SGPP Indonesia dan Jurnal Kebijakan ‘Strategic Review’: Indonesia and Cultural Industries

Jakarta – Pada tanggal 12/09 School of Goverment & Public Policy (SGPP Indonesia) dan Jurnal Kebijakan ‘Strategic Review’ mengadakan Roundtable Discussion  di Equity Tower, SCBD, Jakarta. Diskusi ini mengusung tema “Indonesia and Cultural Industries” yang dipimpin oleh Ted Fishman Pengarang Buku China Inc.’ dan Shock of Gray.

“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa namun sampai saat ini belum termonetisasi/dikapitalisasi dengan baik.” Ujar Ted kepada partisipan seraya menunjukan beberapa potensi seni pertunjukan yang ia ambil dari Youtube.

Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam suku, ras, agama dan kubudayaan di dalamnya. Berdasarkan data yang di peroleh dari Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dengan kurun waktu 2009 sampai dengan 2017, setidaknya terdapat 7.241 karya budaya yang tercatat dan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda di Indonesia. Karya budaya tak benda menurut konvensi UNESCO 2003 meliputi tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya tak benda; adat istiadat masyarakat, ritus, perayaan-perayaan, dan seni pertunjukan.

Tetapi kita tahu bahwa budaya yang kita miliki saat ini belum terkelola dengan baik, Karena belum ada narasi yang terbangun mengenai betapa pentingnya budaya dalam rangka kegiatan pembangunan. Kegiatan pembangunan yang memasukkan budaya sebagai unsur yang setara dengan kegiatan ekonomi, sosial, politik, diplomasi tidak hanya di dalam skala nasional namun juga ke luar negeri.

Hampir setiap daerah memiliki budayanya masing-masing lalu bagaimana cara kita mengedepankan budaya dalam kegiatan pembangunan? Padahal contohnya sudah banyak, seperti Jepang dengan J-pop, Korea dengan K-pop dan Brazil dengan Samba dan lainnya yang sudah melakukannya dan sangat berhasil.

“solusinya ada pada warga negara itu sendiri untuk dapat memunculkan solusi tersebut, karena contohnya sudah banyak, seperti; Kpop, Jpop, samba Brazil” Ujar Ted.

Lebih lanjut, dari sekitar 50 partisipan yang hadir umumnya juga untuk masyarakat Indonesia, diharapkan dapat memberikan solusi perkembangan budaya yang berkelanjutan serta yang terpenting ialah keikutsertaan masyarakat yang masiv dalam memperkenalkan budaya kita kepada dunia sehingga dapat mengedepankan budaya dalam kegiatan pembangunan Indonesia.

Riza Wahyudi, IAP2 Indonesia | Jum’at, 21 September 2018 16.21 WIB

Author

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *