Memperkuat Inisiatif Kemitraan Multipihak di Indonesia untuk Agenda 2030

Memperkuat Inisiatif Kemitraan Multipihak di Indonesia untuk Agenda 2030

Lima bulan terakhir International Association for Public Participation (IAP2) Indonesia telah mengerjakan proyek “Strengthening the Indonesia Multi-Stakeholder Partnership Initiatives for the 2030 Agenda” bersama dengan BAPPENAS dan UNESCAP. Untuk memastikan prinsip “tidak ada yang tertinggal” dalam pencapaian SDGs, adapun regulasi maupun rencana aksi SDGs dapat memberikan ruang bagi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun non pemerintah untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Hal ini merupakan persyaratan wajib mengingat tahun 2030 kelak akan menjadi tahun pembangunan yang memiliki kompleksitas tinggi. Pada tahun 2030, pembangunan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi berfokus pula pada jaminan kelestarian dan kesejahteraan lingkungan serta kesejahteraan dan ketenteraman manusia. Oleh karena itu, kemitraan dan kolaborasi menjadi aspek penting dalam pencapaian SDGs. Keterlibatan pemangku kepentingan merupakan upaya awal untuk membangun kemitraan dan kolaborasi, namun masih belum dikelola secara maksimal. Perencanaan dan tata kelola yang belum maksimal mengakibatkan keterlibatan yang tidak efektif, meskipun keterlibatan dan kemitraan pemangku kepentingan menawarkan potensi besar untuk membangun pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Kemitraan Multipihak dapat memperkuat mobilisasi sumber daya (kapasitas keuangan dan pengetahuan) untuk pembangunan berkelanjutan. Pembangunan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan dapat menghasilkan solusi kreatif, menghindari konflik, mendapatkan dukungan dan penerimaan sosial, serta menghemat waktu dan uang dalam jangka panjang.

Baca Juga : Green Engagement: Strategi Pembangunan EBTKE Paska COVID-19 di Indonesia

Berfokus pada mendorong Kemitraan Multipihak di Indonesia tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Melakukan review pada panduan kemitraan multipihak berdasarkan user panduan kemitraan multipihak dan mitra IAP2 Indonesia;
  2. Menulis case study terkait dengan kemitraan multipihak;
  3. Membuat dokumen tentang Kurikulum dan Modul Kepemimpinan dan Pengembangan Profesional KMP.

Artikel ini ditulis oleh Naufal Muhammad Iqbal

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *