Pembangunan SDGs Indonesia Melalui MSP

IAP2 Indonesia – Dalam membangun SDGs di Indonesia tentunya memiliki banyak cara, salah satunya adalah dengan Multi-stakeholder partnership.

Mengenal multi-stakeholder partnerships (MSP)

Sumber Gambar: bappeda.jogjaprov.go.id

Kemitraan multi-pihak kepentingan adalah sarana dimana aktor yang tertarik dapat berkolaborasi dalam tantangan atau peluang tertentu untuk mencapai dampak atau hasil yang lebih besar daripada yang bisa mereka capai sendiri. Multi-stakeholder melibatkan organisasi dari berbagai sektor masyarakat, seringkali lebih inovatif, lebih berkelanjutan, lebih efisien dengan pendekatan yang lebih sistematik. Kekuatan MSP berasal dari pendekatannya yang beragam, sumber daya teknis, manusia, sosial atau ekonomi yang berorientasi pada masyarakat. MSP dapat digunakan dimanapun asal ada keselarasan kepentingan diantara para aktor yang berbeda dan di mana ada potensi kegiatan untuk berkontribusi pada SDGs sekaligus menghasilkan nilai bagi semua pihak baik bisnis, sosial, atau lingkungan.

Baca Juga : Jokowi Kembali Wajibkan Penggunaan Masker Di luar Ruangan

Sumber Gambar: bappenas.go.id

Pemerintah Indonesia telah memulai dengan Keputusan Presiden (Perpres) Nomor 59 SDG 2017. Arahan presiden Ini adalah dasar hukum untuk Implementasi SDGs di Indonesia  bagi semua pemangku kepentingan. Di tingkat negara, MSP adalah cara untuk mendapatkan nilai output terbesar dari menggabungkan sumber daya yang tersedia dengan cara yang berbeda. MSP berkontribusi dalam mewujudkan SDGs seperti: 

  1. dapat bekerja dalam berbagai cara advokasi bersama dan berbagi pengetahuan, pengembangan kapasitas,
  2.  pengembangan kebijakan, pengembangan produk dan layanan yang berpihak pada masyarakat kurang mampu, 
  3. aksi langsung di lapangan menengahi penggunaan sumber daya alam yang adil, dan membangun daya saing bisnis. 

Baca Juga : Metaverse atau Dunia Nyata yang Berkelanjutan: Pilih Mana? 

Aktor yang terlibat dalam MSP pada pembangunan SDGs adalah seperti NGO, Pemerintah, sektor bisnis, akademisi dan organisasi internasional. Dalam pelaksanaan nya tentu terdapat peluang dan tantangan nya, peluang tersebut adalah MSP Dapat Meningkatkan Format dalam membentuk program dan kebijakan dan Memperluas cakupan berbagai pemecahan masalah.

Baca Juga : Diskon Batu Bara Rusia: Bagaimana dengan Indonesia?

Pada satu sisi dapat memiliki  pengalaman yang baik dan positif, juga memiliki tantangan dan hambatan. Kesempatan memperoleh pengalaman positif dari berbagai pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan berbagai inovasi kebijakan dan program, seperti penguatan pelayanan publik dan penyempurnaan tata kota.

Sedangkan tantangan pelaksanaanya adalah:

  1. penerapan inklusifitas dan No one left behind, 
  2. Database terintegrasi dan komprehensif, 
  3. Integrasi program pemangku kepentingan, 
  4. keselarasan agenda pembangunan, 
  5. keselarasan prioritas pemerintah dan nonpemerintah,
  6. kondisi geografis dan demografis di Indonesia.

Dapat disimpulkan bahwa dalam dalam mewujudkan SDGs tentunya memiliki banyak cara, salah satunya adalah dengan MSP. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pencapaian SDGs sangat dibutuhkan sumber daya yang sangar besar, dengan adanya MSP bisa menjadi instrumen untuk merealisasikan visi dan misi SDGs itu sendiri.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.