Beranda » Archives for October 2019

Month: October 2019

pelatih berlisensi

Masukan dari Anggota Memperbaiki Proses Menjadi Pelatih Dasar-Dasar IAP2 Berlisensi

Aplikasi untuk mengikuti Program Persiapan Pelatih Dasar-Dasar IAP2 sudah diterima

DENVER, CO, USA, Oktober 2019 – International Association for Public Participation (IAP2) telah memutakhirkan proses pendaftaran Program Persiapan Pelatih Dasar-Dasar Partisipasi Publik untuk individu dari seluruh dunia. Program ini mempersiapkan seseorang untuk mendapatkan lisensi dalam menyampaikan Dasar-Dasar Partisipasi Publik IAP2 Internasional selama 5 hari.

“Kami mendengarkan masukan dari para anggota mengenai hal apa saja yang sukses dilakukan dan apa yang perlu ditingkatkan kembali,” kata Cassie Hemphill, Manajer Pengembangan Profesional di IAP2 Internasional. Cassie menambahkan, “Pemutakhiran proses ini dirancang untuk memperjelas dan meningkatkan akses program.”

Pemohon aplikasi dinilai berdasarkan tujuh kriteria, termasuk kedalaman dan luasnya pengalaman mereka sebagai praktisi partisipasi/pelibatan publik, kemampuan untuk menerapkan Nilai Inti IAP2, dan kemampuan memfasilitasi pembelajaran untuk kalangan dewasa. Penilaian aplikasi dilakukan oleh Panel Seleksi berdasarkan seperangkat standar kualitas melalui proses blind review.

“Panel Seleksi ini sangat penting bagi kesukesan proses aplikasi,” ujar Ellen Ernst, Manajer Eksekutif IAP2. “Blind review oleh panel dengan perspektif beragam dan perwakilan global memastikan pemohon aplikasi dinilai secara adil.”

Kandidat yang diterima dalam program ini memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam tentang isi kursus Dasar-Dasar Partisipasi Publik, dan mereka belajar bagaimana menyampaikan konten kursus. Peserta juga belajar tentang praktik terbaik dalam pengajaran dan pembelajaran bagi kalangan dewasa. Selama program, setiap kandidat dipandu oleh mentor yang ditunjuk. Para mentor adalah Pelatih Dasar-Dasar Berlisensi yang sangat berpengalaman dalam memberikan pengetahuan dan memiliki perspektif multi-kultural, sehingga memperkaya pengalaman belajar para kandidat.

Program ini dilaksanakan berdasarkan permintaan melalui sistem manajemen pembelajaran daring milik IAP2. Hal ini memungkinkan kandidat dari seluruh dunia bisa belajar di mana pun mereka berada dan berkembang melalui program dengan “kecepatan” sesuai kebutuhan mereka.

Klik tautan di bawah untuk mempelajari lebih lanjut tentang Program Persiapan Pelatih Dasar-Dasar IAP2:

Untuk informasi lebih lanjut tentang Program Persiapan Pelatih IAP2 Berlisensi, hubungi Manajer Pengembangan Profesional IAP2 internasional di pdm@iap2.org.

Tentang IAP2

IAP2 adalah asosiasi internasional berbasis anggota yang berupaya mempromosikan dan meningkatkan praktik partisipasi publik, bisa diikuti oleh perorangan, pemerintah, lembaga, dan entitas lain yang bekerja mempengaruhi kepentingan publik di negara-negara seluruh dunia. IAP2 menjalankan misinya melalui penyelenggaraan atau kegiatan untuk:

  • Melayani kebutuhan belajar bagi anggota melalui acara, publikasi, dan teknologi komunikasi;
  • Advokasi untuk partisipasi publik di seluruh dunia;
  • Mempromosikan agenda penelitian yang berorientasi pada hasil dan menggunakan penelitian untuk mendukung tujuan pendidikan dan advokasi;
  • Memberikan bantuan teknis untuk meningkatkan partisipasi publik.

Untuk informasi umum tentang IAP2, hubungi Ellen Ernst, Manajer Eksekutif Federasi IAP2 di iap2hq@iap2.org.

Sumber: Member Input Improves Process to Become a Licensed Foundations Trainer (https://www.iap2.org/news/473579/Member-Input-Improves-Process-to-Become-a-Licensed-Foundations-Trainer.htm)

smart city

Pelibatan dan Partisipasi Masyarakat Untuk Kota Pintar/Smart City

Jakarta – Untuk memperluas pengetahuan mengenai partisipasi publik, IAP2 Indonesia mengadakan diskusi rutin, NGOPAS, pada hari Rabu, 2 Oktober 2019. Bertempat di Estubizi co-working space, NGOPAS kali ini mengundang Hari Kusdaryanto sebagai narasumber terkait pengembangan derah pintar (Smart City). Saat ini ia aktif sebagai Chief Strategic Officer di Cityasia.

Smart City atau daerah pintar, menurut Hari, adalah kawasan atau daerah yang mampu mengelola sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), dan anggaran secara efektif dan efisien untuk untuk menjawab masalah prioritas, meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan daya saing.

Smart city tidak hanya bicara tentang penggunaan teknologi yang canggih. Tetapi “pintar” di sini adalah bagaimana daerah bisa melahirkan inovasi-inovasi untuk menyelesaikan persoalan seperti kemacetan, limbah, kriminalitas, keterbatasan ruang terbuka hijau, dan kualitas SDM. Lebih jauh lagi, daerah pun dituntut untuk mengembangkan “cara pintar” dalam meningkatkan daya saing. Terutama untuk menarik investasi dan devisa. Berbagai sektor baru pun kini mulai dilirik untuk mendatangkan pendapatan daerah dan meningkatkan ekonomi lokal, misalnya pariwisata, MICE (Meetings, incentives, conferences and exhibitions), dan penyelenggaran event nasional maupun internasional (olaharaga, fashion, dll).

Di Indonesia, Gerakan 100 Smart Cities menjadi sebuah gebrakan yang menunjukkan keseriusan Pemerintah untuk bersaing dengan kota-kota di negara lain. Gerakan ini diprakarsai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Presiden (KSP).

Diluncurkan saat Indonesia Smart City Summit 2017, 100 Smart Cities telah memasuki tahun ketiga dalam membimbing kabupaten/kota untuk menyusun Smart City Masterplan. Tahun ini telah terpilih 25 kabupaten/kota untuk menggenapkan 100 daerah yang ditargetkan. Dua puluh lima kabupaten/kota ini akan mengikuti program pendampingan selama tahun 2019.

Dalam konsep smart city, ada 6 aspek yang dibangun, yaitu: smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment. Aspek smart society menunjukkan bahwa peran masyarakat adalah esensial. Dalam menjamin keberlanjutan suatu kota pintar, maka pelibatan dan partisipasi masyarakat yang pintar menjadi suatu keniscayaan.

Beberapa daerah menyadari hal tersebut. Banyuwangi adalah salah satunya. Kabupaten di Jawa Timur ini mewujudkan smart society melalui program smart kampung. Program ini memfasilitasi warganya untuk mempelajari ketrampilan seperti menari, membuat kostum karnaval, Bahasa Inggris, dan videografi untuk menunjang festival-festival yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten. Dengan ketrampilan yang memadai, warga mendapatkan keuntungan ekonomi dari wisatawan yang datang menghadiri festival-festival tersebut. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi mengalami peningkatan. Banyuwangi pun berhasil merubah citra dari “Kota Santet” menjadi “Kota Festival.”

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaPerkembangan IAP2 Indonesia

Tentu saja, banyak cara untuk melibatkan masyarakat dalam membangun smart cities di Indonesia. Pemerintah daerah bisa melakukan seperti yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi: membangun ekosistem pembejalaran untuk komunitas. Atau, Pemda juga bisa memberdayakan start-ups lokal untuk mengembangkan inovasi lokal yang menjawab kebutuhan daerah. Banyak inisiatif lokal yang bisa ditemukan dalam membangun smart society.  Intinya adalah, jika partisipasi warga dapat dikelola dengan baik oleh Pemda, maka kota pintar menjadi pilihan tepat untuk pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. 

Pemenang IAP2 USA Core Values Awards 2019

Selamat Kepada Para Pemenang IAP2 USA Core Values Awards 2019

Rayakan Kemenangan Praktik Terbaik dalam Partisipasi Publik!, Boulder untuk P2 yang “Paling Berani”, Portland memiliki projek jalur pejalan kaki yang paling top.

Ada yang bilang bahwa partisasi publik yang baik ibarat mereparasi pakaian: memperbaikinya dengan benar, tapi tidak ada yang memperhatikan; kalau memperbaikinya salah, maka semua orang mengetahuinya. IAP2 Core Values Awards menjadi kegiatan tahunan yang menempatkan Partisipasi Publik (P2) dalam sorotan dunia. Ajang ini memberikan pengakuan kepada mereka yang telah mempraktikkan P2 ke level yang lebih tinggi dan menginspirasi praktisi P2 lainnya untuk terus belajar serta meningkatkan level mereka.

Tahun ini acara gala, yang diadakan di NASCAR Hall of Fame, Charlotte, NC, dengan bangga memperkenalkan:

Kota Boulder di Colorado yang telah dinominasikan sebagai Organization of The Year karena telah “Menciptakan Budaya Partisipasi Publik yang Bermakna”. Pejabat kota sudah lama menyadari bahwa partisipasi publik yang baik akan menghadirkan kebijakan dan keputusan yang lebih baik. Namun, beberapa tahun lalu, mereka mendapakan feedback dari warganya bahwa praktik P2 harus diperbaiki. Pemerintah setempat setidaknya memerlukan delapan belas bulan untuk mendapatkan semua masukan tentang bagaimana meningkatkan partipasi publik. Untuk lebih jelasnya, simak video lebih lanjut. Link to submission.

Kota Portland, khususnya Dinas Transportasi memenangkan Project of the Year dan menduduki puncak kategori untuk Proyek Umum dengan “PepdPDX” nya. Proyek ini adalah proses untuk menciptakan pemerataan yang lebih luas untuk pejalan kaki di seluruh kota. Mereka melibatkan warga melalui kegiatan open-house, wawancara per individu, pelibatan secara online, dan serangkaian video bertema “Pedestrian Strories” untuk membantu Dinas Transportasi Portland (PBOT) memprioritaskan alokasi anggarannya. Simak video berikut untuk tahu lebih lanjut tentang proyek mereka: Link to submission.

Kategori Proyek Penelitian Tahun ini diberikan kepada PRR Inc atas pengembangan “Measuring Public Involvement Effectiveness: an Easy-to-Use Toolkit”. Proses pelibatan bisa menjadi rumit atau sederhana, bisa juga menggunakan alat dan teknik terbaru atau dengan metode yang sudah teruji; tetapi, seberapa baik kerja alat tersebut? PRR berupaya mencari cara untuk menentukan “efektivitas” pelibatan publik dari sudut pandang publik maupun dari Lembaga yang melakukan pelibatan. Hasilnya, mereka mengembangkan toolkit berupa survey dan metode penilaiannya yang mudah digunakan untuk menilai efektivitas pelibatan. Simak videonya lebih lanjut. Link to submission.

Ketiga pemenang tersebut akan bertanding dengan para pemenang dari Afiliasi IAP2 lainnya di seluruh dunia untuk memenangkan Federation Core Values Awards. Perhelayan ini akan diselenggarakan bulan depan di Konferensi Australasia IAP2 di Sydney, Australia.

Penghargaan lain di acara gala diberikan kepada:

Dinas Transportasi Kota San Fransisco untuk kategori Respect for Diversity, Inclusion and Culture dengan program mereka “#27 Bryant Transit Reliability Project”. Jalur #27 Bryant melintasi daerah yang sangat beragam warganya dan bergantung pada transit bus. Tetapi karena macet dan faktor lainnya, perjalanan bis menjadi lambat. Untuk merubah pelayanan bis, dinas transportasi melibatkan warga dengan berbagai cara. Karena sebagian besar penghuni di Bryant terbatas dalam Bahasa Inggris, Dinas menggunakan barbagai cara dan teknik agar mereka bisa berpartisipasi. Simak videonya lebih lanjut. Link to submission.

Departemen Taman dan Rekerasi, Austin. Texas dengan proyeknya “Dr Everett H. Givens Memorial Park Master Plan”. Taman ini telah lama menjadi tempat berkumpulnya komunitas yang didominasi orang Afrika-Amerika. Bahkan setelah banyak penduduk pada distrik itu, mereka kemudian direlokasi karena gentrifikasi. Proyek ini menyatukan masyarakat untuk merencanakan masa depannya. Link to submission.

Adam 12 Five Star School District yang menyandang peringkat kedua dalam kategori Proyek Umum dengan proyeknya “ELEVATE: A Public School-District Engagement Process to Develop a Community-driven Strategic Plan”. Link to submission

Masih dalam kategori Proyek Umum, Dinas Transportasi Kota San Fransisco juga mendapat gelar Honorable Mention melalui proyek  “The Geary Rapid Project: Finding Common Ground on San Francisco’s Busiest Transit Corridor”. Link to submission.

Penghargaan terhadap individual juga diberikan di Gala IAP2 USA. Beberapa di antaranya adalah:

Inspirational Leadership Award diberikan oleh IAP2 Federation Board kepada Ketua Anggota Kylie Cochrane. Penghargaan ini mengakui peran Kylie dalam membimbing organisasi di seluruh dunia dalam melalui perubahan tata kelola baru-baru ini, dan perkembangan lainnya.

Penghargaan Greater Good/Emerging Leader diserahkan kepada Isis Lopez dari Kota Austin. Penghargaan Greater Good diberikan kepada Dan Adams dari Langdon Group.

Penghargaan Greater Good juga diberikan kepada Amelia Shaw, yang telah pensiun dari jabatan Executive Manager untuk IAP2 USA,  dan sekarang menjabat sebagai Executive Manager untuk IAP2 Canada. Ia juga pernah menjadi presiden pertama di IAP2 Canada, Direktur Dewan Internasional, dan memimpin sebuah proyek yang memenangkan IAP2 Core Values Award untuk kategori inovasi di tahun 2010.

Acara Gala IAP2 di Amerika Serikat juga menampilkan IAP2 Canada Core Values Awards:

Gelar Organization of the year diberikan kepada Kota Kingston, Ontario, dengan proyek  “Engaging on Engagement to Develop and Implement a Culture of P2”.

Project of the year jatuh kepada Canadian Partnership Against Cancer, yang juga memenangkan kategori Respect for Diversity, Inclusion and Culture untuk proyek “’Underserviced’ Population Engagement” 

Kategori Keterlibatan Kaum Adat diberikan kepada Context – an Argyle Company untuk tinjauan BC Flood and Wildfire.

Kategori Extending the Practice through creativity, contribution and innovation in the field: Context adalah an Argyle Company untuk “It’s Time: the Mobility Pricing Independent Commission’s Engagement Process”; dan Kota Calgary untuk “It’s My Neighbourhood”.

Kategori Visual Engagement diberikan kepada CitySpaces untuk proses pelibatan dalam Strategi Perumahan Terjangkau Kota Nanaimo BC.

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Hasil Pertemuan Dewan Federasi IAP2 di Charlotte

IAP2 Core Values ​​Awards memiliki dua tujuan. Salah satunya adalah untuk mengenali proyek P2 yang dapat meningkatkan standar dalam profesi. Hal lainnya adalah memberi praktisi pandangan tentang apa yang berhasil, inovatif dan efektif, sehingga mereka juga dapat meningkatkan level mereka. Kami harap Anda dapat meluangkan waktu untuk meninjau proyek-proyek ini di IAP2 USA Core Values ​​Awards 2019 dan IAP2 Canada Core Values ​​Awards 2019;  Anda pun dapat ikut dalam ajang penghargaan tahun depan di Banff, Alberta.

Salam hangat,

IAP2 USA

Sumber: Congratulations to IAP2 USA Core Values Award-winners! http://blog2.iap2usa.org/2019/09/11/congratulations-to-iap2-usa-core-values-award-winners/#more-1012

dewan federasi

Hasil Pertemuan Dewan Federasi IAP2 di Charlotte

Carolina Utara – Salam hangat dari para Dewan Federasi IAP2 untuk kita semua. Setelah melakukan pertemuan di Charlotte, Carolina Utara, dewan federasi mengumumkan perkTembangan dan perubahan-perubahan dalam badan IAP2.

Gambar ini sangat membantu dalam menyusun rencana kerja strategis Dewan Pengurus IAP2 Intl. 2019-2020

Pertemuan yang berlangsung pada tanggal 8-9 September 2019 dihadiri oleh Kylie Cochrane (ANZ dan Int. Chair), Jay Vincent (Amerika Serikat), Aldi Muhammad Alizar (Indonesia), Tim Hart (Afrika Selatan), Mandi Davidson (ANZ), John Poynton (Amerika Serikat), Bruce Gilbert (Kanada), dan Catherine Rockandel (Kanada). Perwakilan IAP2 di Italia tidak berpartisipasi dalam pertemuan. Ada tiga hal yang menjadi hasil pertemuan ini, yaitu pengakuan akan keberagaman dalam praktik partisipasi publik, proses perubahan internasional, dan pengaturan untuk wilayah baru.

Para Dewan Federasi Saat Makan Siang Bersama

Pengakuan keberagaman dalam praktik partisipasi publik

Hidup dalam keberagaman dan kompleksitas yang begitu luas menjadi tantangan untuk menghadirkan pelatihan dan praktik partisipasi publik yang relevan dan benar-benar mencerminkan keberagaman komunitas. Karena itu, Dewan Federasi membentuk audit keanekaragaman (audit diversity). Audit ini mencakup aspek-aspek kerja IAP2 yaitu: struktur organisasi, peran, dinamika kekuasaaan, inklusivitas, dan aksesibilitas. Beberapa hal yang akan diaudit adalah produk pelatihan dan mitra penyelenggara, kesempatan dalam hal kepempimpinan di dalam organisasi dan sebagainya. Kami juga akan meminta aksi nyata untuk memastikan bahwa kita sudah selaras dan mendukung prinsip akses dan respek yang dimuat dalam Kode Etika kita.

Sementara waktu, kami pun telah merevisi kriteria untuk calon partisipan untuk program Train the Trainer agar hambatan-hambatan berpartisipasi dalam dieliminasi.

Proses perubahan internasional

Dua perubahan utama yang dihasilkan dalam pertemuan ini, yaitu model pendanaan dan pemilihan anggota dewan internasional.

Dewan Federasi mentapkan model pendanaan baru untuk mendukung organisasi internasional dan refional yang kuat dan berkelanjutan. Mulai tahun 2020, lima puluh persen dari biaya keanggotaan akan dialokasikan untuk mendukung IAP2 Internasional, dan lima puluh persen sisanya untuk regional.

Dengan skema ini, IAP2 di tingkat regional juga akan lebih kuat secara finansial karena mereka akan menerima biaya lisensi pelatihan untuk pertama kalinya. Ini adalah tonggak penting dalam proses perubahan. Hal tersebut memungkinkan IAP2 internasional dan regional bergerak menuju model baru pada tahun 2020.

Kami juga telah mengembangkan rencana yang menjadi panduan bagi dewan internasional mulai tahun 2020. Ada beberapa prioritas utama untuk dipertimbangkan, yakni: pengembangan seperangkat jalur (pathways) dan modul pembelajaran global yang koheren, terkini dan terkemuka, pengembangan metode untuk memastikan bahwa IAP 2 memiliki mitra penyampai (delivery partners) yang terampil, beragam, aktif terlibat. Selain itu, IAP2 terus berupaya mengadvokasi agar PBB mengakui 2021 sebagai Tahun Partisipasi Internasional dan mendukung pertumbuhan afiliasi di wilayah Indonesia, Afrika Selatan, dan Amerika Latin. Hal lain yang tak kalah penting adalah mengembangkan agenda penelitian global.

Selanjutnya, pertemuan juga menghasilkan beberapa rencana proyek yang yang dilakukan mulai 2020, yaitu: Peninjauan kembali janji organisasi (brand promise) dan materi promosi (collateral materials), Peninjauan kembali Standar Jaminan Kualitas IAP2, Proyek penelitian State of the Practice, Peninjauan kembali program sertifikasi dan penjajakan untuk akreditasi profesional, Pengembangan perlengkapan pemeriksaan audit untuk proyek dan organisasi, Peninjaun kembali Penghargaan untuk Core Values, Pengembangan cara untuk belajar dan mengembangkan praktik terbaik dan yang akan datang, Pengembangan strategi advokasi internasional, dan Penjajakan untuk ekspansi IAP2 ke Kawasan/wilayan baru di seluruh dunia.

Keputusan terbaru lainnya adalah pada tahun 2020, untuk pertama kalinya, anggota dewan internasional dapat dipilih secara langsung oleh anggota di setiap wilayah. Dengan ini diharapkan mereka dapat meninjau prioritas tersebut pada awal 2020 serta mengembangkan rencana strategis yang komprehensif untuk organisasi internasional yang baru.

Ucapan selamat diberikan kepada Ketua Kylie Cochrane yang menerima penghargaan ‘Inspirational Leadership Award’ perdana di Core Value Awards. Kylie diakui dan dihargai karena kepemimpinannya yang berani serta kontribusinya yang luar biasa terhadap praktik partisipasi publik.

Saat menerima penghargaan, Kylie berterima kasih kepada semua sukarelawan yang telah bekerja keras dan membantu IAP2 sampai di posisi sekarang ini.

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: 2019 Profesional Bersertifikat dari Amerika Utara Diumumkan

Dewan Federasi memahami bahwa organisasi IAP2 semakin mendekati tanggal transisi, 1 Januari 2020. Karena belum ada kesepakatan terkait proses pelatih berlisensi, maka Pengurus memutuskan untuk memperpanjang lisensi saat ini hingga akhir tahun 2020 agar ada kepastian bagi mereka sampai 15 bulan ke depan. Pendapatan dari pelatihan akan dialokasikan ke IAP2 regional mulai 1 Januari 2020 dan Gugus Tugas Operasional (Operations Task Force) akan mempertimbangkan bagaimana biaya lisensi akan dibayarkan di tahun 2020 supaya prosesnya sederhana bagi semua orang.

Pengaturan kawasan baru

Dewan Federasi juga telah merevisi kerangka kerja untuk wilayah baru dari seluruh dunia yang ingin masuk menjadi keluarga IAP2.

Mulai 2020, IAP2 akan memiliki tiga jenis status badan regional: emerging status (wilayah yang baru memulai), provisional status (daerah yang telah menyelesaikan formal agreement dan telah berpartisipasi dalam IAP2 internasional tetapi tidak memilih), dan yang ketiga adalah full status (wilayah dengan hak suara di IAP2 Internasional).

Wilayah dengan status emerging dan provisional akan disediakan pendampingan dan dukungan dari IAP2 Internasional dan IAP2 regional agar mereka mendapatkan status Penuh.