Tag: Strategi

kolaborasi

Seluk Beluk Kolaborasi

Kamis, 1 Agustus 2019, telah diselenggarakan diskusi Ngobrolin Partisipasi (NGOPAS) yang mengangkat tema ‘The critical role of collaboration for the development sector’. Materi dibawakan oleh Stuart Waters yang saat ini menjabat sebagai Managing Director dan konsultan senior di lembaga Twyfords, Australia. Ia juga merupakan salah penulis untuk buku The Power of ‘Co’: The Smart Leaders’ Guide to Collaborative Governance.

NGOPAS kali ini diadakan di Mula, Cilandak Town Square selama tiga jam dan dihadiri oleh perwakilan dari Anwar Muhammad Foundation (AMF), School of Government and Public Policy – Indonesia (SGPP), Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dan Mott Macdonald.

Mengusung topik kolaborasi, sesi NGOPAS mengupas seluk beluk kolaborasi secara interaktif. Dalam pengantarnya, Stuart menjelaskan bahwa kolaborasi adalah upaya yang dilakukan ketika sudah memiliki kompleksitas yang tinggi.

Dalam konteks agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan, tantangan pembangunan yang kompleks seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, krisis air bersih, kelestarian lingkungan dan disrupsi teknologi menjadikan kolaborasi sebagai tulang punggung untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Stuart juga berbagi pengalaman internasionalnya tentang ketrampilan, perilaku, dan pola pikir yang dibutuhkan organisasi untuk meningkatkan efektivitas kolaborasi mereka. Sebagai pakar kolaborasi, ia menekankan hal yang paling penting dan mendesak adalah meningkatkan kapasitas untuk berkolaborasi efektif dengan lintas orang, budaya dan disiplin ilmu. Kolaborasi yang sebenarnya adalah tentang hubungan, nilai-nilai, ketakutan dan kerentanan manusia.

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaMenyusun Stategi Pelibatan Stakeholder untuk TPB

Belajar cara berkolaborasi berarti belajar bagaimana menjadi tidak nyaman dalam kebersamaan. Untuk itu, ia pun memperkenalkan kunci kerangka kerja kolaborasi dan mengeksplorasi penerapannya pada proyek nyata. Diskusi juga diselingi oleh tanya jawab terbuka dari para peserta yang ingin mengeksplorasi isu-isu penting yang relevan bagi mereka.

Materi dan foto dapat diunduh pada tautan berikut ini http://tiny.cc/20rjbz

strategi pelibatan

Menyusun Stategi Pelibatan Stakeholder untuk TPB

Jakarta – Pada kegiatan hari pertama Pelatihan Nasional II, sesi seminar & diskusi dilanjutkan oleh Pemateri dari IAP2 Indonesia yaitu Aldi Muhammad Alizar dan Meithya Rose Prasetya Puteri. Membawakan topik mengenai pelibatan pemangku kepentingan/stakeholder engagement untuk Agenda 2030 untuk Pembangunan yang Berkelanjutan, tim IAP2 memaparkan 10 langkah dalam desain dan perencanaan untuk pelibatan.

Agenda 2030 ini terdiri dari 17 tujuan, 169 target dan 244 indikator yang dalam pencapaiannya mensyaratkan pelibatan pemangku kepentingan untuk berkontribusi dalam pembangunan. Ini artinya pelibatan pemangku kepentingan tidak lagi menjadi formalitas, tetapi harus berkualitas dan terukur.   

Untuk merespon kebutuhan tersebut, IAP2 menawarkan langkah efektif untuk merancang dan merencanakan pelibatan. Sepuluh langkah untuk pelibatan yang efektif bagi agenda 2030 dibagi menjadi tiga tahap: Rancang Bentuk, Perencanaan yang Detil, dan Implementasi & Evaluasi. 

Tahap pertama (rancang bentuk) memiliki empat langkah, yaitu memahami konteks, cakupan proyek (project scope), menyusun tujuan pelibatan, menentukan level pengaruh.

Tahap kedua adalah perencanaan yang detil, terdiri dari empat langkah, yakni jaminan adanya komitmen pemimpin, penyusunan strategi & urutan pelibatan, dan memilih metode yang tepat.

Tahap terakhir adalah implementasi dan evaluasi yang mencakup evaluasi kegiatan pelibatan dan tata kelola serta pelaksanaan.

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaOptimalisasi Pelayanan Publik dengan Pelibatan Masyarakat

Selain berbicara tentang konsep pelibatan, IAP2 Indonesia juga berbagi pengalaman tentang langkah kongkrit pelibatan pemangku kepentingan untuk TPB. Saat ini IAP2 tengah memfasilitasi pembentukan forum multipihak untuk Pembangunan Maluku Utara yang berkelanjutan. Selanjutnya, Aldi M. Alizar juga berbagi pengalamannya dalam melaksanakan kerjasama multipihak, dan bagaimana dunia usaha bisa terlibat dalam pembangunan daerah untuk pencapaian TPB.

Sumber: Pelatihan Nasional II: Penguatan Peran Pemerintah Daerah pada Implementasi TPB (https://apeksi.net/index.php/12-berita/nasional/1392-pelatihan-nasional-ii-penguatan-peran-pemerintah-daerah-pada-implementasi-tpb)

strategi public participation

Strategi untuk Menangani Oposisi & Kemarahan dalam Partisipasi Publik (Sydney, NSW)

Program pelatihan dua hari ini dirancang untuk peserta mendapatkan cara berpikir dan strategi baru dalam bekerja dengan publik ketika mereka kecewa, frustrasi, dan marah.

Jadwal                  : 1-2 Agustus 2019

Lokasi                   : Kampus UTS City Sydney, NSW, Australia

Presenter             : Margaret Harvie

Kontak                  : Administrator Kursus , clg.shortcourses@uts.edu.au, (02) 9514 4738

 

Dalam kondisi saat ini, ada kemarahan dan ketidakpercayaan yang semakin meningkat terhadap tindakan-tindakan yang diambil organisasi, dan berkurang kepercayaan orang-orang kepada Lembaga pemerintah, perusahaan dan media. Hal inilah yang menimbulkan kebuntuan dalam pemerintahan (government gridlock), tuntutan hukum, penghentian proyek, kekalahan dalam pemilihan langsung, kerugian waktu dan uang, serta hancurnya kredibilitas.

Program dua hari ini dirancang untuk peserta mendapatkan cara berpikir dan strategi baru dalam bekerja dengan publik ketika mereka kecewa, frustrasi, dan marah.

Kemarahan dan emosi-emosi yang kuat dapat menjadi tantangan. Kursus ini akan memberikan anda alat (tools) untuk bekerja lebih efektif ketika Anda terlibat dengan komunitas yang berada kondisi tersebut.

Pelatihan ini bukan sekadar tentang resolusi konflik atau mediasi, tetapi akan membantu Anda untuk memahami perilaku manusia dan kecerdasan emosional yang dibutuhkan saat bekerja dengan orang-orang yang marah dan sinis dalam situasi sulit. Bekerjasama dengan publik, terlepas dari apa pun emosi yang mereka tunjukkan dalam proses, adalah hal fundamental untuk praktik pelibatan komunitas yang baik. Pelatihan ini juga membuat Anda merefleksikan sikap dan pendekatan Anda sendiri, juga pendekatan yang dilakukan oleh organisasi Anda.

Dalam masa-masa menantang akibat perubahan social, ekonomi, kultural dan lingkungan, pelatihan ini akan membantu Anda untuk mampu mendukung Lembaga Anda dan mencapai hasil yang anda butuhkan untuk proses pelibatan masyarakat selanjutnya. Selain itu, pelatihan ini memberikan Anda ketrampilan untuk memilih dan menerapkan strategi dalam situasi tertentu dan selama perencanaan.

Pelatihan ini adalah sebuah kursus dari Asosiasi Internasional untuk Partisipasi Publik (IAP2), yang berdasar pada teori Dr Peter Sandman, pencipta formula “Risiko = Bahaya + Kemarahan” dan merupakan seorang pembicara dan konsultan terkemuka di bidang komunikasi risiko. Sesi-sesinya sangat interaktif dan menggunakan berbagai metode pembelajaran termasuk studi kasus, video, tools dan teknik partisipasi publik. Disamping itu, ada waktu yang disediakan untuk untuk refleksi pribadi, diskusi kelompok dan penerapan strategi.

 

Siapa saja yang mendapat manfaat dari pelatihan ini?

Spesialis dan manajer dalam bidang komunikasi dan pelibatan masyarakat, anggota perwakilan rakyat, manajer dan CEO, perencana dalam pemerintahan dan perusahaan, manager dan direktur divisi penyelenggaraan pelayanan, calon-calon manajer. 

Konten dan Manfaat Pelatihan

Peserta akan belajar cara:

·         Mengidentifikasi faktor-faktor dan memprediksi apa saja yang berkontribusi terhadap amukan, frustasi dan kemarahan publik.

·         Enam strategi praktis untuk mencegah atau mengurangi kemarahan, serta menerapkan pelibatan masyarakat yang efektif.

·         Analisis pemangku kepentingan, motivasi pemangku kepentingan, dan pertanyaan kunci untuk diajukan.

·         Cara-cara baru dalam berpikir dan berperilaku agar Anda dan organisasi Anda dapat menghilangkan hambatan / resistensi terhadap pelibatan publik.

·         Pemilihan dan implementasi teknik untuk mengurangi kemarahan selama perencanaan dan dalam situasi tertentu.

 

Tentang Pembawa Materi

margaret harvieMargaret Harvie telah menjadi pelatih terakreditasi sejak 2008 dan seorang praktisi pelibatan masyarakat selama 20 tahun. Ia merencanakan dan mengimplementasikan pelibatan masyarakat untuk proyek infrastruktur pemerintah pusat yang oleh publik dianggap kontroversial dan juga rutin bekerja dengan pemerintah daerah saat mereka menghadapi tantangan untuk berbicara dengan warga mereka.

 

Lihat informasi selengkapnya melalui tautan berikut ini https://www.iap2.org/events/EventDetails.aspx?id=1203594

(Repost) Strategies for Dealing with Opposition & Outrage in Public Participation (Sydney, NSW)

Sumber: https://www.iap2.org/events/EventDetails.aspx?id=1203594