Beranda » Blog

Category: Blog

Kolaborasi SGPP dan IAP2

Kolaborasi SGPP dan IAP2 : Perjalanan untuk Kemajuan Bersama

Jakarta – Pertemuan tahunan IAP2 Indonesia yang diselenggarakan Kamis, 5 Desember 2019 di Mula by Galeria, Cilandak, Jakarta Selatan, salah satunya menghadirkan Ony A. Jamhari, CEO dari School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia. SGPP merupakan mitra IAP2 Indonesia sejak tahun 2018, termasuk dalam menyelenggarakan International Forum on Public Participation and Stakeholder Engagement for Sustainable Development Goals (IFP2SE) pada 29 April – 1 Mei 2019 di Bangkok, Thailand.

Dalam sesi sharing bersama Ony A. Jamhari, ia memperkenalkan profil SGPP yang saat ini sudah berjalan lima tahun. Memiliki kampus yang berlokasi di Sentul, Bogor, SGPP memiliki 30-40 siswa di setiap angkatannya. Salah satu hal yang khas di SGPP adalah, setiap Senin pagi, mereka selalu mengadakan kuliah umum dengan berbagai topik dan pembicara yang ahli di bidangnya. Di angkatan ke-6 sekarang ini, SGPP memiliki satu kegiatan baru yaitu sesi Passion Talk, yang mana setiap mahasiswa akan mempresentasikan satu topik tertentu, mengenai expertise mereka atau hal-hal yang menjadi passion  mereka. Dalam setahun ini, rencananya ada 40 passion talk dan semua itu akan didokumentasikan oleh SGPP.

Terkait kerja sama SGPP dengan IAP2 Indonesia, Ony mengungkapkan kemitraan ini telah membawa energi positif bagi kedua belah pihak. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci keberhasilan bagi instansi dan perorangan untuk dapat terus eksis dan tumbuh berkembang di zaman yang serba cepat ini. Bukan lagi berbicara siapa yang paling unggul tetapi apa yang dapat dilakukan bersama-sama untuk mencapai misi yang identik.

Untuk itu sejak ditandatanganinya MoU antara SGPP Indonesia dengan IAP2 Indonesia pada tahun 2018, komitmen untuk menjalin kerjasama terus dipupuk hingga saat ini. Kolaborasi dilakukan dalam lingkup kegiatan, antara lain, pertukaran bahan ilmiah, publikasi, dan informasi; konferensi bersama, program akademik, dan kegiatan budaya; kegiatan dan publikasi penelitian bersama; dan program kolaboratif akademik bersama. Di tahun 2020, kegiatan kolaboratif antara SGPP dan IAP2 Indonesia diharapkan bisa berkembang lebih jauh dan berdampak luas di masyarakat.

tantangan dan peluang partisipasi publik di indonesia

Refleksi Partisipasi Publik di Indonesia: Tantangan dan Peluang IAP2 Indonesia di 2020

Jakarta – IAP2 Indonesia hadir di Indonesia sebagai salah satu lembaga yang berfokus pada kemajuan partisipasi publik  sejak tahun 2012 sampai sekarang. Menjelang akhir 2020, tepatnya Kamis, 5 Desember 2019 di Mula by Galeria Cilandak, IAP2 Indonesia mengadakan silaturahmi antar dewan pengurus, mitra dan para penggiat partisipasi publik. Sebagai salah satu pembicara adalah Yusdi Usman, anggota Dewan Pengurus IAP2 Indonesia dan kandidat doktor Universitas Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Yusdi Usman berbagi perspektif tentang tantangan perkembangan partisipasi publik serta peluang untuk mendorong partisipasi publik lebih kuat.

Tantangan Partisipasi Publik di Indonesia

Ada tiga perspektif partisipasi publik yang dikenal, yaitu partisipasi publik sebagai bagian dari citizenship (kewarganegaraan), partisipasi publik sebagai hak dasar, dan partisipasi sebagai demokrasi deliberatif. Di negara maju, yang mana warganya cukup kuat memahami hak dan kewajibannya, “partisipasi” dalam kehidupan bernegara sudah menjadi hal yang biasa dan terlihat begitu aktif. Terlebih lagi dalam mengkritisi kebijakan publik yang dirasa kurang relevan.

Namun, dalam konteks Indonesia, kedua perspektif pertama masih lemah. Hak-hak warga negara belum begitu melekat dalam kesadaran publik, demikian ungkap Yusdi. Sehingga masyarakat kurang aktif dalam mengambil inisiatif. Selain itu, wadah untuk berpartipasi belum maksimal. Seperti contoh saat ada lubang-lubang di trotoar di suatu daerah di Indonesia. Bagaimana cara masyarakat sekitar untuk dapat berpartisipasi dalam memperbaiki lubang tersebut? Belum ada platform yang efektif untuk mewadahinya.

Perspektif ketiga adalah partisipasi publik yang dikembangkan oleh IAP2, yang mana partisipasi merupakan bagian dari demokrasi yang deliberatif. Sementara itu, demokrasi liberal dalam perkembangannya di Indonesia menciptakan relasi kekuasaaan antara yang powerless dan powerful. Akibatnya adalah masyarakat (powerless) terbatas berpartisipasi dalam memutuskan kebijakan. Suara mereka diwakili oleh parlemen, yang sering kali tidak menyuarakan kepentingan rakyat bawah. Oleh karenanya, Yusdi menekankan perlunya mekanisme lain dimana demokrasi deliberatif bisa masuk/hadir.

Proses deliberasi dilakukan melalui konsultasi dan musyawarah, khususnya terkait kebijakan dan proses pembangunan. IAP2 Indonesia, melalui konsep spektrum partisipasi publik, dapat memperkuat proses tersebut. Dimulai dari tingkat Inform sampai kepada Empower. Empower ini merupakan spektrum paling akhir (ke-lima) setelah Inform, Consult, Involve dan Collaborate, dimana sebuah keputusan-keputasan kebijakan ada di tangan publik.

Penerapan tingkatan partipasi berdasarkan spektrum IAP2 memang tidak mudah dan cukup menantang. Namun, kondisi pendukung telah tersedia di Indonesia, misalnya praktik demokrasi sudah berjalan dari sisi prosedural (belum sisi substansi). Selain itu juga ada perencanaan pembangunan nasional yang berbasis fakta/evidence based, yang mana ini dapat membuka ruang publik untuk ikut terlibat dalam menghadirkan data hasil riset. Faktor SDGs juga sebagai pendukung karena  mensyaratkan kemitraan multi-pihak untuk mencapai tujuan SDGs 2030, khususnya pada tujuan ke-17.

Masalahnya adalah, dalam tingkat publik yang lebih luas, partisipasi di Indonesia masih terbatas. Salah satu kekuatan demokrasi atau partisipasi publik terletak pada kelas menengah yang membesar, dengan ciri salah satunya adalah berpendidikan yang tinggi. Namun data BPS 2019 menunjukkan bahwa hanya 7% masyarakat Indonesia yang memiliki Pendidikan tinggi (3% diploma dan 4% sarjana), 76% adalah tamatan SD-SMA/SMK, selebihnya 17% bahkan tidak tamat SD dan tidak bersekolah.

Dengan mayoritas penduduk berada dalam golongan Pendidikan rendah, demokrasi dan partisipasi publik menjadi tantangan tersendiri. Ada kecenderungan bahwa politisi memanipulasi kemiskinan dan kebodohan untuk mempertahankan kekuasaan. Dengan demikian, mempengaruhi partisipasi publik di Indonesia sangat tergantung relasi kuasa. Mereka yang powerful memiliki akses terhadap kebijakan publik, tetapi pertanyaannya apakah orang-orang yang powerful ini yang mencoba mempengaruhi kebijakan publik juga mewakili golongan mayoritas (yang notabene tamatan SD-SMA/SMK, tidak tamat SD dan tidak bersekolah)?

Kondisi tersebut menyimpulkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia kurang partisipatif. Dan SDGs dengan semangat No One Left Behind-nya mencoba masuk ke golongan powerless ini. Maka pilihan pragmatis yang bisa kita lakukan adalah memperkuat kemitraan dengan pemerintahan, memperkuat pengetahuan melalui riset, yang sudah dilakukan adalah melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan seperti SGPP Indonesia atau UI, atau dengan menjalin kolaborasi dengan ormas besar seperti NU atau Muhammadiyah, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, langkah prioritas yang perlu diambil IAP2 Indonesia adalah memperkuat partisipasi publik di kalangan powerful dan powerless.  

Referensi

Usman, Yusdi (2019). Tantangan Partisipasi Publik di Indonesia. Jakarta: Unpublished. Dipresentasikan pada Pertemuan Akhir Tahun IAP2 2019.

Tulisan ini disadur oleh Admin Sekretariat IAP2 Indonesia dari presentasi Yusdi Usman dalam Pertemuan Akhir Tahun yang diadakan IAP2 Indonesia pada hari Kamis, 5 Desember 2019. Yusdi Usman adalah salah satu Dewan Pengurus IAP2 Indonesia dan ahli Sosiologi.

Pertemuan IAP2 Indonesia dan Mitra di Penghujung 2019

Pertemuan IAP2 Indonesia dan Mitra di Penghujung 2019

Jakarta – IAP2 Internasional telah hadir sebagai pelopor partisipasi publik di berbagai negara sejak tahun 1990. Dan, pada tahun 2012, IAP2 afiliasi Indonesia berdiri sampai saat ini.


Menyambut 2020, IAP2 Indonesia mengadakan pertemuan tahunan untuk dewan direksi, anggota, mitra dan para penggiat partisipasi publik pada hari Kamis, 5 Desember 2019 di Mula by Galeria, Cilandak, Jakarta Selatan. Salah satu acara dalam pertemuan tersebut adalah sesi sharing dari Ony A. Jamhari, CEO dari School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia, dan Yusdi Usman, anggota Dewan Direksi IAP2 Indonesia, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi.


Selama 8 tahun, IAP2 Indonesia mengalami pasang surut, namun lembaga ini terus membangun sinergi dengan berbagai pihak agar semakin berkembang dan berdampak luas. Dimulai dari diseminasi tentang pentingnya partisipasi publik sampai membangun kolaborasi dan kemitraan dengan lembaga lokal, nasional dan internasional untuk meningkatkan kualitas partisipasi publik dan melaksanakan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, khususnya tujuan 16 dan 17.


Pertemuan tahunan juga menjadi ruang refleksi bagi IAP2 Indonesia selama setahun terakhir ini. Berbagai kegiatan telah diselenggarakan. Secara internal, NGOPAS (Ngobrolin Partisipasi) telah empat kali diselenggarakan dengan menghadirkan pembicara yang pakar di bidangnya. Salah satunya adalah Stuart Waters dari Twyfords.


Selain itu, IAP2 Indonesia menyelenggarakan forum berskala internasional di Bangkok, yaitu Internasional Forum on Public Participation and Stakeholder Engagement (IFP2SE) pada 29 April – 01 Mei 2019. Dihadiri oleh 90 peserta dari beberapa negara, seperti Indonesia, Thailand, Afrika Selatan, Bhutan, Australia, Canada, Amerika Serikat dan Filipina, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara International Association for Public Participation (IAP2), School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia, dan United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP).


IFP2SE menjadi ajang berkumpulnya para pemangku kepentingan dalam bidang partisipasi publik dan pelibatan multi-pihak untuk bertukar pendapat dan pengalaman di negaranya, khususnya terkait agenda global, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi IAP2 Indonesia karena untuk pertama kalinya menjadi host kegiatan berskala internasional.


Selama 2019, IAP2 Indonesia juga telah berkontribusi sebagai pemateri dan co-host dalam serangkaian kegiatan besar seperti Pelatihan Nasional Localise SDGs yang diselenggarakan oleh UCLG ASPAC dan APEKSI, Asia Pacific Urban Forum ke 7 di Penang, Malaysia dan Forum Kemitraan Multi-Pihak (MSP Day) bertema “Berbagi Praktik Inovasi Kemitraan Multi-Pihak dalam Pembangunan untuk Pencapaian Agenda 2030” bersama Bappenas, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, dan UCLG ASPAC.


Tidak hanya kegiatan secara fisik, IAP2 Indonesia juga berbagi informasi seputar partisipasi publik dan kegiatan IAP2 Internasional maupun Indonesia di dunia maya. Melalui akun media sosialnya, IAP2 Indonesia berupaya mempromosikan pentingnya partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan dan penyelenggaran pembangunan, terutama bagi kaum muda yang aktif menggunakan media sosial (dengan sasaran 18-24 dan 25-35 tahun).


Dalam pertemuan tahunan, rencana kerja IAP2 Indonesia 2020 dipaparkan dalam sesi terakhir. Beberapa rencana kolaborasi strategis yang melibatkan Bappenas, UNESCAP, SGPP dan GWP SEA menjadi fokus kerja setahun ke depan. Beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan adalah Pelatihan, Riset, Advokasi dan Pengembangan Platform Multipihak untuk sektor air. Sebagian besar dari kegiatan tersebut ditujukan untuk mendorong International Year of Participation 2021.


Kemajuan pesat IAP2 Indonesia dalam kurun waktu setahun terakhir ini memicu semangat bagi pengurus, mitra dan anggota IAP2 Indonesia untuk semakin berkiprah dalam memajukan partisipasi publik di Indonesia dan global. Harapannya, melalui partisipasi publik, kebijakan dan pembangunan menjadi semakin berkualitas, adil dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

IAP2 Indonesia Berkiprah di APUF-7 Penang

IAP2 Indonesia Berkiprah di APUF-7 Penang

Asia-Pacific Urban Forum (APUF-7) telah berlangsung pada 15-17 Oktober 2019 di Penang, Malaysia. Forum ini merupakan kegiatan terbesar di Asia Pasifik yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk isu perkotaan dan dihadiri oleh para pembuat kebijakan, pemateri yang ahli dibidangnya, pemimpin dari pemerintah nasional & daerah, sektor swasta, komunitas penelitian, dan masyarakat sipil. Diselenggarakan oleh United Nations Economic and Social Commisions for Asia and the Pacific (UNESCAP) dan United Nations Human Settlement Programme (UN-HABITAT), APUF-7 tahun ini mengangkat tema “Future of Asia and Pacific Cities: Transformative Pathways to Achieve the 2030 Agenda for Sustainable Development”.

Untuk pertama kalinya, IAP2 Indonesia yang diwakili oleh Aldi Muhammad Alizar, selaku Ketua IAP2 Indonesia, ikut serta dalam APUF dan berkontribusi dalam tiga sesi. Sesi pertama “Reclaiming Urban Common Through Social Production“, membahas lebih rinci tentang partisipasi masyarakat kurang mampu di perkotaan dalam mereklamasi kampung mereka sebagai bagian dari wilayah perkotaan dan penguatan hubungan antara mereka dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Sesi kedua mengangkat tema “Meeting the Asian urban Challenges: Where are we in the realization of localizing SDGs” dan “SDG VLR-Lab (Voluntary Local Review for SDGs)” diselenggarakan secara kolaboratif oleh Institute for Global Environmental Strategies (IGES) Japan , IAP2 Indonesia, dan United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC). Sesi-sesi ini membahas kemajuan dari implementasi Agenda 2030 dan mekanisme pemantauan SDGs di tingkat lokal.

Dalam kesempatan ini IAP2 Indonesia berbagi pembelajaran dan praktik terbaik dari kemitraan IAP2-UNESCAP untuk memajukan praktik partisipasi publik dan pelibatan pemangku kepentingan dalam Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan. Banyak upaya dan inisiatif yang telah dilakukan dalam mendukung kemitraan, beberapa di antaranya adalah pengembangan modul pelatihan, bantuan teknis untuk VNR di negara-negara tertentu, dan pengembangan alat penilaian dan perencanaan untuk keterlibatan pemangku kepentingan yang berkualitas.

APUF-7 di Penang, Malaysia, memberikan peluang bagus untuk berbagi inisiatif dan melibatkan lebih banyak organisasi untuk menerapkannya dalam implementasi Agenda 2030 mereka di tingkat nasional dan lokal. Dengan ini, diharapkan kemitraan UNESCAP dan IAP2 akan menjadi lebih kuat dan memiliki dampak yang lebih besar ke depan.

Sumber: https://www.iap2.org/news/477652/IAP2-Indonesia-represented-at-the-Seventh-Asia-Pacific-Urban-Forum-in-Penang.htm

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Pelibatan dan Partisipasi Masyarakat Untuk Kota Pintar/Smart City

International Core Values Awards merayakan Praktik Terbaik dalam Partisipasi Publik

International Core Values ​​Awards merayakan Praktik Terbaik dalam Partisipasi Publik

30 Oktober 2019 (Sydney, Australia) International Association for Public Participation (IAP2) mengumumkan 2019 International Core Values ​​Awards untuk menghormati pemenang penghargaan dari seluruh dunia saat acara IAP2 Core Values ​​Awards Gala di Sydney, NSW, Australia.

Ketua Internasional IAP2, Kylie Cochrane, atas nama Dewan Pengurus dan Afiliasi Regional, mengucapkan selamat kepada para pemenang. “Tujuh Nilai Inti IAP2 menjadi ‘jantung’ asosiasi kami dan menuntun kami untuk berpikir dan mempraktikkan keterlibatan yang otentik. Saya bangga bisa memberikan pengakuan untuk praktik-praktik terbaik ini”

Para pemenang penghargaan ini mewakili praktik terbaik di bidangnya dan bertindak sebagai teladan yang bisa ditiru oleh pihak lain. Pemenang dan finalis diakui atas kontribusinya di bidang keterlibatan masyarakat asli, pengembangan masyarakat, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, layanan bencana dan darurat atas kreativitas, inovasi, dan inklusi yang mereka lakukan. Ini adalah bukti atas ekspansi, profesionalisme, dan dampak yang luar biasa dari keahlian kita.  

Finalis untuk penghargaan internasional ‘terbaik dari yang terbaik’ dikumpulkan dari entri yang dikirimkan oleh Wilayah IAP2 di Australasia, Kanada, Amerika Serikat, dan Afiliasi Negara lainnya.

Pemenang tahun ini adalah:

Proyek Internasional IAP2 Tahun 2019

IAP2 dengan bangga memberikan penghargaan kepada dua organisasi yang luar biasa sebagai pemenang Proyek Terbaik Tahun Ini.

Dewan Kota Brisbane, Australia. Untuk inisiatif “Rancang Brisbane-mu”

“Plan Your Brisbane” atau “Rancang Brisbane Anda” merupakan program dari Dewan Kota Brisbane tentang keterlibatan masyarakat yang inovatif mengenai masa depan Brisbane dan bagaimana kota ini akan mengakomodasi 386.000 tambahan penduduk di tahun 2041.

Menjadi kegiatan pelibatan untuk perencanaan terbesar yang dilakukan oleh sebuah pemerintah daerah di Australia, “Plan your Brisbane” adalah bagian dari komitmen Dewan untuk mengembangkan Prinsip-Prinsip (Charter of Principles) yang berasal dari Masyarakat. Prinsip-prinsip ini akan menjadi panduan untuk masa depan kota.

Melibatkan lebih dari 277.000 interaksi dan menghasilkan lebih dari 100.000 kontribusi, “Plan your Brisbane” menjangkau penduduk di setiap pinggiran kota Brisbane sejak September 2017 sampai April 2018.  Satu dari lima rumah tangga berpartisipasi dalam percakapan tentang masa depan Brisbane.

Informasi Selengkapnya

PBOT: Biro Transportasi Kota Portland, AS

Untuk proyek “PedPDX: Rencana Pembangunan Trotoar Kota Portland”

Dengan sumber daya terbatas dan kebutuhan tanpa batas, pendekatan proaktif dan programatik apakah yang sebaiknya digunakan Kota Portland untuk mengatasi kebutuhan utama infrastruktur pejalan kaki?

Populasi Portland semakin tumbuh dan perlu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Meskipun Kota Portland konsisten membangun jaringan trotoar selama dua puluh tahun, masih kesenjangan dan kekurangan yang signifikan. Rancangan PedPDX dipersiapkan melalui konsultasi dengan Komite Penasihat Pejalan Kaki Kota Portland dan Komisi Disabilitas Portland. Segala sesuatu dalam rancangan ini sangat ditentukan oleh publik, dari dasar kerangka kerja, ke Jalan Setapak di Jalur Pejalan Kaki Prioritas, sampai ke strategi implementasi yang dikembangkan oleh masyarakat. Dampak keberkelanjutannya diperkirakan semakin baik, termasuk meningkatknya anggaran transportasi yang dialokasikan untuk melaksanakan prioritas masyarakat.

Informasi Selengkapnya

Organisasi Internasional IAP2 Tahun Ini

Kota Boulder, Colorado AS

Untuk Proyek “Kota Boulder: Menciptakan Budaya Partisipasi Publik yang Inklusif dan Bermakna”

Seringkali, penghargaan kategori organisasi terbaik diberikan kepada penerima yang belum lama berhasil dalam menerima tantangan untuk menjadi responsif terhadap komunitas mereka dan yang secara eksplisit menggunakan Nilai Inti IAP2 untuk mencapai tujuan itu. Tetapi bagaimana dengan program-program yang sudah lebih matang dimana bahasa dan konsep-konsep IAP2 telah dipahami dengan baik oleh organisasi dan para pemangku kepentingannya? Apa yang terjadi ketika suatu organisasi yang sudah lebih matang diberi tahu bahwa organisasi itu terlalu cepat berpuas diri padahal gagal?

Kota Boulder menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana mereka menerima dan merespon feedback masyarakat secara tulus, kuat dan tidak defensif untuk menghormati dan memperdalam komitmennya terhadap Nilai-Nilai Inti IAP2.

Kami memberikan pengakuan terhadap kota Boulder atas pencapaian luar biasa berikut ini:

Respon kolaboratif, intensif dan tidak terkekang dari tiga elemen – pegawai kantor kota, tim dan penduduk – yang diberdayakan sehingga membentuk kepemimpinan kota.

Pengetahuan local dan energi warga terarah dan dirangkul dalam sebuah kolaborasi proses dan konteks yang inklusif dan konstruktif untuk menghadapi tantangan kota.

Informasi Selengkapnya

Penghargaan Penelitian Internasional IAP2

Penelitian sangat penting bagi IAP2 dan anggotanya jika kita ingin memahami dan mengatasi tantangan partisipasi publik dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan teoro serta praktik P2. Penghargaan Penelitian atau Research Award diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi penting terhadap pengembangan pengetahuan partisipasi publik.

PRR, Inc., USA.
Untuk inisitiaf “Mengukur Efektivitas Pelibatan Publik yang Efektif dengan Penggunaan Toolkit yang Mudah”

Meskipun begitu bayak sumber-sumber untuk mengetahui cara terbaik melakukan pelibatan publik, hanya sedikit metode yang praktis dan valid unuk mengukur keefektifannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi gap tersebut melalui pengembangan survei uji dan alat perhitungan skor yang bisa digunakan oleh lembaga-lembaga terkait untuk mengukur keefektifan pelibatan publik mereka, baik dari perspektif publik maupun Lembaga itu sendiri.

Sekelompok peneliti dan pakar pelibatan publik mengembangkan toolkit untuk mengevaluasi keefektifan pelibatan publik dan mengujinya pada tiga proyek besar di bidang transportasi. Toolkit Pengukuran Efektivitas Pelibatan Publik memungkinkan para profesional untuk melacak kinerja selama proses proyek, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari kegiatan pelibatan publik, dan menginformasikan keputusan tentang cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya.

Informasi Selengkapnya

Pemenang untuk Kategori Anggota IAP2 – Proyek Terbaik 2019

Program ini terbuka untuk anggota IAP2 yang berada di luar wilayah afiliasi atau berasal dari wilayah afiliasi yang tidak memiliki program penghargaan. IAP2 menerima entri dari Afrika Selatan dan Kenya untuk kategori Proyek Terbaik.

Aurecon South Africa (Pty) Ltd. Untuk program “Kepercayaan Ivanplats-Bonega, Mata Pencaharian Berkelanjutan Melalui Pemetaan Aset”

Ivanplats adalah tambang platinum berskala internasional. Memiliki program pendampingan untuk masyarakat, Ivanplats telah membangun satu lembaga pengelola dana amanah (umbrella trust) untuk mendanai proyek-proyek berbasis masyarakat. Amanah Bonega atau Bonega trust bergerak melalui mekanisme kemitraan bersama 20 kelompok masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi Ivanplats di Mokopane Limpopo.

Pembangunan masyarakat (community development) di Afrika Selatan menghadapi beragam tantangan. Sejarahnya, perusahaan ini terlah menjalankan proyek tanpa berkonsultasi dengan masyarakat sehingga gagal memajukan pembangunan berkelanjutan.

Tim Komunikasi dan Pelibatan Pemangku Kepentingan dari Aurecon dipilih oleh Ivanplats dan Amanah Bonega untuk memfasilitasi proses identifikasi proyek terhadap 20 kelompok masyarakat yang terkena dampak, untuk mendapatkan pendanaan. Tim ini harus menciptakan cara baru agar perubahan yang dibutuhkan betul-betul tercapai. Satu-satunya cara agar proyek yang terpilih bisa memberikan dampak yang bermakna dan mengarah ke pembangunan yang berkelanjutan adalah jika masyarakat itu sendiri memiliki peran utama dalam mengidentifikasi dan menjalankan proyeknya. Proyek-proyek tersebut harus memiliki kapasitas untuk meningkatkan kekuatan dan keahlian yang sudah ada di dalam masyarakat supaya mampu merespon kebutuhan yang ada di mereka.

Informasi Selengkapnya

Sekilas tentang Penghargaan Nilai Inti

Silakan bergabung dengan kami untuk memberi selamat kepada semua finalis dan pemenang. Rincian dan informasi lebih lanjut dari semua finalis dan pemenang dapat ditemukan di 2019 Core Values ​​Awards Showcase di IAP2.org. Saat Anda membaca ringkasan dari pemenang penghargaan dan finalis yang disajikan di sini, kami berharap anda akan mendapatkan beberapa wawasan berharga tentang bagaimana Nilai Inti IAP2 diterapkan pada praktik di seluruh dunia.

Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada anggota juri internasional, Jason “Jay” Vincent, wakil ketua IAP2 Internasional, Sarah Azam, pemenang IAP2 Core Values Award untuk kategori proyek terbaik pada tahun 2018 dengan Badan Transportasi Selandia Baru, Bapak Lewis Michaelson, Pelatih IAP2 dan presiden sebelumnya dan Bapak Ken Smith, mantan bendahara internasional IAP2, serta semua anggota panel juri untuk program Penghargaan Regional IAP2. Atas nama IAP2 kami mengucapkan terima kasih yang tulus atas komitmen dan dedikasi Anda untuk memajukan dan mempromosikan praktik terbaik skala internasional di bidang partisipasi publik.

#

Sumber: https://www.iap2.org/news/475995/International-Core-Values-Awards-celebrate-Excellence-in-Public-Participation.htm

penghargaan penelitian prr

Penghargaan Penelitian Internasional IAP2: PRR, Inc., USA

 “Mengukur Efektivitas Keterlibatan Publik Dengan Toolkit yang Mudah”

Dr Bruce Brown

Proses pelibatan dapat menjadi sesuatu yang rumit atau sederhana, entah itu dengan menggunakan tools dan teknik terbaru atau mengaplikasikan metode yang telah terbukti benar; apapun itu yang terpenting adalah seberapa baik hal tersebut bekerja?

PRR berupaya menemukan cara mengukur “keefektivitasan” pelibatan publik dari sudut pandang masyarakat dan badan/instansi pelibatan publik. Setelah meninjau lebih dari seribu dokumen, PRR mengidentifikasi indikator keberhasilan, kemudian mengembangkan alat untuk mengukur indikator-indikator itu, dan menguji  penemuan tersebut pada tiga proyek besar bidang transporasi. Semasa proyek, identifikasi area perbaikan dalam strategi pelibatan publik dilakukan di masing-masing proyek. Hasilnya adalah sebuah survei yang bisa disajikan melalui daring atau dalam bentuk cetak untuk publik, serta sebuah survei daring untuk badan/instansi pelibatan publik. Toolkit ini juga dilengkapi dengan alat penilaian dalam format Excel dan panduan untuk mengelola dan menilai survei.

Read the full submission

Sumber: https://www.iap2.org/news/476021/IAP2-International-Research-Award-PRR-Inc.-USA-.htm

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Hasil Pertemuan Dewan Federasi IAP2 di Charlotte

audit partisipasi publik

IAP2 Merilis Request for Proposal (RFP) untuk Audit Keanekaragaman, Kesetaraan, dan Inklusi

IAP2 saat ini sedang menjalani proses evaluasi dan perubahan organisasi. Dalam konteks ini IAP2 berupaya memastikan bahwa organisasi yang dibangun ini adalah perwakilan kelas dunia, inklusif, dan organisasi yang relevan secara luas. IAP2 percaya bahwa untuk mencapai misinya sebagai organisasi profesional yang mendedikasikan diri untuk memajukan dan memperluas praktik partisipasi publik, serta untuk tetap berpengaruh di masa depan, maka diperlukan representasi yang aktif dan merangkum informasi beragam perspektif, ide, dan pengaruh.

Merujuk dari latar belakang tersebut, Dewan Internasional IAP2 telah memutuskan untuk melakukan audit keragaman organisasi sebagai bagian dari proses perubahan dan mencari mitra untuk melakukan audit yang diusulkan. Tujuan besar audit ini adalah untuk menginformasikan langkah-langkah perubahan organisasi yang akan meningkatkan dan mempertahankan keragaman dalam IAP2 di seluruh dimensi yang diuraikan di atas.

Informasi selengkapnya

Sumber: https://www.iap2.org/news/476314/IAP2-Releases-RFP-for-a-Diversity-Equity-and-Inclusion-Audit.htm

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Hasil Pertemuan Dewan Federasi IAP2 di Charlotte

2020 IAP2 USA Skills Symposium

2020 IAP2 USA Skills Symposium

Pada tahun 2020, IAP2 USA akan mengadakan Skills Symposium. Acara ini akan berlangsung pada tanggal 9-13 Maret 2020, di Hilton Sacramento Arden West, California.

2020 IAP2 USA Skills Symposium merupakan tempat yang tepat bagi Anda untuk bertemu dengan para profesional lain. Anda pun dapat memperoleh tools dan teknik yang bisa dipakai untuk membantu Anda mendapatkan pengetahuan dari masa lampau yang akan merampingkan proses Anda di masa depan.

Simposium ini menghadirkan berbagai pelatihan mengenai proses dan metode partisipasi publik. Mari bergabunglah bersama kami di Sacramento, CA untuk course 1, 2 dan 3 hari yang menawarkan para pakar dalam praktik pelibatan masyarakat. Para peserta akan terlibat dalam eksplorasi langsung dan pulang dengan membawa banyak pelajaran tentang merancang dan mengelola partisipasi publik yang efektif.

Ada beberapa course yang ditawarkan dalam simposium/skills symposium ini, di antaranya adalah;

IAP2 Foundations: Planning (3 hari), IAP2 Foundations: Techniques (Prerequisite: Planning – 2 hari), IAP2’s Strategies for Dealing with Opposition & Outrage in Public Participation (Formerly EOP2 – 2 hari),

Brave, Honest Conversations: Bravely Leading Challenging Conversations (2 hari), Engaging Immigrants and Other Underserved Communities in Public Engagement (1 hari), Design, Facilitate, Connect: curating powerful meetings and events (2 hari), The Nimble Facilitator: Off the Rails but still on Track (1 hari),

When Things Go Sideways (1 hari), Meaningful Tools, Powerful Outcomes (1 hari), Designing for Diversity: Engaging Underrepresented Stakeholders (2 hari), Evaluating and Measuring Public Participation (2 hari), Large Scale Engagement Techniques (1 hari), Making a Difference: Advancing Equity in Practice (1 hari).

Untuk informasi lebih lengkap silakan kunjungi tautan berikut ini https://iap2usa.org/2020sksymp

Join us! Learn. Stay. Connect.

Ikuti terus berita terbaru dari kami di www.iap2.or.id.

smart city

Pelibatan dan Partisipasi Masyarakat Untuk Kota Pintar/Smart City

Jakarta – Untuk memperluas pengetahuan mengenai partisipasi publik, IAP2 Indonesia mengadakan diskusi rutin, NGOPAS, pada hari Rabu, 2 Oktober 2019. Bertempat di Estubizi co-working space, NGOPAS kali ini mengundang Hari Kusdaryanto sebagai narasumber terkait pengembangan derah pintar (Smart City). Saat ini ia aktif sebagai Chief Strategic Officer di Cityasia.

Smart City atau daerah pintar, menurut Hari, adalah kawasan atau daerah yang mampu mengelola sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), dan anggaran secara efektif dan efisien untuk untuk menjawab masalah prioritas, meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan daya saing.

Smart city tidak hanya bicara tentang penggunaan teknologi yang canggih. Tetapi “pintar” di sini adalah bagaimana daerah bisa melahirkan inovasi-inovasi untuk menyelesaikan persoalan seperti kemacetan, limbah, kriminalitas, keterbatasan ruang terbuka hijau, dan kualitas SDM. Lebih jauh lagi, daerah pun dituntut untuk mengembangkan “cara pintar” dalam meningkatkan daya saing. Terutama untuk menarik investasi dan devisa. Berbagai sektor baru pun kini mulai dilirik untuk mendatangkan pendapatan daerah dan meningkatkan ekonomi lokal, misalnya pariwisata, MICE (Meetings, incentives, conferences and exhibitions), dan penyelenggaran event nasional maupun internasional (olaharaga, fashion, dll).

Di Indonesia, Gerakan 100 Smart Cities menjadi sebuah gebrakan yang menunjukkan keseriusan Pemerintah untuk bersaing dengan kota-kota di negara lain. Gerakan ini diprakarsai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Presiden (KSP).

Diluncurkan saat Indonesia Smart City Summit 2017, 100 Smart Cities telah memasuki tahun ketiga dalam membimbing kabupaten/kota untuk menyusun Smart City Masterplan. Tahun ini telah terpilih 25 kabupaten/kota untuk menggenapkan 100 daerah yang ditargetkan. Dua puluh lima kabupaten/kota ini akan mengikuti program pendampingan selama tahun 2019.

Dalam konsep smart city, ada 6 aspek yang dibangun, yaitu: smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment. Aspek smart society menunjukkan bahwa peran masyarakat adalah esensial. Dalam menjamin keberlanjutan suatu kota pintar, maka pelibatan dan partisipasi masyarakat yang pintar menjadi suatu keniscayaan.

Beberapa daerah menyadari hal tersebut. Banyuwangi adalah salah satunya. Kabupaten di Jawa Timur ini mewujudkan smart society melalui program smart kampung. Program ini memfasilitasi warganya untuk mempelajari ketrampilan seperti menari, membuat kostum karnaval, Bahasa Inggris, dan videografi untuk menunjang festival-festival yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten. Dengan ketrampilan yang memadai, warga mendapatkan keuntungan ekonomi dari wisatawan yang datang menghadiri festival-festival tersebut. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi mengalami peningkatan. Banyuwangi pun berhasil merubah citra dari “Kota Santet” menjadi “Kota Festival.”

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaPerkembangan IAP2 Indonesia

Tentu saja, banyak cara untuk melibatkan masyarakat dalam membangun smart cities di Indonesia. Pemerintah daerah bisa melakukan seperti yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi: membangun ekosistem pembejalaran untuk komunitas. Atau, Pemda juga bisa memberdayakan start-ups lokal untuk mengembangkan inovasi lokal yang menjawab kebutuhan daerah. Banyak inisiatif lokal yang bisa ditemukan dalam membangun smart society.  Intinya adalah, jika partisipasi warga dapat dikelola dengan baik oleh Pemda, maka kota pintar menjadi pilihan tepat untuk pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. 

Pemenang IAP2 USA Core Values Awards 2019

Selamat Kepada Para Pemenang IAP2 USA Core Values Awards 2019

Rayakan Kemenangan Praktik Terbaik dalam Partisipasi Publik!, Boulder untuk P2 yang “Paling Berani”, Portland memiliki projek jalur pejalan kaki yang paling top.

Ada yang bilang bahwa partisasi publik yang baik ibarat mereparasi pakaian: memperbaikinya dengan benar, tapi tidak ada yang memperhatikan; kalau memperbaikinya salah, maka semua orang mengetahuinya. IAP2 Core Values Awards menjadi kegiatan tahunan yang menempatkan Partisipasi Publik (P2) dalam sorotan dunia. Ajang ini memberikan pengakuan kepada mereka yang telah mempraktikkan P2 ke level yang lebih tinggi dan menginspirasi praktisi P2 lainnya untuk terus belajar serta meningkatkan level mereka.

Tahun ini acara gala, yang diadakan di NASCAR Hall of Fame, Charlotte, NC, dengan bangga memperkenalkan:

Kota Boulder di Colorado yang telah dinominasikan sebagai Organization of The Year karena telah “Menciptakan Budaya Partisipasi Publik yang Bermakna”. Pejabat kota sudah lama menyadari bahwa partisipasi publik yang baik akan menghadirkan kebijakan dan keputusan yang lebih baik. Namun, beberapa tahun lalu, mereka mendapakan feedback dari warganya bahwa praktik P2 harus diperbaiki. Pemerintah setempat setidaknya memerlukan delapan belas bulan untuk mendapatkan semua masukan tentang bagaimana meningkatkan partipasi publik. Untuk lebih jelasnya, simak video lebih lanjut. Link to submission.

Kota Portland, khususnya Dinas Transportasi memenangkan Project of the Year dan menduduki puncak kategori untuk Proyek Umum dengan “PepdPDX” nya. Proyek ini adalah proses untuk menciptakan pemerataan yang lebih luas untuk pejalan kaki di seluruh kota. Mereka melibatkan warga melalui kegiatan open-house, wawancara per individu, pelibatan secara online, dan serangkaian video bertema “Pedestrian Strories” untuk membantu Dinas Transportasi Portland (PBOT) memprioritaskan alokasi anggarannya. Simak video berikut untuk tahu lebih lanjut tentang proyek mereka: Link to submission.

Kategori Proyek Penelitian Tahun ini diberikan kepada PRR Inc atas pengembangan “Measuring Public Involvement Effectiveness: an Easy-to-Use Toolkit”. Proses pelibatan bisa menjadi rumit atau sederhana, bisa juga menggunakan alat dan teknik terbaru atau dengan metode yang sudah teruji; tetapi, seberapa baik kerja alat tersebut? PRR berupaya mencari cara untuk menentukan “efektivitas” pelibatan publik dari sudut pandang publik maupun dari Lembaga yang melakukan pelibatan. Hasilnya, mereka mengembangkan toolkit berupa survey dan metode penilaiannya yang mudah digunakan untuk menilai efektivitas pelibatan. Simak videonya lebih lanjut. Link to submission.

Ketiga pemenang tersebut akan bertanding dengan para pemenang dari Afiliasi IAP2 lainnya di seluruh dunia untuk memenangkan Federation Core Values Awards. Perhelayan ini akan diselenggarakan bulan depan di Konferensi Australasia IAP2 di Sydney, Australia.

Penghargaan lain di acara gala diberikan kepada:

Dinas Transportasi Kota San Fransisco untuk kategori Respect for Diversity, Inclusion and Culture dengan program mereka “#27 Bryant Transit Reliability Project”. Jalur #27 Bryant melintasi daerah yang sangat beragam warganya dan bergantung pada transit bus. Tetapi karena macet dan faktor lainnya, perjalanan bis menjadi lambat. Untuk merubah pelayanan bis, dinas transportasi melibatkan warga dengan berbagai cara. Karena sebagian besar penghuni di Bryant terbatas dalam Bahasa Inggris, Dinas menggunakan barbagai cara dan teknik agar mereka bisa berpartisipasi. Simak videonya lebih lanjut. Link to submission.

Departemen Taman dan Rekerasi, Austin. Texas dengan proyeknya “Dr Everett H. Givens Memorial Park Master Plan”. Taman ini telah lama menjadi tempat berkumpulnya komunitas yang didominasi orang Afrika-Amerika. Bahkan setelah banyak penduduk pada distrik itu, mereka kemudian direlokasi karena gentrifikasi. Proyek ini menyatukan masyarakat untuk merencanakan masa depannya. Link to submission.

Adam 12 Five Star School District yang menyandang peringkat kedua dalam kategori Proyek Umum dengan proyeknya “ELEVATE: A Public School-District Engagement Process to Develop a Community-driven Strategic Plan”. Link to submission

Masih dalam kategori Proyek Umum, Dinas Transportasi Kota San Fransisco juga mendapat gelar Honorable Mention melalui proyek  “The Geary Rapid Project: Finding Common Ground on San Francisco’s Busiest Transit Corridor”. Link to submission.

Penghargaan terhadap individual juga diberikan di Gala IAP2 USA. Beberapa di antaranya adalah:

Inspirational Leadership Award diberikan oleh IAP2 Federation Board kepada Ketua Anggota Kylie Cochrane. Penghargaan ini mengakui peran Kylie dalam membimbing organisasi di seluruh dunia dalam melalui perubahan tata kelola baru-baru ini, dan perkembangan lainnya.

Penghargaan Greater Good/Emerging Leader diserahkan kepada Isis Lopez dari Kota Austin. Penghargaan Greater Good diberikan kepada Dan Adams dari Langdon Group.

Penghargaan Greater Good juga diberikan kepada Amelia Shaw, yang telah pensiun dari jabatan Executive Manager untuk IAP2 USA,  dan sekarang menjabat sebagai Executive Manager untuk IAP2 Canada. Ia juga pernah menjadi presiden pertama di IAP2 Canada, Direktur Dewan Internasional, dan memimpin sebuah proyek yang memenangkan IAP2 Core Values Award untuk kategori inovasi di tahun 2010.

Acara Gala IAP2 di Amerika Serikat juga menampilkan IAP2 Canada Core Values Awards:

Gelar Organization of the year diberikan kepada Kota Kingston, Ontario, dengan proyek  “Engaging on Engagement to Develop and Implement a Culture of P2”.

Project of the year jatuh kepada Canadian Partnership Against Cancer, yang juga memenangkan kategori Respect for Diversity, Inclusion and Culture untuk proyek “’Underserviced’ Population Engagement” 

Kategori Keterlibatan Kaum Adat diberikan kepada Context – an Argyle Company untuk tinjauan BC Flood and Wildfire.

Kategori Extending the Practice through creativity, contribution and innovation in the field: Context adalah an Argyle Company untuk “It’s Time: the Mobility Pricing Independent Commission’s Engagement Process”; dan Kota Calgary untuk “It’s My Neighbourhood”.

Kategori Visual Engagement diberikan kepada CitySpaces untuk proses pelibatan dalam Strategi Perumahan Terjangkau Kota Nanaimo BC.

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Hasil Pertemuan Dewan Federasi IAP2 di Charlotte

IAP2 Core Values ​​Awards memiliki dua tujuan. Salah satunya adalah untuk mengenali proyek P2 yang dapat meningkatkan standar dalam profesi. Hal lainnya adalah memberi praktisi pandangan tentang apa yang berhasil, inovatif dan efektif, sehingga mereka juga dapat meningkatkan level mereka. Kami harap Anda dapat meluangkan waktu untuk meninjau proyek-proyek ini di IAP2 USA Core Values ​​Awards 2019 dan IAP2 Canada Core Values ​​Awards 2019;  Anda pun dapat ikut dalam ajang penghargaan tahun depan di Banff, Alberta.

Salam hangat,

IAP2 USA

Sumber: Congratulations to IAP2 USA Core Values Award-winners! http://blog2.iap2usa.org/2019/09/11/congratulations-to-iap2-usa-core-values-award-winners/#more-1012