Kolaborasi Sebagai Kunci Keberhasilan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Pelatihan Kerja Sama Multipihak

Senin, 31 Mei 2021, Aldi Muhammad Alizar selaku Chair IAP2 Indonesia kembali diundang oleh UCLG-ASPAC dan APEKSI untuk menjadi fasilitator dalam program pelatihan LOCALISE SDGs. Pelatihan kali ini dihadiri oleh tiga puluh tiga perwakilan pemerintah daerah dari Sumatera Selatan, Lampung, Kota Jambi, Kota Bengkulu, Kota Pangkal Pinang, dan Kota Tanjung Pinang.

Dalam pelatihan tersebut, diungkapkan bahwa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) sangat berkaitan erat dengan kemitraan multipihak. Hal tersebut tercermin dalam tujuan nomor 16 dan 17. Tujuan 16 bermaksud untuk mempromosikan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan bagi semua, dan membangun lembaga yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua tingkatan. Pada tujuan ini perlu dipastikan bahwa pengambilan keputusan responsif, inklusif, partisipatif, dan representatif di semua tingkatan dapat terwujud. Sedangkan pada tujuan 17 dimaksudkan untuk memperkuat cara implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan. Nantinya, kemitraan multipihak yang kuat akan mampu mengatasi masalah publik yang kompleks, multidimensional, sistemik, dan antarsektor. Selain itu, tambahan pemangku kepentingan yang aktif akan sangat berarti dan berdampak bagi meningkatnya jangkauan pelayanan dan sumber daya, efisiensi dan efektivitas kerja, dan berkembangnya solusi inovatif.

Dalam pelatihan tersebut, muncul pertayaan dari Ismail selaku perwakilan Bappeda Sumatera Selatan. Pertanyaan tersebut berbunyi “Bagaimana strategi yang bisa dilakukan apabila dalam berpartisipasi ada pihak yang kurang antusias?”.  Chair IAP2 Indonesia menjawab pertanyaan tersebut dengan menyampaikan bahwa perlu dilakukan beberapa tahap dalam mewujudkan partisipasi yang sukses. Pertama-pertama, pemerintah daerah perlu memahami aktor-aktor siapa saja yang mempunyai pengaruh dan kekuatan di suatu wilayah. Setelah mampu untuk memahami aktor-aktor tersebut beserta perannya, pemerintah daerah perlu duduk bersama dengan para aktor tadi untuk memetakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Biasanya, dalam pemetaan tersebut perselisihan atau perbedaan kerap terjadi. Namun, hal ini tentu bisa diselesaikan jika antarpihak saling mengetahui keinginan masing-masing dan dapat memutuskan langkah terbaik yang bisa dilakukan agar semua suara aktor-aktor yang terlibat dapat terakomodasi. Dengan demikian, kemitraan yang sukses akan dapat tercapai. Aldi Muhammad Alizar juga mengungkapkan bahwa ada tiga skillset untuk kolaborasi yaitu keterampilan taktis, operasional, dan strategis. Selain itu, kunci keberhasilan KMP adalah kepemimpinan yang baik, sumber daya yang kompeten, dan forum multipihak untuk mendukung rencana dan pelaksanaan.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *