Beranda » Archives for December 2018

Month: December 2018

city diplomacy

Selamat Menyambut Tahun 2019

“Investing for the poor requires participation from the entire community” – Bill Gates

Kami percaya bahwa partisipasi publik merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM). Karena hal apa pun yang memberikan dampak secara langsung ataupun tidak langsung kepada publik/masyarakat perlu diberikan ruangnya dalam proses pemecahan masalah atau pengambilan keputusan. Menggunakan masukan publik/masyarakat dalam membuat keputusan yang berkelanjutan.

“Full participation in government and society has been a basic right of the country symbolizing the full citizenship and equal protection of all” – Charles B. Rangel

Keputusan yang berkelanjutan akan menghasilkan Economically Viable, Technically Feasible, Publicly Acceptable, dan Environmentally Compatible. Menjadi impian kita semua saat cita-cita para pendiri Bangsa Indonesia dapat terwujud. Seperti terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan kesejahteraan yang merata.

Untuk itu perlu diupayakan partisipasi inklusif. Mencari pendekatan yang paling tepat untuk melakukannya. Pertimbangan bagaimana merancang sebuah proses partisipasi yang lebih inklusif melalui pemilihan tempat pertemuan, peralatan, fasilitas yang tersedia, dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat meningkatkan inklusivitas bagi para pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan penolakan.

Isu partisipasi publik atau public engagement, merupakan hal baru di Indonesia. Namun hal tersebut bukan penghalang untuk menghadirkan sebuah keputusan/kebijakan yang lebih humanis ditengah-tengah masyarakat. Perlu pembekalan khusus bagi para penyelenggara Negara, pihak Swasta, dan pihak  Akademisi terhadap hal ini.

Kami di tahun 2018

Sejak berdirinya IAP2 afiliasi Indonesia ini dari tahun 2011, setidaknya sudah berbagai kegiatan yang terselenggara dengan baik dan sukses.

Ditahun 2018 ini, ada beberapa kegiatan diantaranya ada:

  • Pelatihan Dasar-dasar P2 (Partisipasi Publik), ditanggal 30 Juli – 03 Agustus di Kampus SGPP Indonesia.
  • Pelatihan Internasional – Effective Stakeholder Engagement for The 2030 Agenda, ditanggal 06 – 08 Agustus di Kampus SGPP Indonesia. IAP2 Indonesia bekerjasama dengan UNESCAP yang berbasis di Bangkok, Thailand.
  • Panel Diskusi – Ngobrolin Partisipasi (NgoPas), ditanggal 24 Oktober di Estubizi Biz. Center.
  • Mengadakan Audiensi kebeberapa Instansi Pemerintahan dan Swasta.
  • Terlibat dalam kegiatan IAP2; lokakarya komite perubahan di Kanada, dan komite perubahan IAP2 Internasional.
  • Terakhir kami ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan Diplomasi Kota yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments (UCLG), ditanggal 18-19 Desember di Hotel Aryaduta.

Selain dari kegiatan tersebut, kami juga melakukan digital engagement. Menghadirkan artikel seputar Partisipasi Publik dan sejenisnya di Website dan Sosial Media kami. Konten tersebut secara kontinu memberikan berita terkini yang relevan bagi pembaca dan pengguna sosial media. Demi kemajuan praktik partisipasi publik di Indonesia khususnya.

IAP2 Indonesia mempublikasikan berbagai ide dan pemikiran serta best practices dari proses partisipasi publik di Indonesia. Ide dan pemikiran tersebut akan dituangkan dalam bentuk hasil penelitian, artikel, maupun tool untuk memudahkan para pihak dalam memahami dan mempraktekkan proses partisipasi publik, baik oleh pemerintah, sektor bisnis maupun masyarakat sipil.

Terima kasih kami untuk masyarakat Indonesia

Kami dari IAP2 Indonesia mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas terlaksananya beberapa kegiatan di tahun 2018 ini. Kepada masyarakat Indonesia dan beberapa pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu disini dengan segenap upaya dan kebaikannya telah bersama-sama menyukseskan kegiatan kami.

Berkolaborasi dengan para pihak dan mewujudkan tujuan bersama menjadi sebuah kado yang indah sebagai penutup diakhir tahun 2018. Semoga kedepannya kita bersama dapat saling tumbuh bersama dalam jalan kebaikan. Tak ada gading yang tak retak, begitulah peribahasa berkata, bahwa disetiap pekerjaan tentu pasti ada sisi kurangnya, namun hal tersebut dapat dijadikan potensi untuk berkembang.

Tanpa dukungan dan doa dari rekan-rekan IAP2 Indonesia, dan Instansi lainnya yang telah bekerjasama dengan kami, tak akan dapat berjalan dengan baik.

Last but not least

Mari kita bersama-sama membangun Bangsa Indonesia menjadi Negara yang kuat dan tangguh. Semangat kita semua untuk memperbaiki IAP2 di Indonesia. Di tahun depan supaya dapat memberikan yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya bagi Bangsa Indonesia. Kami terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik yang kami miliki untuk perubahan positif dari organisasi IAP2 internasional.

Terima kasih untuk IAP2 Internasional dan seluruh afiliasi yang sudah memberikan dukungan terbaik bagi pengembangan IAP2 di Indonesia.

Selamat tahun baru 2019. Sukses dan bahagia selalu.

 

Integrated Tourism Master Plan - Kepulauan Seribu dan Kota Tua (2)Integrated Tourism Master Plan - Kepulauan Seribu dan Kota Tua (3)

Integrated Tourism Masterplan (ITMP) Kepulauan Seribu dan Kota Tua (3)

Integrated Tourism Masterplan (ITMP) – Masih dalam pembahasan Integrated Tourism Masterplan (ITMP) setelah diartikel sebelumnya paparan dari pihak konsultan sudah kita bahas sebagian, bagaimana pendapat Anda? Melihat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang cukup besar perlu dikembangkan lebih lanjut khususnya bagi kemajuan kepariwisataan di Indonesia. Selanjutnya dalam artikel ini kita bahas paparan lanjutan dari pihak konsultan dan beberapa tanggap dari pihak yang hadir.

Setelah diartikel sebelumnya kita bahas mengenai karakteristik dan potensi asal wisatawan, mari berlanjut ke profil wisatawan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh konsultan melalui slide presentasinya profil wisatawan dibagi menjadi dua, wisatawan nusantara (wisnus), dan wisatawan mancanegara (wisman).

Frekuensi lama tinggal bagi wisnus sekitar 3.6 hari, sedangkan untuk wisman sekitar 2.94 hari. Disini terlihat bahwa wisnus cenderung tidak terlalu lama untuk menghabiskan waktunya. Terdapat beberapa asumsi, bisa menjadi bagian atraksinya yang kurang menarik atau sisi amenitasnya yang kurang menunjang kenyamanan dan keamanannya.

Dari sisi pengeluaran atau biaya yang dikeluarakan selama berwisata, bagi wisnus terlihat mulai dari IDR 278.330 – IDR 445.328, lain halnya dengan wisman mengeluarkan mulai dari IDR 405.497 – IDR 891.744. Jika kita lihat tentu pemasukan ini sangat kecil, namun memang perlu ditingkatkan lagi supaya pemasukan bagi devisa Negara bisa maksimal terutama dari wisman yang berkunjung.

Hal yang menarik lainnya adalah, wisnus laki-laki sekitar 49.8%, dan wisman laki-laki terlihat sedikit lebih banyak yaitu sekitar 65.6%. untuk kategori umur sendiri terlihat wisnus rentang umur sekitar 15-30 Tahun, wisman sendiri mulai dari umur 15-50 Tahhun. Beralih ke maksud kunjungan dari masing-masing kategori. Alasan wisnus kebanyakan bertujuan untuk 69.6 % Mengunjungi Objek Wisata, lain hal bagi wisman yaitu sekitar 65.1 % untuk berlibur saja.

Melihat data tersebut diatas, kita ingin melihat apa yang menjadi daya tari bagi wisnus dan wisman untuk mengunjungi tempat wisata. Bagi wisnus sendiri terlihat pola lebih menyukai jenis wisata seperti Wisata Kota & Pedesaan, Wisata Terpadu, Bahari, dan Sejarah atau Religi. Bagi wisman lebih menyukai Wisata Budaya, Wsata Bahari, Wisata Pedesaan dan Perkotaan.

Untuk pilihan akomodasi sendiri wisnus terlihat sekitar 35.6% menginap di Keluarga atau Kerabat. Lain halnya dengan wisman sekitar 68% Menginap di Hotel berbintang. Dari sini terlihat ada hal yang menarik untuk dianalisa bersama. Menjadi pertanyaan bagi kita adalah mengapa wisnus kita tidak terlalu memilih untuk tinggal di hotel sekitar tempat wisata? Ada banyak asumsi dan kemungkinan, bisa dikarenakan karakter masyarakat kita yang lebih sosial, cenderung menghemat, atau dapat juga dikarenakan biaya akomodasi penginapannya yang kurang dapat dijangkau oleh orang kita.

Setelah kita melihat data yang dipaparkan oleh konsultan, pembahasan dilanjutkan ke proyeksi kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu dan Kota Tua. Terdapat grafik yang mengilustrasikan proyeksi yang begitu signifikan, dan beberapa alasan utama yang dapat membuat proyeksinya terlihat menanjak jauh. Mulai dari tahun 2017, terlihat sekitar 8.403.113 pengunjung. Kemudian ditahun 2019 diproyeksikan dengan sisi “moderat” akan menuju sekitar 17.682.904 pengunjung baik wisnus ataupun wisman.

Berdasarkan pemaparan konsultan hal tersebut ditunjang dari hal berikut ini; adanya moda transportasi MRT Fase 1 (Lebak Bulus – Bundaran HI) mulai beroperasi akan terhitung 15% dari penumpangnya masuk kedalam data proyeksi tersebut, 6 kapal di Muara Angke yang dapat mengangkut penumpang sekitar 108.000 orang, 1 kapal di Selat Sunda dengan kapasitas penumpang sekitar 18.000 orang.

Selain dari moda transportasi yang dapat menjadi faktor proyeksi pertumbuhan wisatawan, adapula dari sisi atraksi. Diantaranya adalah adanya acara Java Jazz yang diasumsikan akan mendatangkan pengunjung sekitar 180.000 orang akan diambil 30% nya sebagai wisatawan ke Kepulauan Seribu dan Kota Tua, dan acara IIMS akan diprediksi dapat mencapai sekitar 612.528 pengunjung dan diasumsikan 30% orang sebagai wisatawan. Selain itu ditambahkan adanya program prioritas.

Apakah menurut Anda proyeksi tersebut terlihat baik? Jika kita selisihkan, pelonjakan akan naik sekitar 9.280.000 orang/wisatawan di Kepulauan Seribu dan Kota Tua dari tahun 2017 ke 2019. Dengan beragam faktor yang dipaparkan tadi. Bisa saja itu dapat terjadi jika memang program yang sedang dicangkan ini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

Didalam paparannya konsultan, memberikan tambahan penjelasan terkait dasar pertumbuhan berdasarkan program prioritas. Diantaranya adalah berkembangnya kualitas dan diversifikasi produk wisata. Terbangunnya Pariwisata di kawasan-kawasan pariwisata. Peningkatan prasarana umum di seluruh pulau- pulau wisata di Kepulauan Seribu. Pengadaan dan peningkatan kualitas fasilitas umum. Berkembangnya branding dan citra pariwisata Kep. Seribu dan Kota Tua. Mitra promosi semakin luas. Terdapat produk produk lokal yang menjual dengan kualitas yang baik. Sumber daya manusia yang profesional di bidang pariwisata.

Disamping itu juga akan adanya pembangunan aksesbilitas lainnya seperti terselesaikannya jalan tol Cikampek, kereta cepat Bandung – Jakarta, hadirnya Terminal 4 CGK, terbangunnya pelabuhan Patimban Subang, beroperasinya Bandar Udara di Pulau Panjang, dan terbangunnya 10 dermaga tujuan di Kepulauan Seribu.  Ekspansi pasar wisatawan pada tahun 2022-2023, untuk wisnus akan datang dari Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung. Wisman akan datang dari Korea Selatan, India, Amerika Serikat, Taiwan, dan Australia.

Menutup paparannya, konsultan memberikan gambaran peta program Kepulauan Seribu. Pulau Pramuka dengan tema wisata Urban Eco Marine Destination. Disampaikan akan/ada Edu-Cultivation Park, penataan Plaza Bernuansa konsep Urban Eco, penataan pedestrian untuk pejalan kaki/pesepeda, festival lighting night show, high tech information media, dan tourist information center.

Untuk di Pulau Tidung dengan tema wisata Dream Island Water akan/ada pembangunan aquarium underwater, watersport adventure arena, dan tourist information center. Sedangkan di Pulau Onrust dengan tema wisata Eco Heritage Island akan/ada pemasaran terintegrasi dengan taman Fatahillah, tourist information center, foodcourt, pembangunan souvenir area, floating dermaga, dan mitigasi bencana.

Sedangkan untuk peta program di Kawasan Kota Tua, terbagi menjadi 3 bagian, yaitu Sunda Kelapa dengan tema wisata The Finest Traditioal Seaport of Batavia, Pecinan dengan tema wisatanya Central Culinary & Living Tionghoa dan terakhir ada Kampung Arab dengan tema wisatanya Batavia Moslem Trail.

Mari kita jabarkan apa saja sih yang akan ada ditempat masing-masing tersebut. Tempat pertama ada Sunda Kelapa, disini dari sisi atraksi akan/ada pengembangan wisata seni/theater & live musik, kegiatan bongkar muat barang secara tradisional, arsitektur bangunan bersejarah disekitar kawasan Sunda Kelapa, wisata sejarah kemaritiman, dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Kemudian selain dari sisi atraksi, yang tak kalah penting juga adalah sisi amenitas. Amenitas akan/ada Old Batavia restaurant, spot coastline photography area, storyline Sunda Kelapa information media, mitigasi bencana/pengaturan jalan evakuasi/titik berkumpul, re-use bangunan tua untuk theater & live musik, rute akses menuju Kepulauan Onrust, dan pembangunan dermaga di Sunda Kelapa untuk akses menuju Kepulauan Onrust.

Berlanjut ke sisi aksesibilitas, akan/ada penataan dan pembangunan pedestrian umum. Kemudian penataan fasede dan street furniture disekitar koridor utama dan shuttle dari taman Fatahillah ke Pecinan, Pekojan, dan Sunda Kelapa.

Untuk bagian wilayah Pecinan, akan/ada atraksi seperti meningkatkan kuantitas pedagang kuliner. Seperti kuliner pioh, sekba, choi pan, ci cong fan, kuo tie akin. Selain itu juga akan/ada pengaturan spanduk/iklan toko agar dibuat lebih kecil dengan menggunakan karakter China. Disamping itu juga akan/ada tea house, wisata belanja, vihara dharma jaya, unique pecinan communal & tourist activities, vihara dharma bhakti, storyline Pecinan information media & interpreter.

Dari sisi amenitas akan/ada TIC, storyline Pecinan information media, TIC & interpreter, mitigasi bencana, dan jalur wisata. Kemudian dari sisi aksesibilitas akan/ada shuttle dari taman Fatahillah ke Pecinan, Pekojan & Sunda Kelapa. Selain itu juga akan/ada pembangunan pedestrian untuk pejalan kaki & pengguna sepeda dari taman Fatahillah ke Pecinan, Pekojan & Sunda Kelapa.

Berlanjut ke tempat terakhir di kawasan Kota tua yaitu Kampung Arab. Dari sisi atraksi akan/ada tradisional arab culinary (street food, restaurant, shisha), fashion arab, homogenkan produk agar dijadikan pusat, pementasan seni Arab, dan event tahunan. Untuk sisi amenitas akan/ada storyline information media, mitigasi bencana/pengaturan jalan evakuasi/titik berkumpul, dan penataan pedestrian.

Melihat paparan yang disampaikan oleh konsultan dan dari pihak Deputi, apa yang Anda rasakan? Apa yang Anda pikirkan tentang hal ini kedepannya? Tentu jika kita melihat bahwa ini merupakan bentuk dari kemitraan mulitipihak yang memiliki potensi besar. Sehingga dapat menghadirkan hasil yang powerful, maksimal dan berkelanjutan.

Menjadi catatan penting disini adalah perlu menyatukan pemahaman dan membentuk sebuah kesepahaman yang dapat diterima oleh seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu didalam program ini perlu lebih dirincikan lagi terkait siapa mengerjakan apa. Berdasarkan pada RPJMD masing-masing stakeholder dan juga tidak menyalahi peraturan yang berlaku saat ini.

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaIntegrated Tourism Masterplan (ITMP) Kepulauan Seribu dan Kota Tua (2)

Integrated Tourism Masterplan ini merupakan hal yang penting untuk dikembangkan dan diwujudkan kehadirannya demi kemajuan pariwisata di Indonesia. Mari kita bersama-sama saling berkolaborasi untuk mewujudkan pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

 

Integrated Tourism Master Plan - Kepulauan Seribu dan Kota Tua (2)

Integrated Tourism Masterplan (ITMP) Kepulauan Seribu dan Kota Tua (2)

Integrated Tourism Masterplan (ITMP) – Masih dalam pembahasan Integrated Tourism Masterplan (ITMP) setelah diartikel sebelumnya paparan dari pihak Deputi sudah kita bahas, bagaimana pendapat Anda? Pasti sebagai masyarakat kita sangat setuju program untuk meningkatkan lagi kepariwisataan di Indonesia agar lebih lebih saling terhubung satu sama lain. Selanjutnya dalam artikel ini kita bahas paparan dari pihak konsultan.

Perlu kita ketahui bersama bahwa wilayah destinasi wisata Kepulauan Seribu menjadi 10 destinasi pariwisata prioritas nasional. Sembilan destinasi pariwisata prioritas nasional lainnya adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Morotai dan yang terakhir adalah Wakatobi.

Kepulauan Seribu dibagi menjadi tiga zona, diantaranya adalah zona pemukiman, zona pemanfaatan pariwisata, dan zona perlindungan.  Pola perjalanan Kepulauan Seribu disajikan oleh konsultan.  Pola terlihat variatif, mulai dari Bandara Soekarno Hatta berlanjut ke Dermaga Muara Angke, Dermaga Marina Ancol dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Ada pula yang memulai perjalan dari Dermaga Rawa Saban dan Dermaga Tanjung Pasir.

Perjalan para wisatawan dari Dermaga-dermaga tersebut terlihat bervariasi juga. Ada yang dari Dermaga Rawa Saban melanjutkan perjalanannya ke Pulau Payung dan Pulau Pari. Dari Dermaga Tanjung Pasir ada yang berlanjut ke Pulau Untung Jawa, dari Pulau tersebut ada yang melanjutkan perjalanan destinasi wisatanya ke Pulau Onrust, Pulau Pari, Pulau Lancang, dan Pulau Tidung. Wisatawan yang berlayar dari Dermaga Muara Angke terlihat ke Pulau Onrust dan Pulau Pramuka.

Terlihat juga pola wisatawan yang berlayar dari Pelabuhan Sunda Kelapa menuju Pulau Untung Jawa dan Pulau Pramuka. Untuk yang datang di Dermaga Marina Ancol, wisatawan terlihat menuju Pulau Pramuka, Pulau Harapan, Pulau Untung Jawa, dan Pulau Onrust.

Selain pola perjalan di Kepulauan Seribu, juga terdapat pola perjalan Kota Tua.  Dimana terlihat dari Kawasan Wisata Taman Fatahillah wisatawan menuju beberapa tempat wisata lainnya seperti Museum Bahari, Pelabuhan Sunda Kelapa, Pekojan, dan Pecinan.

Setelah kita melihat bagaimana pola perjalanan wisatawan ditempat wisata Kepulauan Seribu dan Kawasan Kota Tua, berlanjut ke portofolio produk destinasi. Terbagi menjadi dua; untuk di Kepulauan Seribu dan di Kawasan Kota Tua. Untuk di Kepulau Seribu dari sisi Atraksinya terdapat Watersport, Konservasi Mangrove, Keindahan Biota Laut, Snorkeling, Diving, Budidaya Ikan Laut, Nusa Keramba, (Pulau Wisata Pemukiman).

Atraksi selanjutnya ada di Pulau Resort (Pulau Anyer, Pulau Bidadari, Pulau Sepa, Pulau Putri, Pulau Macan, Pulau Pelangi, Pulau Pantara). Kemudian ada lagi atraksi Konservasi Penyu Sisik (Pulau Cagar Alam/Konservasi). Terakhir ada atraksi Peninggalan sejarah penjajahan Belanda, Bangunan Tua (Pulau Cagar Budaya/Sejarah).

Berlanjut ke sisi Amenitas, terdapat 661 Homestay di Pulau Wisata Pemukiman, Restauran (Penyedia warga), dan 7 Resort dengan total 313 Kamar di Pulau Resort. Untuk sisi Aksesbilitas dapat ditempuh melalui Sunda Kelapa (1 kapal dari Kemenhub), Marina Ancol (31 kapal dari Sea Ledear Tour), Muara Angke (kapal nelayan ada 17 berupa kapal kayu dan 8 kapal penyebrangan dari Dishub), Tanjung Pasir, dan terakhir melalui Rawa Saban.

Lanjut diwilayah Kota Tua, untuk sisi Atraksi sendiri ada Museum (melihat sisi sejarah). Museum yang dimaksud ada Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Bahari, Museum Seni Rupa & Keramik, Museum Bank Mandiri, dan Museum Bank Indonesia. Untuk Living Museum ada di Pecinan.

Dalam Integrated Tourism juga dianalisa mengenai Wisata Religi ada Mesjid yang menjadi cagar budaya yaitu di Kampung Arab Pekojan, Vihara di Pecinan. Untuk wisata etnik ada di Kampung Arab dan Pecinan. Bagi yang suka berbelanja ada di Pecinan dan Glodok. Terakhir wisata kuliner ada di kawasan Taman Fatahillah dan Pecinan.

Untuk bagian Amenitas terdapat BPW (biro perjalanan wisata), Souvenir shop, Hotel dan Rumah makan. Namun dibagian ini konsultan belum menyajikan detailnya seperti apa dan ada berapa saja. Untuk sisi Aksesbilitas ada Bus wisata, Transjakarta, Metromini & angkot, dan KRL. Bagian ini juga belum terdapt detailnya seperti apa.

Pemaparan berlanjut ke perkembangan jumlah kunjungan wisatawan Kota Tua dan Kepulauan Seribu tahun 2013-2017. Terlihat dari data yang disajikan terdapat peningkatan jumlah wisatawan. Namun terlihat ada penurunan dari wisman (wisatawan mancanegara) dari 5% ke 3% perbedaannya. Tentu hal ini dapat dijadikan “PR” (pekerjaan rumah).

Untuk bagian karakteristik dari wisatawan sendiri terbagi menjadi dua, yaitu wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Wisman sendiri karakteristiknya cenderung tertarik terhadap budaya lokal, tempat bersejarah dikarenakan sifatnya yang memiliki keingintahuan yang tinggi dan mendetail, menyukai kegiatan outdoor, wisata malam dan alam.

Beda hal dengan wisnus (wisatawan nusantara), mereka cenderung menyukai tour/rombongan, disamping itu juga sifat wisnus yang gemar berbelanja menjadikan tempat pilihan destinasi yang populer hal yang disukai, gemar photografi juga dan sport.

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnyaIntegrated Tourism Masterplan (ITMP) Kepulauan Seribu dan Kota Tua (1)

Dari sisi asal atau sumber pasar dibagi menjadi dua, wisman dan wisnus. Untuk wisman yang actual datang dari China, Malaysia, Jepang, Singapura, Saudi Arabia, dan Eropa. Sedangkan yang potensial dapat datang dari Korea Selatan, India, Amerika Serikat, Taiwan, dan Australia. Untuk wisnus yang actual datang dari Jabar, Jateng, DKI, Jatim, dan Banten. Sedangkan yang potensial dapat datang dari Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Kep. Bangka Belitung.

Integrated Tourism Masterplan ini merupakan hal yang penting untuk dikembangkan dan diwujudkan kehadirannya demi kemajuan pariwisata di Indonesia. Berdasakan paparan dari pihak konsultan melalui slide presentasinya tentu sebagai warga Indonesia menyambut baik akan program yang akan dilakukan ini.

Lalu bagaimana paparan lanjutan yang disampaikan oleh konsultan yang ditunjuk. Ingin tahu kelanjutannya? nantikan di artikel kami selanjutnya. (Bersambung…)

Integrated Tourism Master Plan - Kepulauan Seribu dan Kota Tua

Integrated Tourism Masterplan (ITMP) Kepulauan Seribu dan Kota Tua (1)

Integrated Tourism Masterplan (ITMP) – Kegiatan FGD ke-3 ini yang merupakan rangkaian FGD terakhir. Kepala Deputi menyampaikan sambutan dan materi singkat dalam pertemuan tersebut. FGD III diadakan di Hotel Red Top, Senin , 17 Desember 2018. Acara dibuka oleh sambutan dari Kepala Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata. Hadir juga para pemangku kepentingan, narasumber, dan perwakilan asosiasi/institusi.

Diharapkan dengan pertemuan yang diadakan ini dapat menjadi ajang proses keterlibatan yang efektif mengingat program ini sangat strategis sekali dari sisi peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Sebelum jauh kita menelusuri apa yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut, kita akan bahas apa itu ITMP (Integrated Tourism Masterplan). Sebagai FYI, pariwisata dapat menghasilkan dana segar bagi pemasukan devisa bagi Indonesia. Untuk itu perlu sekiranya peningkatan sisi pariwisata di Indonesia saat ini.

Kami dari IAP2 Indonesia melihat bahwa pertemuan ini sudah sangat bagus untuk dilakukan, guna meningkatkan branding suatu tempat wisata di Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Deputi bahwa Integrated Tourism Masterplan (ITMP) adalah integrasi semua rencana pemangku kepentingan untuk mengembangkan kawasan pariwisata antara lain Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)/Zonasi Wilayah (ATR dan Pemda), Rencana pengembangan infrastruktur transportasi (Perhubungan dan PUPR), Rencana pengembangan kawasan hutan menjadi kawasan pariwisata (KLHK, BUMN), Rencana/zonasi kawasan pesisir dan perairan laut (termasuk bawah laut – KKP), Rencana pengembangan UMKM pariwisata (Koperasi & UMKM), Rencana pengembangan kawasan cagar budaya (Kemendikbud), Rencana daerah rawan bencana (BNPB), dan Rencana investor/KEK Pariwisata & non KEK Pariwisata.

Tujuan utama dari integrasi adalah menambah nilai manfaat ekonomi, manfaat sosial budaya, dan manfaat pelestarian lingkungan hidup. Tujuan baik tersebut dapat dicapai apabila kunjungan wisatawan meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, produk wisata dari sisi pelayanan dan pengelolaan (tourism destination management ) mulai dari SDM, industri, serta masyarakat dapat berkualitas dan berstandar global, selain itu juga pemasaran serta melakukan promosi yang berkelanjutan.

Kuncinya adalah untuk dapat mendatangkan wisatawan, karena memang pada dasarnya pariwisata itu
adalah melayani wisatawan. Kabupaten Banyuwangi misalnyadisetiap titik tempat wisata ditempatkan
seseorang untuk memonitor berapa pengunjung dan bagaimana karakteristik mereka disamping itu juga
terdapat CCTV untuk dapat memastikan kebenarannya.

Pemerintahan setempat dalam hal pelayan publik, perlu menyediakan akses jalan yang baik, dan
pendukung lainnya bertujuan untuk memudahkan wisatawan, sehingga dapat meningkatkan jumlah
kunjungan kedepannya. Saat kunjungan wisatawan meningkat tentu hal ini dapat menumbuhkan
profitabilitas dari pelaku usaha sekitarnya. Saat usaha tersebut sudah meningkat dan berkembang lebih
besar lagi tentu akan lebih banyak menyerap tenaga kerja didalamnya, dan hal ini menjadi salah satu
indikator keberhasilan dari sisi pariwisata.

Untuk itu perlu kita kiranya melihat bagaimana 5 tahun kedepan, ingin seperti apa kunjungannya,
berapa banyak kunjungan wisatawannya, dan bagaimana pelaku usahanya. Karena memang jika kita
telaah yang menjadi “supply” disini adalah 3A (atraksi, akses, dan amenitas). Hal tersebut harus
dipikirkan jauh kedepan ingin seperti apa.

Sasaran dari rangkaian pertemuan ini adalah tersusunnya dokumen ITMP (integrated tourism
masterplan) yang mancakup demand assessment, integrated visioning tourism destination masterplan,
feasibility study, skematik perencanaan dan desain kawasan prioritas, desain strategi rancana aksi.
Terdapat muatan lingkup keluaran/output yang dihasilkan diantaranya adalah analisis aspek kebijakan,
regulasi dan peraturan perundang-undangan seperti RT/RW, Pemda, Rencana-rencana Sektoral.

Analisa aspek permintaan dan peluang pengembangan destinasi wisata/demand assessment. Analisa kondisi awal (baseline) rencana tata ruang/perwilayahan dan aspek 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) dan dikembangkan menjadi 3S (size, spread, dan sustain).

Analisis peluang dan hambatan pengembangan sumber daya budaya dan alam serta aspek sosialekonomi masyarakat. Proyeksi pertumbuhan dan skenario pembangunan destinasi pariwisata, ada 3
skenario didalam dokumen yang perlu disajikan oleh konsultan diantaranya adalah pesimis, moderat,
dan optimis. Formulasi skenario pembangunan tapak prioritas. Formulasi rencana induk pembangunan
pariwisata terpadu. Penjabaran program-program keterpaduan antar sektoral. Pola-pola pelibatan
pemangku kepentingan.

Didalam output Analisa kondisi awal (baseline), konsultan diminta untuk melakukan analisis terhadap
semua aspek yang relevan untuk pengembangan pariwisata secara paripuna, termasuk kecenderungan
dan pola pengembangan tata ruang/perwilayahan, aspek 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) serta
kesenjangan infrastruktur dan prasarana umum (jalan, air bersih, listrik, telekomunikasi, dan kesehatan
lingkungan).

Analisis tersebut harus menghasilkan pemahaman mendalam tentang kondisi awal pengembangan pariwisata dan akan mengidentifikasi masalah-masalah tata ruang, aspek 3A dan infrastruktur serta prasarana umum.

Untuk output Analisa peluang dan hambatan pengembangan sumber daya budaya dan alam serta aspek
sosial-ekonomi masyarakat, konsultan diberikan amanah untuk dapat menyajikan beberapa hal.
Diantaranya adalah untuk dapat mengumpulkan dan menginterpretasikan data awal yang relevan dan
mengembangkan peta serta laporan tentang tantangan, peluang, dan hambatan bagi pertumbuhan
berkelanjutan yang ramah lingkungan-sosial budaya dan berbagai jenis fasilitas pariwisata dan
infrastruktur pendukungnya.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah bagian output Pola-pola pelibatan pemangku kepentingan. Disini konsultan perlu melakukan kegiatan spesifik yang mencakup identifikasi pemangku kepentingan yang terlibat didalam pengembangan Tourism Integrated Masterplan, pengelompokan pemangku kepentingan, dan hubungan antar pemangku kepentingan itu sendiri.

 

Baca juga seri Kabar Dalam Negeri lainnya: Wow, Filantropi di Indonesia Tumbuh Besar di era
Millennials (1)

 

Kami IAP2 Indonesia melihat hal ini merupakan proses yang panjang tetapi dengan kontribusi dan keterlibatan semua pemangku kepentingan akan dapat berjalan ringan dan positif. Paparan yang disampaikan oleh pihak Deputi dengan sambutan penuh semangat dari Kepala Deputi menambah energy postif didalam ruang panel FGD III ini.

Lalu bagaimana paparan yang disampaikan oleh konsultan yang ditunjuk. Ingin tahu kelanjutannya? nantikan di artikel kami selanjutnya. (Bersambung…)

IAP2 Conference Recap 2018

IAP2 Conference Recap (Australasia & North American)

IAP2 Australasia Conference Recap

Gold Coast yang cerah dan Intercontinental Sanctuary Cove yang menakjubkan mengatur suasana dan kondisi untuk Konferensi IAP2 Australasia ‘Shake it Up’ tahun ini yang diadakan pada tanggal 23 – 25 Oktober. Hampir 300 delegasi dan anggota menghabiskan tiga hari berjejaring, menghadiri lokakarya, kelas master dan sesi-sesi utama di mana 50 presenter berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka.

 

2018 IAP2 North American Conference Recap

Hampir 400 peserta dari seluruh dunia berpartisipasi dalam sesi, lokakarya dan kunjungan lapangan untuk membawa wawasan baru ke dalam gagasan “Menumbuhkan Budaya P2”. Bagi mereka yang ada di sana dan bagi mereka yang tidak bisa datang, periksa sumber-sumber informasi atau referensi pasca-konferensi. Apakah Anda seorang yang memiliki motivasi tinggi yang ingin terlibat dalam mengembangkan dan menerapkan Konferensi IAP2 Amerika Utara yang sukses? Inilah kesempatan Anda!

SAVE THE DATES: Konferensi IAP2 Amerika Utara 2019 akan diadakan di Charlotte, North Carolina, 4 – 6 September 2019.

(Sumber: https://www.iap2.org/page/currentnewsletter)

 

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnyaProject of the Year – IAP2 International

 

Dari acara yang diselenggarakan oleh IAP2 di beberapa afiliasi sudah menjangkau beberapa Negara. Memajukan praktek partisipasi publik yang menjadi tujuan utama demi terciptanya keputusan yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh pemangku kepentingan dan publik.

Seperti acara conference yang diadakan oleh IAP2 Australasia yang sudah berjalan dengan sukses. Diselenggarakan di Intercontinental Sanctuary Cove di Gold Coast, Australia, tempat ini merupakan hotel & resort yang juga terdapat fasilitas untuk mengadakan meeting dan event. Tempat ini merupakan pilihan yang tepat untuk mengadakan acara conference skala besar didukung oleh kesan modern (indoor) dan juga alam (outdoor).

Acara konferensi sendiri berlangsung selama 4 hari, senin – kamis, namun dihari jumat, terdapat kegiatan bebas/jalan-jalan, mereka namakan dengan “A guided tour of a World Heritage site”. Setelah mengikuti rangkaian acara conference, peserta dapat memilih untuk mau mengikuti kegiatan tambahan ini atau tidak. Kegiatan tambahan tersebut adalah mengunjungi salah satu situs warisan dunia yaitu Spring National Park di Gold Coast. Peserta yang ingin ikut dikenakan biaya USD 33 per orang (mencakup transportasi, makan siang dengan biaya sendiri).

Lain Negara lain cerita, IAP2 North American telah mengadakan conference ditahun yang sama. Berlangsung selama 3 hari, 05-07 September 2018, bertempat di Victoria Conference Centre, Canada. Dihari terakhir setelah seluruh rangkaian acara konferensi selesai, tepatnya disore hari yang syahdu terdapat kegiatan “Whale Watching – Sunset Tour”, melihat semua jenis kehidupan dilaut seperti menyaksikan Killer Whales (Orcas).

Kegiatan ini tidak serta merta selalu serius dan membuat pikiran terus menerus berpikir keras. Hadirnya sesi jalan-jalan menjadi kesempatan baik untuk dapat saling berkomunikasi/mereview kembali/sekedar bertukar pandangan dengan suasana yang berbeda dihari sebelumnya. Dengan begini, tentu akan menghadirkan kesan yang istimewa saat kembali pulang, dan mengikat memori lebih kuat lagi. Sehingga dapat merefleksikan kembali bahwa bumi ini perlu kita jaga kelestariannya, dan kehidupan sosial didalamnya perlu dijaga kesejahteraannya dan stabilitasnya, dengan bersama-sama saling melibatkan diri.

Dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan No. 17 “Partnership for the Goals” perlu meningkatkan kapasitas pemahaman dalam mewujudkannnya sehingga kerjasama dengan para pemangku kepentingan dapat bersinergi positif dan satu frekuensi. Pelatihan dan konferensi yang dilakukan dapat menjadi bentuk proses dalam memprakteknya partisipasi publik diwilayah masing-masing kota atau Negara.

Ikutilah acara terdekat kami ditahun 2019, apa dan dimana? Tunggu info selanjutnya, tetap ikuti terus kami di website dan semua sosial media IAP2 indonesia!

 

image source: www.iap2.org.au

Organisation of the Year – IAP2 International

Organisation of the Year – IAP2 International

2018 Organisation Internasional Tahun Ini: Kota Edmonton, Kanada

Apa yang terjadi ketika Kota, warga, dan Dewan mereka memutuskan sudah waktunya untuk berubah?

Keterlibatan Publik adalah pekerjaan yang rumit. Itu juga pekerjaan penting; itu adalah cara utama bahwa Kota Edmonton bekerja dengan publik untuk memahami, memeriksa, dan membuat keputusan.

Setelah Civic Election 2013, serta laporan Auditor Kota 2014 tentang keterlibatan publik, Dewan Kota dan Administrasi mengidentifikasi kebutuhan untuk meninjau pendekatan Kota Edmonton terhadap partisipasi publik. Banyak Edmontonians, pemangku kepentingan, Anggota Dewan, dan anggota Administrasi Kota mengamati bahwa Kota menghadapi sejumlah tantangan dan peluang dalam partisipasi publik, termasuk menanggapi ekspektasi warga yang berkembang, mendukung pertumbuhan, memastikan proses yang konsisten dan berkualitas, dan memanfaatkan peluang untuk inovasi.

Melalui proses berbasis kolaboratif yang melibatkan Dewan Kota, Administrasi, dan Edmontonians, Inisiatif Dewan tentang Keterlibatan Publik (Prakarsa) telah menetapkan dan menetapkan tahapan untuk praktik partisipasi publik yang inovatif dan inklusif untuk tahun-tahun mendatang.

Inisiatif ini dirancang menggunakan pendekatan bertahap untuk “engaging on engagement” dengan Dewan Kota, Administrasi dan masyarakat. Diberikan mandat yang luas untuk memeriksa praktik partisipasi masyarakat di Kota, sementara juga menerapkan perbaikan langsung ke praktik partisipasi masyarakat jika memungkinkan. Inisiatif ini mengakui bahwa membuat perubahan yang langgeng terhadap partisipasi publik harus menjadi bagian dari perubahan organisasi yang lebih besar di Kota. Namun, fokus pada perubahan internal harus diimbangi dengan upaya untuk memahami, terlibat, dan memungkinkan masyarakat sipil kota yang lebih luas. Partisipasi publik yang baik membutuhkan peningkatan kapasitas Kota dan masyarakat untuk terlibat.

SebaCity of Edmonton - Organisationgian besar tantangan partisipasi publik berpusat di sekitar kepemimpinan internal, mereka yang terlibat dalam Inisiatif, mendorong norma Kota pada partisipasi publik dan untuk menantang bagaimana keputusan dibuat di Kota. Secara tradisional, keputusan dibuat secara hierarkis dengan proses partisipasi publik yang sedikit berarti untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Inisiatif itu bertentangan dengan tradisi dan sering menjadi tantangan. Meskipun pekerjaan itu sangat didukung oleh Dewan, ada penolakan secara internal terhadap kebutuhan partisipasi publik atau inisiatif secara keseluruhan. Memiliki komunitas yang berkontribusi pada sebuah kebijakan besar terasa menakutkan bagi organisasi yang dimana membuat keputusan tersebut untuk diri mereka sendiri.

Tantangan lain adalah kurangnya rasa percaya oleh warga dalam inisiatif partisipasi publik Kota. Warga mengatakan kepada kandidat Dewan selama Pemilihan Umum 2013 bahwa mereka tidak percaya bahwa Kota menggunakan salah satu masukan yang mereka berikan dan kemudian Kota melakukan apa yang ingin dilakukannya. Warga merasa bahwa proses partisipasi masyarakat di Kota hanya memeriksa kotak dan tidak tulus atau tidak berarti apapun.

Karena kurangnya kepercayaan warga dalam proses partisipasi publik, Inisiatif diberi arahan oleh Dewan co-lead untuk “mulai di awal” dan terlibat dengan Edmontonians, staf Kota dan tokoh masyarakat untuk mengembangkan pemahaman umum tentang partisipasi publik dan mulai membangun konsensus tentang apa yang diinisiatif dan proses partisipasi publik di Kota untuk fokus pada upayanya. Melakukan “public participation on public participation” adalah bagian penting dari mendapatkan kepercayaan dari warga pada proses serta hasil dari Inisiatif. Untuk memastikan hasil dari Inisiatif bekerja untuk semua (penduduk, staf Kota, pemangku kepentingan, Dewan, dll.), Semua perlu dilibatkan.

Dampak P2 pada keputusan

Kegiatan partisipasi masyarakat yang dilakukan berdampak langsung pada keputusan tentang arah yang akan diambil oleh prakarsa sebagai hasil akhir. Kolaborasi antara Administrasi, Dewan Kota dan masyarakat adalah fokus dan tema di seluruh Inisiatif. Tema itu terus berdampak pada cara Kota mempraktekkan partisipasi publik saat ini.

  • Hasil dan dampak lain dalam pengambilan keputusan meliputi:
  • Kebijakan keterlibatan publik yang memberikan arahan tentang keterlibatan di Kota dan menghubungkan keterlibatan publik kepada pengambilan keputusan
  • Spektrum keterlibatan publik baru yang menghapus Inform dan memasukkan komunikasi ke dalam semua peran yang dapat digunakan publik saat berpartisipasi
  • Kerangka Keterlibatan Publik
  • Praktik Keterlibatan Publik Baru dan Roadmap Implementasi
  • Penciptaan Bagian Keterlibatan Publik di Kota dengan 16 Penasihat Keterlibatan Publik, 6- anggota Unit Penelitian Korporat dan 4-anggota Unit Metode & Praktik
  • Hasil dari kelompok kerja
    • Program pelatihan untuk semua staf Kota tentang keterlibatan publik
    • Suatu pendekatan untuk staf Kota tentang evaluasi dan recognition
    • Pengembangan alat perencanaan keterlibatan publik baru, katalog teknik & praktik serta Buku Panduan Komunikasi baru
    • Database kepemimpinan internal dan alat pemetaan
    • Gabungan Pemandu yang akan memantau kemajuan Kota dalam melaksanakan Road Map Implementasi untuk keterlibatan publik
    • Buku Panduan Komunikasi
  • Panduan Bahasa Keterlibatan Publik untuk membakukan bagaimana Kota berbicara tentang partisipasi publik
  • Bagian Keterlibatan Publik ditambahkan ke setiap Laporan Dewan

IAP2 International Organisation Of The Years

(Sumber: https://www.iap2.org/news/424679/2018-International-Organization-of-the-Year-City-of-Edmonton-Canada.htm)

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnyaInternational Core Values Awards Celebrate Excellence in Public Participation

Penghargaan (Organisation of the Year) ini diberikan kepada City Councillor, Ben Henderson, dan Cory Segin, Direktur Keterlibatan Publik dari Kota Edmonton.

Ada beberapa proyek yang dibuat oleh organisation dan atau pemerintah setempat di Indonesia yang juga masih memerlukan proses partisipasi publik ini berjalan didalamnya. Untuk itu IAP2 tidak berhenti untuk memajukan praktek partisipasi publik diluar sana. Dan kami IAP2 Indonesia terus mengenalkan ilmu partisipasi publik dalam bentuk apa pun. Melalui pelatihan, artikel, dan berbagi pengalaman dari beragam project dari lintas Negara, untuk dapat melihat mana best practice yang dapat diterapkan oleh Anda sebagai pemangku kepentingan atau pengambil keputusan, berada didalam organisation atau diluar.

Memajukan kapasitas organisation Anda dalam menerapkan proses partisipasi publik atau dikenal dengan public engagement/participation, menjadi sebuah keharusan saat ini karena sudah dikeluarkannya PP No.45 tahun 2017, mengenai partisipasi masyarakat.

Ikutilah acara terdekat kami ditahun 2019, apa dan dimana? Tunggu info selanjutnya, tetap ikuti terus kami di website dan semua sosial media IAP2 indonesia!

 

image source: www.unsplash.com

IAP2 International Project of the Year

Project of the Year – IAP2 International

2018 Project Internasional Tahun Ini: NZ Transport Agency dan Aurecon NZ Ltd.

Northern Corridor Improvements – design and consenting engagement

Keputusan untuk benar-benar memberdayakan, berkolaborasi dan melibatkan otoritas atas tanah atau wilayah, key stakeholders dan masyarakat dipandang penting selama fase desain dan persetujuan dari Proyek Northern Corridor Improvements senilai $ NZ700 juta, karena dampaknya yang sangat kompleks pada basis populasi yang sangat besar.

Proyek transportasi nasional yang signifikan di Auckland, Selandia Baru ini benar-benar transformatif, dengan investasi yang direncanakan dalam berbagai pilihan perjalanan di semua moda – kendaraan, bus, pengendara sepeda dan pejalan kaki. Oleh karena itu, keberhasilan bergantung pada komunitas yang mendukung dan mengambil opsi-opsi ini. Ini juga akan memiliki dampak yang signifikan terhadap sejumlah besar fasilitas publik, cadangan, kawasan lingkungan khusus dan properti pribadi, karena koridor yang sangat urban dan terbatas di mana mereka harus dibangun.

NZ Transport Agency dan tim Aurecon NZ menanggapi peluang dan risiko ini dengan berkomitmen untuk menempatkan kepentingan publik “at the heart of all decision-making”, dan memformalkan strategi keterlibatan dan proses partisipasi masyarakat di semua alur kerja untuk membantu membentuk desain. Ini mengartikan bahwa semua manajer bertanggung jawab untuk benar-benar berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat, ini bukan hanya peran dari tim Community Engagement saja.

Proyek - NZ Transport Agency

Tujuannya adalah untuk bersama-sama menciptakan desain yang berkelanjutan, mana yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta dapat mencapai hasil lingkungan yang baik.

Proyek Aurecon

Semua dokumen perencanaan yang diserahkan ke proses persetujuan Dewan Penyelidikan nasional / Board of Inquiry (BOI) proyek harus menunjukkan hasil partisipasi masyarakat yang telah dipertimbangkan dalam alat-alat Pengkajian Multi Kriteria / Multi-Criteria Assessment (MCA) mereka. Para pemangku kepentingan utama dan tantangan masyarakat diidentifikasi di depan, dan disiplin, sumber daya ekstra dan kelompok kerja ditempatkan untuk bekerja melaluinya. Proses yang ketat mengusulkan level pada spektrum IAP2 untuk semua pihak yang terkena dampak, melakukan brainstorming bagaimana cara untuk terlibat dengan mereka, dan menanyakan kepada peserta cara terbaik yang mereka inginkan untuk dilibatkan. Tujuannya adalah untuk menyetujui resolusi sebelum aplikasi persetujuan, daripada harus meninggalkan items yang akan diajukan dalam pengajuan selama periode pemberitahuan publik resmi.

Keberhasilan diukur dengan kemampuan untuk menunjukkan bukti otoritas atas tanah atau wilayah, pemangku kepentingan dan partisipasi publik mempengaruhi atau mengubah pengambilan keputusan; dan kepuasan dengan desain yang diusulkan. Pada saat aplikasi izin, tim proyek dapat dengan bangga mengatakan bahwa mereka telah mencapai keduanya. Terlepas dari ukurannya dan basis populasi yang sangat besar, ada jumlah pengajuan yang sangat rendah – total hanya 33. Project yang sebanding di Selandia Baru biasanya menerima ratusan pengiriman. Dan dari mereka yang diterima, sekitar 70% dari semua pengajuan dukungan atau sebagian dalam dukungan. Hanya 2 orang yang mengajukan masalah yang terkait dengan proses konsultasi publik.

Khususnya, pemangku kepentingan utama termasuk pemerintah lokal, kelompok pejalan kaki, transportasi umum dan kelompok-kelompok sepeda semuanya mendukung. Dukungan penuh juga diterima dari mana whenua. Dalam laporan keputusan final BOI pada akhir 2017, komisaris independen yang mengawasi proses tersebut mencatat:

 

“… secara keseluruhan Badan Transportasi layak mendapatkan kredit untuk cara program konsultasi dirancang dan diimplementasikan. Ini telah menjadi upaya yang cukup besar untuk melibatkan masyarakat Auckland secara umum dan para pemangku kepentingan utama khususnya untuk memberi tahu mereka tentang apa yang diusulkan. Ada banyak sekali peluang yang ditawarkan kepada mereka yang berpotensi terkena dampak Proyek untuk terlibat dengan Badan Transportasi untuk mendiskusikan hal-hal yang menjadi perhatian dan, dalam beberapa kasus, untuk merundingkan perubahan pada Proyek. Hal ini dapat dilihat terutama dengan mengacu pada fakta bahwa kesepakatan telah dicapai dengan organisasi seperti Pengelolaan Limbah, Auckland Transport, Bike Auckland, Watercare, Vector, Transpower dan Harbour Hockey Charitable Trust, dan hal-hal yang menjadi perhatian Dewan sekarang dikurangi menjadi hanya satu. ”

 

(Sumber: https://www.iap2.org/news/424698/2018-International-Project-of-the-Year-NZ-Transport-Agency-and-Aurecon-NZ-Ltd..htm)

 

Baca juga seri Kabar Luar Negeri lainnya: IAP2 Core Values Awards 2018

Ada beberapa proyek di Indonesia yang juga masih memerlukan proses partisipasi publik ini berjalan didalamnya. Untuk itu IAP2 tidak berhenti untuk memajukan praktek partisipasi publik diluar sana. Dan kami IAP2 Indonesia terus mengenalkan ilmu partisipasi publik dalam bentuk apa pun. Melalui pelatihan, artikel, dan berbagi pengalaman dari beragam project dan lintas Negara, untuk dapat melihat mana best practice yang dapat diterapkan oleh Anda.

Ikutilah acara terdekat kami ditahun 2019, apa dan dimana? Tunggu info selanjutnya, tetap ikuti terus kami di website dan semua sosial media IAP2 indonesia!

image source: www.unsplash.com

kuliah umum di SGPP - Prioritas Nasional dan Kebijakan Perdagangan Indonesia

Indonesia bisa menjadi Negara Maju?

Bogor – Dalam kesempatan kali ini kami mengikuti kuliah umum dari SGPP, bertempat dikampus SGPP, tanggal 04 Desember 2018, dibawakan oleh Gita Wirjawan. Mengusung tema Indeks Pembangunan Manusia dan Daya Saing Global: Prioritas Nasional dan Kebijakan Perdagangan Indonesia / HDI and Global Competitiveness: National Priorities and Indonesia Trade Policies.

 

Bahasan yang cukup berbobot namun tidak mengurangi keseruan suasana di dalam kelas. Interaksi yang dilakukan oleh beliau dengan para audience yang hadir menjadi unsur yang dapat menjadi point lebih sehingga membuat kuliah umum kali ini dapat menjadi ajang pembelajaran yang menyenangkan.

 

Mengawali materi yang dibawakan, Gita Wirjawan mengulas sejarah dunia dari masa ke masa untuk menjadi pembuka materi kuliah umum. Setiap umat atau kaum punya titik kejayaan dan titik keruntuhannya. Berkaca dari perjalanan sejarah, bahwa setiap masa ada kaumnya, dan setiap kaum ada masanya. Bagaimana perjalanan timbul dan tenggelamnya tentu memiliki kisahnya tersendiri.

 

Kami melihat ini merupakan kuliah umum yang baik untuk mengedukasi masyarakat. Terlebih dapat disimpulkan bahwa sejarah mengajarkan kita pengalaman yang berharga. Sesuatu yang dapat kita hindari tanpa harus mengalaminya terlebih dahulu, dan sesuatu yang dapat kita lakukan penambahan perbaikannya.

 

Mengapa suatu Negara atau kawasan dapat menjadi digdaya dalam suatu masa, dan mengapa suatu masa kawasan atau Negara tersebut “tenggelam” tidak dapat mempertahankan kejayaannya?

Salah satu hal yang dapat menjadi kunci utama untuk dapat bertahan dalam segala situasi dan kondisi adalah memiliki fleksibilitas dan pikiran yang terbuka. Untuk dapat menjawab segala tantangan zaman yang terus berubah-ubah. Negara yang memiliki jiwa open minded akan terlihat banyak diversity di dalamnya akan menghasilkan great nation.

 

Selain itu pula pengetahuan menjadi modal paling utama untuk membangun kejayaan. Pengetahuan yang terbaik dan berkualitas diperlukan untuk membangun manusia-manusia cerdas sehingga dapat membuat kebijakan. Bukan hanya dari sisi kecerdasan saja tetapi juga punya wisdom/kebaikan hati. Sehingga kebijakan yang dilahirkan dapat membangun bangsa menjadi lebih maju dan juga dapat menyentuh hati masyarakat.

 

Masyarakat yang terdidik dan memiliki kepekaan sosial/hati menjadi kebutuhan saat ini bagi suatu Negara dalam mencapai kejayaan. Dengan begitu mereka dapat melakukan inovasi dalam segala bidang. Jika kita lihat pemanfaatan teknologi saat ini sedikit banyaknya dapat mempengaruhi pola strategi dalam berpoltik, perdagangan, dan lainnya. Hal tersebut melatarbelakangi munculnya profesi baru seperti data scientist, data analyst, dan lain sebagainya.

 

Seperti contoh yang disampaikan, dimana dari segala aktivitas atau perilaku manusia dalam menggunakan handphone, jejak elektronik yang mereka lakukan dapat membentuk sebuah pattern/pola yang dapat dijadikan bahan untuk membuat strategi bagi yang berkepentingan terhadap data rekam tersebut.

 

Baca juga seri Kuliah Umum lainnya: Kuliah Umum SGPP oleh Muthoni Wambu Kraal: The Potential Seachange in American Democracy Post-Trump

 

Untuk itu beliau menghimbau untuk mewaspadai tingkat interaksi kita terhadap dunia digital dalam kata lain kurangi berinteraksi dengan gadget jika memang tidak ingin terekam jejaknya dan terbaca pola pikirnya oleh pihak diluar sana yang dapat memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Tentu hal ini merupakan langkah yang kurang disukai oleh sebagian orang, karena teknologi membantu kita dalam aktivitas keseharian kita, dengan sifatnya yang praktis dan cepat.

 

Kami pun melihat langkah ini bukan tidak mungkin untuk dapat dilakukan. Dengan lebih bijak dalam menggunakan dan berinteraksi didunia digital seperlunya saja dapat sedikitnya menghindari diri Anda menjadi bahan objek penelitian oleh orang luar. Lebih dari pada itu semestinya kita bukan lagi menjadi “korban” teknologi tetapi kita yang menjadi “pemain” teknologi. Kalau mereka bisa melakukannya kenapa kita tidak bisa?

 

Tumbuhnya inovasi disegala bidang, dapat membawa dampak postif bagi kemajuan Negara itu sendiri. Dibalik tumbuhnya inovasi perlu dukungan kuat dari sisi dana investasi. Beliau menyampaikan bahwa ada sisi yang dapat dimanfaatkan oleh Negara untuk dapat digunakan diantaranya adalah dana pensiun. Dana pensiun jika dikoletif dapat menjadi sumber pendanaan yang amat memadai.

 

Hanya saja penggunaan dana pensiun ini masih terhalang oleh satu hal, yaitu policy. Belum adanya regulasi dan sistem yang dapat mengatur dan mengelolanya. Butuh waktu untuk dapat merumuskannya namun bukan hal yang mustahil untuk dapat dilakukan. Selain itu juga perekonomian harus berpihak pada kesejahteraan rakyat dan sektor rill dapat menjaga kestabilan ekonomi. Jika perekonomian stabil maka kesejaheraan akan meningkat.

 

Inovasi akan dapat terjadi jika seluruh pemangku kepentingan bisa saling mengkomunikasikan pengetahuan dan pengalamannya. Dapat berkolaborasi merumuskan bagaimana solusi yang inovatif dapat dihasilkan. Saat sudah menguasai dan dapat melakukan inovasi dibidang apapun, kita bukan hanya dapat bersaing dengan Negara berkembang di kawasan Asia Tenggara, namun ditahun akan datang Indonesia bukan tidak mungkin dapat berubah menjadi Negara maju.

 

 

image source: www.instagram.com/sgppindonesia

IAP2 Federation

IAP2 Menyambut Trainer Baru – Amanda Mitchell

Dewan Direksi Internasional IAP2 menyambut baik hadirnya Amanda Mitchell ke komunitas Trainer IAP2 dan mengucapkan selamat kepadanya atas keberhasilan penyelesaian Trainer Development Program for the Foundations in Public Participation dalam program pelatihan internasional.

trainer baru di IAP2, amandaAmanda bergabung dengan komunitas para Trainer IAP2 berdedikasi dan berpengalaman yang menyampaikan pemahaman luas tentang bagaimana partisipasi publik bekerja di seluruh dunia.

Lebih dari 20.000 orang bekrja atau terlibat dalam P2 dan keterlibatan masyarakat/publik untuk pemerintah (kotamadya, lembaga negara dan provinsi), perusahaan, utilitas, lembaga lingkungan, komunitas dan universitas telah menyelesaikan pelatihan IAP2.

Berbasis di Vancouver, BC Kanada, Amanda telah terlibat dengan IAP2 Kanada sejak 2014 dan telah menjabat sebagai deputy board member, board member dan Vice-President. Beliau saat ini bekerja di Kota Vancouver sebagai Public Engagement Specialist.

Bergabunglah bersama kami untuk ucapkan selamat kepada Amanda!

(Sumber: https://www.iap2.org/news/428317/IAP2-Welcomes-New-Trainer—Amanda-Mitchell.htm)

Selamat kepada mba Amanda Mitchell atas bergabungnya ke dalam komunitas trainer IAP2. Dengan begitu semakin bertambah lagi jajaran pelatih yang berkompeten dalam dunia partisipasi publik di IAP2. Didukung oleh para praktisi dan trainer yang handal membuat IAP2 kini semakin terus berkembang lagi kedepannya di dunia P2.

Untuk itu hal ini dapat dijadikan momentum yang baik bagi kita. Sebagai masyarakat Indonesia untuk dapat ambil bagian dalam penentuan arah kebijakan yang berdampak secara langsung maupun tak langsung. Bergerak untuk dapat terlibat dalam proses mengambil keputusan. Bukan hanya dari sisi pencoblosan saat musim Pemilu tiba. Keterlibatan masyarakat dapat hadir saat ada hal yang dirasa memberikan dampak bagi Anda dan lingkungan Anda tinggal.

Marilah bergabung bersama kami menjadi keluarga IAP2 Indonesia!

Ikutilah acara terdekat kami ditahun 2019, apa dan dimana? Tunggu info selanjutnya, tetap ikuti terus kami di website dan semua sosial media IAP2 indonesia! Jika ragu untuk follow, like, dan comment di akun sosial media kami. Kami tunggu anda disana untuk saling bertukar pandangan, digital engagement why not?

“Good Public Participation Result in Better Decision”

image source: www.iap2.org