Acara Pameran Filantopi se Indonesia 2018 di JCC Jakarta

Wow, Filantropi di Indonesia Tumbuh Besar di era Millennials (2)

Jakarta – Masih dalam kegiatan FiFest 2018, turut hadir perwakilan dari PT Sarana Multi Infrastruktur, Emma Sri Martini. Emma Sri Martini telah menjabat sebagai Direktur Utama PT SMI sejak awal tahun 2009. Ia bertanggung jawab mengawasi keseluruhan operasi PT SMI , termasuk pengembangan strategi jangka panjang. Menurut beliau ada beberapa kendala dalam proyek, salah satunya adalah kurang accountable, hal ini membuat proyek yang direncanakan kurang siap untuk ditawarkan ke investor. Hanya sampai pada master plan saja. Padahal terdapat kurang lebih 540 Pemerintah Daerah yang perlu dikawal/dibimbing, agar proyek yang dihadirkan siap ditawarkan ke investor. Demi meningkatkan trust dari investor .

PT SMI memiliki 3 bisnis pillar diantaranya ada pembiayaan, advisory, dan project development. Sederhananya, PT SMI ini memfasilitasi/mengarahkan investor agar dapat di plug ke proyek-proyek pemerintah setempat. Untuk meningkatkan akses Kementerian Keuangan Republik Indonesia membentuk Integrated Platform dengan nama SDGs Indonesia One. Ini adalah platform kerjasama pendanaan yang terintegrasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berorientasi kepada SDGs di Indonesia.

Peran PT SMI disini yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk membentuk dan mengelola SDG Indonesia One. SDG Indonesia One, akan menghasilkan eksekusi penyediaan infrastruktur yang semakin baik sehingga dapat mendorong pembangunan yang inklusif, serta meningkatkan kualitas sosial-ekonomi-lingkungan dengan mengedepankan tata kelola yang baik.

Suzanne E. Siskel perwakilan dari The Asia Foundation turut hadir di FiFest 2018. Mereka mendapatkan donatur dari USAID, Australia dan lain-lain. Melakukan kerjasama dengan Negara-negara Islam melaui proyek “Peduli”, melihat masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan manfaat dari pembangunan. Selain itu juga mengangkat isu sosial tentang kemiskinan, kaum minoritas, komunitas adat, orang-orang yang tinggal dipinggiran serta minoritas agama.

Hal yang perlu diperhatikan adalah mengerti kepentingan masyarakat yang berbeda, istilah lainnya adalah inklusi sosial ini merupakan tujuan dari program “Peduli”. Perlu trust untuk menjalankan kemitraan bersama untuk mencapai SDGs, tidak mudah untuk dicapai namun dengan sinergi kemitraan multi pihak dapat memudahkan jalannya. Dalam kata lain perlu revolusi sosial.

“Spektrum IAP2 dirancang untuk membantu pemilihan tingkat partisipasi yang mendefinisikan peran publik dan perumusan tujuan partisipasi publik yang akan mendorong proses keterlibatan.” – Anton Febian, Secretary IAP2 Indonesia.1

Widy selaku pihak dari Bappenas, menambahkan perlu adanya sinergi ekonomi dan pembiayaan dari para pemngkau kepentingan. Kontribusi private sector dan filantropi dalam mengurangi ketidakadilan dapat berjalan efektif jika ada sinergitas didalamnya. Sinergi ini dapat menghasilkan reduce human suffering, enhance human potential, promote equality & justice, build community, create human fulfillment, dan lain sebagainya. Selain itu ada 4 peran besar untuk dapat mencapai SDGs diantaranya adalah advokasi, capacity building, program & implementasi program, memobilisasi sumber daya financial & non-financial.

Hal ini sudah ditunjang oleh adanya Fiqih SDGs yang dikeluarkan oleh Baznas bekerjasama dengan Akademisi dan pihak lainnya yang berkompeten dibidangnya. Adanya fiqih SDGs ini dapat menjadi acuan yang menentramkan bagi umat Islam khususnya untuk bergerak bersama mewujudkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan ditengah-tengah masyarakat. Diharapkan kedepan Indonesia dapat menjadi Negara yang lebih maju dari segi ekonomi dan terwujud kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

 

 

 

—————————————————-

1 Anton Febian adalah salah satu penggiat praktisi partisipasi publik, meskipun aktif di IAP2 Indonesia baru berkisar  dari dua tahun terakhir ini, namun 15 tahun kiprah pengalaman bekerja di perbankan dan Yayasan Sosial, khususnya dalam pengembangan pembiayaan ekonomi mikro yang memberikan dampak kepada masayarakat kecil di pedesaan, membuat bidang partisipasi publik dan investasi berdampak berkelanjutan menarik perhatian dan passionnya.

Leave a Comment