“Mengenal Arnstein’s Ladder dalam Menata Partisipasi Publik”

IAP2 Indonesia – Pada Arnstein’s Ladder of Citizen Participation menggambarkan level partisipasi publik yang terdiri dari 8 tingkat. Simak artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut.

Mengenal Lebih Jauh Arnstein’s Ladder

Berdasarkan jurnal A Ladder of Citizen Participation by Sherry R. Arnstein  tahun 1969, Arnstein menjelaskan bahwa, “partisipasi masyarakat berdasarkan kekuatan masyarakat untuk menentukan suatu produk akhir, dan sejauh mana kekuasaan warga negara dalam menentukan rencana dan program.” Oleh karena itu Arnstein membuat model tangga partisipasi publik dan secara umum terdapat tiga derajat partisipasi masyarakat yaitu :

  1. Tidak Partisipatif (Non-Participation) terdiri dari manipulation dan terapi therapy.
  2. Derajat Semu (Degrees of Tokenism) terdiri dari information, consultation, dan placation.
  3. Kekuatan masyarakat (Degrees of Citizen Powers) terdiri dari partnership, delegated power, dan citizen control.

Sumber foto : citizenshandbook

Makna Level Partisipasi Publik pada Tangga Partisipasi

Pada sub bagian ini kita akan menaiki tangga partisipasi milik Arnsteins untuk mengetahui lebih lanjut maknanya. Berikut penjelasan makna dari setiap level partisipasi (Arnstein’s Ladder, 1969) :

  1. Manipulation

Di level ini publik tidak dilibatkan dikarenakan sudah terpilihnya sejumlah orang sebagai wakil dari publik. Sehingga publik tidak akan mengetahui sama sekali tentang informasi keputusan tersebut. Hal tersebut pernah terjadi di Indonesia saat masa orde baru, dimana keputusan sepenuhnya diambil oleh pemerintah.

2. Therapy

Pada level ini publik mulai dilibatkan tetapi hanya dapat mendengarkan informasi keputusan tersebut. Contoh kasus di negara Korea Utara yaitu masyarakat tidak memiliki kebebasan dan hanya mendengarkan informasi.

3. Informing

Saat mulai masuk level informing otoritas berkuasa tidak menghalangi partisipasi tetapi tidak mengeksekusi aspirasi publik. Pada level ini otoritas berkuasa hanya berkomunikasi searah atau hanya memberi tahu informasi yang akan dan sudah dilaksanakkan.

Baca Juga : ‘Don’t Look Up’ Menyadarkan Kita Pentingnya Partisipasi Publik

4. Consultation

Untuk level ini sudah adanya diskusi dengan banyak elemen tetapi yang berkuasa menentukan apakah saran dan kritik publik akan digunakan. Contoh kasusnya yaitu forum diskusi perumusan kebijakan yang diadakan pemerintah dengan mengundang berbagai stakeholder.

5. Placation

Selanjutnya pada level placation, pihak yang berkuasa hanya berjanji untuk melaksanakkan aspirasi publik tetapi diam – diam menjalankan rencana semula.

6. Partnership

Lalu pada level partnership telah mencapai citizen power, sehingga pada level ini terbentuknya kerjasama multipihak dalam merumuskan atau melaksanakkan kebijakan dan program. Contoh kasusnya yaitu IAP2 Indonesia bekerjasama dengan pentahelix stakeholder dalam membangun forum diskusi, research, dan lainnya.

7. Delegation

Naik ke level delegation dimana masyarakat memegang mayoritas kursi di komite dengan wewenang yang didelegasikan untuk membuat keputusan. Sehingga peran publik untuk menjamin akuntabilitas program kepada mereka.

8. Citizen Control

Dan untuk level tertinggi yaitu Citizen Control, dimana publik yang lebih mendominasi dan peran publik hingga mengevaluasi kinerja mereka. Menurut Arnstein jika partisipasi berada pada level ini maka terbentuknya partisipasi publik ideal. Tetapi kenyataannya masyarakat yang terlalu berpartisipasi malah menghambat kinerja pembangunan loh! hal tersebut terjadi di Australia dan sudah dijelaskan pada artikel “Kylie Cochrane : Public Participation, Community Outrage, and Water Security.”

Sumber foto : Instagram IAP2 

Dari konsep Arnstein’s Ladder memudahkan kita untuk mengidentifikasi tingkat partisipasi di Indonesia saat ini. Meskipun saat ini Indonesia terbuka dalam menyampaikan aspirasi dan pemerintah menerapkan transparansi. Tetapi nyatanya masih ada pihak yang dirugikan dan tidak dapat menyampaikan aspirasinya. Oleh karena itu IAP2 Indonesia hadir sebagai organisasi yang memajukan dan memperluas partisipasi publik. Mari kita tingkatkan level partisipasi publik dengan bergabung menjadi member IAP2 Indonesia dengan daftar pada link berikut, link.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *