelibatan publik dari sudut pandang publik maupun dari Lembaga yang melakukan pelibatan. Hasilnya, mereka mengembangkan toolkit berupa survey dan metode penilaiannya yang mudah digunakan untuk menilai efektivitas pelibatan. Simak videonya lebih lanjut. Link to submission.

Ketiga pemenang tersebut akan bertanding dengan para pemenang dari Afiliasi IAP2 lainnya di seluruh dunia untuk memenangkan Federation Core Values Awards. Perhelayan ini akan diselenggarakan bulan depan di Konferensi Australasia IAP2 di Sydney, Australia.

Penghargaan lain di acara gala diberikan kepada:

Dinas Transportasi Kota San Fransisco untuk kategori Respect for Diversity, Inclusion and Culture dengan program mereka “#27 Bryant Transit Reliability Project”. Jalur #27 Bryant melintasi daerah yang sangat beragam warganya dan bergantung pada transit bus. Tetapi karena macet dan faktor lainnya, perjalanan bis menjadi lambat. Untuk merubah pelayanan bis, dinas transportasi melibatkan warga dengan berbagai cara. Karena sebagian besar penghuni di Bryant terbatas dalam Bahasa Inggris, Dinas menggunakan barbagai cara dan teknik agar mereka bisa berpartisipasi. Simak videonya lebih lanjut. Link to submission.

Departemen Taman dan Rekerasi, Austin. Texas dengan proyeknya “Dr Everett H. Givens Memorial Park Master Plan”. Taman ini telah lama menjadi tempat berkumpulnya komunitas yang didominasi orang Afrika-Amerika. Bahkan setelah banyak penduduk pada distrik itu, mereka kemudian direlokasi karena gentrifikasi. Proyek ini menyatukan masyarakat untuk merencanakan masa depannya. Link to submission.

Adam 12 Five Star School District yang menyandang peringkat kedua dalam kategori Proyek Umum dengan proyeknya “ELEVATE: A Public School-District Engagement Process to Develop a Community-driven Strategic Plan”. Link to submission

Masih dalam kategori Proyek Umum, Dinas Transportasi Kota San Fransisco juga mendapat gelar Honorable Mention melalui proyek  “The Geary Rapid Project: Finding Common Ground on San Francisco’s Busiest Transit Corridor”. Link to submission.

Penghargaan terhadap individual juga diberikan di Gala IAP2 USA. Beberapa di antaranya adalah:

Inspirational Leadership Award diberikan oleh IAP2 Federation Board kepada Ketua Anggota Kylie Cochrane. Penghargaan ini mengakui peran Kylie dalam membimbing organisasi di seluruh dunia dalam melalui perubahan tata kelola baru-baru ini, dan perkembangan lainnya.

Penghargaan Greater Good/Emerging Leader diserahkan kepada Isis Lopez dari Kota Austin. Penghargaan Greater Good diberikan kepada Dan Adams dari Langdon Group.

Penghargaan Greater Good juga diberikan kepada Amelia Shaw, yang telah pensiun dari jabatan Executive Manager untuk IAP2 USA,  dan sekarang menjabat sebagai Executive Manager untuk IAP2 Canada. Ia juga pernah menjadi presiden pertama di IAP2 Canada, Direktur Dewan Internasional, dan memimpin sebuah proyek yang memenangkan IAP2 Core Values Award untuk kategori inovasi di tahun 2010.

Acara Gala IAP2 di Amerika Serikat juga menampilkan IAP2 Canada Core Values Awards:

Gelar Organization of the year diberikan kepada Kota Kingston, Ontario, dengan proyek  “Engaging on Engagement to Develop and Implement a Culture of P2”.

Project of the year jatuh kepada Canadian Partnership Against Cancer, yang juga memenangkan kategori Respect for Diversity, Inclusion and Culture untuk proyek “’Underserviced’ Population Engagement” 

Kategori Keterlibatan Kaum Adat diberikan kepada Context – an Argyle Company untuk tinjauan BC Flood and Wildfire.

Kategori Extending the Practice through creativity, contribution and innovation in the field: Context adalah an Argyle Company untuk “It’s Time: the Mobility Pricing Independent Commission’s Engagement Process”; dan Kota Calgary untuk “It’s My Neighbourhood”.

Kategori Visual Engagement diberikan kepada CitySpaces untuk proses pelibatan dalam Strategi Perumahan Terjangkau Kota Nanaimo BC.

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Hasil Pertemuan Dewan Federasi IAP2 di Charlotte

IAP2 Core Values ​​Awards memiliki dua tujuan. Salah satunya adalah untuk mengenali proyek P2 yang dapat meningkatkan standar dalam profesi. Hal lainnya adalah memberi praktisi pandangan tentang apa yang berhasil, inovatif dan efektif, sehingga mereka juga dapat meningkatkan level mereka. Kami harap Anda dapat meluangkan waktu untuk meninjau proyek-proyek ini di IAP2 USA Core Values ​​Awards 2019 dan IAP2 Canada Core Values ​​Awards 2019;  Anda pun dapat ikut dalam ajang penghargaan tahun depan di Banff, Alberta.

Salam hangat,

IAP2 USA

Sumber: Congratulations to IAP2 USA Core Values Award-winners! http://blog2.iap2usa.org/2019/09/11/congratulations-to-iap2-usa-core-values-award-winners/#more-1012

dewan federasi

Hasil Pertemuan Dewan Federasi IAP2 di Charlotte

Carolina Utara – Salam hangat dari para Dewan Federasi IAP2 untuk kita semua. Setelah melakukan pertemuan di Charlotte, Carolina Utara, dewan federasi mengumumkan perkTembangan dan perubahan-perubahan dalam badan IAP2.

Gambar ini sangat membantu dalam menyusun rencana kerja strategis Dewan Pengurus IAP2 Intl. 2019-2020

Pertemuan yang berlangsung pada tanggal 8-9 September 2019 dihadiri oleh Kylie Cochrane (ANZ dan Int. Chair), Jay Vincent (Amerika Serikat), Aldi Muhammad Alizar (Indonesia), Tim Hart (Afrika Selatan), Mandi Davidson (ANZ), John Poynton (Amerika Serikat), Bruce Gilbert (Kanada), dan Catherine Rockandel (Kanada). Perwakilan IAP2 di Italia tidak berpartisipasi dalam pertemuan. Ada tiga hal yang menjadi hasil pertemuan ini, yaitu pengakuan akan keberagaman dalam praktik partisipasi publik, proses perubahan internasional, dan pengaturan untuk wilayah baru.

Para Dewan Federasi Saat Makan Siang Bersama

Pengakuan keberagaman dalam praktik partisipasi publik

Hidup dalam keberagaman dan kompleksitas yang begitu luas menjadi tantangan untuk menghadirkan pelatihan dan praktik partisipasi publik yang relevan dan benar-benar mencerminkan keberagaman komunitas. Karena itu, Dewan Federasi membentuk audit keanekaragaman (audit diversity). Audit ini mencakup aspek-aspek kerja IAP2 yaitu: struktur organisasi, peran, dinamika kekuasaaan, inklusivitas, dan aksesibilitas. Beberapa hal yang akan diaudit adalah produk pelatihan dan mitra penyelenggara, kesempatan dalam hal kepempimpinan di dalam organisasi dan sebagainya. Kami juga akan meminta aksi nyata untuk memastikan bahwa kita sudah selaras dan mendukung prinsip akses dan respek yang dimuat dalam Kode Etika kita.

Sementara waktu, kami pun telah merevisi kriteria untuk calon partisipan untuk program Train the Trainer agar hambatan-hambatan berpartisipasi dalam dieliminasi.

Proses perubahan internasional

Dua perubahan utama yang dihasilkan dalam pertemuan ini, yaitu model pendanaan dan pemilihan anggota dewan internasional.

Dewan Federasi mentapkan model pendanaan baru untuk mendukung organisasi internasional dan refional yang kuat dan berkelanjutan. Mulai tahun 2020, lima puluh persen dari biaya keanggotaan akan dialokasikan untuk mendukung IAP2 Internasional, dan lima puluh persen sisanya untuk regional.

Dengan skema ini, IAP2 di tingkat regional juga akan lebih kuat secara finansial karena mereka akan menerima biaya lisensi pelatihan untuk pertama kalinya. Ini adalah tonggak penting dalam proses perubahan. Hal tersebut memungkinkan IAP2 internasional dan regional bergerak menuju model baru pada tahun 2020.

Kami juga telah mengembangkan rencana yang menjadi panduan bagi dewan internasional mulai tahun 2020. Ada beberapa prioritas utama untuk dipertimbangkan, yakni: pengembangan seperangkat jalur (pathways) dan modul pembelajaran global yang koheren, terkini dan terkemuka, pengembangan metode untuk memastikan bahwa IAP 2 memiliki mitra penyampai (delivery partners) yang terampil, beragam, aktif terlibat. Selain itu, IAP2 terus berupaya mengadvokasi agar PBB mengakui 2021 sebagai Tahun Partisipasi Internasional dan mendukung pertumbuhan afiliasi di wilayah Indonesia, Afrika Selatan, dan Amerika Latin. Hal lain yang tak kalah penting adalah mengembangkan agenda penelitian global.

Selanjutnya, pertemuan juga menghasilkan beberapa rencana proyek yang yang dilakukan mulai 2020, yaitu: Peninjauan kembali janji organisasi (brand promise) dan materi promosi (collateral materials), Peninjauan kembali Standar Jaminan Kualitas IAP2, Proyek penelitian State of the Practice, Peninjauan kembali program sertifikasi dan penjajakan untuk akreditasi profesional, Pengembangan perlengkapan pemeriksaan audit untuk proyek dan organisasi, Peninjaun kembali Penghargaan untuk Core Values, Pengembangan cara untuk belajar dan mengembangkan praktik terbaik dan yang akan datang, Pengembangan strategi advokasi internasional, dan Penjajakan untuk ekspansi IAP2 ke Kawasan/wilayan baru di seluruh dunia.

Keputusan terbaru lainnya adalah pada tahun 2020, untuk pertama kalinya, anggota dewan internasional dapat dipilih secara langsung oleh anggota di setiap wilayah. Dengan ini diharapkan mereka dapat meninjau prioritas tersebut pada awal 2020 serta mengembangkan rencana strategis yang komprehensif untuk organisasi internasional yang baru.

Ucapan selamat diberikan kepada Ketua Kylie Cochrane yang menerima penghargaan ‘Inspirational Leadership Award’ perdana di Core Value Awards. Kylie diakui dan dihargai karena kepemimpinannya yang berani serta kontribusinya yang luar biasa terhadap praktik partisipasi publik.

Saat menerima penghargaan, Kylie berterima kasih kepada semua sukarelawan yang telah bekerja keras dan membantu IAP2 sampai di posisi sekarang ini.

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: 2019 Profesional Bersertifikat dari Amerika Utara Diumumkan

Dewan Federasi memahami bahwa organisasi IAP2 semakin mendekati tanggal transisi, 1 Januari 2020. Karena belum ada kesepakatan terkait proses pelatih berlisensi, maka Pengurus memutuskan untuk memperpanjang lisensi saat ini hingga akhir tahun 2020 agar ada kepastian bagi mereka sampai 15 bulan ke depan. Pendapatan dari pelatihan akan dialokasikan ke IAP2 regional mulai 1 Januari 2020 dan Gugus Tugas Operasional (Operations Task Force) akan mempertimbangkan bagaimana biaya lisensi akan dibayarkan di tahun 2020 supaya prosesnya sederhana bagi semua orang.

Pengaturan kawasan baru

Dewan Federasi juga telah merevisi kerangka kerja untuk wilayah baru dari seluruh dunia yang ingin masuk menjadi keluarga IAP2.

Mulai 2020, IAP2 akan memiliki tiga jenis status badan regional: emerging status (wilayah yang baru memulai), provisional status (daerah yang telah menyelesaikan formal agreement dan telah berpartisipasi dalam IAP2 internasional tetapi tidak memilih), dan yang ketiga adalah full status (wilayah dengan hak suara di IAP2 Internasional).

Wilayah dengan status emerging dan provisional akan disediakan pendampingan dan dukungan dari IAP2 Internasional dan IAP2 regional agar mereka mendapatkan status Penuh.

iap2 indonesia

Perkembangan IAP2 Indonesia

Jakarta – Pembangunan berkelanjutan yang inklusif mensyaratkan partisipasi masyarakat yang aktif dalam prosesnya. Namun demikian, praktik partisipasi publik belum dikelola secara maksimal meskipun sudah banyak regulasi pemerintah yang mengatur partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan serta evaluasi.

IAP2 Indonesia hadir untuk mendorong partisipasi publik dan memperkuat kapasitas pelaku pembangunan di Indonesia untuk memahami dasar-dasar partisipasi publik. Pada tahun 2019, IAP2 Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintahan, perguruan tinggi maupun organisasi internasional untuk menjalankan visinya untuk memajukan partisipasi publik di Indonesia.

Di tingkat nasional, IAP2 Indonesia sedang merintis kerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk mendorong praktik Kemitraan Multi-Pihak di daerah. Sebagai koordinator pelaksanaan pencapaian TPB di Indonesia, Bappenas telah melakukan beberapa upaya untuk pencapaian TPB. Salah satunya adalah peluncuran Panduan Kemitraan Multi Pihak. Dengan kerja sama ini, diharapkan Forum Kemitraan Multi Pihak untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan bisa tumbuh di daerah-daerah dan Bappenas dapat mendukung gerakan global The International Year of Participation 2021 yang digagasi oleh IAP2.

Selain dengan Bappenas, IAP2 Indonesia mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara  dan Reformasi Birokrasi dalam sosialisasi dan pendampingan forum konsultasi publik untuk peningkatan pelayanan publik di Banjarsari, Kalimantan Selatan. Dalam kerja sama ini, IAP2 Indonesia diminta memberikan input terkait teknik partisipasi publik yang efektif pada institusi pemerintahan. Ke depannya, forum konsultasi publik bisa menjadi ruang dialog bagi pemerintah dan masyarakat untuk perbaikan pelayanan publik.

Untuk membantu pencapaian TPB di daerah, IAP2 Indonesia mendukung beberapa kegiatan pelatihan Localise SDGs, yang merupakan program kolaboratif antara UCLG ASPAC (Asosiasi Pemda untuk Kawasan Asia Pasifik) dan APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia). Dalam kontribusinya, IAP2 Indonesia menjadi narasumber untuk materi 10 Langkah Melibatkan Pemangku Kepentingan untuk Pembangunan Berkelanjutan dalam pelatihan yang dilaksanakan di Jakarta dan Ternate – Maluku Utara.

Tidak hanya bekerja sama dengan Pemerintah, IAP2 Indonesia pun membangun kerja sama dengan Lembaga Pendidikan, seperti School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia dan BI Institute. Bersama SGPP, IAP2 Indonesia telah menyelenggarakan beberapa kegiatan dan salah satunya adalah Forum Internasional di Bangkok. Rencananya, IAP2 Indonesia akan melibatkan SGPP untuk metariset tentang partisipasi publik di Indonesia. Sementara itu, kerja sama dengan BI Institute tengah dibangun untuk memperkenalkan gagasan kolaborasi dalam kepemimpinan.

Di tingkat internasional, IAP2 Indonesia bekerja sama dengan UNESCAP mendorong pelibatan pemangku kepentingan dan partisipasi publik untuk agenda 2030 (TPB). Ini adalah refleksi dari Tujuan 16 dan 17. Kerja sama dengan UNESCAP ini sudah terjalin sejak tahun lalu. Beberapa kegiatan yang telah terselenggara adalah pembuatan modul dan penyelenggaraan pelatihan internasional “Effective Stakeholder Engagement for the 2030 Agenda.”

April 2019 lalu, IAP2 dan UNESCAP menyelenggarakan forum internasional tentang Partisipasi Publik dan Pelibatan Pemangku Kepentingan untuk TPB, yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, akademisi dan praktisi di dua bidang, Pembangunan Berkelanjutan dan Partisipasi Publik. Forum ini menyediakan ruang untuk diskusi dan berbagi pengalaman tentang pelibatan pemangku kepentingan dan partisipasi publik dalam isu pembangunan berkelanjutan.

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaMencari Pintu Masuk Integrasi TPB di Daerah

Perlu diakui bahwa agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan membawa kesadaran baru tentang urgensi pelibatan pemangku kepentingan untuk pencapaian TPB. Persoalan global yang semakin kompleks tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri oleh masing-masing pihak. Ruang untuk kerja sama dan kolaborasi harus dieksplorasi dan diperkuat. Di sinilah IAP2 Indonesia akan terus hadir, membangun kolaborasi agar semua pihak memiliki kapasitas untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan yang inklusif.