Lewat Partisipasi Publik Warga Citalahab Bogor Berdaya!

IAP2 Indonesia –  Akhir Januari 2023 lalu, IAP2 Indonesia bersama Anwar Muhammad Foundation berkunjung ke Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Warga Saluyu, Kampung Citalahab, Desa Malasari, Gunung Halimun, Kabupaten Sukabumi.

Perjalanan menuju Lokasi

Menuju lokasi tersebut dibutuhkan waktu sekitar 6 jam perjalanan dari Stasiun Bogor. Tim IAP2 mengambil rute Tol Jagorawi – Parungkuda – Polsek Klapanunggal – Cibojong – Kabandungan – Cipeuteuy – Cikaniki Research Station, Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Foto menuju akses perkemahan

(Sumber: Dokumen pribadi)

Kampung Citalahab merupakan sebuah perkampungan tradisional Sunda. Sebagian penduduk Citalahab menjadikan rumah tinggal mereka sebagai penginapan (homestay) yang diperuntukan bagi wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Ketika berada di tempat wisata ini, pengunjung akan menikmati indahnya bentangan perkebunan teh, berkemah, dan menjelajahi hutan. Tak kalah pentingnya, mereka juga disuguhi beragam kekayaan flora dan fauna.

Baca Juga : Membersamai Mitra Bisnis dalam Kunjungan Kerja Bank Pembangunan Asia

Owa Jawa

Owa Jawa adalah salah satu jenis primata yang paling langka di dunia. Owa Jawa menyebar terbatas di dataran tinggi pulau Jawa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Javan Gibbon Research & Conservation Project, Owa Jawa memiliki beberapa ciri khas, seperti perilaku tidurnya yang memilih pohon yang tinggi besar seperti Rasamala (Altingia excelsa) dan Pasang (Lithocarpus sp.), hidup berpasangan dengan 2-6 individu per kelompok, wilayah jelajah rata-rata 32 ha dengan rata-rata jarak jelajah harian 1,5 km/hari, dan buah yang paling banyak dikonsumsi adalah buah ara (Ficus sp.).

Owa Jawa Jantan di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak

(Sumber: Dokumentasi oleh Sekar Arum Aniswari 2021)

Populasi terbesar berada di Gunung Halimun, Gunung Simpang, Pegunungan Dieng, dan Ujung Kulon (Nijman, 2006). Hutan dataran rendah terluas di Pulau Jawa yang tersisa untuk habitat owa jawa adalah kawasan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Dengan luas kesesuaian habitat sebesar 330 – 400 km², Taman Nasional Gunung Halimun Salak diestimasikan memiliki 900 – 1.220 individu owa jawa atau kepadatan populasi sebesar 2,6 – 8,6 individu/km² (Nijman, 2015).

Dibalik kemajuannya dalam melestarikan alam dan melakukan pemberdayaan masyarakat, partisipasi publik menjadi sesuatu yang penting untuk ditelaah bersama. Berikut proses keberjalanan partisipasi publik yang dilakukan oleh KSM Warga Saluyu.

Baca Juga : Pentingnya Pelibatan Masyarakat Dalam Penanganan Sampah

Bagaimana Partisipasi Publik Berjalan di KSM Warga Saluyu Citalahab?

1. Masalah Dasar
Kawasan KSM Warga Saluyu memiliki 3 ciri khas, yaitu hutan tropis dengan berbagai macam pesona flora dan fauna, kawasan agro dengan keindahan pemandangannya, dan perilaku sosial budaya masyarakat yang menjunjung tinggi kearifan lokal dan budaya leluhur.
Sebagai masyarakat desa yang sangat dekat dan bergantung pada alam, banyak dari mereka terganggu karena tidak adanya manajemen dalam pengelolaan sumber daya alam seperti kayu bakar dan air. Dari masalah inilah muncul kesadaran dari masyarakat untuk membuat kesepakatan dalam mengatur potensi tersebut.

2. Bentuk Inovasi
Inovasi yang dilakukan oleh KSM Warga Saluyu berfokus kepada pengelolaan kekayaan alam seperti sawah terasering, perkebunan teh, dan kekayaan biodiversitas dalam hutan serta pemberdayaan masyarakat dengan pelibatan yang dilakukan terhadap pengelolaan kekayaan alam baik dalam hal manajerial hingga pengembangan ekonomi kreatif.

3. Proses
Inisiasi perintisan dimulai pada kurun waktu 1996-1998 oleh KPPE TNGHS sebagai konsorsium program pengembangan ekowisatanya. Konsorsium ini beranggotakan Lembaga Swadaya Masyarakat BScC, PBKUI, WPTI, McDonald dan BTNGHS. Kemudian, melalui pendanaan USAID di tahun 1999-2000, Yayasan Ekowisata Halimun (YEH) atas dukungan Yayasan Kehati memberikan pendampingan hingga tahun 2007 dengan model bisnis berupa penjualan paket wisata. Setelah itu, di tahun 2008, KSM Warga Saluyu resmi berjalan mandiri.
Pada tahun 2017, Ekowisata Halimun di Kampung Citalahab Sentral meraih Indonesia Sustainable Tourism Award di posisi ke 3 untuk kategori konservasi alam. Semua ini berkat dukungan konsorsium Yayasan Ekowisata Halimun, BUMDES Malasari, Bogor Eco Sustainable Tourism, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor.

4. Tujuan
Tujuan utama dari KSM Warga Saluyu adalah melakukan konservasi alam dengan cara pemberdayaan lokal dan dalam perjalanannya KSM Warga Saluyu juga membersamai kampung lain bagaimana cara menjaga ekosistem alam dan sosial.

5. Cara
Dalam proses mencapai tujuannya, KSM Warga Saluyu selalu melakukan pelibatan masyarakat baik secara informal maupun formal melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang) yang berkaitan dengan lingkungan.

6. Hasil
Dengan hadirnya KSM Warga Saluyu, masyarakat lokal menjadi sangat terbantu melalui diversifikasi ekonomi, yang dulu hanya dari pertanian atau upah dari pekerjaan, sekarang mereka memiliki sumber pendapatan lain dari pariwisata dan ekonomi kreatif.

7. Pembelajaran
Sejak mampu mandiri pada tahun 2008, banyak pembelajaran yang didapatkan oleh KSM Warga Saluyu. Di antaranya berbagi keilmuan dengan stakeholder ataupun wisatawan yang datang sehingga pengetahuan masyarakat terhadap tata cara dalam mengelola tujuan KSM dapat terus meningkat.

8. Tantangan
Tantangan yang sedang dihadapi oleh KSM Warga Saluyu adalah fasilitas wisata seperti ruang pertemuan, toilet, pendopo, papan petunjuk arah, jaringan komunikasi, dan akses jalan yang masih sangat belum memadai.

Baca Juga : Kepemimpinan Indonesia dalam Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

Mengenal Partisipasi Publik dari IAP2 Indonesia

IAP2 Indonesia merupakan bagian dari asosiasi berbasis  anggota berskala internasional yang mempromosikan dan meningkatkan kualitas penerapan partisipasi publik. Dalam mendukung hal tersebut adanya pelibatan masyarakat yang melibatkan individu, pemerintah, lembaga, dan entitas lain yang mempengaruhi kepentingan publik di seluruh dunia. IAP2 Indonesia memiliki core values yang memelihara integritas penerapan partisipasi publik. Tujuan dari core values adalah membantu dalam membuat keputusan berkualitas dan inklusif yang merefleksikan kepentingan bersama. Selain itu, IAP2 Indonesia memiliki spektrum partisipasi publik yang dirancang untuk pemilihan kategori partisipasi publik dalam setiap program pelibatan masyarakat. Terdapat 5 kategori partisipasi publik, yaitu inform, consult, involve, collaborate, dan empower.

(Sumber: IAP2 Indonesia)

Spektrum Partisipasi Publik IAP2 dirancang untuk membantu pemilihan tingkat partisipasi yang mendefinisikan peran publik dalam setiap program pelibatan masyarakat. Spektrum menunjukkan bahwa berbagai tingkat partisipasi adalah sah tergantung pada tujuan, kerangka waktu, sumber daya dan tingkat kepedulian dalam keputusan yang akan dibuat. Namun, dan yang paling penting, Spektrum menetapkan janji yang dibuat untuk publik di setiap tingkat partisipasi. Spektrum banyak digunakan dan dikutip dalam sebagian besar manual keterlibatan masyarakat.

Etika dasar dan kesopanan mengharuskan pengakuan yang jelas dari Asosiasi Internasional untuk Partisipasi Publik – IAP2 Internasional, karena sumber untuk informasi ini diperlukan dalam semua kasus. Untuk menggunakan, menyalin Spektrum, Anda diharuskan untuk mengirimkan permintaan tertulis kepada Direktur Eksekutif Internasional IAP2: operations@iap2.org. Untuk memfasilitasi permintaan anda, silakan lengkapi formulir aplikasi dan kirimkan ke IAP2HQ untuk dipertimbangkan.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *