Category: Artikel

Belajar Apa Aja Sih Selama Training Stakeholder Mapping?

Tentang Training IAP2 Indonesia untuk BRGM

Sumber :  dokumentasi pribadi, 2022

IAP2 Indonesia menjadi provider trainer Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dalam mendukung kegiatan stakeholder mapping restorasi gambut dan mangrove. Kegiatan tersebut diadakan selama 2 hari (20 – 21 september 2022) dan diadakan secara offline di Hotel D’Anaya, Bogor Selatan. Trainer dalam kegiatan tersebut terdiri dari Pak Aldi Muhammad Alizar – Chair of IAP2 Indonesia dan Pak Yusdi Usman – CEO of Rumah Berkelanjutan Indonesia, kedua trainer memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam perlibatan pemangku kepentingan dan merupakan lulusan training P2/Engagement IAP2 Internasional. 

Sumber :  dokumentasi pribadi, 2022

Training tersebut dihadiri sebanyak 16 peserta dengan berbagai macam jabatan.  Peserta – peserta training BRGM berasal dari berbagai macam daerah yaitu Kalimantan Selatan, Riau, Kalimantan Tengah, Bekasi, Makassar, Pontianak, Bogor, Jakarta, Lumajang, Jambi, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.

Baca Juga : Menyambut Indonesia Menjadi Ladang Investasi Berkelanjutan

Tujuan BRGM Mengikuti Training Stakeholder Mapping

Sumber : dokumentasi pribadi, 2022

Latar belakang BRGM mengikuti training adalah adanya program restorasi gambut dan mangrove pada 6 provinsi yang perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sehingga diperlukan kemampuan dari pegawai BRGM untuk dapat menentukan strategi dari pemetaan stakeholder yang terlibat dalam project tersebut. Tujuan dari training tersebut adalah peserta BRGM dapat mengidentifikasi para pemangku kepentingan restorasi gambut di tingkat provinsi, dan memetakannya berdasarkan pengaruh dan kepentingan.

Baca Juga : 7 Manfaat Sebagai Presidensi G20 Bagi Indonesia dan Dunia

Apa saja Materi Stakeholder Mapping?

Sumber : dokumentasi pribadi, 2022

Sebelum masuk ke materi, trainer IAP2 Indonesia sudah menyiapkan pra-test dan post-test sebagai indikator kerberhasilan penyampaian materi kepada peserta. Setelah itu masuk ke sesi pemaparan materi dan materi yang diberikan oleh trainer IAP2 Indonesia terdiri dari 6 sesi, pembagian materi sebagai berikut.

  1. Sesi 1  (Understanding Context), memahami latar belakang, budaya, dan siapa yang terlibat dalam proyek.
  2. Sesi 2 (Scope of Project), untuk menetapkan kejelasan ruang lingkup kebijakan atau intervensi.
  3. Sesi 3 (Understanding People), mengeksplorasi pemangku kepentingan yang tepat dan relevan dalam proses keterlibatan.
  4. Sesi 4 (Metode Stakeholder Mapping), memahami metode yang tepat dalam pemetaan stakeholder.
  5. Sesi 5, simulasi dan praktek dari studi kasus restorasi gambut.
  6. Sesi 6 (Stakeholder Engagement), memahami hal mendasar dari perlibatan stakeholder.

Serunya dari training IAP2 Indonesia tidak hanya memaparkan materi saja tetapi setiap sesi terdiri dari simulasi dan praktek agar peserta mudah memahami. Training IAP2 Indonesia dapat menyesuaikan dengan kebutuhan peserta, sehingga kami menggunakan studi kasus BRGM dalam memetakan stakeholder.

Baca Juga : Masalah dan Sumber Daya: Kunci Pemberdayaan Masyarakat

Bagaimana sahabat partisipasi, apakah kamu tertarik mengikuti training IAP2 Indonesia juga? Kami dapat menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta dan menggunakan studi kasus project peserta. Training IAP2 Indonesia memastikan para peserta dapat memahami dan menikmati setiap sesi pelatihan.

7 Manfaat Sebagai Presidensi G20 Bagi Indonesia dan Dunia

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sejak Menjadi Tuan Rumah Presidensi G20

Berlangsung nya Presidensi G20 di Indonesia saat ini ternyata memiliki dampak yang positif bagi Indonesia. Berdasarkan data yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan bahwa perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan yang tinggi pada bulan April – Juni 2022 meskipun ekonomi global yang saat ini mengalami risiko pelemahan ekonomi dan tekanan inflasi yang semakin meninggi.

Akselerasi ekonomi tersebut dicerminkan dengan ada nya peningkatan ekonomi pada bulan April – Juni 2022 yang mencapai 5,44% (yoy) yang dimana sebelumnya hanya mencapai 5,07% (yoy). Pertumbuhan ini juga didukung dengan konsumsi rumah tangga yang meningkat menjadi 5,51% (yoy) yang sebelum nya hanya menyentuh angka 4,34% (yoy).

Baca Juga : Pentingnya ESG dan Stakeholder Capitalism bagi Perusahaan

Nuansa Partisipasi Indonesia Membersamai Dunia dalam G20

Presiden Joko Widodo memberikan ajakan kepada dunia untuk bangkit dan pulih bersama-sama dari pandemi Covid 19. Ajakan ini merupakan misi Indonesia pada Presidensi G20 yang bertema “ Recover Together, Recover Stronger.

Jokowi mengatakan bahwa beberapa negara telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif, akan tetapi  hal itu akan bermanfaat jika terjadi secara bersamaan. Menurut Jokowi roda perekonomian dunia harus bergerak bersamaan tanpa harus ada pengorbanan pada aspek lain.

Baca Juga : Kemitraan Parlemen Kuat, Penanganan Perubahan Iklim Giat 

Bahwa salah satu kegiatan partisipasi untuk mendukung pemulihan bersama yaitu dengan membahas 6 isu global, dimana pembahasan isu tersebut akan menjadi rencana kolaborasi dalam mendukung pemulihan bersama. 6 isu tersebut terdiri dari:

  1. Prospek ekonomi dan risiko yang dihadapi, normalisasi kebijakan dan dampak jangka panjang pandemi
  2. Keuangan iinternasional isu-isu utang negara miskin Central Bank Digital Currency (CCBDC)
  3. Memperkuat stabilitas sektor keuangan untuk mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan
  4. Keuangan berkelanjutan yang berkaitan dengan agenda-agenda terkait lingkungan
  5. Pembicaraan terkait isu infrastruktur berkualitas dan berkelanjutan
  6. Perpajakan internasional untuk mengimplementasikan Pilar 1 dan Pilar 2 dalam mewujudkan perpajakan yang adil dan stabil

Baca Juga :Naik Turun Implementasi ESG dalam Bisnis Perusahaan

Sumber Gambar : moneycontrol.com

7 Manfaat sebagai Presidensi G20

Peningkatan ekonomi Indonesia yang dikarenakan oleh berlangsung nya presidensi G20 di Indonesia bukanlah satu-satunya manfaat bagi Indonesia, melainkan ada 7 manfaat lagi yang dapat dirasakan Indonesia selama menjalani Presidensi G20;

  1. Berlangsung nya presidensi G20 di tengah pandemi memberikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis.
  2. Dengan menyelenggarakan Presidensi G20, Indonesia secara tidak langsung merepresentasikan negara berkembang lainnya.
  3. Indonesia menjadi fokus utama perhatian di dunia, khususnya bagi para pelaku ekonomi dan keuangan.
  4. Indonesia dapat menyusun agenda pembahasan pada G20 yang dapat mendukung dan berdampak positif dalam pemulihan aktivitas perekonomian di Indonesia.
  5. Momentum presidensi ini hanya terjadi satu kali setiap generasi (+ 20 tahun sekali dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberi nilai tambah bagi pemulihan perekonomian Indonesia.
  6. G20 di Indonesia dapat dijadikan sarana untuk memperkenalkan pariwisata dan produk unggulan Indonesia kepada dunia internasional, sehingga diharapkan dapat membantu dalam menggerakkan perekonomian Indonesia.
  7. Presidensi G20 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia pada ranah Internasional.

    Sumber Gambar : Kumparan.com

Dengan peran Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan G20 selama setahun penuh, Indonesia tidak hanya mendapatkan banyak manfaat dalam sektor perekonomian dan keuangan. Namun juga mendapatkan manfaat dari sisi informasi dan pengetahuan lebih awal mengenai perkembangan ekonomi global, potensi risiko yang akan dihadapi, dan juga kebijakan ekonomi yang telah diterapkan di negara – negara maju. Bagaimana menurut sahabat partisipasi? Apakah menurut kalian ada manfaat lain bagi Indonesia sebagai tuan rumah presidensi G20 2022? Tuliskan tanggapanmu di bawah kolom komentar ya!

Pentingnya ESG dan Stakeholder Capitalism bagi Perusahaan

IAP2 Indonesia – Saat ini di dalam dunia korporat telah terjadi pergeseran dari shareholder primacy ke stakeholder capitalism. Stakeholder capitalism bukanlah konsep baru, melainkan sebuah konsep yang dibangkitkan kembali.

Baca Juga : Kemitraan Multi-Pihak Pada Proyek Peta Peluang Investasi

Mengapa Stakeholder Capitalism diperlukan?

Stakeholder Capitalism merupakan pendekatan manajemen di mana perusahaan berfokus pada melayani kepentingan semua pemangku kepentingannya, termasuk pelanggan, pemasok, pekerja, pemegang saham, komunitas lokal, dan masyarakat secara keseluruhan. Sampai batas tertentu, pendekatan ini, yang awalnya diperkenalkan pada tahun 1932, telah dihidupkan kembali karena meningkatnya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan besar karena pengabaian mereka terhadap pemangku kepentingan, pekerja, dan lingkungan demi memperkaya pemegang saham dan eksekutif.

Sumber : Stakeholder capitalism, shareholder capitalism and state capitalism | World Economic Forum (weforum.org)

Mengapa Stakeholder Capitalism dapat memberikan manfaat bagi perushaana? Jadi menurut Peter Vanham, World Economic Forum bahwa perusahaan yang menerapkan Stakeholder Capitalism akan membangun kesetaraan yang sama pada seluruh pemangku kepentingan, lalu meningkatkan kesejahteraan manusia, dan juga memfokuskan pada penciptaan nilai yang berjangka panjang.

Baca Juga : Diskon Batu Bara Rusia: Bagaimana dengan Indonesia? 

Mengapa ESG diperlukan pada Stakeholder Capitalism?

Kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG/Environmental, social, and governance) adalah seperangkat standar untuk perilaku perusahaan yang digunakan investor yang bertanggung jawab secara sosial untuk mengevaluasi kemungkinan investasi. Kriteria lingkungan mengevaluasi bagaimana perusahaan melindungi lingkungan, khususnya praktik perusahaan terkait perubahan iklim.

Baca Juga : Kemitraan Parlemen Kuat, Penanganan Perubahan Iklim Giat 

Situasi yang sering dihadapi perusahaan yaitu ada sejumlah besar tekanan dari investor institusional top dunia untuk membawa kembali ideologi kapitalisme pemangku kepentingan. Mereka sekarang memahami bahwa investasi pasif mereka adalah modal jangka panjang, dan bahwa kendaraan indeks konvensional tidak lagi memungkinkan mereka untuk menjauhkan diri dari masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola tertentu. Sejak epidemi Covid 19, ESG telah mewakili manajemen risiko yang baik dan perspektif jangka panjang, dua dari masalah utama yang dihadapi para pemimpin bisnis saat ini. Sehingga perusahaan mulai menyadari bahwa mengevaluasi ancaman dan peluang terkait ESG adalah hal yang baik untuk bisnis mereka.

Sumber: Stakeholder capitalism gains traction as companies commit to new ESG metrics | S&P Global Market Intelligence (spglobal.com)

IAP2 memiliki spektrum partisipasi publik yang dapat meningkatkan keterlibatan maupun partisipasi para pemangku kepentingan berdasarkan karakteristiknya. Bahwa stakeholder capitalism akan memberikan keuntungan maksimal bagi perusahaan, tetap konsep tersebuti belum memperhatikan dampak yang berkelanjutan. Sehingga diperlukan penerapan ESG untuk menambah nilai bagi 5P (Planet, People, Property, Peace, Partnership) dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Bagaimana menurut sahabat partisipasi? Menurut kalian seberapa besar keterkaitan ESG terhadap Stakeholder Capitalism? Tuliskan tanggapanmu di bawah kolom komentar ya!

Kemitraan Multi-Pihak Pada Proyek Peta Peluang Investasi

IAP2 Indonesia – Proses Proyek Peta Peluang Investasi yang kompleks dan komprehensif memerlukan keterlibatan antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan investasi berkelanjutan.

IAP2 Indonesia sebagai Narasumber pada Rapat Proyek PPI

Sumber : Dokumentasi pribadi, 2022

Pada tanggal 25 Juli 2022, Pak Aldi Muhammad Alizar diundang sebagai narasumber pada Rapat Pengayaan Aspek Berkelanjutan dalam Penyusunan Proyek Peta Peluang Investasi (PPI) Tahun Anggaran 2022. Materi yang disampaikan Pak Aldi adalah stakeholder capitalism dan kemitraan multipihak dalam proses penyusunan PPI. Acara tersebut dihadiri dari berbagai instansi seperti pemerintah, akademisi, swasta, dan NGO/CSO. Proyek tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga konsep KMP dapat menjadi solusi yang tepat untuk memperkuat efektivitas dan efisiensi tindakan para pemangku kepentingan

Baca Juga : Partisipasi Publik Dalam Perkembangan Ekonomi Digital 

Peta Peluang Investasi dalam Mendukung Investasi Berkelanjutan

Sumber : Dokumentasi pribadi, 2022

Pada tahun 2021 Kementerian Investasi/BKPM melaksanakan penyusunan Peta Peluang Investasi (PPI) untuk mendorong pemerataan pembangunan yang berdaya saing. BKPM telah menyusun dokumen pra studi kelayakan (prefeasibility study) untuk 47 proyek dari 33 provinsi di Indonesia. Latar belakang proyek ini berawal dari sulitnya investor menemukan lahan yang strategis (clean, clear, dan ditunjang oleh infrastruktur). Sehingga dengan adanya proyek ini maka terwujudnya investasi yang berkelanjutan seperti: lokasi proyek potensial, aspek keuangan, aspek hukum dan administrative, aspek ekonomi, aspek sosial, aspek lingkungan, aspek teknis hingga manajemen risiko.

Baca Juga : Diskon Batu Bara Rusia: Bagaimana dengan Indonesia? 

Pentingnya Kemitraan Multi-Pihak dalam Proses PPI

Sumber : Dokumentasi pribadi, 2022

Proses penyusunan PPI cukup kompleks dan komprehensif sehingga diperlukan sebuah instrumen yang tepat. Instrumen Kemitraan Multi – Pihak (KMP) menjadi solusi yang tepat dalam memecahkan masalah tersebut. KMP memiliki manfaat yang dapat menciptakan solusi berkelanjutan, hal tersebut dikarenakan sifatnya yang memaksimalkan demokrasi dari setiap pemangku kepentingan. Lalu bagaimana KMP dapat mempercepat proses penyusunan PPI? Berdasarkan panduan KMP oleh Bappenas (2018) bahwa KMP dapat: 1) Membangun dialog yang intensif antar pemangku kepentingan; 2) Menggabungkan sumber daya dari berbagai sektor; 3) Membangun inovasi melalui pendekatan yang berkelanjutan; 4) Adanya transfer pengetahuan antar – sektor. Oleh karena itu diharapkan pemaparan KMP oleh Pak Aldi Muhammad Alizar pada rapat tersebut dapat meningkatkan awareness maupun ilmu tentang KMP.

Baca Juga :  Kemitraan Parlemen Kuat, Penanganan Perubahan Iklim Giat 

Proses penyusunan PPI memerlukan jumlah sumber daya dan kapasitas kelembagaan yang cukup besar. Selain itu proyek PPI berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang artinya akan melibatkan 5P (Planet, People, Prosperity, Peace, dan Partnership). Sehingga KMP menjadi solusi yang tepat dalam keberjalanan prosesnya. Bagaimana tanggapan sahabat partisipasi terhadap proyek PPI yang dijalankan oleh BKPM ? Apa saja yang harus diperhatikan dalam proyek tersebut? Tuliskan tanggapanmu di kolom komentar ya!

Partisipasi Publik Dalam Perkembangan Ekonomi Digital

IAP2 Indonesia – Kemajuan teknologi membuat semua kegiatan sehari-hari semakin mudah, salah satunya muncul istilah ekonomi digital.

Perkembangan Ekonomi Digital

Sumber Gambar: kompasiana.com

Ekonomi digital merupakan kegiatan ekonomi yang digunakan dengan bantuan Internet dan  kecerdasan buatan atau AI (kecerdasan buatan). Ekonomi digital dapat mengubah aktivitas ekonomi masyarakat dan bisnis dari yang semula manual menjadi perubahan yang sepenuhnya otomatis. Hal ini membuat kegiatan lebih mudah dan cepat untuk menjalankan semua aktivitas dan bisnis Anda sehari-hari. Ekonomi digital memungkinkan kita untuk melakukan berbagai aktivitas terkait bisnis secara otomatis, lebih cepat, dan lebih efisien. Misalnya  pembayaran yang bisa dilakukan secara online dari rumah, keberadaan toko online dan marketplace. Ekonomi digital adalah kolaborasi lengkap dari banyak faktor yang saling bergantung. Perekonomian ini mencoba untuk melakukan serangkaian proses berkelanjutan dari pedagang atau penyedia jasa yang menjual barang dan jasa mereka di ruang tertentu di Internet, hingga konsumen yang  membeli barang atau mencari jasa., pengiriman langsung atau penggunaan jasa pengiriman barang, serta penggunaan jasa  langsung.

Baca Juga : Diskon Batu Bara Rusia: Bagaimana dengan Indonesia?

Peran Publik Dalam Ekonomi Digital

Sumber Gambar: kompasiana.com

Di era modern ini, internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat bahkan bisa dibilang tidak ada kegiatan yang tidak lepas dari penggunaan internet, seperti mencari informasi, komunikasi, hingga membeli kebutuhan sehari – hari. Contoh perkembangan ekonomi digital yang memiliki dampak signifikan bagi masyarakat adalah seperti, transportasi, perbankan, bisnis, hingga perbankan. Peran publik dalam memajukan ekonomi digital sangat diperlukan, yaitu :

  • Menggunakan aplikasi untuk mempermudah kegiatan operasional. Kehadiran aplikasi point-of-sale, akuntansi, dan pengiriman produk dapat mengefisienkan kegiatan operasional.
  • mengoptimalkan situs web agar memudahkan masyarakat menemukan informasi yang dicari
  • Mempromosikan produk dari media sosial. Jangkau lebih banyak konsumen dengan media sosial atau iklan berbayar di media sosial.

Baca Juga : Partisipasi Anak Muda Dalam Perhelatan KTT Y20 Indonesia

Dengan partisipasi masyarakat dalam memajukan ekonomi digital, Peluang bisnis juga semakin luas. Salah satunya di bidang perbankan. Para pebisnis semakin giat membangun fintech, termasuk e-wallet. Kehadiran dompet digital membuat transaksi cashless menggunakan aplikasi menjadi lebih mudah dan meluas oleh masyarakat umum.

Baca Juga : Kemitraan Parlemen Kuat, Penanganan Perubahan Iklim Giat

Dapat disimpulkan bahwa partisipasi publik sangat membantu memajukan ekonomi digital, hal ini juga sesuai dengan spektrum partisipasi publik itu sendiri yaitu Inform yang berarti memberikan informasi yang seimbang dan objektif kepada publik untuk membantu mereka dalam memahami masalah, alternatif, peluang atau solusi Dan Collaborate yang berarti untuk bermitra dengan publik dalam setiap aspek keputusan termasuk pengembangan alternatif dan identifikasi solusi yang tepat.

 

Partisipasi Anak Muda Dalam Perhelatan KTT Y20 Indonesia

IAP2 Indonesia – Y20 merupakan bagian dari KTT G20 yang memprioritas kan peran anak muda, tentu ini merupakan sebuah momentum bagi para anak muda untuk meningkatkan kerja sama dan partisipasi masyarakat.

Apa Itu KTT Y20

Sumber Gambar: https://y20-indonesia.org/id/

Youth 20 (Y20) adalah forum konsultasi resmi bagi kaum muda dari seluruh negara anggota G20 untuk memulai dialog. Y20 mendorong kaum muda sebagai pemimpin masa depan untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu global, berbagi ide, berdiskusi, bernegosiasi, dan membangun konsensus. Indonesia terpilih untuk menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi negara G20 dan juga KTT pemuda anggota G20 yang disebut Youth 20 (Y20). perhelatan Y20 di Indonesia akan  mengusung empat prioritas, yaitu: lapangan kerja bagi kaum muda, transformasi dan keberlanjutan digital, dan planet yang  layak huni, Keanekaragaman dan inklusi. Sebelum memulai KTT G20, KTT Y20 merupakan salah satu side event dari G20 yang akan diselenggarakan di kota Jakarta dan Bandung pada tanggal 17-24 Juli. dengan mengangkat tema “Dari Pemulihan Ke Resiliensi : Membangun Kembali Agenda Pemuda Pasca Covid-19”

Baca Juga : Aplikasi MyPertamina Mendorong Bahan Bakar Ramah Lingkungan?

Peran Anak Muda Dalam KTT Y20 Indonesia

Sumber Gambar:
https://era.id/nasional/98967/singgung-soal-dampak-pandemi-dan-peran-anak-muda-di-acara-y20-ini-maksud-puan-maharani

Dalam mewujudkan perhelatan ini tentunya dibutuhkan adanya partisipasi publik, salah satunya adalah peran anak muda. Dalam KTT Y20 ini memang diprioritaskan khusus untuk partisipasi anak muda untuk mendorong inklusivitas dalam presidensi G20 nanti. Peran anak muda dalam Y20 ini merupakan komponen penting dalam berjalan nya G20. peran anak muda tentunya sangat diharapkan bagi seluruh masyarakat, Kontribusi pemikiran anak muda melalui KTT Y20 diharapkan dapat membantu dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi negara-negara di dunia. Khususnya, percepatan pemulihan pasca Covid-19. Ini juga merupakan wadah yang besar bagi para pemuda khususnya anggota dari G20 sebagai wadah untuk membentuk masa depan.

Baca Juga : Pembangunan SDGs Indonesia Melalui MSP

Anak muda memiliki peran penting dalam keberlangsungan demokrasi dunia dan juga merupakan kunci dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Dalam KTT Y20 juga dihadiri oleh ketua DPR RI Puan Maharani, “Kaum muda adalah mesin pembangunan ekonomi masa depan. Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Pemuda diharapkan dapat menghadirkan ide-ide baru untuk memecahkan masalah global,” Ucapnya. 

Baca Juga : Metaverse atau Dunia Nyata yang Berkelanjutan: Pilih Mana? 

Dapat disimpulkan bahwa, peran anak muda sangat penting bagi keberlangsungan hidup dunia, apalagi populasi pemuda tumbuh hingga 7% pada tahun 2030. Ini merupakan wadah yang besar bagi pemuda karena pemuda adalah kunci masa depan yang diharapkan dapat menghadirkan ide-ide dalam memecahkan masalah global.

Pembangunan SDGs Indonesia Melalui MSP

IAP2 Indonesia – Dalam membangun SDGs di Indonesia tentunya memiliki banyak cara, salah satunya adalah dengan Multi-stakeholder partnership.

Mengenal multi-stakeholder partnerships (MSP)

Sumber Gambar: bappeda.jogjaprov.go.id

Kemitraan multi-pihak kepentingan adalah sarana dimana aktor yang tertarik dapat berkolaborasi dalam tantangan atau peluang tertentu untuk mencapai dampak atau hasil yang lebih besar daripada yang bisa mereka capai sendiri. Multi-stakeholder melibatkan organisasi dari berbagai sektor masyarakat, seringkali lebih inovatif, lebih berkelanjutan, lebih efisien dengan pendekatan yang lebih sistematik. Kekuatan MSP berasal dari pendekatannya yang beragam, sumber daya teknis, manusia, sosial atau ekonomi yang berorientasi pada masyarakat. MSP dapat digunakan dimanapun asal ada keselarasan kepentingan diantara para aktor yang berbeda dan di mana ada potensi kegiatan untuk berkontribusi pada SDGs sekaligus menghasilkan nilai bagi semua pihak baik bisnis, sosial, atau lingkungan.

Baca Juga : Jokowi Kembali Wajibkan Penggunaan Masker Di luar Ruangan

Sumber Gambar: bappenas.go.id

Pemerintah Indonesia telah memulai dengan Keputusan Presiden (Perpres) Nomor 59 SDG 2017. Arahan presiden Ini adalah dasar hukum untuk Implementasi SDGs di Indonesia  bagi semua pemangku kepentingan. Di tingkat negara, MSP adalah cara untuk mendapatkan nilai output terbesar dari menggabungkan sumber daya yang tersedia dengan cara yang berbeda. MSP berkontribusi dalam mewujudkan SDGs seperti: 

  1. dapat bekerja dalam berbagai cara advokasi bersama dan berbagi pengetahuan, pengembangan kapasitas,
  2.  pengembangan kebijakan, pengembangan produk dan layanan yang berpihak pada masyarakat kurang mampu, 
  3. aksi langsung di lapangan menengahi penggunaan sumber daya alam yang adil, dan membangun daya saing bisnis. 

Baca Juga : Metaverse atau Dunia Nyata yang Berkelanjutan: Pilih Mana? 

Aktor yang terlibat dalam MSP pada pembangunan SDGs adalah seperti NGO, Pemerintah, sektor bisnis, akademisi dan organisasi internasional. Dalam pelaksanaan nya tentu terdapat peluang dan tantangan nya, peluang tersebut adalah MSP Dapat Meningkatkan Format dalam membentuk program dan kebijakan dan Memperluas cakupan berbagai pemecahan masalah.

Baca Juga : Diskon Batu Bara Rusia: Bagaimana dengan Indonesia?

Pada satu sisi dapat memiliki  pengalaman yang baik dan positif, juga memiliki tantangan dan hambatan. Kesempatan memperoleh pengalaman positif dari berbagai pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan berbagai inovasi kebijakan dan program, seperti penguatan pelayanan publik dan penyempurnaan tata kota.

Sedangkan tantangan pelaksanaanya adalah:

  1. penerapan inklusifitas dan No one left behind, 
  2. Database terintegrasi dan komprehensif, 
  3. Integrasi program pemangku kepentingan, 
  4. keselarasan agenda pembangunan, 
  5. keselarasan prioritas pemerintah dan nonpemerintah,
  6. kondisi geografis dan demografis di Indonesia.

Dapat disimpulkan bahwa dalam dalam mewujudkan SDGs tentunya memiliki banyak cara, salah satunya adalah dengan MSP. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pencapaian SDGs sangat dibutuhkan sumber daya yang sangar besar, dengan adanya MSP bisa menjadi instrumen untuk merealisasikan visi dan misi SDGs itu sendiri.

Jokowi Kembali Wajibkan Penggunaan Masker Di luar Ruangan

IAP2 Indonesia – Kasus harian positif Covid 19 kembali melonjak naik, publik diminta kembali untuk wajib bermasker di luar ruangan.

Baca Juga : Covid-19 Naik, Vaksin Booster Menjadi Syarat Baru Beraktivitas 

Kasus Harian Positif Covid 19 Kembali Naik

Sumber Gambar: https://www.beritasatu.com/tag/update-covid-19

Pada Rabu (13 Juli 2022), jumlah kasus baru positif Covid-19 harian  di Indonesia kembali meningkat signifikan mencapai 3.822 dan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 6.120.169. Di sisi lain, jumlah kasus per hari pada Selasa (12/7/2022) sebanyak 3.361 kasus, dua kali lipat dari  hari senin. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan sebanyak 64.953 orang telah diskrining dengan angka positif 5,88% dalam 24 jam terakhir. Jumlah penguji hari ini mengalami penurunan hingga 72.360 dibandingkan beberapa hari sebelumnya, dengan angka positif sebesar 4,64%. angka kesembuhan juga turut meningkat 1.939, dan total pasien yang sembuh  mencapai 5.939.564 yang sebelumnya jumlah pasien yang sembuh sebanyak 1.780. 

Baca Juga : Aplikasi MyPertamina Mendorong Bahan Bakar Ramah Lingkungan?

Kebijakan Bermasker Di Luar Ruangan Kembali Diterapkan

Sumber Gambar:
https://nasional.kompas.com/read/2022/07/10/09231151/jokowi-minta-masyarakat-kembali-pakai-masker-dalam-dan-luar-ruangan?page=all

Partisipasi publik sangat diperlukan dalam menekan angka kasus positif Covid 19, Salah satu nya adalah disiplin dalam menggunakan masker. Selama sebulan terakhir pemerintah sudah banyak melonggarkan beberapa kebijakan karena kasus positif Covid 19 sudah jauh menurun, tetapi beberapa hari terakhir kasus Covid 19 kembali melonjak naik. Presiden Joko Widodo kembali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker  di dalam dan di luar ruangan. Hal itu disampaikannya pada Minggu (10/7/2022) usai salat Idul Adha di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat. “Selain itu, kami ingin mengingatkan  kita semua bahwa Covid-19 masih ada, jadi memakai masker tetap wajib, baik di dalam  maupun di luar ruangan,” kata Jokowi.

Baca Juga : Pentingnya Pelibatan Masyarakat dalam Penyusunan AMDAL

Presiden Jokowi sendiri merupakan orang pertama yang membebaskan kebijakan untuk tidak wajib bermasker di luar ruangan karena pada bulan Mei kasus positif Covid 19 lebih terkendali dibanding beberapa bulan terakhir. Namun sekarang dengan melonjak nya kasus positif yang signifikan, Presiden Jokowi kembali mewajibkan masyarakat untuk kembali bermasker di luar maupun di dalam ruangan terutama di tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Dengan ini partisipasi publik sangat dibutuhkan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kasus positif Covid 19.

Partisipasi Publik dalam Mendukung Diplomasi Publik

IAP2 Indonesia – Diplomasi publik didefinisikan sebagai upaya mencapai kepentingan nasional suatu negara melalui understanding, informing, and influencing foreign audiences. Lalu bagaimana peran publik dalam mewujudkan hal tersebut?

Baca Juga : Covid-19 Naik, Vaksin Booster Menjadi Syarat Baru Beraktivitas

Apa itu diplomasi publik?

Sumber Gambar: dictio.id 

Diplomasi publik didefinisikan seperti penanaman citra, propaganda, dan merupakan aktivitas lama yang identik dengan diplomasi publik itu sendiri.  Diplomasi publik juga berfungsi untuk Meningkatkan peran diplomat dalam melayani publik sebagaimana seorang negosiator di dalam sebuah pemerintahan.   Diplomasi publik juga merupakan terobosan terbaru dalam diplomasi tradisional yang  memiliki struktur menempatkan negara sebagai pusat kegiatan. Pejabat diplomatik bertindak atas nama negara yang kemudian menjadi suatu institusi bahkan menjadi suatu profesi. Sedangkan diplomasi baru timbul karena kegagalan diplomasi tradisional mencegah Perang Dunia Pertama, Hal ini memperkuat keyakinan bahwa diperlukan bentuk diplomasi baru. 

Baca Juga  : Aplikasi MyPertamina Mendorong Bahan Bakar Ramah Lingkungan?

Partisipasi Publik dalam Mendukung Diplomasi Publik

Sumber Gambar: Ilustrasi Partisipasi Publik (freepik/yanalya)

Dalam diplomasi publik, tentunya melibatkan banyak aktor yang paling banyak adalah masyarakat itu sendiri. hal ini juga sesuai dengan spektrum partisipasi publik sendiri yaitu Inform, Consult, Involve, Collaborate, dan Empower. Masyarakat dari semua kalangan tentunya bisa ikut langsung berpartisipasi dalam mendukung diplomasi publik, sebagai contoh media massa yang dibangun oleh publik memiliki peran besar dalam diplomasi publik contoh nya adalah VOA Indonesia, media tersebut pernah berperan sebagai Aktor Transnasional dalam Membentuk Nation-Branding Amerika di Indonesia. Mengingat media massa adalah salah satu sumber utama dalam mendapatkan informasi. Selain itu juga adanya Non Governmental Organization (NGO), NGO sendiri juga memiliki peran penting bagi masyarakat sendiri karena organisasi non pemerintah tidak ingin terlibat agenda dari pemerintahan karena untuk menjaga transparansi. Dari kalangan masyarakat juga ada influencer sosial media, influencer sendiri juga memiliki peran besar bagi kalangan masyarakat untuk mempengaruhi agenda tertentu. Dengan adanya diplomasi publik, Organisasi Non Pemerintah (NGO),masyarakat hingga media massa dapat berperan aktif dalam menjalankan diplomasi publik. Terlibat nya NGO dan media massa tentu dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Ditambah lagi dengan adanya media massa tentunya akan lebih transparan. Dapat disimpulkan bahwa peran publik sangat penting dalam menjalankan diplomasi publik. 

Baca Juga  : Pentingnya Pelibatan Masyarakat dalam Penyusunan AMDAL

Kegiatan Diplomasi Publik di Indonesia

Sumber Gambar: https://bandung.kompas.com/read/2022/02/16/133816278/jabar-jadi-tuan-rumah-3-agenda-g20-simak-beragam-hal-menarik?page=all

Dalam kegiatan diplomasi publik, Indonesia juga memiliki peran yang sangat besar bagi dunia. Contohnya adalah tahun ini Indonesia terpilih menjadi tuan rumah dalam Konferensi tingkat tinggi G20, U20, dan Y20, G20 atau The group of twenty merupakan Merupakan forum kerjasama multilateral yang beranggotakan 19 negara besar dan Uni Eropa (UE). G20 menyumbang lebih dari 60% populasi dunia, 75% perdagangan dunia, dan 80% PDB dunia. Urban 20 merupakan bagian dari presidensi G20, sebuah konferensi yang bertujuan untuk membawa isu-isu perkotaan ke garis depan agenda G20. U20 merupakan forum bagi para pemimpin kota-kota dan pemerintah daerah  untuk mengarahkan isu  iklim global dan pembangunan berkelanjutan kepada para pemimpin nasional. Sedangkan Y20 merupakan wadah konsultasi resmi bagi para pemuda dari seluruh negara anggota G20 untuk dapat saling berdialog. Y20 mendorong para pemuda sebagai pemimpin masa depan untuk meningkatkan kesadaran terhadap permasalahan global, untuk bertukar ide, berargumen, bernegosiasi, hingga mencapai konsensus.

Covid-19 Naik, Vaksin Booster Menjadi Syarat Baru Beraktivitas

IAP2 Indonesia – Kasus mingguan positif Covid 19 kembali naik dengan drastis, pemerintah kembali memperketat aturan kegiatan berskala besar.

Baca Juga : Hadiri KTT G7, Jokowi Ajak Negara G7 Investasi Di Indonesia

Vaksin Booster Menjadi Syarat Baru

Sumber Gambar: Ilustrasi (pixabay/Spencer Davis)

Dengan kembali naiknya kasus Covid 19, pemerintah mulai menerapkan kebijakan baru yaitu mewajibkan masyarakat untuk mendapatkan vaksin booster. Hal ini menjadi syarat wajib untuk memasuki fasilitas umum guna menekan kasus positif Covid 19 yang kembali naik. Dilansir dari health.detik.com, Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memaparkan, warga yang hendak mendatangi acara dengan jumlah pengunjung lebih dari 1.000 orang harus sudah menerima suntikan vaksin booster. Khususnya, bagi warga yang sudah berusia di atas 18 tahun. “Ketentuan khusus untuk pelaksanaan acara besar di mana peserta melebihi 1.000 orang yaitu kewajiban sudah divaksinasi booster bagi usia 18 tahun ke atas dan vaksinasi dosis lengkap untuk usia 6-17 tahun,” kata Prof Wiku dalam konferensi pers ‘Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia per 1 Juli 2022’, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga : Naik Turun Implementasi ESG dalam Bisnis Perusahaan

Aturan Baru Kegiatan Berskala Besar

Sumber Gambar:
https://jakarta.suaramerdeka.com/nasional/pr-1343780210/demi-target-capaian-vaksinasi-booster-dosis-ketiga-bagi-warga-yang-ingin-ngemal-wajib-booster-vaksin-covid-1

Pemerintah kembali memperketat peraturan kegiatan berskala besar salah satu nya adalah memperpanjang PPKM hingga 1 Agustus. Kasus mingguan yang melonjak hingga 105% memaksa pemerintah untuk kembali memperketat aturan PPKM. SE Satgas Covid-19 Nomor 22 Tahun 2022 mengatur acara yang dihadiri secara fisik oleh lebih dari 1.000 orang dalam satu waktu tertentu serta di satu lokasi yang sama, baik di dalam maupun luar ruangan. Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto juga akan mengadakan tes serologi untuk mengetahui kekebalan imun masyarakat terhadap Covid 19 dan variant nya “Kita lihat di beberapa mal tidak seketat sebelumnya. Saya memonitor di beberapa mal dan kegiatan memang barcode (Peduli Lindungi) tapi banyak pengunjung masuk tanpa ‘scan’. Ini yang jadi catatan, utamanya ke mal, restoran, sekolah, bioskop dan yang lain harus diperketat dan di luar pun kalau jarak dekat silahkan menggunakan masker,” ujarnya. .

Baca Juga : Meninjau Potensi Pertanian Berkelanjutan di Indonesia