Tag: engagement

You can make the International Year of Engagement happen!

Did you know IAP2 has the opportunity to call for 2020 to be declared the International Year of Engagement by the United Nations?

We need your help now to make it happen and it is as simple as taking one minute right now (it won’t cost you a cent) to show your support at www.yearofengagement.com

Please act now as we may not get this opportunity again.

IAP2 is delighted to be partnering with the United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) to build an Assessment and Planning Tool for Engagement. This is building on the partnership between UNESCAP and IAP2, that was formalised in 2016, to advance the practice of engagement and help us all work to the achievement of the 2030 Sustainable Development Goals, and in particular build inclusive and engaging societies as part of these goals.

The opportunity to call for an International Year of Engagement is the result of a number of factors coming together to create an opportunity. One of these is the strong connection between engagement and the achievement of the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs). This is well recognised by UNESCAP and after a period of courtship (and building understanding of the protocols and policies around these things). Another factor is our partnership with the United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP).

IAP2 is preparing a proposal to the UN calling for An International Year of Engagement. And now, we are asking you to pledge your support to a call for an International Year of Engagement by the end of October this year.

The proposal to dedicate a whole year as a focus on engagement will highlight the importance of hearing from all voices ensuring no-one is left behind.

It is incredibly easy and quick to lend your support. It is free. It shows your commitment to public participation. And anyone can pledge their support, whether you are an individual or an organisation.

Immediate benefits of pledging are:

  • Acknowledgement in a proposal document to the United Nations
  • A statement to use in your organisation’s Sustainability Report
  • A copy of the Year of Engagement logo to share on your social media, webpage or email signature
  • Facebook frame showing you support a Year of Engagement

And, should we be successful, then the long term benefits would promote action on three fronts:

  1. Build awareness and focus attention on an enabling environment for engagement and public participation – for e.g. legislation, institutional mandates, education;
  2. Build capacity for engagement, benefitting from proven methods; and
  3. Mobilise engagement and public participation to support the 2030 Agenda and achievement of the SDGs.

This is our opportunity. It might not come again. Let’s seize it together with a call for an International Year of Engagement.

Simply fill in the short form at www.yearofengagement.com

logo engagement sdgs

(Sumber: https://www.iap2.org.au/ccms.r?Pageid=6000&tenid=IAP2&DispMode=goto|10535)

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: Cara Menjadi Pelatih di International Association for Public Participation (IAP2)

pelatihan Effective Stakeholder Engagement for The 2030 Agenda

Pelatihan Internasional dari UNESCAP bersama IAP2 Indonesia didukung oleh SGPP Indonesia

Bogor – Pelatihan Internasional yang mengakat tema “Effective Stakeholder Engagement for The 2030 Agenda”, telah dihelat dengan sukses di kampus SGPP Indonesia pada tanggal 06 – 08 Agustus 2018. Apa yang muncul dibenak Anda pertama kali saat mendengar kata melibatkan pemangku kepentingan?

Tidak mudah untuk mengumpulkan stakeholder dalam satu meja disatu waktu bersama-sama, dan bagaimana cara melibatkan publik didalamnya juga menjadi pertanyaan besar bagi Anda bukan? Masih banyak pertanyaan lainnya yang mengganggu pikiran Anda selama ini baik sebagai salah satu pemangku kepentingan, masyarakat biasa atau bahkan menjadi si pengambil keputusan.

Didalam pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ini terangkum beberapa pembahasan, diantaranya adalah merancang proses keterlibatan pemangku kepentingan dan mengembangkan rencana keterlibatannya yang mempertimbangkan persyaratan khusus dari Agenda 2030. Penerapan teknologi juga tak luput dari proses pembelajaran didalam pelatihan ini.

Pada saat peserta memberikan jawaban atas kuesioner yang dilemparkan oleh pelatih dengan serta merta dapat langsung dilihat gambaran presentasinya. Hal ini dapat merupakan salah satu pemanfaatan dari kemajuan teknologi dalam mendukung proses pelibatan pemangku kepentingan yang efektif dimanapun.

Dalam pelatihan 3 hari ini menghadirkan Michelle Feenan sebagai consultant/director dari Engagement Plus dan Joel Levin sebagai consultant/managing director di Aha! Consulting. Dalam penanganan suatu proyek perlu keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif didalamnya, Michelle menambahkan pentingnya untuk belajar dari yang lainnya, untuk membawa pengalaman baru dari Negara berbeda dan saling membaginya.

Pelibatan pemangku kepentingan adalah suatu proses melibatkan beragam pemangku kepentingan dari institusi dan masyarakat yang berbeda. Joel menambahkan, jika tidak ada pelibatan pemangku kepentingan, bukan hanya terjadi miskomunikasi, bahkan dapat terjadi kurangnya dukungan, keberatan, kritik, kegagalan dalam implementasi/resiko, kesalahpahaman, penggunaan/pemborosan sumber daya yang efektif, dan hasil yang merugikan.

Pelatihan Effective Stakeholder Engagement for The 2030 Agenda

Terlihat Joel sedang memberikan penjelasan dihari kedua pelatihan.

Pelatihan ini sangat diperlukan bagi Pejabat Pemerintah yang memiliki tanggung jawab langsung untuk mengimplementasikan keterlibatan pemangku kepentingan untuk Agenda 2030 dan kebijakan nasional atau perencanaan strategis lainnya.

Pejabat Pemerintah yang terlibat dalam koordinasi integrasi SDGs ke dalam nasional merencanakan, memantau, menindaklanjuti dan meninjaunya di tingkat nasional, provinsi atau lokal. Staf proyek yang berpengalaman dalam pelibatan dan fasilitasi pemangku kepentingan profesional yang bekerja dengan pemerintah untuk proyek SDGs.

Kelompok-kelompok masyarakat sipil yang bertanggung jawab untuk melibatkan konstituen mereka sendiri di dalam pelaksanaan 2030 Agenda. Peserta dalam pelatihan kali ini hadir dari lintas Negara, diantaranya Bangladesh, LAO PDR, Philipina, Sri Lanka, Thailand, dan Timor Leste yang datang dari beragam institusi.

pak gita wrijawan sedang bermain piano di pelatihan 3 hari

Pak Gita Wirjawan ditengah-tengah sesi istirahat menyapa para tamu SGPP Indonesia dengan kepiawaiannya memainkan piano, menambah kemeriahan suasana siang hari yang sejuk.

Selasa, 16 Oktober 2018 11.02 WIB